NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romansa
Popularitas:32.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara memutus hubungan setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Sebuah Janji

Seroja terdiam beberapa detik sebelum akhirnya kembali memijat kaki Ryu.

"Kenapa kau bertanya seperti itu?" tanya Seroja akhirnya. Suaranya tetap lembut dan tenang.

"Aku hanya penasaran," jawab Ryu. "Biasanya kau jadi dukun beranak di kampung. Tapi di kota... kau tahu sendiri, banyak bidan dan dokter."

Seroja tersenyum tipis sambil mengoleskan minyak di kaki Ryu. "Menurutmu, aku harus bagaimana?"

Ryu memandang Seroja yang kembali memijat kakinya. "Aku gak masalah kalau kamu mau bekerja, mau diam saja di rumah jadi ibu rumah tangga, atau... menempuh pendidikan. Semuanya terserah kamu. Yang penting kamu tetap menjaga dirimu."

Lalu ia cepat-cepat menambahkan. "Jangan khawatir. Kalau kamu bekerja atau melanjutkan pendidikan, aku gak bakal mengurangi jatah bulananmu. Gajimu tetap milikmu pribadi. Dan kalau kamu melanjutkan pendidikan, aku bakal tanggung seluruh biayanya."

Seroja akhirnya menatapnya. Ia tak menyangka Ryu akan bicara seperti ini. Pria itu memberinya ruang untuk berkembang dan memilih.

Ryu mengangkat sebelah alisnya. "Kenapa lihat aku kayak gitu?"

Seroja akhirnya tersenyum. Tangannya tetap memijat. "Aku gak nyangka kamu begitu fleksibel."

Ryu menyipitkan matanya. "Apa kau pikir aku tipikal suami patriarki?"

Seroja memiringkan kepalanya, memerhatikan Ryu dengan cermat. "Di luar sana kamu terlihat seperti CEO datar, dingin dan dominan, jadi wajar 'kan kalau aku berpikir seperti itu?"

"Aku bukan orang seperti itu," tegas Ryu datar. "Istriku adalah orang yang mendampingiku dalam suka dan duka. Berjalan di sisiku. Bukan pembantu yang mengurus rumah dan kebutuhanku. Apalagi mesin pencetak anak untuk meneruskan keturunan."

"Baguslah," sahut Seroja lega.

"Jadi, apa rencanamu?" Ryu kembali pada pertanyaan yang belum dijawab Seroja. Ia masih penasaran.

Seroja berhenti memijat. "Aku ingin melanjutkan pendidikan," putusnya mantap.

"Mau kuliah di mana?" tanya Ryu.

Mendengar cerita neneknya, ia memang yakin Seroja ingin melanjutkan pendidikannya.

"Biar nanti Jordi yang urus," lanjutnya.

"Tidak perlu merepotkan dia. Aku bisa sendiri."

"Oke, terserah kamu. Kalau perlu apa-apa tinggal bilang."

"Hm." Seroja memutar pergelangan kaki Ryu perlahan. "Masih sakit gak?"

"Nggak," sahut Ryu.

"Sudah selesai." Seroja menurunkan kaki Ryu. "Ngomong-ngomong... kalau kita cerai, kamu bakal tetap membiayai pendidikanku?"

Rahang Ryu menegang samar. "Kenapa? Kamu mau cerai dariku?"

Nada suaranya datar, menyembunyikan perasaannya. Entah mengapa ia tak suka saat Seroja menyinggung soal cerai.

"Aku cuma membahas kemungkinan." Seroja menutup botol minyaknya. "Karena sepertinya kau sangat mencintai selingkuhanmu itu."

"Aku gak pernah selingkuh," tegas Ryu. "Aku tidak ingat kalau aku sudah menikah. Jadi itu gak bisa dibilang selingkuh."

Dari nada bicaranya, jelas ia tidak suka saat dibilang selingkuh.

"Oke, oke. Nggak selingkuh karena tidak ingat," kata Seroja mencoba menurunkan ketegangan. "Jujur saja, kau mencintainya 'kan?"

Ryu menatap ke arah jendela yang gordennya masih terbuka. "Kami sudah mengenal selama enam tahun. Pacaran lima tahun," papar Ryu. "Kau pikir kenapa kami masih bertahan selama itu?"

Seroja tersenyum, tapi tak sampai ke mata. Selama lima tahun mereka tetap bersama, berarti karena mereka saling mencintai.

"Lalu, kenapa kau tidak membatalkan pernikahan kita? Kenapa memilih menjalani pernikahan denganku selama satu tahun kalau kau mencintainya dan merasa asing denganku?" cecar Seroja.

Ryu tak langsung menjawab. Tangannya di atas paha terkepal perlahan.

"Bagaimanapun, aku sudah menikahimu sebelum aku mengenal Clara. Meski aku tidak mengingat kamu, tapi fakta bahwa kau adalah istriku tidak bisa diubah."

Seroja diam, mendengarkan.

"Semua orang bilang aku bersikeras menikahimu," lanjut Ryu. "Jadi aku ingin tahu, kenapa dulu aku seperti itu." Ryu menatap Seroja lurus. "Aku ingin tahu, apa yang istimewa darimu hingga aku begitu ingin memilikimu."

Namun dalam hati ia melanjutkan, "Selain itu, karena Nenek akan mengusirku jika aku bersikeras membatalkan pernikahan kita. Dan aku juga penasaran, apa yang nenek lihat darimu hingga begitu bersikeras mempertahankanmu di sisiku."

"Kalau begitu, apa kau akan berusaha mencintai aku?" Seroja menatap Ryu dalam-dalam.

Ryu tak langsung menjawab. Mata mereka bertemu. Ia bisa melihatnya, wajah dan sorot mata Seroja tetap tenang meski serius.

"Ya," jawab Ryu akhirnya, singkat. "Lalu, bagaimana denganmu?"

"Aku?" Seroja menunjuk dirinya sendiri. "Itu tergantung padamu," katanya pelan.

"Maksudmu?" desak Ryu.

"Jika kau bisa melupakan dia dan memberikan hatimu padaku..." Seroja berhenti sebentar. "maka aku pun akan memberikan seluruh cinta dan hidupku untukmu."

Sejenak tak ada lagi yang bicara. Yang terdengar hanya deru halus suara pendingin udara.

Seroja akhirnya mengembuskan napas pelan. "Sudah malam. Aku mau tidur."

Tanpa mengatakan apapun lagi, Seroja berjalan menuju lemari mengambil baju tidurnya, lalu masuk ke kamar mandi.

Ryu terdiam di tempatnya. Matanya tertuju pada pintu kamar mandi yang baru saja tertutup.

Pertanyaan Seroja dan jawabannya tadi terus mengiang di kepalanya.

"Kalau begitu, apa kau akan berusaha mencintai aku?"

"Ya."

Entah kenapa ia refleks menjawab 'ya' saat melihat mata gadis itu. Ia memejamkan mata sejenak. Tapi kalimat Seroja yang lain kembali terngiang.

"Jika kau bisa melupakan dia dan memberikan hatimu padaku, maka aku pun akan memberikan seluruh cinta dan hidupku untukmu."

Ryu membuka matanya. "Kenapa kalimat itu terasa seperti sebuah janji?"

Lamunan Ryu buyar saat ponsel Seroja di atas nakas berdering. Nama Tony muncul di layar.

"Tony?" gumam Ryu.

Entah mengapa, Ryu merasa terganggu melihat laki-laki lain menghubungi istrinya.

 

...🔸🔸🔸...

...“Cinta bukan tentang siapa yang datang lebih dulu, tapi siapa yang akhirnya menetap di hati.”...

...“Yang paling sulit bukan memulai hubungan, tapi melupakan seseorang demi mencintai yang baru.”...

...“Jika hati diberi kesempatan untuk mengenal, perlahan ia akan belajar memilih tempat untuk pulang.”...

..."Nana 17 Oktober "...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Fadillah Ahmad
Yaaa maka dari itu Ryu, kamu harus mencari tau dong! Jangan diam saja! 😂😂😂
Puji Hastuti
Ryu kamu lucu😄😄😄😄
Sri Hendrayani
cemburu sm ingin tau beda tipis
Anitha Ramto
hahahaah Ryuh kamu itu Cemburu tapi gengsumu ketinggian sehingga tidak mau mengakuinya,ayo selidiki setiap Pria yang dekat dengan istrimu..Seroja banyak yang ngincer lho
Hanima
Lanjut Ryu
asih
iya gak cemburu Ryu tapi kamu jealous 😅😅😅 di luar kamu datar kayak triplek di dalam kebakaran 🤣 terus saja kamu jaga gengsimu ya biar seroja di ambil Evan atau tony 😅😅

cinta masa kecilmu Masih menyala di dlm hatimu Ryu makanya kamu tidak selera saat Clara mepet mepet ke kamu
Dek Sri
Ryu mengaku saka kalo kamu cemburu
Siti
kata orang orang cinta itu buta ,maka Ryu gak merasa🤣🤣🤣🤣🤣
abimasta
dan cemburu itu sangat menyiksa thor
Yunita Sophi
VOTE untuk kak Nana....
SELAMAT IDUL ADHA kak Nana...🐂🐏🐑 MOHO MAAF LAHIR dan BATIN
🌠Naπa Kiarra🍁: Selamat Idul Adha juga, Kak.
Minal Aidin walfaizin 🙏
total 1 replies
Yunita Sophi
wah Seroja keren jago naik motor sport rupa... Ryu kaget dikira Seroja orang kampung kampungan banget gitu kan...?😄
Sugiharti Rusli
wah kalo urusannya sama Seroja, si Jordi apa akan senang" saja dia menyelidikinya tuh, tibang disuruh-suruh urusan Clara yang banyak maunya🤭🤭🤭
Sugiharti Rusli
bahkan nenek Hanifah sendiri pun ga ada info detil tentang cucu sang sahabat itu yah
Sugiharti Rusli
ko jadi penasaran juga sama latar belakang si Seroja yang penuh kejutan dan tidak sesederhana tampilan dimuka
Sugiharti Rusli
kalo begitu dulu dia kuliahnya di mana dan si Tony itu tinggal di mana sebenarnya sih,,,
Sugiharti Rusli
wah apa betul si Seroja baru ke kota itu saat ini yah,,,
abimasta
kamu sendiri aja yang menyelidikinya ryu
Puji Hastuti
seneng liat mereka akur 🤭
Anonim
Ryu berangkat ke kantor, Seroja mengantar hingga ke mobil.

Seroja mengganti celanya dengan celana jins dan mengenakan jaket kulit.

Seroja beneran naik motor sport, Muji berdecak kagum melihatnya.

Itu Nenek tahu kalau Seroja bukan gadis sesederhana yang mereka lihat atau pikirkan. Dan harus bersiap dengan kejutan-kejutan dari Seroja.

Jordi mendapat tugas penting dari Ryu - untuk menyelidiki istrinya.
Anonim
Ryu mendengar Seroja mengatakan kalau Tony yang mengajari naik motor sport, cemburu pastinya.



Dipikirannya bebas menafsirkan bagaimana Tony yang sedang mengajari Seroja naik motor sport.

Nenek melihat reaksi Ryu setelah mendengar itu.

Seroja menjawab pertanyaan dari Nenek. Tony, temannya.

Tony bisa dibilang teman dekat. Begitu penuturan Seroja.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!