NovelToon NovelToon
Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Istri 150 Juta Tuan Mafia.

Status: sedang berlangsung
Genre:Lari Saat Hamil / Nikahmuda / Mafia / Cintapertama
Popularitas:6.2k
Nilai: 5
Nama Author: liyana

harap bijak memilih bacaan.



Di jadikan babu oleh sang bibik, di bully oleh warga desa sebab bau badannya.

Ia begitu patuh, namun berkahir di jual oleh Bibiknya pada Tuan Mafia kejam yang menjadikannya budak nafsu menggunakan status istri yang di sembunyikan dari dunia.

ikuti ceritanya disini!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon liyana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 7.Membuat masalah.

Anggiba berharap ada keajaiban hari ini, Ia tak ingin melakukan itu, karena baginya itu sangat menyakitkan.

Lain halnya Hazard yang merasakan kenikmatan, Anggiba malah sebaliknya tak merasakan dimana letak nikmatnya.

Hingga akhirnya tubuhnya bergetar hebat saat Hazard mencium wangi milk di lehernya, ya, sejak menikah dengan Hazard wangi jeruk nipis di ganti menjadi wangi milk, karena ia setiap hari mandi susu.

Tangan Hazard terus mengelus pelan namun mendesak membuat tubuh Anggiba meremang di pelukan Hazard.

Ciuman yang dari leher naik sampai pipi dan wajah Hazard mundur sedikit memberi sedikit jarak. Untuk memberikan jeda pada detak jantung Anggiba yang berdetak kencang,napas terengah-engah.

Padahal wanita yang menjadi istrinya ini tak sedang olahraga, mata Anggiba terus terpejam seraya mengepalkan tangan.

Bibir mereka akan bertemu, dalam hitungan detik akan menyatu,Anggiba dapat merasakan wangi maskulin bercampur bau rokok menyeruak indra penciumannya.

Tangannya terkepal kala bibir Hazard mulai bertemu dengan Bibirnya.

Hazard akan melumat Bibir yang menjadi Candunya selama 2 hari ini.

tapi suara deringan HP terdengar membuat Aktivitas yang begitu intim ini berhenti. Hazard mengangkat panggilan itu, tapi tak melepaskan tangannya dari pinggang Anggiba.

"Ada apa?" Suara Hazard nampak berat dan datar.

Diam-diam Anggiba melihat rahang tegas dan brewok tipis milik Hazard, sejenak Ia baru sadar kalau suaminya ternyata tampan dan gagah.

"dia tampan, tapi membuat aku selalu kesakitan bila menyatu dengannya, tampan tidak menjamin dia tidak akan menyakiti aku." batin Anggiba.

Hazard yang tahu Anggiba melihatnya, menatap balik Anggiba yang langsung menunduk. Membuat senyum tipis Hazard terbit di bibirnya.

"Hmm baiklah saya akan segera kesana,siapkan kamar, mungkin saya perlu menginap selama satu minggu untuk menyelesaikan masalah ini."

Mendengar itu hati Anggiba merasa lega dan refleks mendongak membalas tatapan datar Hazard.panggilan itu berakhir setelah Hazard berkata demikian.

"Kamu senang?" tanya Hazard.

"hah,te–tentu saja tidak,Tuan akan pergi, bagaimana mungkin aku senang,"kata Anggiba tertawa sumbang di akhir kalimatnya.

Hazard hanya mengangguk pelan." Selamat, malam ini kamu bebas dan selama seminggu tak ada saya disini."

Hazard menelisik reaksi Anggiba yang nampak lebih ceria dari pada tadi yang ketakutan setengah mati.

saat Hazard mengatakan itu tentu Anggiba merasa senang, tapi sebuah pertanyaan tiba-tiba mendarat di otak kecilnya dan tanpa takut ia mengutarakan isi pikiran nya.

"Jika tuan pergi selama seminggu, nanti Nyonya besar bisa main kasar sama aku, apa tuan akan melindungi aku dari Nyonya besar?"

"Memangnya mama suka memukul kamu?" tanya Hazard.

Anggiba menggeleng pelan."tidak Tuan, tapi berjaga-jaga saja kalau Nyonya besar kesal sama aku, nanti dia mukul aku atau mungkin mencambuk, atau lebih parah dari itu!?"seru Anggiba wajahnya pucat pasi mengingat hal kejam yang akan mendatang.

Tangan Hazard menangkup kedua pipi Anggiba membuat bibir wanita itu manyun sambil matanya mengerjap beberapa kali.

Sungguh mengemaskan.

"Saya akan suruh bawahan saya mengawasi kamu, dan lagi, kamu tidak akan bisa kabur dari sini, jadi jangan berharap banyak bisa kabur, mengerti," peringat Hazard, sepet tahu rencana Anggiba.

"apa dia cenayang? dia tahu isi pikiranku? kalau begitu Hazard cabul, mesum, tolol, ngak punya hati, kejam! "

Lain halnya dengan hatinya yang memakai, wajahnya malah memperlihatkan kepolosan yang tiada tara.

"Baik," hanya itu yang keluar dari mulut Anggiba.

Anggiba kembali terkejut saat di perlakukan lembut, mulai dari dahi Hazard menciumnya, lalu turun ke hidung, pipi, dan terakhir bibir yang menjadi candu.

Hazard mencium Anggiba begitu lembut, tak seperti biasanya yang penuh gairah dan brutal.

Kali ini Anggiba dapat merasakan rasa ini, ternyata manis dan memabukkan.

Tangan itu menggantung di leher Hazard dan naik meremas rambut Hazard pelan tapi penuh ritme.

Saat Anggiba akan membalas wajah Hazard menjauh meninggalkan benang bening di bibir.

"Saya akan lanjutkan setelah pulang, saya pastikan kamu tidak akan bisa berjalan," bisik Hazard seperti mengancam.

Setelah berkata demikian Hazard pergi begitu saja meninggalkan Anggiba yang mematung.

Dan detik berikutnya Ia sadar Hazard telah pergi, Ada rasa senang namun hampa.entahlah, apa yang Ia rasakan ini, sungguh, Ia sama sekali tak mengerti.

Dan Hana pun datang."Nyonya, malam ini–"

"Temani aku tidur Hana, aku takut dia nanti datang."

Hana nampak cengo tak mengerti,tapi otaknya tiba-tiba berkata mungkin yang dimaksud tuan Hazard, meskipun Ia tidur bersama wanita itu, bila Hazard menyuruhnya keluar ya, dia bakalan keluar.

Hana hanya mengangguk sebagai jawaban.

Kini Hana duduk di samping Anggiba."Kenapa kamu tidak naik ke kasur, ayo tidur disini,"tangan Anggiba meraba samping kasur yang kosong.

"Maaf Nyonya, saya bisa tidur di sofa, itu tempat tidur Tuan Hazard, saya tidak bisa, tapi saya akan menemani Nyonya disini sampai tidur. "

Anggiba mengangguk pelan tak memaksa Hana."Baiklah kalau itu mau mu, Hana."

"Iya Nyonya."

"Apa saja yang tidak di sukai Nyonya besar?" tanya Anggiba.

"tidak di sukai Nyonya besar ya," Hana menatap Anggiba yang mengangguk, Hana senang Anggiba menanyakan soal ini, karena ke depannya Anggiba bisa berhati-hati.

"Nyonya besar itu terlalu perfeksionis, semua tidak boleh bertabrakan, mulai dari cara pakaian, riasan, warna baju yang harus senada dengan sepatu, dan make up yang harus cocok dengan baju yang di pakai, ruangan yang di tata harus rapi, bersih, wangi, dan memanjakan mata akan keindahan ruangan itu, Nyonya juga tidak suka melihat orang jorok, atau yang bikin tempat ini berantakan."

"ooh begitu, lalu Nyonya besar tidak suka makan apa, dan apa ada alergi terhadap makanan?" tanya Anggiba lagi.

"Nyonya besar tidak suka makanan yang terlalu lembek dan berair, contohnya seperti bubur yang terlalu encer, atau buah yang terlalu matang,sayur yang pahit seperti pare, oh ya, Nyonya juga tidak suka daging kambing. Nyonya besar Alergi udang dan makanan Seafood lainnya."

Anggiba kembali mengangguk."Apa Nyonya besar juga akan membenci aku atau mungkin akan di usir bila melanggar semua itu?"tanya Anggiba hati-hati.

"Iya, apalagi kalau Nyonya muda bangunnya siang, bisa habis nyonya." ujar Hana.

Malam itu mereka ngobrol banyak sekali, topik mereka juga tak berhenti di situ-situ saja, sesekali mereka tertawa sampai lupa waktu.

Dan mereka tertidur.

*****

sepasang suami istri yang di kenal datar dan dingin ini duduk di meja makan, dan hal yang mereka cari adalah keberadaan sang menantu.

"Kenapa wanita rendahan itu tidak menyambut kita!" kesal mama Helena.

"Maaf Nyonya besar, Nyonya baru masih tidur," ucap salah satu pelayan di sampingnya.

wajah keduanya nampak mengeras, karena mereka tak suka orang yang tidak disiplin.

Seru nggak sih kalau Anggiba lawan mertuanya?

spam 🩵 disini untuk Anggiba?

Jangan lupa like dan bintang limanya yah, kasihanilah penulis UMKM ini🫠

1
merry
ternyata mrk dh knl dr kcil tah 🤔🤔🤔
merry
anggi ditolong org lain atau sembunyi ya,, moga ku lg 5 thnm dann anggi sudh kuat tanggung untuk ngelawan Hazard dan kluarga y
merry
jahat ya kluarga suami gi gi,,,
Micheil gendox
sesama wanita kok meleceh kan wanita.
Micheil gendox
gk masuk ceritanya. masa ceritanya pelecehan terhadap wanita
Micheil gendox: tpi ya masuk akal dong. semut ke injak aja masih mau menggigit apalagi manusia.
lo kan wanita? masa lo juga mau dilecehin kaya cerita lo
total 2 replies
merry
pedes bgt mulut tuan azan tar di kerekn sm Tuhan br nyahok kmu tuu
Micheil gendox
cerita kok isiny pelecehan sama wanita yang tk punya
Micheil gendox
cerita busuk merendahkan martabat wanita aja.
farik muhammad
Masih banyak tulisan typonya
liyana;IG. Studio liyana: Terima kasih, nanti aku revisi🙏🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!