Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.
*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"
*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"
*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"
*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"
*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?
*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?
*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 24: Perayaan Lima Bulan Si Kembar!
***
Lima bulan kemudian ...
Bulan kelima berlalu dengan cepat, dan kedua bayi jenius itu tumbuh pesat dengan berlalunya hari-hari bahagia di sekitar mereka.
Setelah merayakan satu bulan usia mereka, sekarang adalah waktunya untuk memberikan mereka perayaan lima bulannya.
Kediaman Duxi hari itu jauh lebih ramai dari biasanya, Balai Pengobatan tutup seharian, dan para anggota AN sibuk mendekorasi kediaman itu sejak semalam.
Lampion merah muda dan biru digantung rapi di sepanjang koridor, pita sutra berwarna emas melambai pelan tertiup angin, dan aroma kue beras manis bercampur susu memenuhi udara.
Hari itu adalah perayaan lima bulan Duxi Mingye dan Duxi Yuexin.
"Hey, pelan-pelan! Jangan sampai kue itu jatuh!" seru Yaoyao sambil memegang pelayan yang hampir jatuh karena terpeleset.
"Terima kasih, Nona Yaoyao. Lagi pula ini adalah kue beras madu, bukan bom ... jadi jangan panik begitu, Nona ..." sahut pelayan itu sambil nyengir.
"Bukan begitu, ini adalah kue langka yang dibuat oleh Nyonya kita sendiri! Kelihatannya memang seperti kue beras madu, namun itu bukan kue itu!" ujar Yaoyao dengan mata melotot kesal.
Pelayan itu mengerutkan lehernya karena takut.
"Baiklah, maafkan hamba Nona ..."
"Hmm ..."
Di dalam aula utama, Anlian duduk bersama Mingye dan Yuexin di pangkuannya, mengenakan pakaian bayi dari sutra lembut.
Mingye mengenakan jubah bayi biru tua dengan bordir naga kecil, sementara Yuexin memakai gaun merah muda pucat dengan sulaman bunga teratai.
Wajah mereka terlihat montok, mulus dan terlalu cerdas untuk ukuran bayi usia lima bulan.
Kedua bayi itu kembali berkomunikasi melalui bathin mereka.
Mingye: "Um ... Um ..." [Lima bulan sudah di dunia ini, dan aku masih belum bisa berdiri! Ini adalah penghinaan terbesar untuk seorang Komandan Pasukan Elit sepertiku!]
Yuexin: "Ah ... Ah ..." [Hmmp! Mimpi saja kamu bisanya, Kak! Memangnya waktu kamu baru lahir di zaman modern, kamu bisa langsung berdiri saat usia lima bulan, hmm? Sepertinya kamu terkena sindrom amnesia mendadak!]
Mingye: "Hm ... Hm ..."[Siapa bilang aku terkena sindrom amnesia? Waktu aku baru lahir, aku langsung bisa push-up, tahu?! Pasti kamu iri, kan? Hahaha]
Yuexin: "Bleh ... Bleh ..." [Delusi pasca reinkarnasi terdeteksi akut!]
Mingye mengepalkan tangan mungilnya ke arah Yuexin, namun Yuexin langsung memalingkan wajahnya ke arah lain.
Anlian menundukkan kepalanya untuk melihat kedua bayi yang sedang berdebat itu sambil menahan senyumannya.
"Nyonya kenapa senyum-senyum sendirian begitu, hm?" tanya Shen Luo, yang baru sja duduk disampingnya.
"Aku merasa anak-anak kita sangat lucu dan pintar, sehingga bibir ini tidak bisa menahan senyuman ..." jawab Anlian.
Mingye dan Yuexin kembali saling mengejek dalam bathinnya.
Mingye: "Ah ... Ah ..." [Bah! Apa-apaan lucu?! Aku ini seorang pejuang tempur handal, Bu! Bukan boneka penghibur!]
Yuexin: "Hum ... Hum ..." [Pejuang tempur yang lahir kembali menjadi seorang bayi lemah dan menggemaskan, membuat Bibi Yaoyao mencubit gemas pipimu setiap hari ...]
Mingye: "Aaah!" [Itu adalah serangan mendadak yang tidak bisa dihitung! Sungguh bikin kesal, huh!]
♨
Tidak lama setelah perayaan itu dimulai, seorang pelayan masuk dengan tergesa.
"Nyonya, ada seorang tamu terhormat yang datang ..." lapor pelayan itu kepada Anlian.
"Siapa yang datang?" tanya Anlian.
"Nyonya dari Kediaman Wang bersama dengan kedua bayinya .." jawab pelayan itu.
"Baiklah, antar tamu—"
Belum sempat Anlian menyelesaikan ucapannya, terdengar suara tawa nyaring dari arah luar.
"Hahahahaha! Hey, Tabib Ajaib! Saya datang bersama dengan kedua bukti nyata perawatan ajaib Anda itu!"
Nyonya Wang masuk dengan tubuh sedikit berisi, wajah berseri-seri, sambil digandeng dua pelayan yang masing-masing menggendong bayi kembar lelaki super gemuk.
Pipi mereka seperti bakpao kukus, tangan dan kaki penuh lipatan kulit yang terlihat sangat sehat.
Melihat kedua bayi gemuk itu, mata indah Yuexin langsung terbeliak lebar.
Yuexin: "Aaaah!" [Astoge, Kak! Lihat kedua bayi itu! Definisi 'Bakpao Lipat Diatas Batang Teratai!]
Bayi Mingye juga terpaku menatapnya.
Mingye: "Hum!" [ ... Itu bayi atau sebuah boneka bantalan kursi sih? Gemuk sekali!]
Yuexin berteriak sambil melambaikan kepalan tangannya yang imut.
Yuexin: "Ah ... Ah!" [Aku ingin sekali mencubit pipinya itu! Eh, tidak! Menggigitnya!]
Mingye memutar kedua bola matanya dengan malas.
Mingye: "Bruh!" [Jangan macam-macam! Kamu bisa bertemu Dewa Yamma lagi kalau sampai tertimpa tubuh mereka, tahu?!]
Yuexin: "Ah, ah, ah!" [Hahahaha!]
Anlian merasa sedikit pusing dengan percakapan kedua bayinya yang sangat aktif itu, lalu dia berdiri untuk menyambut kedatangan Nyonya Wang.
"Selamat datang, Nyonya Wang ... Anak-anak Anda terlihat sangat ... sehat!" sambut Anlian sambil menyerahkan kedua anaknya ke Shen Luo.
"Terima kasih, Tabib Ajaib! Mereka sangat ... sangat ... sehat! Hahahaha!" sahut Nyonya Wang sambil tertawa bangga.
"Ini semua berkat ramuan ajaib Anda, yang membuat mereka seperti buntalan kentut begini, hahahaha! Lihatlah mereka, beratnya sudah hampir sama dengan satu karung beras dalam usia lima bulan ini!" lanjut Nyonya Wang sambil mencari tempat yang dekat dengan Anlian.
Mingye dan Yuexin kembali bersuara dibenak Anlian.
Mingye: "Ah! Ah!" [Kok aku merasa tersinggung ya, saat mendengar ucapan Nyonya itu?]
Yuexin: "Uh! Uh!" [Tenang, Kak! Kita ini ramping dan padat berisi! Ibarat kita adalah bayi tipe jenius, dan mereka adalah tipe ... Logistik!]
Mingye: "Ah! [Hahahahaha!]
Anlian hampir ngakak, saat mendengar percakapan absurd kedua anaknya yang sedang asik bergosip.
Nyonya Wang mendekat ke arah Mingye dan Yuexin dengan mata berbinar.
"Ya ampuun! Anak-anak Anda ternyata bibit unggul punya, ya?! Mereka cantik dan tampan dari bayi! Mengagumkan sekali!" seru Nyonya Wang sambil mencolek pipi montok Yuexin.
"Anda terlalu memuji, Nyonya. Mereka biasa saja ..." sahut Anlian sambil tersenyum.
Yuexin: "Ah! Ah!" [Ibu, dia benar! Aku cantik seperti 'Peri Kematian' dari masa depan! hahahaha!]
Mingye: "Um! Um!" [Benar, Bu! Aku tampan seperti 'Dewa Perang' ...]
Anlian hampir tersedak, saat mendengar kenarsisan mereka.
"Bagaimana jika besar nanti, kita menjodohkan peri kecil ini dengan—"
"Uhuk! Uhuk!"
Anlian beneran tersedak, saat mendengar ucapan Nyonya Wang.
"Maaf, Nyonya Wang ... Mereka masih bayi. Sebaiknya jangan merencanakan apa-apa dulu, saya ingin mereka tumbuh dengan bahagia ..." tolak Anlian dengan halus.
Bayi Yuexin langsung bernapas lega, saat mendengar penolakan halus dari Ibunya.
Yuexin: "Ah! Ah! Ah!" [Love you, Bu! Hampir saja aku jantungan mendengarnya!]
Anlian menundukkan kepalanya sambil terkekeh ringan, saat mendengar suara susu bayi cantiknya.
"Ibu tidak akan membiarkan kalian menderita karena perjodohan! Bahagialah anak-anakku, tumbuhlah dengan baik! Karena Ibu menantikan rencana-rencana hebat kalian nanti!"
♨
Baru saja Anlian ingin duduk santai bersama anak-anaknya, seorang pelayan masuk dengan wajah panik.
"Nyonya ... Putra Mahkota Zhang Liang dan Pangeran Ketiga Zhang Kuang datang!" lapor pelayan itu.
Anlian terdiam sejenak, dan berpikir kenapa mereka bisa datang?
Siapa yang mengundang mereka?
Apakah ada yang 'mengintai' kehidupannya dari kehampaan?
Kok beritanya cepat sekali sampai ke dalam Istana Kekaisaran?
Anlian menatap Shen Luo, lalu dia menghela napas lelah.
"Mari kita sambut mereka, Shen Luo! Jamu mereka dengan layak, oke?" pinta Anlian dengan suara rendah.
"Oke, Nyonya ..."
Tidak lama kemudian, dua pemuda berpakaian Bangsawan masuk dengan wajah penuh senyuman.
Semua yang hadir langsung membungkuk untuk memberi salam penghormatan.
"Salam kepada Putra Mahkota dan Pangeran ketiga ..."
"Tidak perlu formalitas! Saya dan adik saya datang untuk melihat kedua bayi kembar Tabib Ajaib atas perintah lisan Ayahanda Kaisar ..." ujar Putra Mahkota Zhang Liang dengan ramah.
Pangeran ketiga langsung mendekat ke arah dua bayi Anlian dengan wajah penuh senyuman.
"Hey, tampan dan cantik sekali! Kulit mereka juga kenyal, seperti jelly ... hehehe!" ujar Pangeran ketiga sambil menoel pipi Yuexin.
Yuexin langsung teriak marah dalam benak Anlian.
Yuexin: "Ah! Ah! Ah!" [Jauhkan tangan kotormu itu dari wajahku! Kamu habis ngupil tadi, dan belum cuci tangan! Jorok sekali! Ah, Ibuuuu! Singkirkan pria jorok ini dariku!]
Anlian bergegas menggendong Yuexin untuk menenangkannya, lalu dia mengambil tissue basah dari kantong hanfunya, dan mengelap wajah Yuexin dengan lembut.
"Aduh sayang Ibu ... Panas ya? Biar Ibu lap wajah kamu, oke?" gumam Anlian sambil tersenyum.
Yuexin: "Aaah!" [Ibuku memang yang terbaik! Dia tahu aku jijik disentuh sama pria jorok itu! Hahahaha].
Pangeran ketiga langsung mengalihkan tatapannya ke arah bayi Mingye.
Mingye langsung waspada, dia menatap tajam ke arah Pangeran ketiga.
"Bayi Anda yang ini terlihat berbeda, dia menatap saya seperti ingin menantang berkelahi ... Hahahaha!" ujar Pangeran Zhang Kuang sambil tertawa.
Mingye: "Ah!" [Ya, benar! Jika berani menyentuhku dengan tangan kotormu itu, aku akan habisi nyawamu!]
Yuexin: [Whuahahahahaha!]
"Tatapan matanya memang sangat tajam, mohon Yang Mulia memaafkan bayi saya ..." sahut Anlian sambil tersenyum tidak berdaya.
Putra Mahkota Zhang Liang tertawa kecil, saat melihat tingkah kedua bayi tersebut.
"Mereka terlihat sangat istimewa ... Sepertinya mereka sudah mengerti situasi ..." ujar Putra Mahkota Zhang Liang.
"Mungkin mereka sudah lelah ..." sahut Pangeran Zhang Kuang.
Mingye dan Yuexin sedang menganalisa semua tamu yang datang, mana yang bisa dijadikan rekan, dan mana yang akan menjadi musuh mereka kelak.
Putra Mahkota memberikan sebuah kotak berukiran sedang kepada Anlian, yang isinya hadiah dari Istana untuk Mingye dan Yuexin.
Isinya ada dua kalung umur panjang, uang dua ribu tael emas, dan perhiasan langka untuk Yuexin pakai saat dia besar nanti.
"Terima kasih, Yang Mulia Putra Mahkota. Silahkan nikmati jamuan sederhana di Kediaman ini, saya pamit untuk memberi makan kedua anak saya dulu ..." ujar Anlian sambil memberikan hormat.
"Silahkan, Tabib Anlian ..."
Anlian dan Shen Luo berjalan ke arah kamar mereka, sambil membawa kedua anaknya.
"Anak-anak sepertinya tidak nyaman dengan kedua orang itu, apakah benar begitu?" tanya Shen Luo.
"Sepertinya begitu ... Aku tidak ingin berhubungan dengan Istana, setelah selesai meminta sebuah wilayah nanti ..."
"Jika hanya memeriksa kesehatan Yang Mulia Kaisar, aku pasti akan datang. Tapi untuk menjadi keuntungan mereka, aku tidak mau ..." ujar Anlian.
"Lebih baik begitu ... Jangan terlalu terikat dengan Istana, jika tidak ingin menjadi korban keserakahan mereka!"
"Kamu benar ... Setelah mendapatkan wilayah, kita akan pindah kesana dan menjauh dari mereka ..."
"Hm ..."
♨♨♨
Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻
Terima kasih ...💖💖💖