NovelToon NovelToon
Asal Mula Pedang Buta

Asal Mula Pedang Buta

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:7.4k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Tianyuan, kekuatan adalah segalanya. Namun, Ren Zhaofeng hanyalah seorang murid pelayan buta di Sekte Awan Hijau yang bertugas menyapu halaman. Tanpa penglihatan dan tanpa latar belakang, ia dianggap tidak lebih dari debu di bawah kaki para jenius yang berlomba mengejar keabadian.

Namun, dunia tidak tahu bahwa di balik kain penutup matanya, Zhaofeng memiliki "Hati Pedang Tanpa Cela". Ketika orang lain hanya melihat wujud, ia mendengar napas semesta.

Di bawah bayang-bayang Monumen Daftar Naga Langit yang agung, Zhaofeng memulai langkah pertamanya. Bukan untuk melihat puncak dunia, tetapi untuk memaksa dunia mendengarkan gema pedangnya. Dari penyapu hina menjadi legenda yang membelah langit—inilah kisah asal mula Sang Pedang Buta.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Abu dan Nama Baru

Matahari pagi menyinari Puncak Awan Hijau yang kini tidak lagi hijau. Sebagian besar hutan bambu telah hangus terbakar, dan bangunan-bangunan megah sekte kini tinggal puing-puing berasap.

Di tengah alun-alun yang retak, ratusan mayat dibaringkan berjejer. Kain putih menutupi wajah mereka. Sebagian adalah pengkhianat, sebagian lagi pahlawan yang gugur mempertahankan rumah mereka.

Ren Zhaofeng duduk di tangga batu Paviliun Kitab Suci yang setengah hancur. Pedang Hitam-nya tergeletak di sampingnya, masih meneteskan darah yang belum terserap.

"Minumlah air ini."

Ye Qingyu menyerahkan sebuah kantong kulit air. Wajah cantiknya kotor oleh debu dan darah kering, tapi matanya tetap jernih.

Zhaofeng menerima kantong itu dengan tangan gemetar. "Terima kasih."

Dia meneguk air itu. Rasanya segar, membasuh tenggorokannya yang kering karena asap dan teriakan.

"Kita kehilangan tiga ratus murid," kata Ye Qingyu pelan, duduk di sampingnya. "Dan lima Diakon. Ini kerugian terbesar dalam sejarah sekte."

"Tapi akarnya sudah dicabut," sahut Zhaofeng. "Lebih baik kehilangan dahan daripada membiarkan racun membusukkan batang."

Ye Qingyu menatap profil wajah Zhaofeng. Kain penutup matanya sudah hilang entah ke mana saat pertempuran, memperlihatkan kelopak matanya yang tertutup rapat dengan bekas luka melintang yang lama.

"Kau benar," kata Ye Qingyu. "Dan semua orang tahu siapa yang memegang kapaknya."

Di kejauhan, para murid yang selamat mulai berkumpul. Mereka melihat ke arah tangga Paviliun. Tidak ada lagi tatapan meremehkan. Tidak ada lagi bisik-bisik tentang "si buta".

Tatapan mereka penuh dengan rasa hormat yang mendalam, bercampur dengan sedikit rasa takut.

Mereka melihat bagaimana Zhaofeng melemparkan pedang ke langit untuk memotong tangan Tetua Agung. Mereka melihat bagaimana dia memimpin garis depan tanpa rasa takut.

"Ren Zhaofeng!"

Suara menggelegar Tetua Agung Lei Zhen (Petir) memecah keheningan pagi.

Lei Zhen mendarat di depan paviliun. Tubuhnya yang kekar penuh luka bakar akibat racun, tapi auranya masih ganas. Di belakangnya, Ketua Sekte Yun Tian berjalan dipapah oleh dua murid medis.

Zhaofeng dan Ye Qingyu segera berdiri dan membungkuk.

"Tidak perlu formalitas," kata Ketua Sekte Yun Tian, suaranya lemah tapi tegas. "Hari ini, aturan lama sudah mati bersama para pengkhianat."

Yun Tian menatap Zhaofeng lurus-lurus.

"Ren Zhaofeng. Kau menyelamatkan nyawa ratusan murid dengan keberanianmu membunyikan Lonceng Naga. Kau menyelamatkan nyawaku dengan lemparan pedangmu."

Ketua Sekte melepaskan cincin di jari manisnya—sebuah cincin giok hijau tua yang memancarkan aura kehidupan.

"Mulai hari ini, kau diangkat menjadi Murid Inti Peringkat 1. Dan lebih dari itu... kau diberikan gelar Pelindung Muda Sekte."

Para murid di bawah tersentak. Pelindung Muda? Itu gelar yang setara dengan calon penerus Ketua Sekte!

"Terima kasih atas kehormatan ini, Ketua," jawab Zhaofeng, tidak menolak. Dia tahu dia butuh status ini untuk melindungi diri dari ancaman luar. "Tapi saya punya satu permintaan."

"Katakan."

"Du Xie masih hidup. Aliansi Ular Hitam pasti akan membalas. Saya meminta izin untuk meninggalkan sekte setelah kondisi stabil."

"Meninggalkan sekte?" Lei Zhen mengerutkan kening. "Di luar sana kau adalah target nomor satu mereka. Di sini, kami bisa melindungimu."

"Justru karena saya target nomor satu, saya harus pergi," kata Zhaofeng. "Jika saya tetap di sini, mereka akan menyerang sekte ini lagi dengan kekuatan penuh. Saya akan menjadi umpan untuk memancing mereka menjauh dari sekte yang sedang lemah ini."

Keheningan menyelimuti para petinggi. Logika Zhaofeng brutal tapi benar. Sekte Awan Hijau saat ini sedang sekarat. Mereka butuh waktu untuk memulihkan diri, dan kehadiran Zhaofeng akan terus mengundang bencana.

"Kau berniat memburu mereka sendirian?" tanya Ketua Sekte.

"Saya berniat menjadi mimpi buruk mereka," Zhaofeng tersenyum tipis, tapi aura membunuh yang dingin memancar darinya. "Mereka suka bermain di bayangan. Maka saya akan menjadi kegelapan yang lebih pekat."

Ketua Sekte menghela napas panjang, lalu mengangguk.

"Baiklah. Sekte mengizinkanmu berkelana. Tapi ingat, Awan Hijau adalah rumahmu. Jika kau butuh bantuan, kirimkan sinyal. Kami akan datang bahkan jika harus merangkak."

Ketua Sekte menyerahkan cincin giok itu ke tangan Zhaofeng.

"Ini Cincin Giok Awan. Di dalamnya ada teknik penyembuhan tingkat tinggi dan otoritas untuk memerintah cabang sekte di kota-kota lain. Gunakan dengan bijak."

Tiga hari kemudian.

Sekte Awan Hijau mulai berbenah. Pembangunan ulang dimulai. Zhaofeng berdiri di gerbang sekte, mengenakan jubah hitam sederhana dan topi caping bambu lebar. Pedang Hitam-nya terbungkus kain di punggung.

Dia tidak memberitahu siapa pun tentang kepergiannya hari ini, kecuali satu orang.

Tetua Pedang berdiri di gerbang, memegang labu araknya.

"Kau yakin tidak mau membawa Ye Qingyu?" tanya Tetua Pedang. "Gadis itu menangis semalam saat tahu kau akan pergi sendirian."

"Dia dibutuhkan di sini untuk memimpin pembangunan kembali," jawab Zhaofeng. "Lagipula, jalan yang akan saya tempuh terlalu berdarah untuk Tuan Putri."

Tetua Pedang tertawa, lalu melempar sebuah buku kecil.

"Ambil ini. Itu catatan pribadiku tentang Daftar Naga Langit. Kau sekarang sudah cukup kuat untuk mulai memandang dunia yang lebih luas. Di luar wilayah selatan ini, ada monster-monster muda yang jauh lebih mengerikan daripada Xue Sha atau Hei She."

Zhaofeng menangkap buku itu. "Terima kasih, Guru."

"Satu hal lagi," Tetua Pedang menatap tajam. "Pedangmu itu... dia semakin lapar. Jangan biarkan dia mengendalikanmu. Jika suatu hari kau merasa kehilangan dirimu sendiri... ingat suara palu tambangmu. Ingat asal mulamu."

"Saya akan mengingatnya."

Zhaofeng membungkuk dalam, lalu berbalik.

Dia melangkah keluar gerbang. Angin dunia luar menerpa wajahnya. Bau petualangan, bahaya, dan darah tercium di udara.

Namanya mungkin sudah terkenal di sekte, tapi di Benua Tianyuan yang luas, dia masih bukan siapa-siapa.

Target selanjutnya: Kota Perbatasan Barat. Rumor mengatakan Aliansi Ular Hitam memiliki markas besar di sana.

Zhaofeng mengetuk Pedang Hitam di punggungnya.

Ting.

"Ayo pergi, Kawan. Waktunya berburu ular."

1
Nanik S
Gadis Cantik....
Nanik S
Gagang pedang yang berlokasi dg pecahan... cari celah
Nanik S
Gagang pedang.... yang dicari Zhaofeng ada diKlan Phonik
Nanik S
Garis darah Zhao feng atau Xiao Yu dg gadis yang ada didalam kereta
Apliti warman
alumrnya bagus, cara penulisannya dah expert nih, lanjut thor, ada yg hilang thor, tentang penguasaan jurus 2 mc, menarik cara othor menjelaskan, juga ranah mc, naikkan dikit...😁
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Panen Zhaofeng.... dan bersihkan harta karun Duanmu
Nanik S
Krek., hancur sudah tulangnya
yos helmi
lanjut
Nanik S
Nyonya Merah mengerikan juga, banjir Darah dibilang ramai
Nanik S
Jual barang rampasan
Nanik S
Xiao Yu... ikut saja Zhaifeng
Nanik S
Lanjutkan dan tetap semangat Tor
Nanik S
Mantap Pooool
Nanik S
Lanjutkan Zhaofeng dan bantai semua Taring naga
Nanik S
Demi melindungi Sekte Zhaofeng rela meninggalkan Sekte
Nanik S
Lanjut mengembsra
A 170 RI
cerita pendekar buta cukup menarik
A 170 RI
trus berkarya jangan hiatus ya thor..
💪
Nanik S
Zhaofeng perusak rencana
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!