NovelToon NovelToon
Sistem Saldo Eksekutor

Sistem Saldo Eksekutor

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Thriller / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: Sistem One

[Eksekusi penjahat berhasil! 1 Milyar telah dikirim.]

Luis, pengacara miskin yang selalu dihina karena tak pernah memenangkan kasus, mati tertabrak saat pulang.

Namun ia kembali ke masa lalu bersama Sistem Saldo Eksekutor, sistem misterius yang memberinya hadiah uang setiap kali berhasil mengeksekusi kasus dan menjatuhkan para penjahat.

Dari pengacara gagal, Luis mulai bangkit menjadi sosok mengerikan di balik hukum.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sistem One, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4: Fitur Sistem

DING!

​Layar transparan itu muncul kembali, melayang di depannya. Kali ini, ia bisa melihat menu yang lebih detail.

​[Status Inang]

Nama: Luis

Usia: 18 Tahun (Status: Pelajar SMA)

Saldo Saat Ini: Rp 0

Poin Eksekusi: 0

​[Fitur Sistem: Menu Sabotase & Eksekusi]

​Penyadap Jaringan Global: Rp 500.000.000 per sesi. (Menyadap seluruh percakapan target tanpa terdeteksi).

​Manipulasi Bukti Digital: Rp 2.000.000.000 per file. (Mengubah rekaman, dokumen, atau data apa pun secara permanen).

​Pembelian Informasi Rahasia (Black Market Data): Rp 1.500.000.000 per paket.

​Alibi Palsu Sempurna: Rp 5.000.000.000 per kejadian.

​Sabotase Kendaraan/Peralatan Otomatis: Rp 800.000.000 per target.

​Luis menyipitkan mata membaca daftar harga tersebut. Angka-angkanya sangat gila. Ratusan juta hingga miliaran rupiah hanya untuk satu kali penggunaan fitur. Sebagai siswa SMA berusia 18 tahun yang uang sakunya saja sering pas-pasan, angka ini terasa mustahil.

​Namun, di bawah daftar harga itu, ada catatan tambahan:

​[Misi Tersedia: Eksekusi Target Level 1 - Penjahat Kelas Teri di Lingkungan Sekolah/Sekitar. Hadiah: Rp 50.000.000 per eksekusi.]

​Luis mengepalkan tangannya. Di kehidupan sebelumnya, ia percaya bahwa kebenaran harus diperjuangkan dengan kejujuran dan prosedur hukum yang benar.

Hasilnya? Ia mati mengenaskan di tangan orang kaya yang menertawakan idealismenya.

​"Kalian benar... di dunia yang busuk ini, uang adalah segalanya. Dengan uang, hukum bisa ditekuk, dan dengan uang, keadilan bisa dibuat," gumam Luis. Matanya kini tidak lagi memancarkan kebingungan, melainkan tekad yang dingin dan tajam.

​Ia melihat kembali daftar fitur sabotase yang harganya selangit itu.

Fitur-fitur ini bukan untuk menegakkan hukum, tapi untuk menghancurkan orang lain tanpa meninggalkan jejak.

Itu adalah cara main para penjahat yang dulu ia lawan, dan sekarang, ia akan menggunakan cara yang sama untuk memburu mereka.

​"Aku tidak akan menjadi pengacara yang baik kali ini. Aku akan menjadi eksekutor yang paling licik. Aku akan menggunakan uang untuk membeli kepala kalian satu per satu," desis Luis.

​Ia tahu sebentar lagi peristiwa yang menghancurkan keluarganya akan terjadi.

Orang-orang kaya itu akan mulai datang untuk menekan ayahnya agar menjual tanah ini.

Namun kali ini, mereka tidak akan menghadapi seorang pria paruh baya yang jujur, melainkan seorang remaja yang membawa sistem penghancur di kepalanya.

​Luis tersenyum tipis, sebuah senyuman yang penuh dengan dendam yang tersimpan rapi. Permainan baru saja dimulai.

Pagi itu, sinar matahari menerobos masuk melalui ventilasi kamar Luis, menyinari debu-debu yang beterbangan di udara. Luis sudah bangun sejak fajar menyingsing.

Ia menatap pantulan dirinya di cermin, seorang remaja berusia delapan belas tahun dengan seragam putih abu-abu yang masih bersih dan rapi.

Namun, sorot matanya tidak menunjukkan kenaifan seorang pelajar. Ada kedalaman yang gelap dan dingin di sana, sisa-sisa trauma dari masa depannya yang hancur.

​Setelah sarapan dalam diam di bawah tatapan hangat ibunya dan ocehan Luna tentang tugas sekolah, Luis berpamitan.

Ia menolak tawaran ayahnya untuk diantar dan memilih naik angkutan umum seperti biasa.

Di dalam angkot yang sesak dan pengap, Luis hanya menatap ke luar jendela, memperhatikan jalanan kota yang masih sama seperti ingatannya.

​Ia turun di sebuah persimpangan, beberapa ratus meter sebelum gerbang sekolah. Ini adalah jalan pintas melalui gang-gang sempit yang sering dilewati para siswa.

Saat ia melangkah masuk ke salah satu gang yang diapit dinding kusam penuh coretan grafiti, telinganya menangkap suara bentakan yang kasar.

​"Mana uangnya? Cepat, sialan! Kau mau kami hajar lagi, hah?!"

​Luis berhenti melangkah. Ia tidak langsung muncul. Sebaliknya, ia merapatkan tubuhnya ke dinding dan mengintip melalui celah dinding bata yang sudah berlubang dan rapuh.

​Di sana, di sebuah area buntu yang tersembunyi dari jalan utama, pemandangan yang memuakkan tersaji.

Seorang siswa laki-laki bertubuh kurus sedang tersungkur di tanah.

Punggungnya diinjak dengan keras oleh seorang remaja laki-laki berambut jabrik yang seragamnya dikeluarkan secara sengaja agar terlihat keren.

​Itu adalah Kenzo. Luis mengenalnya dengan sangat baik. Di masa SMA-nya yang dulu, Kenzo adalah raja kecil di sekolah.

Dia adalah tipe pembully yang paling berbahaya: memiliki kelompok yang loyal, tubuh yang kuat, dan yang paling penting, orang tuanya adalah donatur utama yayasan sekolah.

Guru-guru menutup mata, dan siswa-siswa lain menunduk ketakutan setiap kali Kenzo melintas.

​"A-ampun, Kenzo... Ini hanya tinggal segini. Ibuku sedang sakit, aku..." suara anak yang diinjak itu bergetar hebat, bercampur dengan isak tangis.

​Luis menyipitkan mata, memperhatikan wajah anak malang itu. "Rio..." gumam Luis pelan.

​Ingatannya berputar kembali ke masa lalu. Rio adalah anak pendiam yang prestasinya biasa-biasa saja.

Luis ingat, beberapa bulan sebelum kelulusan SMA dulu, sekolah digemparkan dengan kabar Rio yang tewas gantung diri di gudang belakang rumahnya.

Saat itu, beredar rumor bahwa ia depresi karena masalah ekonomi, namun Luis sekarang tahu kebenarannya.

Rio bukan bunuh diri karena kemiskinan, tapi karena jiwanya telah dibunuh perlahan-lahan oleh Kenzo.

​"Halah! Banyak alasan kau!" Kenzo merogoh saku celana Rio dengan kasar dan menarik keluar beberapa lembar uang lima puluh ribuan yang sudah lecek. "Hanya segini? Kau bercanda?"

1
Maul
duit duit duit 🤑💸💵💴💶💰💳
Aisha Miftah khaira
suhu🥶
Maul: /Frown//Grievance/
total 1 replies
Maul
Bunuh/Speechless/
Maul
pantau dulu
Maul
( ̄へ  ̄ 凸
Äï
loh kok 70? bkn nya hadiahnya 50?
Maul: kan di Bab 7 ada tambahan bonus 50 juta lagi kak. di pakai 30, Sisanya 70🙏🙏 terima kasih koreksinya🙏🙏🙏
total 1 replies
BaekTae Byun
bukannya udh di cash in trs 20 jt kasih rio ya
Maul: Hehe, Udah di revisi. terima kasih sudah membantu👍🙏/Smile/
total 1 replies
Maul
Karya pertama ☝
Maul
duidddddd 🔥🔥🔥🔥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!