NovelToon NovelToon
Ritual Gunung Kawi

Ritual Gunung Kawi

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Matabatin / Tumbal / Hantu / Iblis
Popularitas:167.6k
Nilai: 5
Nama Author: novita jungkook

Rahman adalah pemuda biasa yatim piatu yang sejak kecil ikut dengan Pakde nya, hingga suatu hari dia di ajak menemani pakde pergi kegunung Kawi.

di gunung itu lah dia menyaksikan hal yang sangat tidak dia duga, bahkan menjadikan trauma panjang karena dari ritual itu dia harus sering berhadapan dengan sesuatu yang mengerikan.

Untung nya Rahman punya teman bernama Arya, sehingga pemuda itu bisa membantu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 7. sebuah suara

"Armaaaaaan, Ya Allah anak ku!" Bu Narti menjerit histeris melihat jasad putra tergantung di pohon karet.

"Itu memang Arman kan?" para warga di buat melongo ketika melihat jasad pemuda itu.

"Apa dia gantung diri? masa dia gantung diri sih!" ujar Pak RT tidak percaya.

"Anak ku, apa yang kau lakukan ini?!" Pak Kamil berusaha untuk menurunkan tubuh sang anak.

"Cepat panjat pohon karet nya, putus tali itu sekarang!" teriak Pak RT agak gugup juga.

"Panjat pohon nya sekarang, Do!" Rahman tidak berani bergerak karena ketakutan melihat wajah Arman yang pucat serta lidah terbujur keluar.

"Buruan, siapa tahu saja masih bisa untuk di selamatkan." teriak para warga kembali.

Edo dengan susah payah memanjat pohon karet itu karena memang yang menjadi tempat gantung diri Arman adalah pohon karet yang paling besar dan tidak ada cabang di bagian bawah sehingga terasa begitu susah untuk di panjat, untung nya Edo memiliki tubuh yang kecil dan juga lincah sehingga dia bisa memanjat pohon tersebut.

Meski agak gemetar juga karena Edo merasakan ketakutan dan juga ngeri ketika melihat mayat teman sendiri yang tergantung dengan wajah pucat seperti itu, siapa saja pasti akan merasa takut dan juga tidak sanggup untuk berdekatan dengan mayat Arman karena keadaan dia terlihat begitu mengerikan sekali.

Sedangkan Bu Narti dan Pak Kamil sudah tidak karuan karena mereka tidak ingin kehilangan anak dengan cara seperti ini, ada rasa tidak percaya di dalam hati ketika terdengar beberapa celetukan dari para mulut warga ketika mereka mengatakan bahwa Arman memilih untuk bunuh diri dan pasti ada suatu masalah.

Menurut kedua orang tua tentu saja tidak ada masalah karena selama ini Arman terlihat baik-baik saja dan ketika pagi sedang berangkat sekolah dia tidak menunjukkan gelagat apa pun, jadi jelas ada rasa tidak percaya di dalam hati ketika mereka semua mengatakan bahwa Arman memilih untuk melakukan tindakan bunuh diri.

Tapi bila bukan bunuh diri lalu ini apa karena selama ini desa mereka terkenal tentram dan tidak memiliki masalah, bahkan penjahat yang sangat jahat sekali pun tidak mungkin melakukan hal itu karena sekarang desa ini telah berubah menjadi desa yang lebih baik dan tidak ada kasus yang lebih mengerikan di banding dengan kejadian beberapa tahun yang lalu.

Pak Kamil juga merasa tidak memiliki musuh yang berat karena dia hanya orang yang tidak punya dan tidak memiliki urusan dengan beberapa orang penting, jadi rasanya tidak mungkin ada orang yang sengaja ingin mencelakai Arman dengan cara seperti sekarang ini, menggantung tubuh anak orang lain di tengah hutan karet.

"Wah aku besok tidak berani motong karet kalau begini." bisik beberapa warga.

"Ini kan karet milik Pak kades ya, wah pasti banyak anak buah yang tidak masuk besok." imbuh yang lain.

"Aku yakin kalau Arman pasti mati bunuh diri, tapi apa yang membuat dia jadi nekat seperti itu?" bisik Pak Wandi.

"Iya, Anak seumuran itu memiliki pikiran apa sehingga sampai nekat untuk bunuh diri?" tanya Pak Bayu juga.

"Mana ada dia pikiran, tapi coba nanti kita tanya dengan kedua orang tua apakah mereka sedang ada masalah." ujar Pak Wandi dengan nada semangat.

Sebab menurut mereka bocah seumuran Arman tentu tidak memiliki pikiran yang berat karena dia hanya perlu sekolah dan pekerjaan yang menjadi rutinitas hanya lah mencari rumput untuk kambing, jadi ketika bunuh diri seperti ini tentu saja mereka langsung mencela dan mengatakan Arman adalah pria yang tidak sadar diri karena memiliki pikiran pendek.

"Tapi bagaimana bila ternyata itu bukan bunuh diri?" Pak Bayu kembali menatap Pak Wandi.

"Apa yang kalian bicarakan ini, sebaiknya diam dan kita perlu menyelidiki lebih dalam." Pak kades menatap mereka berdua.

"Iya, kalian jangan sibuk bergunjing seperti itu karena keadaan sekarang sedang genting." Pak RT juga membuka suara.

"Mari bantu yang lain terlebih dahulu agar kita bisa segera membawa mayat Arman pulang, baru setelah itu kita akan menyelidiki apa yang telah terjadi." Pak kades menatap mereka semua.

"Aku akan memotong talinya sekarang, kalian berjaga ya dari bawah." Edo berteriak dari atas pohon.

"Ya, kami sudah berjaga di bawah sini jadi kamu tinggal memotong saja tali itu." jawab beberapa warga yang siap menangkap tubuh Arman.

Edo sempat membaca doa terlebih dahulu dan dia segera memotong tali tersebut, ketika sedang memotong tali tubuh Edo merasa merinding bukan main karena dia juga tahu bahwa sedang berhubungan dengan mayat seperti ini dan kemungkinan besar arwah Arman sedang memperhatikan mereka semua.

"Man tolong jangan ganggu aku karena aku tidak pernah memiliki salah dengan dirimu." Edo membatin di dalam hati.

"Sakit, Do." sahut sebuah suara yang tidak jelas karena seperti terbawa angin.

"La Ilaha illallah." Edo tersentak dan dia menoleh ke sana kemari.

"Sakit."

"Do buruan, Kau kenapa malah bengong seperti itu?!" Pak RT berteriak tidak sabar karena Edo di atas pohon justru terbengong.

"I...iya!" Edo gugup karena barusan malah mendengar suara Arman.

"Kami sudah pegal ini, dari tadi ditunggu malah kau terbengong saja di atas sana." protes para warga karena Edo tak kunjung memotong tali.

Tangan Edo bergerak untuk memotong tali tersebut dan perlahan-lahan tali itu mulai putus sehingga para warga yang dibawa bersiap untuk menangkap tubuh Arman, tapi sayang kalau mereka sudah bersiap mayat Arman justru tidak bisa ditangkap oleh mereka sehingga jatuh menghantam tanah dengan sangat keras sehingga menimbulkan suara yang begitu kencang.

Gedebuuuuuk.

"Ya Allah kenapa kok tidak di tangkap sama mereka!" Mbak Sri berteriak keras.

"Meleset mungkin tangannya karena itu juga sudah bersiap menangkap loh." Bu Laras ikut mendekat karena kasihan melihat mayat Arman.

"Alah sakit itu dari atas jatuh gedebuk seperti itu." keluh Mbak Sri.

"Kenapa kok tidak di tangkap dengan benar, Ayo cepat kita gotong bawa pulang mayat Arman." Pak kades memberi perintah kepada para warga.

"Sudah berusaha untuk di tangkap tapi ternyata tidak tepat, semoga tidak ada yang patah karena jatuh sangat tinggi ya." harap Pak Wandi.

"Do, Ayo cepat turun dari sana!" Rahman berteriak karena teman dia masih ada di atas pohon.

"Kau melihat apa kok malah diam saja di sana!" Joko juga berteriak memanggil Edo.

Namun Edo seperti orang yang sedang ketakutan dan ketika di panggil oleh mereka berdua dia langsung segera turun, Rahman memperhatikan wajah Edo yang terlihat begitu pucat dan ketakutan namun dia tidak banyak bertanya karena jelas Edo juga tidak akan bercerita langsung.

Selamat pagi besti, jangan lupa like dan komen nya ya.

1
Raffaza Direzky87
bukannya tangan yang di tarik malah sorban,dasar maulana nih,kasian zidan sampai terseret
Cindy
lanjut kak
Dindin Paridudin
malam💪
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
astaga ngakak bisa2 nya ustad di seret 🤣🤣
Fiyan Ayu
takut si takut tp ya jangan narik sorbannya calon suami mba pur to 🤣🤣
Marsiyah Minardi
Mereka yang ketakutan tapi aku malah jadinya ngakak 🤣🤣🤣🤣
Bivendra
dasar maul🤣🤣🤣🤣
FiaNasa
hiiii...bau Pesing Lo azka😄😄
FiaNasa
ayo bahas babat aja semua nya
Mat Rachmadi
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
buseeeeet, sudah deg"n malahan di kagetin sama mb'Sri🤣🤣🤣🤣🤣
ρυтяσ✨
Bagas gituuuu... mana mau dia mendengar puja'an di di ghibahin 🤭🤭
Raffaza Direzky87
nah rasain itu,punya mulut makanya di jaga, baru juga selesai ngomong,langsung nggelinding itu kepala
neni nuraeni
😀😀😀 kocak
MiilaaManurung
😂😂😂😂😂😂😂
moerni🍉🍉
si azka kok yo mbok kerjain t thorr😅😅
ALVERA NA USER FACEBOOK INDONESIA 07//09//19
ya Allah babang zidan sampe keseret gegara maul😂😂
Raffaza Direzky87
Rahman mungkin,dia menangis karena merasa kesakitan
Endang Sulis
Bagaskara ternyata dari dulu sudah keren pantas menjadi panglima ular
NoviTa jungkook: selalu di tuh
total 1 replies
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
nah bagus tuh kaya Bagas langsung babet aja ...duh cinta mu Pur harus kandas untuk Bagas demi kedamaian hidup mu ...untung Bagas mengerti ya kalo tidak jadi iblis sejati kalian 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!