NovelToon NovelToon
Hantu Tampan Yang Tinggal Disebuah Patung

Hantu Tampan Yang Tinggal Disebuah Patung

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mata Batin / Hantu
Popularitas:485
Nilai: 5
Nama Author: Widianti dia

Leonel adalah seorang hantu yang bersemayam di dalam patung.
Keberadaannya sudah bertahun-tahun lamanya dan tidak pernah keluar menampakkan wujudnya pada siapa pun.
Sampai suatu hari ada seorang wanita yang mengusik keberadaannya, sehingga dia terpaksa keluar dan menampakkan wujud aslinya, seorang hantu tapi tampan meskipun dengan wajah pucat, dia memang tidak bisa dilihat oleh mata awam kecuali orang itu sama energinya dengan hantu Leo, pasti manusia itu akan melihatnya seperti wanita yang mengusiknya hari itu ternyata sama energinya dengan hantu leo.
jadi siapakah yang bisa melihat leonel.

kalau mau tau ikutin kisahnya ya teman-teman ☺️🙏

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Widianti dia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Draft

Arun tetap terdiam, namun kebisuan itu bukan berarti ia pasrah. Di dalam kepalanya, ribuan pikiran berputar kencang. Ada satu keinginan kuat yang membara di dadanya, tekad yang bulat untuk menyelamatkan orang yang disayanginya meskipun dia sudah arwah.

Ia tidak bisa membiarkan Leo terjebak selamanya di dunia arwah yang paling bawah, di alam yang gelap dan penuh penderitaan. Arun tahu, kalau Leo menyerah sekarang, nasibnya akan sangat buruk. Ia harus membawa Leo keluar dari situasi ini.

Tapi caranya bagaimana?

dalam hati kecil Arun bertanya.

Mata Arun menatap sekeliling, lalu berhenti tepat pada patung keramik berbentuk dewi tempat mereka bersembunyi saat ini. Ini adalah satu-satunya wadah tempat jiwa Leo bisa berpijak sementara.

"Satu-satunya jalan..." batin Arun bergejolak. "Setelah aku keluar dari gudang ini dan kembali ke tubuhku, aku harus minta tolong Pak Dimas... keponakan Leo."

Arun menggerakkan gigi, air matanya kini berhenti mengalir, digantikan oleh tatapan yang penuh tekad.

Dia berencana akan meminta Dimas untuk mengambil patung dewi ini dan membawanya keluar dari rumah sakit ini. Hanya dengan begitu Leo bisa ikut terbawa, bisa pindah tempat, dan mungkin... hanya mungkin saja, ada jalan lain untuk menyelamatkan jiwa orang yang disayangi Arun itu, agar tidak terusir ke alam yang paling gelap.

"Leo tunggu ya..." bisik Arun dalam hati. "Arun janji bakal bantu Leo. Arun nggak bakal biarin Leo sendirian di sini."

Arun tahu, satu-satunya cara untuk menyelamatkan jiwa Leo saat ini adalah dengan menjaga wadah tempat mereka bersembunyi sekarang. Patung keramik berbentuk Dewi itu bukan sekadar benda mati, bagi Leo saat ini, patung itu adalah pelindung, adalah rumah sementara yang menjaga agar energinya tidak buyar atau terseret ke alam yang lebih rendah.

"Besok pagi, saat Arun balik ke tubuh Arun... Arun bakal minta tolong Dimas. Keponakan Leo yang baik itu pasti mau bantu," batin Arun merancang strategi dengan cepat.

Dia sadar, mereka tidak bisa selamanya bersembunyi di rumah sakit yang angker itu. Patung itu harus dipindahkan. Harus dibawa keluar dari tempat yang penuh energi negatif ini ke tempat yang lebih baik, lebih tenang, dan lebih aman. Hanya dengan begitu, jiwa Leo bisa tetap terjaga dengan baik dan memiliki kesempatan untuk terus berjuang bermeditasi lagi, menuju ketenangan yang sejati sampai kedua orang tuanya menjemputnya nanti, rasa sayang Arun ke Leo hanya bisa membantu Leo bersama dengan kedua orang tuanya.

Dalam hati Arun berkata, "Leo aku akan berusaha dan mencari jalan, perjuangan Leo gak akan sia-sia untuk bertemu kedua orang tua Leo, meskipun kita nantinya akan terpisah selamanya aku sudah berusaha belajar iklas karena bagaimana pun kita tidak mungkin bisa bersama...." Tak terasa air mata Arun berlinang deras membanjiri pipinya.

Disaat bersamaan Leo menoleh kearah Arun.

Jantungnya seakan terhenti berdetak sesaat, saat melihat butiran air mata bening itu kembali jatuh membasahi pipi orang yang dicintai dan disayangi nya. Arun menangis dalam diam, namun isaknya terasa begitu menyayat hati.

Melihat itu, rasa sedih di dada Leo semakin menjadi-jadi, bahkan jauh lebih perih daripada rasa lelahnya sendiri.

"Maafin Leo, Run... Maafin Leo karena harus bikin kamu sedih kayak gini," batin Leo berteriak, penuh rasa bersalah yang luar biasa.

Dia tahu, Arun menangis bukan karena takut, tapi karena sayang padanya. Arun menangis karena tidak ingin berpisah, dan itu justru membuat hati Leo hancur berkeping-keping. Leo ingin sekali menghapus air mata itu, ingin memeluk Arun erat-erat dan berjanji akan selalu ada, tapi ia sadar betul... ia hanyalah bayangan, hanyalah arwah yang tak berwujud nyata.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!