Bayu Rangga Alexander, seorang pengacara handal yang banyak memenangkan kasus persidangna di usianya yang masih terbilang muda. Semuanya terlihat sangat sempurna, jika saja dia bukan seorang cassanova.
Bermain wanita hanya untuk kepuasan semalam sudah biasa dia lakukan. Alasannya hanya satu, dia tidak pernah mau terikat dengan siapapun. Menganggap jika semua wanita hanya akan menginginkan hartanya, Bayu tidak percaya akan ketulusan cinta.
Hingga suatu malam seorang wanita beranjak naik ke atas ranjangnya, menemani malamnya, memuaskannya, tapi sama sekali tidak meminta bayaran, hal yang membuat Bayu merasa aneh hingga dia cukup penasaran.
Wanita bernama Viona itu menolak kehadirannya, menolak keras untuk tidur kembali dengan Bayu meski pria itu akan membayarnya mahal. Dia memilih untuk pergi dan tidak berurusan dengan Bayu lagi.
"Aku tidak meminta bayaran, karena aku sengaja memanfaatkanmu untuk tidur denganku. Jangan ganggu aku lagi!"
"Sial wanita itu berani sekali menolakku!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bertemu Di Restoran
Viona duduk bersandar di tempat tidurnya, menatap Velia yang sudah tertidur lelap. Anaknya sudah berusia dua tahun, dan ternyata selama ini Viona sudah banyak melewati rintangan dan perjuangan membesarkan Velia seorang diri. Namun dia berhasil, Velia tumbuh dengan sehat, lucu, dan pintar. Namun tetap ada hal yang mengganjal di hatinya, ketika Raisa bertanya tentang siapa Ayah Velia, maka Viona tidak berani memberitahu siapapun siapa sebenarnya Ayah Velia.
"Dia membayarku untuk malam itu, dan itu sudah menjadi hal yang membuat aku menanggung semuanya. Karena kesalahan malam itu juga karena aku yang memulai duluan. Seharusnya memang dia tidak perlu tahu tentang Velia, dan aku pun tidak akan meminta pertanggungjawaban apapun padanya"
Bayu sudah pernah berkata dan menilai dirinya sama dengan perempuan lain yang sering dia tiduri. Maka Viona tidak akan memiliki satu kesempatan lagi untuk sekadar memberitahunya tentang Velia. Karena dia tahu jika hubungan satu malam yang di bayar, sudah jelas melepaskan semuanya, berakhir tanpa keterikatan. Seperti pertemuan yang tanpa perkenalan.
Suara hujan bergemuruh diluar sana, beberapa percikan air mengenai kaca jendela. Kilat dan suara petir menimbulkan suasana semakin hening. Kegiatan diluar sana tidak terlalu ramai karena hujan yang deras, meski ini adalah akhir pekan.
Lampu mati seketika, hal ini sudah biasa bagi Viona yang tinggal disini. Dia sudah tidak panik lagi karena mati lampu, sudah menyediakan lampu cas cadangan agar penerangan tetap aman.
Menatap anaknya yang terlelap memeluk guling kecil miliknya. Viona mengelus lembut kepala Velia. "Nanti kalau Ibu ada uang lebih, kita pindah dari Apartemen ini ya Vei. Biar tidur kamu tidak terganggu dengan mati lampu"
Gajinya bukan tidak cukup, tapi banyak pengeluaran yang harus Viona penuhi. Hingga bisa bertahan saja dan anaknya masih bisa makan bergizi dan pakaian yang layak, itu sudah cukup bagi Viona. Karena hidup di Ibu Kota seperti ini tidak mudah, semua biaya kehidupan tidak murah.
Pagi hari kegiatannya masih sama, bersiap bekerja, memandikan anaknya dan menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Velia selalu makan dengan lahap dan anteng, membuat berat badannya selalu naik setiap bulan. Tubuhnya gembil dan sangat menggemaskan, dengan kulit putih, bola mata cokelat yang di sertai bulu mata lentik. Sama persis dengan Bayu. Semakin tumbuh besar Velia semakin menunjukan signifikan kemiripan dengan Ayahnya.
"Vei, nanti harus nurut sama Nek Aminah ya. Jangan nakal, Vei 'kan anak baik"
Velia mengangguk dengan tangan masih penuh dengan makanan. Viona hanya tersenyum melihat anaknya yang makan dengan lahap apapun menu makanannya. Setelah Velia selesai makan, Bu Aminah datang dan Viona pun menyerahkan Velia, dia segera pergi bekerja.
Hari ini ada jadwal dia pergi ke lokasi proyek Perusahaan bersama Pak Hermawan. Viona hanya mengikuti Pak Hermawan dan mencatat semua yang harus di tambahkan dalam pembangunan ini.
"Vio, kamu boleh balik ke Kantor duluan. Saya mau makan siang bersama istri saya dulu, kebetulan dia sedang berada di sekitar sini"
"Ah, baik Pak"
Viona pergi menggunakan taksi, dia tidak langsung kembali ke Kantor tapi berhenti di sebuah Restoran yang sejak kuliah, dia selalu ingin masuk dan makan di Restoran itu. Tapi dia tidak berani karena tahu hara makanan di Restoran berbintang seperti ini, pasti mahal.
"Tidak papa kali ya menyenangkan diri sendiri untuk sekali-kali"
Bahkan mengeluarkan uang hanya untuk kesenangan dan keinginan dirinya sendiri saja, Viona selalu banyak berpikir. Karena bebannya bukan hanya tentang keinginan dan kebutuhannya, tapi semua kebutuhan anaknya juga. Sebentar lagi Velia akan memasuki usia sekolah, dan Viona harus sudah mempunyai tabungan untuk sekolahnya itu. Meski masih beberapa tahun lagi, tapi dia benar-benar memikirkan semuanya untuk anaknya itu.
Setelah berpikir beberapa menit di depan Restoran itu, akhirnya Viona melangkah masuk. Harum dari aroma ruangan tercium langsung. Sambutan selamat datang dari pelayan begitu ramah. Viona mengedarkan pandangan ke seluruh ruangan, tempat ini benar-benar mewah, seperti dalam drama yang sering dia tonton.
Suasananya juga benar-benar menenangkan. Viona merasa kedamaian dan ketenangan saat berada disini.
"Silahkan Nona, mau duduk dimana? Atau mungkin sudah reservasi?"
Nona? Ah, pertama kalinya aku di panggil Nona hanya karena masuk Restoran. Apa mungkin tempat makan orang kaya memang seperti ini ya.
"Em, saya belum reservasi. Apa bisa makan disini?"
"Tentu, mari ikut saya ke meja yang masih kosong"
"Baik"
Viona mengikuti pelayan itu yang membawanya ke meja di sudut ruangan dekat dengan jendela. Bahkan tempat duduknya memakai sofa yang cukup privasi juga.
"Ini menunya, untuk yang best seller yang ini dan ini" ucap pelayan sambil menunjuk beberapa menu.
Viona membuka-buka buku menu itu, melihat harga makanan yang memang sangat mahal. Mencari menu yang cukup memadai dengan uangnya, Viona menunjuk satu menu makanan dan juga minumnya.
"Baik, tunggu sebentar ya Nona. Kami akan segera mengantarkan pesanan anda"
Viona hanya mengangguk dan tersenyum saja, melihat beberapa pelanggan yang datang ke Restoran ini memang bukan orang biasa. Semuanya tentu dari kalangan atas.
"Nanti kalau Ibu ada lebih uang, Ibu akan ajak Velia kesini juga ya Nak"
Pesanan makanannya datang, Viona memakan makanan itu dengan merasa sayang ketika mengingat harganya. Tapi dia mengakui jika rasa makanannya sesuai dengan harganya.
*
Bayu baru saja masuk ke dalam Restoran miliknya, sang manager langsung datang menghampirinya. Sudah lama juga dia tidak mengecek tentang Restoran ini. Keuangan dan penjualan juga.
"Tuan Bayu, selamat datang. Ada yang bisa di bantu?"
"Laporan bulan ini sudah siap?"
"Em, mohon tunggu sebentar, saya akan siapkan dulu"
Bayu tidak menjawab, dia hanya menggerakan tangannya untuk manager Restoran itu pergi dan menyiapkan apa yang dia butuhkan. Bayu berjalan ke arah tangga, berniat pergi ke lantai atas, tapi sudut matanya seperti melihat seseorang yang familiar. Dia menghentikan langkahnya dan menatap ke arah meja di ujung ruangan dekat jendela itu.
Seorang perempuan sedang makan sendirian disana, hal yang Bayu tidak menyangka jika dia akan datang ke Restorannya ini. Senyum devils tersirat di wajahnya.
"Akhirnya kau sendiri yang datang mendekati padaku"
Bayu berjalan ke arahnya, kehadirannya masih belum di sadari. Duduk di sofa depan Viona yang masih fokus makan. Tentu wanita itu terkejut saat ada yang duduk di depannya, lebih terkejut lagi saat melihat siapa yang duduk disana.
"Ternyata kau sendiri yang datang menemuiku?"
Viona terdiam, selera makannya langsung hilang. Tatapan mata jelas menunjukan dia sangat terkejut dan berakhir bingung harus melakukan apa.
"Masih banyak meja lain, kenapa kamu duduk disini? Bisa pesan meja yang lain saja untuk makan"
Bayu hanya terenyum dengan tangan bertumpu pada meja menopang dagunya. Menatap Viona dengan lekat.
Bersambung
belum menemukan yang benar-benar menerima apa adanya dengan keadaan seorang diri,,,
😭😭
ditunggu lanjutannya Thor 🙏