NovelToon NovelToon
Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Aku Melepaskanmu Bukan Melupakanmu

Status: sedang berlangsung
Genre:Single Mom / Dokter / Menikah Karena Anak
Popularitas:114.3k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Saga Mahendra percaya satu hal, pengkhianatan tidak pernah memiliki alasan. Itulah yang ia yakini sejak hari ia melihat Sahira, wanita yang ia cintai, berpelukan dengan sahabatnya sendiri. Sejak saat itu, Saga memilih pergi. Meninggalkan cinta, mimpi, dan masa lalu yang terlalu menyakitkan.

Lima tahun kemudian, ia kembali. Bukan lagi remaja yang rapuh, tapi seorang dokter dengan hati yang telah membeku. Namun, takdir mempermainkannya. Sahira muncul kembali bersama seorang anak berusia empat tahun.

Waktu tidak pernah berbohong. Lalu, siapa ayah dari anak itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 34

Napas Aldi semakin tidak beraturan saat Saga terus menatapnya dengan penuh kemarahan. Tatapan pria itu benar-benar menekan. Seolah sedikit saja Aldi kembali berbohong Saga akan menghancurkannya malam ini juga.

Aldi akhirnya menundukkan wajah lemah.

“Aku bakal jujur…” Suara pria itu terdengar pelan dan berat.

Saga masih mencengkeram kerah bajunya kuat, “katakan!"

Aldi memejamkan mata sejenak sebelum akhirnya berkata,

“Malam ulang tahun kamu … Clara yang punya rencana.”

Tubuh Saga langsung menegang. “Apa?”

Aldi tertawa pahit. “Dia minta aku masukin obat ke wine kamu,”

Tatapan Saga langsung berubah penuh keterkejutan. Sementara Aldi melanjutkan dengan napas berat,

“Awalnya aku pikir cuma buat bikin kamu mabuk supaya Clara bisa dekat sama kamu malam itu…”

Tangannya mengepal kuat. “Tapi aku nggak pernah nyangka semuanya bakal sejauh itu.”

Rahang Saga langsung mengeras. Bayangan malam itu mulai kembali muncul samar di kepalanya.

“Aku bersumpah…” suara Aldi mulai bergetar, “aku nggak pernah tahu kalau setelah malam itu Sahira hamil.”

Tatapan Saga langsung berubah tajam lagi.

“Aku justru baru tahu beberapa hari lalu…”

Aldi menundukkan kepala penuh rasa bersalah.

“Waktu nggak sengaja denger Papa ngobrol sama kamu di rumah sakit.”

Ruangan apartemen kembali sunyi. Hanya suara napas berat Saga yang terdengar.

Pria itu perlahan melepaskan kerah Aldi lalu mundur beberapa langkah. Tatapannya kosong beberapa detik. Seolah sedang mencoba menerima kenyataan yang terlalu menyakitkan.

“Jadi…” Suara Saga terdengar rendah dan serak. “Selama ini…”Pria itu tertawa kecil penuh luka.

"Semua hidup ku dihancurin karena permainan kalian?”

Aldi langsung menunduk semakin dalam. “Aku terpaksa…”

Kalimat itu justru membuat Saga langsung menatapnya tajam lagi.

“Terpaksa?” Nada suara pria itu mulai dingin dan menyeramkan.

“Apa pun alasan kamu…” rahangnya mengeras, “kamu tetap ikut ngerusak hidupku, Aldi!”

“Aku kehilangan lima tahun sama Sahir.” Tatapan Saga memerah.

“Sahira menderita sendirian … dan aku hidup kayak orang gila karena terus mikir dia ninggalin aku demi pria lain," Suara pria itu mulai bergetar oleh amarah dan rasa sakit yang bercampur jadi satu.

Aldi tak mampu mengangkat wajahnya lagi. Sementara Saga akhirnya berjalan mendekat sekali lagi, tatapan pria itu jauh lebih dingin.

“Dengerin aku baik-baik ... mulai sekarang … jauhi keluarga aku.” Suara Saga terdengar pelan tetapi penuh ancaman.

“Jauhi Sahira, dan jauhi Sahir!" Dan kalimat berikutnya membuat Aldi benar-benar membeku.

“Kalau nggak…” Tatapan Saga berubah tajam penuh kemarahan.

“Aku bakal lupa kalau kamu sepupu aku sendiri.”

Napas Aldi langsung tercekat.

Sementara Saga akhirnya berbalik pergi meninggalkan apartemen itu begitu saja.

Brak.

Pintu tertutup keras.

Menyisakan Aldi yang masih berlutut di lantai dengan wajah pucat dan hati penuh penyesalan.

Saat pintu apartemen Aldi tertutup keras di belakangnya, Saga berjalan keluar dengan napas masih memburu.

Langkah Saga terdengar berat menyusuri koridor apartemen yang sepi malam itu. Namun, tanpa pria itu sadari seseorang berdiri tidak jauh dari sana.

Clara yang baru saja tiba di lantai apartemen itu langsung membeku saat melihat Saga keluar dari unit Aldi.

Wajah wanita itu langsung pucat. Jantungnya berdetak kacau.

“Saga…” Bisiknya pelan penuh keterkejutan.

Refleks Clara langsung mundur cepat lalu bersembunyi di balik dinding dekat lorong darurat.

Napasnya memburu, tangannya gemetar memegang tas kecilnya. Ia tidak menyangka Saga ada di sana malam ini.

Clara bisa melihat sesuatu telah terjadi. Tatapan Saga terlihat jauh lebih dingin dari biasanya.

Pria itu bahkan berhenti sejenak di tengah koridor sambil memejamkan mata frustrasi sebelum akhirnya kembali berjalan menuju lift.

Clara mengintip pelan dari balik dinding.

“Apa Aldi ngomong sesuatu…”

Pikirannya mulai panik sendiri. Saat suara lift terbuka terdengar Saga masuk ke dalam tanpa menyadari keberadaan Clara sama sekali.

Pintu lift perlahan tertutup. Dan begitu lift benar-benar turun Clara langsung keluar dari persembunyiannya dengan napas tidak tenang.

Wanita itu buru-buru berjalan menuju apartemen Aldi lalu mengetuk pintunya cepat.

“Aldi!”

Tak lama pintu terbuka. Dan Clara langsung terdiam saat melihat kondisi pria itu. Aldi masih berlutut di lantai ruang tamu dengan wajah kacau dan mata merah.

Seketika perasaan Clara berubah tidak nyaman.

“Apa yang kamu katakan sama Saga?” Suara wanita itu mulai terdengar panik.

Aldi justru mengangkat wajahnya perlahan dengan tatapan penuh kemarahan dan kelelahan.

“Pergi,”

Clara mengernyit. “Aldi—”

“Aku bilang pergi, ya pergi!” Bentakan pria itu membuat Clara langsung terdiam.

Aldi bangkit berdiri dengan napas berat.

“Semua udah hancur sekarang.”

Jantung Clara langsung berdetak semakin cepat. Tatapan Aldi penuh penyesalan dan amarah saat menatap wanita di depannya.

“Saga udah tahu semuanya.”

Wajah Clara langsung berubah pucat sesaat. “Apa?” Suaranya terdengar pelan namun tegang.

Aldi menatap wanita itu dengan napas berat.

“Saga tahu kamu yang nyuruh aku masukin obat malam itu.”

Tatapan Clara langsung berubah. Tetapi, ekspresi itu perlahan menghilang. Dan digantikan oleh senyum tipis yang membuat Aldi merinding.

“Cuma itu?”

Aldi mengernyit tidak percaya. “Clara, kamu nggak ngerti situasinya sekarang?!”

Clara justru melangkah masuk ke apartemen dengan santai lalu menutup pintu di belakangnya.

“Kamu pikir aku bakal takut?”

Tatapan wanita itu perlahan berubah dingin. “Kalau Saga benci aku…”

Clara tertawa kecil hambar. “aku tinggal pastiin dia nggak bisa balik ke Sahira.”

Napas Aldi langsung memburu.

“Kamu udah gila.”

Clara justru mendekat pelan.

“Dan kamu?” bisiknya pelan. “Apa kamu lebih baik dari aku?”

Jantung Aldi langsung berdetak kacau, tatapan Clara berubah tajam.

“Mau aku bongkar semuanya?”

Tubuh Aldi langsung menegang.

“Clara…”

“Apa perlu aku ceritain ke Om Mahendra?” suara wanita itu terdengar tenang namun menusuk, “atau ke Om Mario tentang kebusukan kamu bertahun-tahun lalu?”

Wajah Aldi langsung pucat. Refleks pria itu mencengkeram lengan Clara kuat.

“Diam!” Napasnya memburu penuh kepanikan.

Namun, berbeda dari Aldi Clara sama sekali tidak terlihat takut. Wanita itu justru menatap Aldi dengan senyum tipis penuh kemenangan.

“Akhirnya takut juga?”

Tatapan Aldi mulai goyah tangannya bahkan sedikit gemetar.bKarena Clara benar kalau rahasia itu terbongkar hidup bebasnya akan selesai.

“Aku udah capek ngikutin permainan kamu…” suara Aldi melemah frustrasi.

Clara justru mendekatkan wajahnya pelan. “Belum.”

Tatapan wanita itu dingin dan obsesif.

“Selama Saga belum jadi milikku … aku nggak bakal berhenti.”

Aldi perlahan melepaskan cengkeramannya. Ia benar-benar sadar Clara bukan lagi perempuan yang dulu ia kenal. Obsesi wanita itu pada Saga sudah berubah menjadi sesuatu yang menyeramkan.

"Kamu gila!" bentak Aldi, sembari menunjuk Clara yang menatapnya acuh tak acuh.

"Keluar! keluar!"

"Aldi, kau tak bis..."

"Keluar!"

Brak!

Aldi mendorong Clara keluar dan menutup pintu apartemennya kasar.

"Ha ha ha ha, aku nggak akan biarkan kamu berhenti begitu saja selama Saga belum menjadi milikku!" teriak Clara keras, di dalam apartemen Aldi menutup kedua telinganya frustrasi.

1
Dew666
👄👄👄👄
Naufal Affiq
lanjut kak
ardiana dili
lanjut
Rahmat Zakaria
lanjut thor
Anonim
sakit jiwa clara
Nar Sih
kak aisyah moga ngk lama,,kasih ujian buat mu ya sahira ,dan semoga dalang dri semua mslh mu sgra terbongkar
Nar Sih: siiapp kakk👍🥰
total 2 replies
Ita rahmawati
urusan toko bunganya blm selesai dn siapakah laki² yg mengintai itu 🤔
Ita rahmawati
beliin tmpat lain aja dulu pesenam bunganya Sahira
Ita rahmawati
ulah ibu dn kakak tirinya Sahira kah atau ulahnya Clara 😏🤔
Ita rahmawati
masih anteng nih bacanya 😅
neny
jagain clara kak othor,, iket klau perlu,,biar gk macam2 sm sahira🤭🤭
Retno Harningsih
up
Teh Euis Tea
ada aj yg ganggu kebahagiaan Sahira, ntah sampai kapan kehidupan Sahira Sahir bahagia
mmh nengmuti
suruhan clara mulai berbuat onar,ayo saga basmi tuh s clara
Oma Gavin
cukup sudah clara merajalela sudah saatnya dia bertanggung jawab sama semua perbuatannya bila aldi tetap kekeh ngga jujur sama ortunya silahkan jebloskan sekalian saja biar mereka berdua mendekam di penjara
Isabela Devi
thor buat supaya bunga bunga pelangan bisa terpenuhi semua, kasian sahira menderita terus sekali kali buat yang jahat dapat karmanya juga dan semoga sebelum 24 jam Uda ketahuan pelakunya
ardiana dili
lanjut kak
Rahmat Zakaria
lanjut
Isabela Devi
semoga setelah nikah ga ada ganggu dari se Clara itu, karena takutnya si Clara buat ulah lagi
ardiana dili
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!