NovelToon NovelToon
Reincarnation Of The Ancient Ruler

Reincarnation Of The Ancient Ruler

Status: sedang berlangsung
Genre:Action
Popularitas:721
Nilai: 5
Nama Author: blueberrys

Dahulu kala, seorang Kaisar Kuno yang agung berhasil menyatukan empat kekaisaran dan menaklukkan dewa penguasa demi melindungi keseimbangan dunia. Namun, di puncak kejayaannya, ia dikhianati dan ditikam dari belakang oleh murid kesayangannya sendiri yang bekerja sama dengan sekte iblis, hingga raganya jatuh ke dalam lembah kegelapan. Sepuluh ribu tahun berlalu, sang Kaisar bereinkarnasi menjadi Shang Zhi, seorang bocah miskin yang hidup menderita di jalanan. Tragedi kembali menghampirinya saat ibunya tewas, memicu takdir baru ketika ia diselamatkan oleh seorang master misterius.



Perjalanan Shang Zhi menuju Perguruan Tian Long membawanya bertemu dengan Yun Xi, seorang gadis periang yang perlahan menumbuhkan benih romansa di tengah kerasnya pengembaraan. Namun, bahaya selalu mengintai saat kelompok perompak menyerang dan memaksa segel misterius dalam tubuh Shang Zhi bangkit, mengubahnya menjadi sosok buas yang tak kenal ampun demi melindungi orang yang dicintainya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon blueberrys, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Runtuh nya kekaisaran Qian long

Awan hitam yang menggantung di atas Kekaisaran Qian Long bukan lagi sekadar pertanda badai alam, melainkan manifestasi dari murka seorang pria yang telah kehilangan segalanya dan kembali sebagai iblis. Shang Zhi berdiri di atas altar yang hancur, mendekap Yun Xi yang masih gemetar. Namun, saat ia menatap ke arah barisan pejabat istana dan keluarga kerajaan yang masih berdiri dengan sisa-sisa keangkuhan mereka, matanya tidak lagi memancarkan empati.

Pasukanku, suara Shang Zhi bergema, dingin dan datar, namun mampu merontokkan keberanian siapa pun yang mendengarnya. "Qian Long telah membiarkan keadilan mati. Maka hari ini, biarkan Qian Long mati bersamanya. Jangan biarkan satu pun tembok berdiri, jangan biarkan satu pun pengkhianat bernapas."

Komandan Lou menghunus pedangnya tinggi-tinggi. "Laksanakan perintah Yang Mulia kaisar!"

Seketika, sepuluh ribu pasukan zirah hitam bergerak seperti gelombang pasang yang gelap. Mereka bukan sekadar tentara mereka adalah malaikat maut. Jeritan mulai pecah saat barisan pertahanan istana hancur berkeping-keping. Darah membasahi kelopak bunga persik yang tadinya disiapkan untuk pesta, mengubah warna jalanan ibu kota menjadi merah pekat yang mengerikan.

Di singgasana emas yang kini berguncang, Raja Qian Long ayahanda dari Yun Xi dan saudara dari Yun Jian duduk dengan wajah pucat pasi. Ia melihat kehancuran di depan matanya. Ia melihat bagaimana tentara yang ia banggakan tumbang hanya dengan satu lambaian tangan pasukan Shang Zhi.

Di sampingnya, Yun Jian, adik sang Raja yang merupakan otak di balik konspirasi penyerahan Yun Xi, masih berusaha memprovokasi. "yang mulai!, kita harus mengirim sisa pasukan bayangan! Kita tidak bisa membiarkan bajingan itu menghina takhta kita!"

Raja Qian Long menoleh perlahan ke arah adiknya. Ia melihat wajah Yun Jian yang penuh dengan kerakusan dan kebencian. Tiba-tiba, memori masa lalu menghantamnya kenangan dari istri nya dan saat Yun Xi memohon dengan air mata agar tidak dipisahkan dari pria itu.

"Semua ini... karena kebohonganmu, Yun Jian," bisik Raja dengan suara bergetar.

"Apa?! Kakak, aku melakukan ini untuk stabilitas kekaisaran!" seru Yun Jian membela diri.

"Stabilitas?" Raja tertawa getir, sebuah tawa yang penuh dengan keputusasaan. "Kau menyebut ini stabilitas? Kau melihat kehancuran di luar sana? Kau menjual keponakanmu sendiri, darah dagingku, demi posisi yang fana. Aku adalah raja yang buta karena mempercayaimu."

Tiba-tiba, pintu aula singgasana meledak. Shang Zhi berjalan masuk, menggendong Yun Xi dengan satu tangan, sementara tangan lainnya memegang pedang yang meneteskan darah. Aura ungu di sekelilingnya begitu pekat hingga lantai marmer di bawah kakinya retak dan hangus.

"Shang Zhi..." Raja Qian Long berdiri dengan kaki gemetar.

"Waktunya habis, Raja," desis Shang Zhi. "Qian Long telah menjadi sarang ular. Dan satu-satunya cara membersihkan sarang ular adalah dengan membakarnya sampai ke akar."

Yun Jian, yang merasa terpojok, mencoba mencabut pedang pendeknya untuk menyerang Shang Zhi secara pengecut. Namun, sebelum ia sempat melangkah, Raja Qian Long bergerak lebih cepat. Dengan sisa tenaga kultivasinya, sang Raja mencabut pedang pusaka kekaisaran dan menghujamkannya tepat ke jantung adiknya sendiri, Yun Jian.

Yun Jian terbelalak, darah menyembur dari mulutnya. Ia menatap kakaknya dengan tidak percaya. "Kau... Kakak..."

"Pergilah ke neraka dan mintalah maaf pada leluhur kita, Yun Jian," ucap Raja dengan mata yang berkaca-kaca. Ia mencabut pedangnya, dan tubuh Yun Jian jatuh terjerembap, mati di atas karpet merah yang kini benar-benar merah karena darahnya sendiri.

Raja Qian Long kemudian menjatuhkan pedangnya. Ia berlutut di depan Shang Zhi, atau lebih tepatnya, di depan putrinya, Yun Xi. Tubuhnya yang agung kini tampak kecil dan rapuh.

"Shang Zhi... aku tahu tidak ada pengampunan bagi apa yang telah kulakukan," ucap sang Raja dengan napas tersengal. Tekanan aura dari Shang Zhi mulai menghancurkan organ dalamnya secara perlahan. "Aku telah gagal menjadi raja, dan yang lebih buruk, aku telah gagal menjadi seorang ayah."

Ia menatap Yun Xi, matanya dipenuhi dengan penyesalan yang begitu dalam hingga membuat siapa pun yang melihatnya akan merasa pedih. "Putriku... Xi-er... maafkan ayahmu yang bodoh ini. Aku membiarkan diriku disesatkan oleh ambisi dan kebohongan. Aku membiarkanmu menderita di saat seharusnya aku menjadi pelindungmu."

Yun Xi, yang masih berada di pelukan Shang Zhi, mulai terisak. "Ayah..."

Raja Qian Long tersenyum lemah, darah mulai mengalir dari hidung dan telinganya karena tekanan gravitasi Shang Zhi yang tak tertahankan. "Jangan menangis untukku. Aku pantas menerima ini. Shang Zhi... aku menitipkan dia padamu. Jaga dia... jauh lebih baik daripada caraku menjaganya."

Dengan sisa tenaganya, Raja merogoh saku jubahnya dan mengeluarkan segel kekaisaran yang sudah retak. Ia meletakkannya di lantai. "Qian Long... hari ini berakhir. Biarkan ia menjadi debu, agar dari debunya, kau bisa membangun sesuatu yang lebih suci."

Napas Raja Qian Long semakin berat. Ia menundukkan kepala, dan dengan satu embusan napas terakhir yang penuh beban, sang penguasa itu wafat dalam posisi berlutut sebuah penghormatan terakhir dan permintaan maaf yang paling sunyi kepada putrinya.

Shang Zhi menatap tubuh Raja yang tak bernyawa itu tanpa ekspresi, namun ia perlahan menurunkan tekanan auranya. Di luar, suara pertempuran mulai mereda. Pasukan zirah hitam telah menyelesaikan tugas mereka. Bangunan-bangunan megah Qian Long kini dilalap api ungu yang tidak bisa padam oleh air biasa api yang akan membakar habis sisa-sisa kemunafikan kerajaan tersebut.

"Shang zhi... cukup," bisik Yun Xi di tengah tangisnya. "Jangan ada lagi darah. Biarkan semua ini berakhir di sini."

Shang Zhi menatap Yun Xi. Di dalam matanya yang ungu dan mengerikan, perlahan-lahan muncul kembali sinar kemanusiaan yang hangat. Ia mengepalkan tangannya, dan api ungu yang melahap istana mulai terkendali.

"Semua sudah berakhir, Yun Xi," ucap Shang Zhi lembut. Ia mengangkat tubuh Yun Xi dan berjalan keluar dari aula singgasana yang kini menjadi makam bagi keluarga kerajaan.

Di halaman istana, ribuan prajurit zirah hitam berdiri diam, menundukkan kepala mereka saat pemimpin mereka lewat. Di antara tumpukan puing, Yuan Han berdiri bersandar pada pilar yang retak, menatap langit yang mulai memerah karena senja.

"Dunia akan mengingat hari ini, Kak Zhi," ujar Yuan Han dengan nada parau. "Hari di mana sebuah kekaisaran runtuh, dan seorang legenda benar-benar bangkit."

Shang Zhi tidak menoleh. Ia terus berjalan menuju gerbang kota, menjauh dari reruntuhan Qian Long yang masih terbakar. Ia tidak lagi peduli pada takhta, segel kekaisaran, atau harta yang ditinggalkan. Baginya, harta yang paling berharga telah ada di pelukannya.

Namun, di dalam lubuk jiwanya, sisa jiwa Ancient Emperor berbisik dengan nada puas. "Kau telah membasuh pengkhianatan dengan darah, Nak. Sekarang, dunia akan tahu... bahwa siapa pun yang menyentuh milik Sang Penguasa, hanya akan menemukan kehampaan sebagai akhirnya."

Malam itu, Kekaisaran Qian Long menghilang dari peta, hanya menyisakan cerita tentang seorang pria bermarga Shang yang datang membawa badai dan pergi membawa satu-satunya cahaya yang tersisa di hatinya. Dan di atas puing-puing itu, fajar yang baru akan segera tiba fajar yang tidak akan pernah lagi dikotori oleh bayang-bayang keluarga Lu atau pengkhianatan para tetua.

Shang Zhi tetap tinggal di wilayah Tian Long, namun kali ini bukan sebagai murid, melainkan sebagai pusat dari seluruh kekuatan di dunia tersebut. Barang siapa yang memandang ke arah Pegunungan Tian Long, mereka akan tahu bahwa di sana bersemayam seorang penguasa yang tak tertandingi, yang cintanya sedalam lautan dan kemarahannya sepedih neraka.

Bersambung....

1
urrr🍈
aduh... sedihnya sampe sini🥹🥲
pinguin: author bilek : kasi senang aja dulu🤭
total 1 replies
urrr🍈
dalam bgt kata-katanya
urrr🍈
suka bgt sama cara penyampaiannya /Smile/
Adi tt
done
Adi tt
oke done
Adi tt
💪🤣🤣
book of novel
Bang, kalo boleh bertanya. Ini bab sudah berapa kali revisi?
pinguin: gapapa bg sama² berusaha, semangat 💪
total 3 replies
Adi tt
semangat BG di tunggu ch selanjutnya 💪
pinguin: okee makasi yaa
total 1 replies
Adi tt
lanjut bg semangat💪
pinguin: di tunggu yaaa
total 1 replies
Adi tt
done
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!