NovelToon NovelToon
Selalu Ada Ruang

Selalu Ada Ruang

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan Tentara / Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Persahabatan / Cinta Seiring Waktu / Romansa
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Bojone_Batman

Persahabatan yang solid dari masa sekolah akhirnya harus berkumpul pada satu Batalyon di sebuah daerah perbatasan karena suatu hal. Situasi semakin kompleks karena mereka harus membawa calon istri masing-masing karena permasalahan yang mereka buat sebelumnya.

Parah semakin parah karena mereka membawa gadis mereka yang sebenarnya jauh dari harapan dan tak pernah ada dalam kriteria pasangan impian. Nona manja, bidadari terdepak dari surga + putri sok tau semakin mengisi warna hidup para Letnan muda.

KONFLIK TINGKAT TINGGI. Harap SKIP bila tidak mampu masuk ke dalam cerita.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

30. Dunia berbeda.

Setelah suara tawa mereka memudar, jurang kembali terbenam dalam keheningan yang suram. Tubuh Kinan tergelinding di lereng curam, dedaunan kering dan batu-batu kecil menusuk kulitnya, namun rasa sakit fisik tidak mampu mengalahkan luka di hati yang baru saja diperparah oleh video palsu yang tidak pernah ia tau.

Kinan terbaring di dasar jurang yang tertutup semak, perutnya yang sedang mengandung putra pertama dari Letnan Rico kini semakin terancam, nafasnya semakin sesak.

//

Di tempat yang jauh, Bang Rico baru saja meninggalkan rumah sakit dan menuju lokasi yang disarankan Bang Arben, namun perasaannya terasa mendadak tidak enak.

"Apa ada yang salah dengan jantungku??" gumamnya sambil menekan 'gas' mobil lebih kencang. Saat ia mencoba menghubungi Bang Arben, ponsel tidak terhubung. Kewaspadaan tinggi menyelimuti dirinya, ia menyentuh pistol di pinggangnya, menyadari bahwa tipuan Hanna bukan hanya untuk mengalihkan perhatiannya, tetapi memiliki tujuan yang lain.

//

Sementara itu, Bang Arben dan Bang Rama tiba di lokasi yang di laporkan menjadi tempat hilangnya Kinan. Mereka memeriksa sekeliling dan mendapatkan informasi bahwa Kinan melewati pintu tiga.

"Apa Kinan mengikuti kita," ujar Bang Rama dengan suara tertekan. Saat mereka hendak mencari, ponsel Bang Arben berdering menampilkan nomor tidak dikenal. Suara pria yang tidak dikenal terdengar dari ujung telepon.

"Kamu mencari istri Letnan Rico? Dia sedang berada di tangan kita, atau lebih tepatnya.. di dasar jurang."

Bang Arben menggigit bibirnya, hatinya luar biasa cemas. "Kami akan datang." katanya dengan nada tegas sebelum mematikan telepon dan memberitahu Bang Rama. "Kita harus cepat. Kinan jatuh ke jurang, Rico juga harus tau."

"Astaga, Rico bisa gila mendadak."

//

Di dasar jurang, Kinan masih sadar, tangan nya erat menyentuh perutnya. "Ini dimana?? Kepalaku sakit sekali. Aku tidak ingat apapun." bisiknya dengan suara lemah, mata nya menatap ke atas melalui celah semak-semak, berharap ada bantuan yang segera datang karena dirinya sama sekali tidak bisa bergerak.

...

Baru saja Bang Rama menyelesaikan kalimatnya, ponsel Bang Arben kembali berdering. Kali ini dari Bang Rico.

"Ben, di mana kamu? Ponselmu sulit dihubungi. Kurasa ada yang aneh." suara Bang Rico terdengar tegang di seberang sana.

"Ric, tenang ya. Kinan jatuh ke jurang. Orang itu memberitau kita. Aku sungguh tidak tau kalau Kinan mengikuti kita dari rumah." kata Bang Arben dengan cepat. "Kita sedang menuju lokasinya."

Jantung Rico berdebar kencang, suara nafasnya berat. Hatinya berantakan tak karuan. "Kenapa sampai kecolongan???? Beritau aku dimana tempatnya sekarang..!!!!!"

//

Setelah mendapatkan koordinat yang pasti, Bang Rico menginjak pedal gas hingga mobil melesat lebih cepat, pikirannya terfokus pada Kinan dan anaknya.

'Tuhan, tolong jaga anak dan istriku..!!'

Bang Rico terus berdo'a dalam hati, ia menarik pistol di pinggangnya, siap menghadapi apa pun yang terjadi.

...

Seorang pria setengah baya menemukan Kinan tak sadarkan diri.

"Angkat..!! Bawa ke tenda..!!" Perintah pria tersebut.

"Siap..!!"

Pria ini pun menutupi tubuh Kinan dengan jaketnya lalu mengangkat Kinan dengan hati-hati.

...

Beberapa jam pencarian, Bang Rico tidak bisa menemukan Kinan. Ia hanya menemukan sobekan kain yang di sinyalir adalah pakaian terakhir Kinan.

Bang Rico terhuyung lemas, kakinya serasa tak sanggup menapak.

"Ijin, Dan. Tidak ada juga." Laporan salah seorang anggota Bang Rico.

Kini Bang Rico merasa dunianya seakan runtuh. Lelah fisik dan mental membuat kondisinya pun ikut tidak stabil.

"Rico.." Bang Rama sigap menahan tubuh sahabatnya itu. Bang Rico sudah diam tanpa. Kata.

"Ayo kita bawa pulang dulu..!!" Ajak Bang Arben.

"Aku mau cari Kinan. Aku harus menemukan Kinan sekarang..!!"

"Nggak, kondisimu tidak memungkinkan." Bang Rama terpaksa membawa Bang Rico pulang demi kebaikannya.

...

"Bagaimana??" Tanya pria setengah baya yang tadi menemukan Kinan.

"Hamil menginjak tiga bulan. Kandungannya baik-baik saja, sehat meskipun sempat terhantam." Kata team medis disana.

"Alhamdulilah." Ucap syukur pria setengah baya itu. "Ronald.. Kamu cari identitas wanita ini, kalau memang tidak dapat info selama tiga hari ini, kita bawa balik ke Kalimantan."

"Iya, Pa." Jawab Letnan G. Ronald Daulat .M.

"Ada-ada saja, rusa belum kena jerat malah sekarang dapat perempuan." Komandan pun meninggalkan tenda tempat mereka menginap di hutan, tinggalah Bang Ronald menemani wanita hamil yang ia selamatkan dalam area berburu tadi.

Bang Ronald mengambil sebatang rokok namun kemudian mengurungkan niatnya karena mengingat ada bumil yang belum juga sadar.

"Jangan pukul lagi, sakiiitt..!!!!" Kinan mengigau merintih kecil. "Kenapa?? Kenapa Abang lakukan dengan perempuan itu???"

Kening Bang Ronald berkerut. Ia mendekati Kinan lalu menyentuh keningnya dan ternyata Kinan sedang demam.

'Apa yang terjadi, apa suaminya sangat jahat?Tapi, kenapa aku gelisah?'

//

"Aku pernah merasakan apa yang kamu rasakan saat Dinda kabur dari rumah........."

Emosi Bang Rico masih sulit untuk di kendalikan. "Dinda kabur, tapi Kinan di kerjain orang."

Dinda menyentuh pundak suaminya agar tidak semakin membuat Bang Rico naik darah.

Bang Rama balik mengusap tangan Dinda. "Kamu pulang dan istirahatlah, dek. Kamu juga butuh istirahat."

"Kalian pulang saja..!! Temani istri-istri kalian, mereka juga butuh perhatian." Kata Bang Rico.

"Aman, Ric." Balas Bang Sanca.

"Mereka lebih butuh perhatian kalian." Lanjut Bang Rico.

"Kamu nggak apa-apa?" Tanya Bang Arben.

Bang Rico mengangguk dengan tatapan kosong. Para sahabat pun akhirnya memilih untuk pulang ke rumah masing-masing.

Beberapa saat lamanya Bang Rico terdiam, namun akhir ia bangkit dari duduknya dan melepas kaosnya. Ia mengambil sebatang lidi lalu menancapkannya di tanah

//

Bang Ronald usai melaksanakan sholat malam, ia pun melipat sajadah nya. Sesaat setelah di periksa dokter lapangan, keadaan wanita yang di temukannya tadi mulai membaik.

Tak lama wanita itu tersadar dan melihat sekelilingnya. Tak di sangka reaksinya sangat takut melihat Bang Ronald.

Perlahan Bang Ronal mendekatinya. "Tenang.. Tenang..!!! Saya tidak akan menyakitimu."

"Ini dimana??" Tanya Kinan.

"Ini di tenda saya, saya sedang berburu disini. Kalau boleh tau, siapa namamu??" Bang Ronald balik bertanya pada bumil cantik di hadapannya.

"Nama??? Nama saya......." Kinan memegangi kepalanya. Ia tidak bisa mengingat apapun.

"Ya sudah, nggak apa-apa. Jangan di paksa..!!" Bang Ronald membantu Kinan mengatur kembali posisi tidurnya dengan hati-hati.

Tak sengaja pandang mata Bang Ronald dan Kinan saling bertemu tapi Bang Ronald segera menunduk.

'Siapa yang melindunginya, auranya kuat sekali.'

//

Bang Rico membuka matanya. Ia tak bisa menerka perasaannya.

'Kinan tidak jauh dari sini, tapi dimana??'

.

.

.

.

1
Tanti
haduuuhhh.....gek piye iki....aq ae sing moco ae melu ketar ketir...tp penasaran😄😄 lanjut mba Nara
Maysuri
kok aq yg dag dig dug y,gimana kalau nanti ketemu am bang rico ini si kinan membayangkannya aj aq dah serem.....🤭🤭
dyah EkaPratiwi
ketemu nanti gmn ya
dyah EkaPratiwi
sehat2 debay, lancar lahirannya
Maysuri
engk terasa dah mau lahiran aj si nira...semangat mbak nara💪💪
Dwi Juteck0204
msh penasaran Mbk Nara
tetap💪💪🙏
Tanti
pagi pagi udah deg degan lho ini mba Nara🤭🤭
Tanti
syukurlah Kinan, kamu dikelilingi orang baik dan aman dr ancaman bahaya...
Aduuh...piye to bang Ric....🥹
lanjut mba Nara
Ella
Semoga kalian cepat bertemu yah Dinda sm bang riko
Tanti
apakah ini tanda-tanda???
Tanti
disana akan lebih aman.tp....kasian bang rico
kalea rizuky
Rico ttep aja glblok hanna ini kayak lacur mungkin bukan anak mu rik
kalea rizuky
dinda kayak bocah pdhl bukan anak SMP heran
Bojone_Batman: Pengennya yang dewasa kah kak?
total 1 replies
kalea rizuky
dinda ini kebanyakan drama lebay g kayak fia ma dira yg bisa menyesuaikan
kalea rizuky
dinda ini kok menye2 ya.
Bojone_Batman: Please..!!
total 1 replies
Maysuri
untungnya ketemu orang baik,kalau ketemu ama orng jahat abiss tu wasalam.....semangat mbak nara 💪💪
Tanti
🥹🥹bingung mau komen apa huaa😭😭
Tanti
Tambah seru aja ni cerita mba Nara👏👏
Ella
Jalur Prestasi🤣
Ella
Sa cAri mba nara d karya yg satunya tp tdk ada yg terbaru🤣...Sa mampir d sni..Semangat Mba Nay..Slam dr Sorong papua🙏
Bojone_Batman: Hai kak. Salam kenal ya🥰😘
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!