NovelToon NovelToon
Gairah Istri Kesepian

Gairah Istri Kesepian

Status: tamat
Genre:Pelakor / Selingkuh / Cinta Terlarang / Tamat
Popularitas:5.7M
Nilai: 4.6
Nama Author: Momoy Dandelion

Di Bawah Umur Harap Minggir!

*****

Salahkah bila seorang istri memiliki gairah? Salahkah seorang istri berharap dipuaskan oleh suaminya?

Mengapa lelaki begitu egois tidak pernah memikirkan bahwa wanita juga butuh kepuasan batin?

Lina memiliki suami yang royal, puluhan juta selalu masuk ke rekening setiap bulan. Hadiah mewah dan mahal kerap didapatkan. Namun, kepuasan batin tidak pernah Lina dapatkan dari Rudi selama pernikahan.

Suaminya hanya memikirkan pekerjaan sampai membuat istrinya kesepian. Tidak pernah suaminya tahu jika istrinya terpaksa menggunakan alat mainan demi mencapai kepuasan.

Lambat laun kecurigaan muncul, Lina penasaran kenapa suaminya jarang mau berhubungan suami istri. Ditambah lagi dengan misteri pembalut yang cepat habis. Ia pernah menemukan pembalutnya ada di dalam tas Rudi.

Sebenarnya, untuk apa Rudi membawa pembalut di dalam tasnya? Apa yang salah dengan suaminya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Momoy Dandelion, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 2: Pengorbanan Trian

“Menurutmu, bagaimana tetangga baru kita?” tanya Dara sembari menyuapkan makanan ke mulutnya.

Malam itu, Trian dan Dara tengah menikmati makan malam bersama. Berhubung ada tetangga baru yang tinggal di samping rumah mereka, topik itu muncul begitu saja dari mulut Dara yang memang tipe orangnya suka ceplas-ceplos.

“Aku rasa mereka baik,” jawab Trian sekenanya. Ia tetap fokus menikmati makanan yang ada di hadapannya. Ia sebenarnya tak terlalu tertarik untuk membahas hal itu.

Memang, sejak mereka menempati rumah itu tiga tahun yang lalu, blok perumahan mereka masih sangat sepi, belum ada tetangga sama sekali. Baru kali ini akhirnya rumah di samping mereka berpenghuni. Namun, Trian tidak peduli. Baginya, ada atau tidak ada tetangga akan sama saja.

“Kalau Lina, bagaimana?” tanya Dara lagi.

Trian berhenti makan saat Dara menyebut nama Lina. Seketika selera makannya jadi hilang.

“Lina cantik, kan? Apa kamu juga berpikir begitu?” lanjut Dara.

Trian menghela napas. Ia meletakkan sendok dan garpu di pinggiran piring. Ia angkat kepalanya dan mengarahkan pandangannya kepada sang istri. Raut wajahnya sangat masam, berbanding terbalik dengan Dara yang tampak ceria.

“Mau kamu apa, Dara? Kamu berharap aku akan memuji wanita lain di depan istriku sendiri?” tanyanya dengan ekspresi wajah datar.

Dara tertawa kecil mendengar respon Trian. “Aku kan hanya bertanya, jawab saja. Ini kan pembahasan santai, aku tidak akan marah,” kilahnya. Ia kembali menyuapkan makanannya ke dalam mulut dan mengunyahnya.

“Jangan bicara sembarangan tentang orang lain. Dia juga punya suami yang pastinya akan kesal kalau mendengar ucapanmu barusan,” tegur Trian. Ia kembali memaksakan diri untuk melanjutkan makan meskipun sudah tidak berselera. Istrinya memang aneh, tiba-tiba membahas topik tidak jelas dan menyebalkan.

“Hah! Kenapa orang-orang sangat serius. Ini kan sesuatu yang biasa seperti waktu kita mengomentari artis yang tampan atau cantik,” gumam Dara kesal.

“Lalu, apa gunanya aku berkomentar? Istriku itu kamu, jadi tidak ada wanita yang cantik selain kamu!” respon Trian. Ia menjawab sembari fokus pada makanannya. Ia tak memandang lagi ke arah Dara, ia hanya menjawab sekenanya.

“Hahaha ….” Dara tertawa dengan jawaban Trian.

“Yah, meskipun banyak wanita cantik di luar sana, tapi memang takdirmu memiliki istri sepertiku. Kamu harus terus bersabar ya, Sayang,” ucap Dara.

Trian kembali meletakkan alat makannya. Perkataan Dara benar-benar membuatnya kesal. Entah apa yang diinginkan oleh istrinya.

“Aku sudah kenyang. Aku mau melanjutkan pekerjaan dulu!” kata Trian seraya beranjak dari tempatnya meninggalkan Dara sendirian di ruang makan.

Trian masuk ke dalam ruang kerjanya yang terletak persis di samping kamarnya. Ia lantas mengunci ruangan itu. Ia tidak benar-benar kembali bekerja, melainkan merebahkan diri di sofa.

Berkat Dara, ia semakin memikirkan Lina. Ia masih tidak percaya akan kembali bertemu dengan wanita itu. Wanita yang sudah dicampakannya sepuluh tahun yang lalu.

Trian mengenal Lina sejak masa SMP. Keduanya semakin dekat dan memutuskan untuk berpacaran saat SMA. Namun, hubungan mereka ditentang oleh pihak keluarga Trian dengan alasan Lina yang berasal dari keluarga yang tidak sepadan dengannya. Trian terus menyembunyikan hubungan mereka hingga lulus SMA karena saking cintanya ia kepada Lina.

Pada akhirnya, orang tua Trian tahu bahwa Trian belum benar-benar memutuskan Lina. Ibu Trian memberikan pilihan kepada Trian untuk pindah ke luar kota agar terpisah dari Lina, atau kalau Trian menolak, ibu Trian mengancam akan menghancurkan keluarga Lina. Oleh karena itu, Trian terpaksa mengakhiri hubungan dengan Lina. Ia tak menjelaskan alasan sebenarnya, hanya mengatakan bahwa ia sudah bosan kepada Lina.

Lima tahun kemudian, setelah lulus kuliah, Trian langsung diterima bekerja di perusahaan besar yang ternama. Ia berencana untuk menabung sebanyak-banyaknya, lalu kembali mencari keberadaan Lina untuk meminta maaf dan melamarnya. Ia tidak akan bergantung lagi kepada keluarganya setelah mendapatkan penghasilan sendiri. Ia akan memilih jalan hidupnya sendiri.

Akan tetapi, beberapa bulan setelah ia bekerja, hal buruk tiba-tiba menimpa keluarganya. Bisnis restoran ayahnya terancam bangkrut. Di saat yang bersamaan, pemilik perusahaan tempatnya bekerja, Pak Faisal, mengatakan ingin menjodohkan dia dengan putrinya. Jika Trian mau menerima, maka usaha ayahnya akan dibantu.

Kedua kalinya, terpaksa Trian menuruti kemauan keluarganya. Ia akhirnya menikah dengan Dara, putri bungsu Pak Faisal yang dikenal sebagai pembuat masalah. Menjalani rumah tangga tanpa cinta terasa sangat berat. Namun, berkat pengorbanannya, Trian bisa mendapatkan jabatan penting di perusahaan. Derajatnya semakin tinggi setelah menikahi wanita dari keluarga terpandang di negeri ini. Trian harus mengubur impiannya untuk menikahi Lina.

Di tengah perjalanan pernikahannya, ada suatu masalah yang membuat Trian dan Dara diminta pindah ke luar kota. Trian diberi modal untuk merintis usaha baru. Mereka diberi tempat tinggal di perumahan yang bisa dikatakan sangat sederhana jika dibandingkan dengan tempat tinggal mereka sebelumnya. Alasannya, Pak Faisal ingin mereka belajar hidup sederhana.

Tak terasa sudah lima tahun lamanya ia menjalani pernikahan bersama Dara. Selama itu, ada banyak sikap Dara yang membuatnya kesal. Namun, ia berusaha keras untuk bersabar. Jika sampai ia meninggalkan Dara, ia yakin Pak Faisal tidak akan tinggal diam. Bisa-bisa ia akan dimiskinkan. Lebih parahnya lagi, jika keluarganya juga akan menjadi sasaran.

“Hah! Melelahkan sekali. Aku seperti mengasuh anak balita,” keluh Trian sembari memandangi langit-langit ruangan.

Bayangan wajah Lina kembali melintas di pikiran Trian. Selama sepuluh tahun ini, Lina tak pernah hilang dari hatinya, meskipun ia sudah pasrah dan berusaha melupakan. Ia hanya ingin bertahan pada pernikahan yang meskipun ia sendiri tak menginginkan.

Lina tak banyak berubah dari terakhir kali ia mengingatnya. Namun, wanita itu terlihat jauh lebih cantik dan menawan. Kulitnya cerah bercahaya, penampilannya fashionable. Lina sama sekali tidak terlihat kumal ataupun kampungan.

Ia yakin selama ini Lina menjalani kehidupan yang sangat baik. Apalagi Lina memiliki suami yang tampan dan kelihatannya mapan. Sedikit rasa cemburu bercongkol di hatinya.

“Hah! Dia memang cantik. Siapa lelaki yang tidak tertarik padanya,” gumam Trian.

Ada penyesalan  dalam diri Trian. Ia mulai berandai-andai jika saja dulu ia tidak memutuskan Lina begitu saja dan menjelaskan semuanya. Atau bisa saja dia menolak perjodohan dengan Dara. Pernikahannya selama lima tahun juga cukup menyiksa. Ia tak ubahnya seperti budak yang terus-menerus harus menuruti majikannya, Pak Faisal.

Trian menghela napas dalam-dalam. “Kenapa aku jadi memikirkan istri orang? Ini sudah menjadi karmaku karena pernah jahat padanya. Lina sudah bahagia, aku tidak boleh berpikir macam-macam tentang dia hanya karena perkataan Dara.”

Ia berusaha menepis pikiran buruknya. Ia bangkit dan berjalan menuju meja kerjanya. Menurutnya, dari pada mengingat sesuatu yang sudah ia relakan, lebih baik ia gunakan waktunya untuk fokus bekerja.

***

1
Elisabeth Lalang
Arjun😟😟😟 kok tega bgt
Elisabeth Lalang
trlalu 2-3 dalam sehari, trian ada aja
Elisabeth Lalang
Trian brut*l bgt ya mainnya😄
Elisabeth Lalang
knpa hrus ada moment ktmu Arjun sih😟
Elisabeth Lalang
ibunya lina malu-maluin ih😟😆
Elisabeth Lalang
ibunya lina tetap konsisten y marah hanya krna ankx tdk mau brtahan dgn menantu yg sering TF k mrka, pdhl ibunya tau ankx d KDRT tp krna mata duitan jdix g peka kalo menantunya problematik😄😁
Elisabeth Lalang
tunggu tunggu tunggu Lina dan trian kan belum cuci tangan kenapa bisa Lina atau liman dengan ibu Melisa wkwkwkwk😁😆🤣
Elisabeth Lalang
Melisa😆😁 sadar diri dong kalau anak laki-laki sudah dewasa dia itu hal wajar lagian salah sendiri udah denger suara yang aneh-aneh tapi tetap ngotot masuk ke dalam rumah anak kalau sudah dewasa dia pasti punya privasi juga Bu🤣
Elisabeth Lalang
akhirnya😟lina lina apa slhnya mengungkapkan kpda trian kpda kluarga dr pd d pendam sndri d gina d jauhi, malah banyk ruginya loh, bgtu jga maslh rudi😄
Elisabeth Lalang
rudi iiihhhh menjijikkan sekali😟😁
Elisabeth Lalang
Trian memang pintar😁
Elisabeth Lalang
lina jngn trllu kejam😆🤣
Elisabeth Lalang
😁😁😁gantian dulu kn pernah liat lina
Elisabeth Lalang
dara😟😟😟 padhl aku suka karakter nya yg blak-blakan
Elisabeth Lalang
akupun g paham sma prtanyaannya soalnya lagi sibuk jadi lina, mikir k sini k sna😁😆
Elisabeth Lalang
ibunya lina memang bodoh, kok bisa seorng ibu gak peka dgn keadaan anknya mlah menyumpahi😟😟😟 itu ank ibu lg hamiduuunnn loh, dasar ibu sialan. lina knpa g buat prjanjian aja sma si pelangi kalo mau buka-bukaan y silahkn d buka semuanya jngn ksnnya brt seblh🤣sekalian tu ksh paham ibunya lina yg bego
Elisabeth Lalang
ibu jngn ikut campur😁😁😁 yesss mantafff biar ibu nya paham, dan sadar diri. kalo miskin jngn nyusahin ank😆syukur 2 slma ini udh d biayain, jngn ikut cmpr urusan ank, malu bu sadar diri.
ok lbh baik cerai
Elisabeth Lalang
iiiihhhh beci bgt sama ibunya lina, bu ibu memang hidup miskin tp jngn korbankn ank hanya demi uang 20 jt😄 masa iya d tf 20 jt menantu yg jls2 KDRT ank datang malah d sambut dan d bela😟 udh miskin bodoh lg😟😟😟 ini ibu kandung ato bukan sih kok g peka😄😄😄😄
Elisabeth Lalang
namanya juga manusia g jls, jd muli dech ngungkit 2
Elisabeth Lalang
dasar Ibu sialan mata duitan anak di KDRT malah tutup mata
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!