"Anak ku hilaaaaang, kemana anak ku pergi?"
Beberapa waktu terakhir ini banyak anak anak dan juga orang tua mati tenggelam, mereka di temukan bila sudah empat atau tiga hari di dalam air sehingga keadaan tubuh sudah mengembung.
Sebelum tenggelam ada yang bilang bahwa mereka berjalan dengan pandangan kosong, mereka tidak di makan buaya karena tidak ada gigitan di tubuh mereka.
Apa yang membawa mereka kedalam air?
mungkin kah ada sebuah misteri sehingga mereka semua meninggal di dalam air?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon novita jungkook, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 9. Masuk dalam air
Digo memperhatikan dengan seksama ke dalam air karena dia harus mencari sesuatu yang penting untuk menemukan keberadaan Reza, sebab menurut firasat dia saat ini ada sesuatu yang tidak benar dan kemungkinan itu ada bersangkutan dengan iblis namun Digo tidak tahu wujud dari iblis itu sehingga dia hanya bisa menebak saja saat ini.
Bisa di bilang bahwa kemampuan Digo masih di bawah standar dan belum seperti para member lain yang begitu kuat dan juga tangguh karena mereka memang bukan manusia lagi, kalau Digo memang hanya sebagai manusia dan kemudian mendapat kodam sehingga memiliki kekuatan dan bisa melihat yang tidak bisa di lihat oleh mata manusia biasa.
Mbah Nomo mengatakan bahwa ini ada sangkut paut dengan hantu air dan kemungkinan besar hantu itu memang sangat ingin merusak kaum manusia karena sudah ada beberapa orang yang masuk ke dalam air dan kemudian meninggal dunia, hantu air itu bersarang di Tanjung sembilan atau di tempat lain tapi yang jelas memang ada sesuatu yang menarik para manusia untuk masuk ke dalam air itu.
Kadang suara hantu air seolah membuat manusia tidak sadar bahwa yang mereka datangi adalah air yang bisa membahayakan nyawa, jadi mereka semua masuk ke dalam air dengan pikiran kosong dan sama sekali tidak memiliki kesadaran sehingga saat sudah berada di tengah maka baru lah mereka sadar dan kemudian sudah terlambat.
Selama ini banyak kasus seperti itu namun tidak terus berurutan seperti yang sedang di alami oleh para warga yang ada di desa pandan Arum, biasanya memang setiap akhir tahun akan ada orang tenggelam karena mereka tidak hati-hati karena air yang sedang naik.
Tapi hanya satu orang saja dan tidak sampai berurutan sebanyak ini karena sekarang sudah mulai tidak wajar maka memang harus segera ditangani agar tidak ada korban lagi yang akan datang, namun Purnama masih belum ingin turun tangan karena dia merasa tidak semua hal harus bersangkutan dengan dia.
"Kau melihat apa sejak tadi kenapa sampai tidak berkedip seperti itu?" Amir menatap Digo yang terdiam.
"Kita tetap di sini saja dulu, dari tadi aku mencium bau amis soal nya." jelas Digo.
"Bau itu aku juga mencium sejak tadi tapi tidak tahu itu berasal dari bau apa." sahut Amir.
"Mayat kalau terendam air maka pasti sudah akan menimbulkan aroma seperti ini, mana sekarang sudah mulai sore." ucap Digo.
"Memang nya kau sudah sangat yakin kalau Reza meninggal karena masuk ke dalam air?" Amir mendadak ragu karena dia berharap itu bukan kejadian sama seperti kemarin.
"Lalu apa lagi? tadi saja Mbah Nomo mengatakan kalau Reza memang ada di dalam air dan kemungkinan dia tidak mungkin bisa bertahan hidup." jawab Digo.
"Ya Allah kenapa sekarang semakin banyak saja orang yang meninggal di dalam air." keluh Amir sedih sendiri.
"Air bisa menjadi tempat yang paling berbahaya karena kita tidak mungkin bisa bernapas di dasar lautan." ujar Digo.
Amir mengangguk setuju karena memang benar apa yang di katakan oleh Digo bahwa manusia tidak akan bisa bertahan di dalam air dengan waktu yang cukup lama, lima menit adalah waktu yang paling lama dan kemungkinan sudah tidak sanggup lagi bertahan sehingga paru-paru akan penuh dengan air sungai tersebut.
Saat Amir sedang terdiam memikirkan ucapan Digo barusan pandangan dia malah menemukan satu sosok berwarna hitam di dalam air, agak kaget namun dia tidak berani mengalihkan pandangan karena dia menemukan sesuatu yang berbeda dari benda hitam itu dan terlihat bahwa itu bukan lah kantong kresek.
"Mas!" Digo menarik Amir yang seolah kena hipnotis dan ingin memegang benda hitam tersebut.
"Hah?!"
"Kamu mau menceburkan diri ke dalam sungai?" tanya Digo jadi heran.
"Ah enggak kok, eh aku kok sudah separuh gini." Amir bingung sendiri karena separuh tubuh sudah keluar speed boat.
"Kita harus fokus bila sedang mencari sesuatu karena bila tidak maka kita yang akan menjadi korban." Digo memberikan pesan kepada Amir.
"Ya Allah ini aku barusan seperti melihat kresek hitam di dalam air dan ingin aku pegang." jelas Amira pelan karena agak bingung dengan kejadian yang baru saja dia alami.
Digo cepat melihat apa memang benar yang di katakan oleh Amir barusan bahwa di dalam air ada kantong kresek hitam, namun saat Digo melihat ke dalam air itu tapi dia tidak menemukan sesuatu dan hanya air yang berwarna butek serta bau amis yang semakin kuat menusuk hidung kedua manusia ini.
Byuuuuur.
"Apa lagi, Mas?!" Digo kaget karena mendengar suara air.
"Ti...tidak tau, itu tadi apa kok seperti itu?!" Amir saja sampai pucat pasi.
"Jangan di pinggir, tunggu aku di atas sini apa pun yang terjadi." pesan Digo.
"Kau mau kemana? hei kau kenapa masuk dalam air, Go!" Amir berteriak karena Digo sudah masuk.
Tentu saja saat ini Amir sangat bingung karena Digo sudah masuk ke dalam air itu dan dia hanya sendirian di atas speed boat sambil menunggu karena Digo mengatakan bahwa dia tidak boleh kemana-mana dan tidak boleh ikut masuk ke dalam air, jadi Amir hanya bisa menunggu sampai nanti Digo muncul ke permukaan kembali.
Sudah pasti dengan perasaan yang tidak karuan karena dia takut sesuatu akan terjadi pada Digo dan yang lain juga, bila Digo sampai celaka maka yang ada dia juga pasti akan celaka karena Amir sama sekali tidak memahami apa yang telah terjadi di sungai ini.
Barusan saja dia sudah mau tercebur ke dalam sungai karena melihat seolah tertarik dengan kantong kresek hitam yang ada di dalam sungai itu, untung masih ada Digo yang menahan dia sehingga tidak tercebur masuk ke dalam air karena pasti ada sesuatu yang telah menyedot Amir untuk menyentuh barang tersebut.
"Aduh kok malah jadi horor seperti ini rasanya, ya Allah tolong lindungi anak itu." Amir sangat cemas saat ini.
"Go cepat keluar, jangan terlalu lama di dalam air." Amir berteriak berharap Digo akan mendengar suara dia.
"Ya Allah, Ya Allah lindungi kami berdua karena aku takut sekali sekarang." keluh Amir pusing sekali.
Bahkan tangan pria ini saja sampai gemetar karena dia takut nanti Digo tidak akan muncul lagi dari dalam air itu, bukan hanya memikirkan soal tanggung jawab tapi dia juga kasihan bila nanti Digo akan menjadi korban sama seperti para warga yang sudah meninggal dunia karena tercebur di dalam sungai.
Selamat pagi menjelang siang besti, jangan lupa like dan komen kalian semua ya bes.
nah gitu dong Pur jgn emosi dulu SM member Krn yg mereka lakukan Krn mrk peduli dan ga mau ratu kenapa2😌