NovelToon NovelToon
Berjodoh Dengan CEO Cantik

Berjodoh Dengan CEO Cantik

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romantis / Cintamanis
Popularitas:519
Nilai: 5
Nama Author: anjarthvk

Seorang wanita cantik memiliki jabatan CEO di Perusahaan Berlian milik Papahnya. Rania Queenzhi yang ceria memiliki ketertarikan dengan asisten juga merangkap sekaligus sekretarisnya, seorang pria tampan.

Boris William, Sekretaris sekaligus Asisten yang mengabdi di Perusahaan, karena membalas budi akan hidupnya. Diam-diam juga memiliki ketertarikan dengan Atasannya di Perusahaan. Tapi, dirinya masih mempertimbangkan segala hal yang membuatnya tidak percaya diri.

"Aku menjodohkan putriku denganmu, Boris. Tapi, aku tidak memaksa dan membuatmu terburu-buru. Santai dan belajarlah semua hal mengenai Perusahaan. Cari tahu sedikit demi sedikit dari Rania. Dia tahu sepenuhnya."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anjarthvk, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Pantai

...Selamat membaca semuanya......

...-------...

...-------...

"Sialan! Pahaku ternodai karena Edgard bajingan. Ada air mineral tidak, Ris?" Boris hanya mengangguk dan memberikan sebotol air mineral itu. Paha mulusnya langsung dia siram dengan air tersebut sambil mengumpati pria bule tadi.

Boris ikut merasa kesal, namun matanya hanya melihat Rania dari kaca dalam mobil, dia tidak berani menoleh langsung melihat apa yang dilakukan wanita itu.

"Ris, ke Pantai yuk. Kalau tidak salah daerah sini dekat dengan Pantai, kan?" Ajak Rania, Boris hanya meliriknya dari spion.

"Tapi sudah malam, tidak apa-apa?" Rania terdiam, Boris tahu betul wanita itu malas menjawab. "Baik saya antarkan ke sana."

...*******...

Mereka sampai di salah satu Pantai di daerah sana, Rania turun dan berjalan perlahan di pasir putih bercampur dengan pasir coklat. Memandang indah pemandangan malam di Pantai. Boris di belakangnya hanya mampu menatap kagum kesempurnaan wanita yang ada di depannya sekarang.

"Terima kasih Boris, karena udah bawa aku ke sini."

"Iya, Nona."

Rania meneteskan air mata terlihat samar di penglihatan Boris, disambut hembusan napas panjang kemudian sebuah senyuman. "Ris, ayo nikah sama aku."

Boris tidak pernah risih atau kurang nyaman mendengar pernyataan itu berkali-kali dari Rania. "Saya masih ingin fokus membayar hutang budi keluarga saya kepada keluarga Nona."

Rania mendengus sebal, "baiklah aku akan menunggu sampai dia siap" lirihnya yang masih terdengar oleh Boris, mendengar itu membuat jantungnya berdebar tidak karuan. Dia sebenarnya sedang kacau.

"Saya pergi sebentar, untuk membeli sesuatu." Rania hanya mengangguk pelan selanjutnya menikmati kembali angin malam yang menyapu seluruh tubuhnya, berharap semua kekesalannya hari ini menghilang terbang terbawa angin.

Rania duduk di atas pasir putih, mereka memakan permen kapas, ubi rebus, dan hanya minum air mineral biasa.

"Kalau menurutmu aku tidak akan mampu hidup susah, kamu salah besar, Boris. Aku mampu hidup di situasi keadaan apapun." Sombongnya, Boris hanya bisa mengiyakan dan menatap lekat wajah wanita yang menebar senyuman manis.

"Jangan terlalu berharap banyak padaku, Nona." Dengusan kesal merusak suasana hati Rania yang sempat naik.

"Biarin saja, kalau aku tahu kamu memiliki kekasih. Akan aku jambak, sekalian aku botakin rambutnya. Biar tahu rasa! Siapa suruh merebut milikku." Jawaban yang justru membuat keduanya terkekeh kecil, tapi Rania sangat puas melihat pria menyebalkan di sampingnya terkekeh renyah karena dia.

"Tampan banget sih!" Rania mencuri cubitan pada kedua pipi Boris.

Karena terkejut spontan Boris memegang kedua tangan Rania dan menatap wajahnya sangat dekat.

"Kalau berani pun, sekarang bisa mencuri bibirmu Boris. Mau tidak?" Mata Boris membulat sempurna dia terdiam tidak merespon, matanya turun menatap belah bibir Rania yang sangat menggoda.

Tapi, tiba-tiba ponselnya berdering membuat Boris tersadar dari suasana itu. Dengan cepat dia melepaskan kedua tangan Rania dari pipinya, wanita itu merenggut kesal.

"Baik Tuan, saya akan antar Nona pulang dengan selamat. Baik Tuan." Tut.. Sambungan telepon terputus, dia menoleh ke arah Rania yang menatapnya sedikit kesal.

"Pasti Papah?" Boris mengangguk pelan. "Papah ngeselin banget sih, padahal kita sedang beradegan manis. Menganggu saja!" Tanpa menunggu lama Rania berjalan cepat masuk ke dalam mobil, membuat Boris tersenyum dan menggelengkan kepalanya merasa gemas akan sikap Rania.

Di perjalan pulang, Boris tidak henti-hentinya mengecek Rania dari kaca spion. Wanita itu sudah tertidur lelap, hingga mereka sampai di kediaman Frederick, Mansion mewah bak istana.

Dengan telaten, Boris menggendong Rania perlahan tanpa membuat wanita itu terbangun. Frederick mengulas senyuman tipis dan menggeleng pelan melihat wajah putrinya.

"Langsung saja ke kamar Rania, Ris. Sekalian kamu ikut tidur di sana juga tidak masalah." Frederick tahu gelagat Rania yang sudah terbangun, tetapi masih dalam posisi terpejam. Mendengar perkataan Frederick, Boris tidak mampu menjawab hanya mengangguk pelan, dan bergegas membawa Rania di kamar wanita itu.

Saat Boris membaringkan tubuh Rania, dan menyelimutinya dengan benar. Dia tidak langsung pergi dari kamar tersebut. Dia terdiam memandang lekat wajah cantik Rania.

"Selamat tidur Nona Rania." Ucapnya yang membuat wajah Rania spontan memerah, dari situ Boris mengetahui bahwa wanita itu sudah bangun. Dia belai lembut kepala Rania, lalu bergegas keluar kamar.

Setelah bunyi klik.. pada pintu, Rania bangkit dan mengibas-ngibaskan wajahnya menggunakan tangan.

"Sialan! Pria itu membuat aku makin gila. Awas saja kamu Boris! Aku tidak akan melepaskanmu dengan mudah!" Ucapnya penuh dengan tekad. "Tidaaak! Tadi dia gendong aku sampai kamar, memakaikan aku selimut, mengelus rambutku, bahkan bilang selamat tidur? Aaaa tidak!! Papah.. Aku jadi gilaa.." Kehebohan itu dia ciptakan dengan suara selirih mungkin agar tidak terdengar dari luar.

Di bawah Frederick sudah menunggu Boris turun, pria tua itu mendekat dan menepuk pelan bahu Boris. "Terima kasih sudah menjaganya hari ini, dan membawa putriku pulang dengan selamat."

"Sudah menjadi kewajiban saya menjaga dan mengantar Nona dengan selamat, Tuan."

...Bersambung......

Terima kasih sudah mau mampir ke warung kecil aku ya guys🤗

Jangan lupa like, komen, dan subscribe!

Agar kalian bisa membaca koleksi warung aku selanjutnya..🤭😚🥰

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!