Kekasih Lyra tiba-tiba menghilang seminggu sebelum pernikahan, membuat Lyra frustrasi apalagi kedua keluarga sepakat mengganti pengantin pria demi mempertahankan keuntungan masing-masing.
Lyra ingin menolak apalagi pengantin prianya adalah Ares-Kakak kekasihnya yang terkenal arogan, licik, penuh tipu muslihat, orang-orang menyebutnya Pangeran kegelapan. Selain itu, Ares juga memiliki kekasih seorang model papan atas. Akan tetapi, baik perasaan Lyra ataupun Ares tidak penting di depan keuntungan kedua keluarga sehingga keduanya terpaksa menikah meski menjadi pernikahan rahasia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SkySal, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kontrak Resmi
“Bagaimana, Zaline?” tanya Lyra dengan senyum hangat.
“Lebih sempurna dari yang kubayangkan,” jawab Zaline dengan sorot mata sayu.
Gaun bersiluet A-line berbahan silk organza itu melekat sempurna di tubuhnya, ratusan payet Mutiara mikro yang dijahit tangan oleh Lyra dan Sena tampak berkilau lembut diterpa lampu studio, membuat Zaline terlihat seakan diselimuti embun pagi.
“Aku merasa gaunnya seperti punya jiwa,” kekeh Zaline yang dibalas tawa kecil oleh Lyra dan Sena.
Sebagai seoran desainer, Lyra tahu bahwa gaun pengantin bukan sekadar pakaian melainkan symbol, pintu dan jalan bagi seorang wanita untuk melangkah ke babak baru dalam hidupnya.
“Bagiku, merancang gaun bukan hanya untuk menciptakan keindahan melainkan untuk meluapkan perasaan terdalam yang mungkin nggak bisa diucapkan dengan kata-kata,” ungkap Lyra yang langsung dibalas anggukan setuju oleh Zaline dan Sena.
“Aku jadi penasaran, kira-kira akan seperti apa gaun pengantinmu nanti, Lyra?” celetuk Zaline yang langsung membuat Lyra terdiam.
Sebelumnya ia sudah merancang gaun pernikahannya dengan sepenuh hati, yakin perasaannya akan sangat membuncah ketika ia mengenakan gaun itu di depan kekasih tercintanya. Akan tetapi, gaun itu kini hanya menjadi pajangan tak berarti tanpa sempat dikenakan meski kini ia sudah berstatus sebagai seorang istri.
“Pasti yang mewah,” seru Sena yang menyadari raut wajah Lyra berubah. “Dan yang pasti, membuat semua orang nggak bisa berpaling darinya.”
Lyra mengulum senyum samar lalu kembali segera mengalihkan topik, apalagi saat ini bintang utamanya memang Zaline.
***
“Aku pulang,” lapor Ares yang tak bisa menyembunyikan senyum bahagianya melihat Lyra yang sedang menata makanan di meja.
“Aku sudah tahu,” balas wanita itu dengan nada datar yang membuat Ares geleng-geleng karena tidak sesuai ekspektasinya.
Sama sekali tidak disambut penuh cinta.
“Sebenarnya kamu nggak usah masak, Lily. Bisa pesan antar saja biar nggak capek.”
“Aku cuma lagi ingin masak.” Lyra melempar senyum tipis, hal kecil yang justru membuat hati Ares berbunga-bunga.
Pria itu mengulum senyum saat melihat sang istri duduk di hadapannya, makan dengan tenang, kini ia merasa benar-benar seperti sepasang suami istri yang hidup harmonis.
“Oh ya, aku siapkan kontrak untuk pernikahan rahasia kita.” Lyra membuka percakapan. Setelah memikirkan apa yang Sena katakan, ia merasa khawatir orang tuanya akan melakukan sesuatu yang membuat Ares tidak mau bekerja sama dengan perusahaan kecilnya, jadi ia ingin membuat perjanjian tertulis.
“Kontrak?” ulang Ares dengan kening berkerut dalam, meskipun ia ingin merahasiakan pernikahannya tapi tak pernah sekali pun terbersit dalam benaknya untuk menikah kontrak dengan Lyra.
“Demi kebaikan kita berdua.”
Ares berpikir sejenak sebelum akhirnya mengangguk setuju, untuk saat ini apa pun akan ia lakukan jika bisa mempertahankan Lyra di sisinya.
“Mau baca sekarang?”
Ares menggeleng, saat ini ia hanya ingin makan dengan tenang bersama istrinya. Sementara Lyra mengangguk mengerti karena ia juga menginginkan hal yang sama.
“Aku dengar hari ini Zaline fitting baju, bagaimana?”
“Lancar, sempurna, dia puas dengan gaun rancanganku.” Lyra tersenyum bangga yang membuat Ares ikut bahagia.
“Lalu apa kamu juga bisa merancang gaun pengantin untukmu sendiri?”
Lyra yang hendak menyendok nasi langsung terdiam mendengar pertanyaan Ares. “Maksudku, aku ingin tahu kamu ingin gaun pengantin yang seperti apa.”
Lyra hanya menggeleng pelan lalu kembali menikmati hidangannya, pun dengan Ares.
Walaupun tak lagi ada percakapan tapi suasananya tidak dingin seperti dulu. Selain itu, meski Ares masih sangat irit dalam berbicara, tetapi Lyra merasa ada sedikit kehangatan yang menguar dari pria itu, memberinya kenyamanan dan ketenangan yang tidak pernah ia rasakan sebelumnya.
Terkadang Lyra bertanya-tanya, perubahan itu terjadi apakah karena waktu kebersamaan mereka yang semakin lama ataukah karena hubungan suami istri yang terjadi?
Setelah selesai makan malam, Lyra memberikan dokumen kontrak pernikahan yang dibuatnya pada Ares. “Kalau setuju, kamu bisa langsung tandatangan.”
Ares berseringai samar membaca syarat yang Lyra ajukan. Pernikahan satu tahun, bercerai dengan damai dan Ares membantu perusahaannya berkembang dengan segala cara.
“Apa maksud dari membuat perusahaanmu berkembang dengan segala cara?” Ia bertanya dengan satu sudut bibir yang terangkat, sorot matanya berkilat seakan menemukan sesuatu yang menarik. “Apa kamu ingin aku menghalalkan segala cara untuk membuat perusahaanmu sukses?”
Lyra meringis karena kata menghalalkan segala cara terdengar menyeramkan di telinganya, seperti penjahat yang tidak mengenal pada hukum.
“Maksudku, aku butuh bantuanmu dalam dana dan pemasaran. Orang tuaku mungkin akan melakukan sesuatu untuk mencegahku bangkit karena mereka masih ingin aku kembali ke Crystal Group jadi aku ingin kamu tetap membantuku apa pun yang terjadi.” Lyra berkata dengan lirih di akhir kalimat, tak yakin Ares akan menyetujui permintaannya.
Namun, pria itu justru berseringai puas. Baginya, permintaan Lyra adalah hal kecil.
“Aku setuju semua syaratmu dan kamu harus menyetujui satu syaratku.”
“Apa?”
“Masih sama seperti sebelumnya tapi kali ini perjanjian tertulis. Di luar kita orang asing tapi di rumah kita suami istri yang sesungguhnya.”
Mendengar itu Lyra tersenyum kecut, ada rasa kecewa yang menyapa hatinya karena syarat yang Ares ajukan masih sama.
“Apa kamu malu kalau orang lain tahu calon adik iparmu justru jadi istrimu?” Lyra mendelik kesal. “Lagian nggak banyak yang tahu hubunganku sama Ryan.”
Ares tersenyum samar, ia mengerti dengan kebingungan Lyra tapi saat ini tidak ada yang bisa dijelaskan, pria itu hanya bisa berkata, “Hanya itu yang kuminta darimu. Saat di luar, hindari aku sebisa mungkin seolah aku hanya sebatas orang yang kamu kenal tanpa sengaja.”
Lyra langsung beranjak dari sofa dengan kesal, ia melotot tajam pada Ares yang menatapnya dengan alis terangkat.
“Kamu ….” Lyra mengacungkan jari pada Ares, ingin sekali mengumpat kasar di depan wajah tampan suaminya itu tapi lidahnya terasa kelu.
“Jangan kesal dulu, Lily.”
Ares menangkap jari telunjuk Lyra yang berada tepat di depan hidungnya lalu menyapukan jari mungil itu ke permukaan bibirnya yang hangat. Sementara sorot matanya begitu tajam dan intens, membuat Lyra menegang, tubuhnya meremang, jantungnya berdetak sangat cepat dan napasnya tiba-tiba terasa berat.
“Le-lepas.” Dengan susah payah Lyra mengucapkan satu kata itu tapi yang Ares lakukan justru menariknya hingga ia jatuh ke dalam pelukan sang suami. “Ares_”
“Shhtt.” Ares meletakkan jarinya di bibir Lyra yang lembut. “Lily, aku … menginginkanmu.”
Lyra memejamkan mata saat Ares mendekatkan wajahnya, ia menahan napas ketika merasakan hembusan napas pria itu menerpa wajahnya yang sudah merah dan terasa panas.
Saat ini Lyra merasa seperti terjebak dalam gelombang gairah dan dengan suka rela ia ingin terseret gelombang itu.
Ketika bibir Ares menyentuh bibirnya, secara spontan Lyra meremas lengan pria itu. “Rileks, Sayang,” bisik Ares tepat di bibir Lyra. “Dan buka mulutmu, aku_”
“Tunggu!” seru Lyra langsung mendorong Ares sekuat tenaga hingga membuat Ares tercengang dengan penolakan tiba-tiba itu.
“Ada apa?” Ares bertanya bingung apalagi saat Lyra memegang bagian bawah tubuhnya. “Apa karena waktu itu sakit jadi kamu takut?” Ares langsung tersenyum jahil, teringat malam di mana ia mengambil mahkota istrinya. Wanita itu menangis sambil menggigit bahunya.
Sementara Lyra memalingkan wajahnya yang semakin memerah, ia juga tak bisa melupakan malam itu, tak bisa melupakan bagaimana rasa sakitnya dan juga …. “Tapi habis sakit enak ‘kan?” Ares menambahkan dengan santai membuat Lyra langsung melemparkan tatapan tajam. "Ayolah, Sayang. Anggap saja sebagai peresmian kontrak."
“Aku datang bulan!” seru Lyra dengan kesal lalu berlari ke kamar, ia mendengkus karena baru kali ini ada orang yang meresmikan kontrak dengan bercinta, sedangkan Ares melongo seperti orang bodoh.
Sejak malam itu, ia selalu merasa lapar akan sang istri dan malam ini sangat lapar, bahkan Ares berencana memakan istrinya itu semalaman untuk menganti malam-malam sebelumnya.
“Sial!” Ares memukul udara dengan kesal. “Sekarang aku yang sakit.” Dia meringis sambil menunduk, menatap asetnya yang menderita karena tidak dibiarkan bertemu dengan belahan jiwanya.
Saat Ares hendak menyusul Lyra ke kamar, ponselnya berdering, dengan kesal ia menjawab panggilan itu. “Ada yang penting?” ketusnya.
“Galak amat, sudah kayak orang yang ditinggal pas lagi tinggi-tingginya,” celetuk Lian dari Seberang telepon dan hal itu membuat Ares semakin kesal karena tebakan sahabatnya itu benar.
“Jadi ada apa?” desak Ares.
“Barga sepertinya mencoba mendekati Ryan, dia pasti ingin mencari tahu tentang kamu selama beberapa tahun terakhir ini.”
Mendengar itu Ares menghela napas berat sambil menekan pangkal hidungnya. “Sepertinya dia mencari teman karena baru keluar dari penjara, mungkin bosan main sendirian.”
“Jadi bagaimana? Apa yang harus kita lakukan?”
“Jangan lakukan apa pun, awasi saja.”
sabar Res lama2 Lily benar2 akan jadi istri yg bisa kau kenalkan pada dunia
Gimana akhir kisah ini yaaa ??🥺 apakah cinta bisa menghapus dendam ????🤗🥹😔
duh giliran ada gratisan langsung ok hehwhe