Winny adalah seorang gadis preman yang pekerjaannya selalu berhubungan dengan nyawa. Malam itu dia berada di sirkuit balap mobil, ketika dia hendak sampai di garis finis tiba-tiba mobilnya mengeluarkan api di bagian mesin. suara ledakan terdengar begitu keras, cahaya putih tiba-tiba muncul dan membawa Winny pergi ke suatu tempat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pernikahan Ling Xu-mei dan kaisar Qin.
Pesta perayaan pernikahan yang di gelar oleh kaisar Qin begitu meriah, beberapa kerajaan di undang oleh sang Kaisar termasuk kaisar kerajaan Hanzo. Namun sayangnya Kaisar Han lebih memilih untuk tidak menghadiri acara pernikahan mantan istrinya dengan kaisar kerajaan Qinzu. selir Jia dan selir yang lain tentu saja mereka begitu puas dan senang karena Ling Xu-mei akhirnya bisa keluar dari kerajaan Hanzo, bahkan mereka mengadakan pesta untuk merayakan kehidupan mereka.
"Kita harus merayakan pernikahan wanita itu, sekarang aku bakal menjadi permaisuri kerajaan ini dan kamu akan menjadi selir agung menggantikan diriku." ucap selir Jia sembari tersenyum kepada selir Me-ang.
Kedua wanita itu sudah merencanakan begitu banyak rencana untuk mereka menjalani kehidupan selanjutnya. Angan-angan selir Jia menjadi permaisuri sudah terpampang jelas di depan matanya. "Tentu saja permaisuri, setelah kamu diangkat oleh yang mulia Kaisar aku akan menjadi selir agung." kata selir Me-ang dengan senyum merekah dan tawa yang begitu menggelegar, mereka berdua sudah memikirkan mengenai masa depan indah mereka.
Sedangkan Kaisar Han entah mengapa kabar pernikahan mantan istrinya itu benar-benar mengusik hatinya. "Yang mulia, Apa yang sedang yang mulia pikirkan?" tanya Kasim kepada kaisar Han. pria tua itu sudah menemani Kaisar Han semenjak pria itu masih muda.
"Entah mengapa hatiku benar-benar merasa tidak tenang Kasim, padahal inilah dulu yang selalu aku inginkan, melempar wanita itu keluar dari kerajaan ini." jawab Kaisar Han dengan wajah murung dan pemikiran yang memenuhi otaknya.
Kasim hanya bisa menjawab dengan helaan nafas berulang kali, mungkin pria tua itu mengerti apa yang ada di dalam hati kaisarnya. Sebenarnya Kasim sudah berulang kali mengatakan kepada kaisar Han mengenai Ling Xu-mei ketika cinta tumbuh maka kehilangan akan menjadi kesakitan yang teramat luar biasa.
Tangan tua renta itu hanya bisa mengusap punggung Kaisar Han, dia tidak mengeluarkan sepatah kata pun karena dia tahu semuanya tidak ada gunanya. kedua mata kasih menatap Kaisar Han dalam hatinya dia terus mengatakan ribuan kalimat namun dia tidak mampu mengucapkannya. hanya dalam hati tanpa bisa berbicara atau mungkin sekedar memberikan ketenangan hati.
"Setelah dia kembali dari kematian, dia benar-benar sudah berubah, tak ada tempat untukku tak ada senyum yang biasa dia berikan padaku." ucap Kaisar Han sembari memejamkan matanya, mengingat kembali betapa bodohnya dia, dia sudah menyiksa istrinya selama pernikahan mereka. rumor mengenai pengkhianatan yang dilakukan oleh ayah Ling Xu-mei belum menemukan titik terang namun Kaisar Han sudah membuat keputusan yang begitu jahat.
"Sesuatu yang terlambat tidak akan bisa kembali lagi, yang mulia. Para dewa sudah menakdirkan ini semuanya, Kamu tidak akan bisa merubah takdir itu, keputusan sudah dibuat jika yang mulia masih bermaksud untuk menghancurkan pernikahan itu, maka kerajaan ini dan rakyat kerajaan Hanzo yang akan merasakan akibatnya." Kasim kemudian meninggalkan Kaisar Han dengan semua keputusannya, semuanya memang sudah terlambat karena Ling Xu-mei sudah menikah dengan Kaisar Qin.
Beberapa hari setelah pernikahan Ling Sumi dan Kaisar Qin, Xia mei mei putri dari menteri Ju-tak terus mengamuk, dia tidak terima ketika usahanya selama bertahun-tahun ini tidak mendapatkan hasil sama sekali. malah sekarang Kaisar tin sudah menikah dengan janda Kaisar Han.
PRANGG..
PRANGG..
Beberapa porselen dan guci yang ada di ruangan itu di pecahkan oleh Xia mei mei. mulutnya terus berteriak tanpa henti dan tangannya memecahkan barang-barang yang ada di tempat itu.
"Dasar wanita sialan, lihat saja aku pasti akan mengambil segalanya darinya, aku tidak akan membiarkan yang mulia Kaisar bersama wanita itu!" Xia mei mei terus berteriak. dia terus membanting barang-barang yang ada di ruangannya. Istri menteri Ju-tak mencoba untuk melerai putrinya, namun sayangnya Xia mei mei tidak mau melakukan hal itu.
"Aku tidak akan membiarkan wanita itu hidup! berani sekali dia merampas yang mulia dariku!" seru Xia mei mei.
"Kamu tidak boleh seperti ini putriku, jika kamu seperti ini kamu akan melukai dirimu sendiri." istri menteri Ju-tak berusaha untuk menghentikan semua kegilaan yang dilakukan oleh putrinya. Namun sayangnya sia Mei Mei tidak mau mendengarkan ibunya, dia terus membanting barang-barang yang ada di tempat itu. Hal itu membuat istri menteri Ju-tak lebih memilih untuk mundur agar barang-barang yang dihancurkan oleh putrinya tidak mengenai dirinya.
Karena mendengar kegaduhan yang begitu keras menteri Ju-tak mendatangi tempat putrinya, di sana dia melihat putrinya membanting barang-barang yang ada di ruangan itu, dia juga melihat istrinya sedikit menjauh untuk menyelamatkan dirinya.
"Ada apa Ini istriku?" tanya menteri Ju-tak.
"Aku tidak tahu suamiku, lihatlah putrimu seperti wanita gila." jawab istri menteri Ju-tak.
Menteri Ju-tak tahu apa yang terjadi dengan putrinya, dia tahu kalau putrinya saat ini marah karena Kaisar sudah melangsungkan pernikahan dengan wanita lain. Padahal Xia mei mei selalu mencintai Kaisar Qin semenjak dia masih berusia belia.
Menteri Ju-tak berusaha untuk menenangkan putrinya, dia mengatakan mengenai beberapa rencana yang sudah dipersiapkan untuk putrinya. "Kamu tidak boleh seperti ini, kamu bilang kamu ingin menjadi permaisuri kerajaan ini, bukan? kita sudah menyingkirkan permaisuri Lin-xi, jadi kita pasti akan mudah menyingkirkan wanita itu." bisik menteri Ju-tak yang membuat Xia mei mei yang dari tadi marah itu seketika kemarahannya sedikit mereda. Dia menatap ayahnya, senyum yang terlihat seperti senyum kematian itu perlahan mulai berubah.
"Benarkah Ayah? benarkah apa yang ayah katakan itu?" tanya Xia mei mei.
Menteri Ju-tak menganggukkan kepalanya. "Tentu saja, tentu saja kita akan melakukan hal yang sama dengan permaisuri Lin-xi. Tidak akan ada orang yang mengetahui rencana kita, jadi kamu tidak boleh seperti ini, kamu harus membuat ketiga putra yang mulia kaisar membenci wanita itu." kata menteri Ju-tak.
"Ayah benar." dengan cepat kemarahan sia meme langsung menghilang setelah dia dan ayahnya mulai merencanakan sesuatu.
Beberapa hari setelah pernikahan Kaisar Qin dan Ling Xu-mei, pagi itu Ling Xu-mei sudah berada di salah satu gazebo yang ada di paviliunnya, seorang pelayan tidak sengaja berbicara dengan temannya. "Aku kasihan sekali dengan pangeran Zian, dia itu seorang pangeran tapi dia selalu dipermainkan oleh teman-temannya dan guru yang selalu mengajarinya. Guru itu selalu pilih kasih." kata pelayan yang berbicara dengan temannya, tak sengaja Ling Xu-mei yang berada di tempat itu dia mendengar percakapan dua pelayan itu.
"Apa yang sedang mereka bicarakan?" tanya Ling Xu-mei kepada Yura. Yura menggelengkan kepalanya, sedangkan salah satu pelayan menceritakan mengenai apa yang terjadi dengan pangeran Zian.
*bersambung*
semangat berkaryaa