NovelToon NovelToon
Takdir Kaisar Bintang

Takdir Kaisar Bintang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:6.8k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Langit Azure, kekuatan bela diri dan kedalaman Qi menentukan segalanya. Ye Chen, seorang jenius dari keluarga cabang klan Ye, dikhianati dan "Akar Roh" miliknya dicuri oleh saudara sepupunya sendiri demi ambisi klan utama. Menjadi cacat dan dibuang ke pinggiran desa, nasibnya berubah ketika sebuah meteorit hitam jatuh di dekatnya. Meteorit tersebut menyimpan warisan dari "Kaisar Kekosongan" dari era kuno, memberikannya seni kultivasi terlarang yang tidak membutuhkan Akar Roh, melainkan menyerap energi bintang. Ye Chen kini harus merangkak dari bawah, bersembunyi dari musuh-musuh kuat, dan menapaki jalan kultivasi untuk membalas dendam serta mencari kebenaran di balik hancurnya para Dewa Kuno

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 22: Penguasa Petir Sejati

​"Mustahil... Ini ilusi! Itu pasti pusaka sekali pakai!" teriak Ye Feng. Wajah tampannya kini berkerut jelek oleh kepanikan dan kemarahan. Ia menolak percaya bahwa pemuda cacat yang dulu ia injak-injak kini bisa membunuh kultivator Puncak Pembangunan Fondasi dengan satu jentikan jari.

​"Tetua Ketiga! Tetua Keempat! Tinggalkan ular itu dan bunuh si cacat ini sekarang juga!" perintah Ye Feng dengan suara melengking.

​Namun, kedua Tetua itu sedang dalam situasi hidup dan mati. Ular Mahkota Besi Darah yang mengamuk mengayunkan ekor raksasanya, menghancurkan formasi pertahanan mereka berdua. Mereka bahkan tidak punya waktu untuk menoleh, apalagi membantu Ye Feng.

​Melihat bala bantuannya terpotong, Ye Feng mengertakkan gigi hingga berdarah. Matanya memerah. "Baiklah! Jika kau ingin mati lebih cepat, aku sendiri yang akan mencabik-cabikmu, Sampah!"

​BLAAAR!

​Aura Inti Emas (Golden Core) awal meledak dari tubuh Ye Feng. Petir ungu meliuk-liuk liar di sekelilingnya, membakar udara dan menciptakan suara gemeretak yang memekakkan telinga. Ia mengayunkan pedangnya yang kini sepenuhnya terbungkus oleh elemen guntur.

​Jurus Pembunuh Dewa: Naga Petir Membelah Langit!

​Ye Feng melompat ke udara. Petir ungu di pedangnya membentuk proyeksi kepala naga raksasa yang mengaum marah, melesat turun dengan kecepatan cahaya langsung menuju kepala Lin Chen. Tekanan dari serangan ini membuat tanah di sekitar Lin Chen retak dan melesak sedalam beberapa inci.

​"Matilah menjadi abu!" raung Ye Feng bangga. Ini adalah serangan terkuatnya. Bahkan sesama kultivator Inti Emas pun tidak akan berani menahannya secara langsung!

​Su Yue yang berada di belakang Lin Chen memucat. Ia ingin mundur, namun tekanan petir itu mengunci kakinya.

​Di tengah badai petir yang menyilaukan itu, Lin Chen justru mengangkat kepalanya. Matanya setenang sumur kuno. Tidak ada senjata di tangannya, tidak ada segel formasi, ia hanya berdiri tegak.

​"Kau menggunakan milikku... untuk menyerangku?" suara Lin Chen terdengar pelan, namun secara ajaib mampu menembus suara gemuruh petir. "Benar-benar lelucon yang menyedihkan."

​Lin Chen mengangkat tangan kanannya perlahan. Saat naga petir ungu itu menghantamnya, Lin Chen hanya membuka telapak tangannya dan menangkap ujung pedang Ye Feng tepat di mulut proyeksi naga petir tersebut.

​BZZZZZTTT... TRANG!

​Keheningan seketika mencekik lembah itu.

​Mata Ye Feng hampir copot dari tempatnya. Proyeksi naga petir raksasanya—kebanggaan terbesarnya—berhenti total, hancur berkeping-keping menjadi percikan listrik kecil. Ujung pedang spiritual tingkat tingginya kini terjepit kokoh di antara jari telunjuk dan ibu jari Lin Chen, tidak bisa bergerak maju meski hanya semili!

​"Petir ini... menolak untuk melukaiku," bisik Lin Chen dingin.

​Akar Roh Guntur di dalam Dantian Ye Feng adalah milik Lin Chen sejak lahir. Keduanya berbagi resonansi darah. Bagaimana mungkin petir itu mau menghancurkan tuan aslinya, terutama saat sang tuan kini memiliki tubuh yang seratus kali lebih kuat?

​"T-Tidak... Lepaskan!" Ye Feng berteriak histeris, berusaha menarik pedangnya.

​Lin Chen memutar pergelangan tangannya sedikit saja.

​KRAAAK!

​Pedang spiritual kebanggaan Ye Feng patah menjadi dua!

​Sebelum Ye Feng sempat bereaksi, tangan kiri Lin Chen melesat ke depan, mencengkeram leher Ye Feng dan mengangkatnya ke udara layaknya memegang seekor ayam sekarat. Petir ungu di tubuh Ye Feng secara otomatis mencoba menyengat lengan Lin Chen, namun Jaring Bintang Penelan Langit di balik kulit Lin Chen langsung menyerapnya habis.

​"Tiga tahun lalu, di pelataran belakang klan," Lin Chen menatap mata Ye Feng yang dipenuhi teror absolut, suaranya sedingin es abadi. "Kau menatapku persis seperti ini. Kau membiarkan para tetua mengikatku, lalu merobek Dantianku hidup-hidup untuk mengambil Akar Rohku."

​"A-Ampun... Lin Chen... Aku saudaramu..." Ye Feng tersedak, kakinya menendang-nendang udara. "Aku akan mengembalikannya! Aku akan memberikan segalanya! Jangan bunuh aku!"

​"Sedarah? Kau mengulang kalimat Ye Mang yang membosankan," Lin Chen menyeringai tipis. "Aku tidak akan membunuhmu, Ye Feng. Kematian terlalu mudah untukmu. Aku hanya akan mengambil kembali apa yang menjadi hakku, dan membiarkanmu merasakan penderitaan yang sama."

​Lin Chen menempelkan telapak tangan kanannya yang memancarkan cahaya perak kelam langsung ke area perut (Dantian) Ye Feng.

​Teknik Kekosongan: Ekstraksi Bintang!

​"TIDAAAAAKKK!" jeritan Ye Feng terdengar lebih menyayat hati daripada tangisan tulang-belulang di lembah itu.

​Tangan Lin Chen secara harfiah menembus pertahanan Dantian Ye Feng menggunakan energi ruang. Dengan satu tarikan brutal, ia mencabut seberkas cahaya ungu berbentuk akar yang berdenyut-denyut. Itu adalah Akar Roh Guntur!

​Begitu akar roh itu dicabut, Inti Emas di dalam Dantian Ye Feng langsung retak dan hancur lebur. Energi Qi miliknya bocor ke udara seperti balon yang pecah. Kultivasinya yang dibanggakan hancur seketika, mengembalikannya menjadi manusia fana yang benar-benar cacat.

​Lin Chen melempar tubuh Ye Feng yang kejang-kejang ke tanah. Pemuda yang dulunya jenius nomor satu sekte itu kini meringkuk layaknya cacing, memuntahkan darah hitam, menangisi Dantiannya yang hancur.

​Lin Chen menatap Akar Roh Guntur di tangannya. Energi petir itu meliuk-liuk manja di telapak tangannya, seolah menyambut kepulangannya. Tanpa ragu, Lin Chen memasukkan kembali energi itu ke dalam Inti Bintang di perutnya.

​BUM!

​Elemen Guntur menyatu sempurna dengan Embrio Inti Bintangnya, membuat energi Lin Chen kini memiliki sifat penghancur tambahan!

​Tepat pada saat itu, sebuah jeritan panjang terdengar dari arah belakang. Ular Mahkota Besi Darah baru saja menelan Tetua Ketiga bulat-bulat, lalu mencabik Tetua Keempat menjadi dua bagian.

​Menyadari kelompok Ye Feng sudah habis, ular raksasa dengan sisik semerah darah itu mengalihkan pandangannya pada Lin Chen dan Su Yue. Dengan raungan buas, binatang setingkat Inti Emas itu melesat menerjang ke arah Lin Chen, mulutnya berbisa terbuka lebar siap menelan pemuda itu.

​Su Yue menjerit, kakinya lemas tak bisa berdiri.

​Namun, Lin Chen bahkan tidak menoleh ke arah ular tersebut. Ia masih sibuk menikmati sensasi kembalinya Akar Roh Guntur di dalam tubuhnya.

​Saat mulut ular raksasa itu berjarak kurang dari tiga meter dari kepalanya, Lin Chen hanya mengangkat satu tangan kanannya ke samping, telapaknya menghadap monster raksasa itu.

​"Sangat berisik," gumam Lin Chen.

​Sebuah pusaran cahaya perak bercampur petir ungu yang luar biasa padat meledak dari telapak tangan Lin Chen.

​Tapak Guntur Bintang Kekosongan!

​JDAAARRRR!

​Sebuah pilar energi raksasa melesat dengan kecepatan kilat, menghantam langsung ke kepala Ular Mahkota Besi Darah. Tidak ada perlawanan. Sisik sekeras pelat baja spiritual itu menguap dalam sekejap.

​Kepala ular raksasa itu hancur tanpa sisa, meninggalkan lehernya yang terputus menyemburkan hujan darah ke udara. Tubuh raksasa itu berdebum jatuh ke tanah, membuat seluruh lembah berguncang hebat.

​Satu serangan telapak tangan biasa, dan seekor Binatang Roh Inti Emas mati seketika!

​Lin Chen perlahan menurunkan tangannya. Ia menghirup kabut darah bercampur energi murni dari mayat ular raksasa itu untuk menstabilkan Inti Bintang barunya. Setelah selesai, ia berjalan santai melewati genangan darah, memetik Rumput Jiwa Darah yang bercahaya merah dari atas bebatuan, lalu kembali berjalan ke arah Su Yue.

​Ia mengulurkan rumput legendaris itu ke depan wajah Su Yue yang masih duduk di tanah, mulutnya setengah terbuka saking syoknya.

​"Ini rumput yang kau cari, Kakak Senior," kata Lin Chen dengan nada asisten yang sangat sopan dan tenang. "Apa kita akan pulang sekarang?"

​Su Yue menatap Lin Chen, lalu menatap mayat ular raksasa tanpa kepala, lalu menatap Ye Feng yang sedang menangis tersedu-sedu sambil bergulingan di tanah karena Dantiannya hancur. Otak Su Yue menolak memproses apa yang baru saja terjadi.

1
nanonano
kapan gelutnya nih
Arinto Ario Triharyanto
joss gandozzz 💪
Gege
mantabb...💪👍
Gege
hancurkan lawan, sita harta rampasan, pergi...💪🤣
Gege
biar nambah kosakatanya "dan tak lupa cincin ruang penyimpanan segera diamankan" lumayan buat genapin 10k kata Thor...🤣
Arinto Ario Triharyanto
mantaappp... ga usah malu-malu, yg pamer sok kuat sok keras, tenggelam kan saja, ga pake lama 😎
Arinto Ario Triharyanto
Yoi joss gandozzz💪
Arinto Ario Triharyanto
joosss Thor 💪👍
Arinto Ario Triharyanto
bagus 👍👍👍
Arinto Ario Triharyanto
lanjut ya Thor, jangan berhenti di tengah jalan 😎
Arinto Ario Triharyanto
bagus bagus, sekalian biji nya di cabut 🤭
Arinto Ario Triharyanto
cabut aje, ambil lagi
Arinto Ario Triharyanto
bantai... kagak usah basa-basi
Gege
mantap Thor... gass teroos 10k kata tiap update
Nanik S
Keren sekali Tor👍👍👍
Nanik S
Bijih Api Surgawi
Nanik S
Akhirnya naik menjadi penunggu Api
Nanik S
Lin Chen.... menarik sekali dengan kekuatan Fisiknya
Nanik S
Shiiiiiip
Nanik S
Masuk Sekte pedang awan walau sebagai murid Luar
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!