NovelToon NovelToon
Petualangan Wanita Berduri

Petualangan Wanita Berduri

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Spiritual / Wanita perkasa / Cintapertama
Popularitas:28.4k
Nilai: 5
Nama Author: Sopaatta

Franceska wanita cerdas berpendidikan tinggi, berparas cantik dan berprofesi sebagai guru matematika. Suatu kombinasi yang melengkapi penampilannya yang good looking, cemerlang dan bersinar dari keluarga sederhana.

Prestasi akademik, serta kecerdasannya mengola waktu dan kesempatan, menghentarkan dia pada kesuksesan di usia muda.

Suatu hari dia mengalami kecelakaan mobil, hingga membuatnya koma. Namun hidupnya tidak berakhir di ruang ICU. Dia menjalani penglihatan dan petualangan dengan identitas baru, yang menghatarkan dia pada arti kehidupan sesungguhnya.


》Apa yang terjadi dengan Franceska di dunia petualangannya?

》Ikuti kisahnya di Novel ini: "Petualangan Wanita Berduri."

Karya ini didedikasikan untuk yang selalu mendukungku berkarya. Tetaplah sehat dan bahagia di mana pun berada. ❤️ U 🤗

Selamat Membaca
❤️🙏🏻💚

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sopaatta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28. PWB

...~•Happy Reading•~...

Kepala sekolah duduk terhenyak setelah ketua yayasan keluar dari ruangannya. Dia mulai sadar, angin apa yang sedang bertiup ke arah SMA Pelita dan sudah tidak bisa mengelak.

Oleh sebab itu, tanpa berpikir lama, kepala sekolah keluar menemui para guru yang sudah ada di ruang guru. "Ibu Sance, tolong kasih tahu semua guru untuk kumpul di ruang rapat." Ucap kepala sekolah sambil memandang lurus kepada wakilnya, tanpa melihat guru yang lain.

Ibu Sance segera berdiri. "Sekarang, Pak?" Pertanyaan Ibu Sance membuat kepala sekolah yang hendak masuk ke ruangan, jadi berbalik dan menatapnya. "Sekaraaang." Jawab kepala sekolah dengan nada suara yang naik level dan wajah datar.

Kepala sekolah kembali masuk ruang kerjanya dan menghembuskan nafas kuat untuk menyalurkan emosinya yang meningkat, melihat respon wakilnya.

Beberapa saat kemudian kepala sekolah keluar menuju ruang rapat tanpa mengajak bicara para guru yang sedang bersiap-siap.

Pak Murai yang sudah berdiri, hanya bisa melihat punggung tegang kepala sekolah meninggalkan ruang guru. 'Sepertinya angin buruk mulai bertiup.' Pikir Pak Murai.

"Mas, apa terjadi sesuatu?" Tanya Ibu Yeni yang sudah berdiri dan mendekati Pak Murai.

"Nanti kita akan tahu. Ayo, cepat ke ruang rapat, sebelum kena hempasan." Bisik Pak Murai. Bu Yeni mengangguk pelan, lalu melangkah cepat mengikuti Pak Murai.

Sedangkan para guru yang masih mengajar di kelas mendapat pesan dari wakil kepala sekolah langsung memulangkan murid.

~▪︎▪︎~

Tidak lama kemudian, semua murid SMA Pelita dipulangkan lebih cepat, karena gurunya akan mengikuti rapat darurat yang diadakan ketua yayasan.

Para guru yang sudah masuk di ruang rapat, tidak tenang menunggu kedatangan ketua yayasan. Mereka saling berbisik menanyakan agenda rapat, terutama para guru yang tadi mengajar di kelas.

Pak Murai yang sudah tiba, hanya melihat sepintas ke arah kepala sekolah dan wakilnya yang duduk diam dan tegang. Mereka seperti terdakwa sedang menunggu vonis hukuman.

Ketika ketua yayasan tiba, semua guru berhenti kasak-kusuk dan diam memperhatikan ketua yayasan yang wajahnya sangat tegang. "Mana wali kelas murid Hernita?" Tanya ketua yayasan setelah duduk di samping kepala sekolah.

"Saya, Pak." Salah seorang guru wanita mengangkat tangan.

Para guru jadi tahu, rapat darurat diadakan berkenaan dengan murid bernama Hernita.

"Anda tahu kepergian Hernita?"

"Tahu, Pak."

"Jadi dia resmi keluar dari sini?"

"Iya, Pak. Resmi."

"Berarti anda tahu alasan dia keluar dari sini?" Pertanyaan kepala sekolah membuat mantan wali kelas Hernita melihat kepala sekolah dan wakilnya bergantian serta beberapa rekan guru.

"Anda tahu alasannya?" Ketua yayasan kembali bertanya.

"Mungkin yang lebih tahu, Ibu wakil kepala sekolah, Pak. Karena hari itu murid Hernita bersitegang dengan beliau. Dan saya tidak bisa bicara secara pribadi dengannya, karena dia langsung minta rapor." Jawaban wali kelas Hernita menambah geram ketua yayasan.

"Kapan itu terjadi?" Tanya ketua yayasan lagi.

"Satu hari setelah pengumuman nama utusan sekolah untuk ikut kompetisi, Pak."

Mendengar jawaban mantan wali kelas Hernita, ketua yayasan merangkai kejadian. "Mengapa anda tidak menahannya saat itu?" Mantan wali kelas Hernita terdiam dan melihat ke arah Pak Murai.

Melihat semua guru diam, ketua yayasan tersadar, belum mengatakan agenda rapat. "Saya menanyakan ini, karena murid Hernita terdaftar mengikuti olimpiade matematika mewakili SMA Harapan." Ketua yayasan berkata sambil menahan emosi.

Apa yang dikatakan ketua yayasan membuat beberapa guru yang belum tahu terkejut, termasuk mantan wali kelas Hernita.

"Pak, kalau lihat murid Hernita hari itu, tidak ada seorang guru pun yang bisa menahan dia untuk tetap sekolah di sini." Mantan wali kelas Hernita berkata tegas. Dia mulai mengerti, mengapa ketua yayasan mencecarnya dengan perihal kepergian Hernita.

'Mengapa sekarang mereka seperti orang kebangkaran jenggot? Bukannya mereka sendiri yang bermain api?' Mantan wali kelas Hernita membatin, kesal.

"Apa maksud anda?" Tanya ketua yayasan.

"Pak, saya ingat betul, karena pagi itu murid Hernita masuk ke ruang guru dengan maksud mau bertemu kepala sekolah. Tapi karena beliau ada bersama kami, jadi dia langsung bicara di depan kami semua..." Mantan wali kelas Hernita menjelaskan sambil menggerakan tangan ke beberapa guru.

"Dia sangat marah dan tersinggung dengan kata-kata ibu wakil kepala sekolah...."

"Maaf, Pak. Saat itu saya hanya bercanda." Wakil kepala sekolah menginterupsi yang akan dikatakan mantan wali kelas Hernita.

Hal itu membuat wali kelas Hernita jadi emosi. "Itu juga yang dikatakan ibu wakil kepada dia saat itu. Hanya bercanda." Wali kelas Hernita tidak bisa diam. "Tapi murid Hernita balik bertanya, apa nama peserta yang diutus itu juga bercanda?" Wakil kepala sekolah terdiam.

"Jadi dia tidak terima keputusan sekolah mengenai utusan itu?" Ketua yayasan bertanya lagi, karena pikirannya seperti habis dipukul martil, hingga lambat mencerna penjelasan mantan wali kelas Hernita.

Ketua yayasan belum mau bertanya kepada wakil kepala sekolah, karena punya rencana dengannya.

"Sepertinya, tidak, Pak. Mungkin yang lebih tahu Pak Murai, karena beliau yang antar dia keluar dari ruang guru." Mantan wali kelas Hernita menunjuk ke arah Pak Murai yang hanya duduk diam mendengar sambil berusaha menahan emosinya yang turun naik.

"Pak Murai, apa dia tidak terima keputusan sekolah?" Ketua yayasan bertanya kepada Pak Murai.

"Pak, soal terima atau tidak dia tidak jadi utusan sekolah ini, hanya dia dan Tuhan yang tahu." Jawab Pak Murai serius.

"Tapi sebagai guru, saya melihat dia baik-baik saja setelah baca pengumuman nama utusan tanpa seleksi. Buktinya dia masih masuk sekolah hari itu."

"Jadi kesimpulan saya, Hernita pergi bukan karena kejadian kemarinnya, tapi hari itu. Dia marah karena hari itu ada yang menyinggung dan menyakiti perasaannya."

"Kita sedang menggalang pemberantasan perundungan di antara siswa. Tetapi kita menciptakan perundungan gaya baru atas arogansi segelintir orang."

"Maaf, Pak ketua. Saya hanya mau tahu saja, karena penasaran. Kita rapat darurat ini, karena Hernita keluar dari sekolah, atau dia jadi utusan sekolah harapan?" Pertanyaan Pak Murai membuat semua terdiam, termasuk ketua yayasan, kepala sekolah dan wakilnya.

"Mengapa saya tanyakan ini, karena dia hanya seorang murid biasa seperti yang lainnya. Tidak ada yang istimewa darinya, hingga membuat hari ini semua murid harus dipulangkan lebih cepat, karena guru mau rapat darurat."

"Anda sedang mengkritik kami?" Ketua yayasan jadi emosi mendengar yang dikatakan Pak Murai. Begitu juga dengan wakil kepala sekolah.

Mereka menatap tajam Pak Murai, seakan mau memotong lidahnya yang berani menyindir dengan kata biasa, tapi mengandung racun.

"Siapa saya, hingga bisa mengkritik bapak-bapak dan ibu yang terhormat? Saya hanya heran atas apa yang terjadi hari ini." Ucap Pak Murai berani.

Pak Murai tidak mau lepas menghajar para petinggi sekolah yang membuat keputusan tanpa memikirkan keadilan bagi semua siswa, terutama yang terjadi dengan Hernita.

...~▪︎▪︎▪︎~...

...~•○¤○•~...

1
Dew666
🌹🌹🌹🌹🌹
🍁αlҽα❣️
makanya ibu Wakil KepSek klo becanda jan keterlaluan ,,nyaho skrg ruwet" dah kalian ributin Hernita🏃‍♀🏃‍♀
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
rapat darurat karna apa ya. penasaran juga. 🙊 pasti dua duanya, karna hernita. 🙈
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
josssss mantap nih apa yang dikatakan katakan pak Murai betul itu Hernita sakit hati dengan 'candaan' ibu wakil kepsek Sance itu dan sepertinya sekolah Pelita nanti akan menanggung malu jika Hernita nanti jadi juara secara Nita bawa nama sekolah Harapan iya gak 🤔🧐
🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴❣️
good job Pak Murai, katakan semua nya ya anda tau, perkataan apa saja yang sampai membuat Hernita sakit hati dan keluar dari sekolah
𝐘𝐖💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
Rapat Sklh, dadakan, yg seru, ada yg gk mau dsalahin, ada yg protes dll
Ƭђi̽є💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
haiss malah jadi saling menyalahkan bukan nya introspeksi diri makanya pak kalo ngambil keputusan harus dipertimbangkan bersama bagaimana baik buruknya bukan karena segelintir orang yang berkuasa sekarang nyeselkan udah kehilangan aset sekolah
Ƭђi̽є💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
semangattt Hernita jangan dengarkan omongan sumbing dari manapun fokus saja dengan kompetensi semoga bisa mengharumkan nama sekolah
🍁αlҽα❣️
wkwkwk rasakan skrg SMA Pelita sprti org" yg lg kebakaran jenggot,morat marit pd rempong sndiri krn tau Hernita yg jd utusan SMA Harapan saat ini🤣🤣👏
🍁αlҽα❣️
cucok pak KepSek sm ketu yayasan udh setuju klo Jefase dan Nita yg bakal maju di olmat ,,udh disediain ruangan juga buat belajar dan atur strategi👏👏👏
Dew666
💜💜💜
Ƭђi̽є💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
bagus Jefase kasih ulti si Liorna biar kapok jangan suka nyari masalah dech sama orang yang gak salah apa2 harusnya sadar diri Jefase cuma anggap teman gak lebih
🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴❣️
Bener kan prediksi Hernita akan terjadi huru-hara kalo Hernita ikut kompetisi di sekolah yg baru bukan sekolah yang lama
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
nah loh baru rasa ya. tunggu saja tanggal mainnya. sok kuasa sih 🙊🙈
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
nah looo sekarang baru kebakaran jenggot karena Hernita akan mewakili sekolah Harapan sudah terlambat kalian semuanya wahai ketua yayasan dan para guru sekolah Pelita itu karena kalian tau kualitasnya bagus otak encernya Hernita 🔥🔥🔥
𝐘𝐖💋🄳🄾🅄🄱🄻🄴'🄰👻ᴸᴷ
Bener, stiap keputusan pas akan ada resiko ny, yg pnting kita fokus ke hasil yg positif 👍👍👍
☠🤎3Gˢ⍣⃟ₛ
good gercep ini kepsek harapan memang seperti berjudi tapi yakin pasti Hernita bisa membawa sekolah harapan sebagai pemenang secara dia berprestasi dan murid cerdas binaan Ceska makanya kepsek berani ambil keputusan dan umumkan
🍁🅷🅴🆁🅼🅸🅽🅰🧣❣️
setuju pak kepala sekolah. mungkin ini peluang untuk kalahkan sekolah pelita yg komesial itu 🙊🙈
🍁𝗨𝗺𝗺𝗮💃🆂🅾🅿🅰🅴❣️
Ikut senang kepala sekolah dan Ketua Yayasan memberikan dukungan kepada Jefase dan Hernita untuk maju ikut kompetisi
Dew666
🍡🍡🍡🍡🍡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!