Hay readers....Assalamualaikum ketemu lagi di karya Author yang terbaru, cerita ini sequel dari karya Author yang berjudul PESONA PENJUAL KERIPIK PISANG.
JUDUL awal aku ganti ya readers katanya terlalu panjang. dari PUTRA MAHKOTA YANG HILANG VS PUTRI MAHKOTA YANG TERSINGKIRKAN.
sekarang menjadi GADIS CANTIK ISTRI DOKTER DESA.
GALAKSI ALFARISKI MANGGALA putra Zayyandra Manggala yang hilang saat masih kecil, kini gala sudah tumbuh besar dengan nama GALA RESPATI, Kini ia menjadi seorang dokter di sebuah desa yang terpencil.
ZOYA ZALENA DEWANTARA putri seorang pengusaha besar si ibu kota, harus meregang nyawa di tangan calon suaminya di saat hari pernikahannya.
ikuti kisah keduanya yang penuh haru ya...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. Mia. t, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERSIAPAN
Tiga hari setelah kejadian itu, rumah Bu Wiwit nampak terlihat ramai, beberapa tetangga Bu Wiwit sedang sibuk di bagian belakang rumah Bu Wiwit.
halaman belakang Bu Wiwit di sulap menjadi sebuah dapur dadakan, itu adalah persiapan untuk pernikahan Gala dan Zoya yang akan di gelar tiga hari lagi, kini beberapa ibu-ibu sudah membantu Bu Wiwit untuk membuat beberapa kue dan snack.
Zoya berdiri di depan pintu dapur yang mengarah ke belakang, Zoya nampak kebingungan, apa yang harus dia lakukan, ia kebingungan saat melihat orang-orang memasak dengan menggunakan api yang berasal dari kayu dan melihat asap yang keluar dari pembakaran.
" Nduk, kamu lagi ngapain?" tanya Bu Wiwit saat melihat Zoya kebingungan di depan pintu.
" Ibu aku ingin membantu, tapi aku takut kenapa masaknya seperti itu " kata Zoya sambil menunjuk ke arah ibu-ibu yang bergantian mengaduk jenang ( Jawa ).
( Bahasa Zoya masih kaku karena ia lama tinggal di luar negeri, readers bayangin sendiri ya )
Bu Wiwit tersenyum tipis.
" memang seperti itu cara masaknya "
" Kenapa semua orang memasak menggunakan api dari kayu, apa mereka tidak kepanasan" kata Zoya kembali.
" mereka sudah biasa memasak dengan kayu bakar, di sini jarang yang menggunakan tabung gas, karena takut meledak" kata Bu Wiwit.
" kenapa harus takut, itu bahkan lebih efisien dan praktis ibu "
" Iya tapi mereka lebih nyaman pakai kayu, sudah kamu cuci bajumu saja, ibu tidak bisa mencucikan ibu masih repot, kamu cuci sendiri ya, ambil bajumu dan cuci sana, sabun disana juga ya " kata Bu Wiwit sambil menunjuk ke arah sebuah sumur.
" Baik ibu " kata Zoya sambil kembali masuk ke kamar dan mengambil baju kotornya.
Zoya melangkah ke arah sumur sambil membawa beberapa helai pakaiannya.
Saat sampai di depan sumur Zoya kebingungan, bagaimana caranya ia harus mencuci baju, ia melihat Bu Ripah yang sedang mencuci peralatan masak di dekatnya, Bu Ripah juga melihat Zoya yang kebingungan.
" Arep Lapo nduk? ( Mau apa nak ?) " tanya Bu Ripah.
" saya mau cuci baju, but i don't know how? ( tapi saya tidak tahu caranya)"
Bu Ripah hanya menghela nafas saat mendengar bahasa Zoya, ia hanya mengerti cuci baju
" Mau cuci baju ?" kata Bu Ripah.
Zoya mengangguk.
" Ambil bak itu, terus isi air dan masukkan bajumu ke dalam bak ( ember) itu dan kemudian masukkan sabunnya, tuh sabunya di sana .
Zoya mengambil bak atau ember yang di tunjukkan oleh Ripah kemudian meletakkan bajunya ke dalam.
" How do you get the water? ( Bagaimana ambil airnya?) kata Zoya sambil melihat ke dalam sumur.
Bu Ripah kembali menghela panjang.
" Besok aku akan belajar pada si Sri ( Anak Bu ripah yang sekolah di Sekolah menengah atas) "
Bu Ripah tak mengerti bahasa Zoya tapi ia mengerti maksud Zoya.
Bu Ripah langsung berdiri dan mendekati sumur, ia mengambil ember besi yang ada di atas badugan sumur.
" Lihat Yo nduk carane, habis ini kamu timba sendiri ya, bude repot"
Zoya mengangguk.
Bu Ripah mempraktekkan cara mengambil air dan Zoya memperhatikan semua gerakan Bu Ripah.
" Ok i know, let me do it ( baik saya tahu, biar saya melakukannya)" kata Zoya.
Bu Ripah menyerahkan tali yang di buat narik ember itu pada Zoya.
" jangan banyak-banyak airnya, bajunya cuma empat, segini saja airnya ya, terus di kasih sabun " kata Bu Ripah sambil menunjukkan batas air yang harus di isi Zoya.
" Baik Bude terimakasih" kata Zoya.
Zoya nampak bersemangat saat mengambil air, Zoya tersenyum lebar.
" This is really exciting ( ini seru sekali)" gumam Zoya yang terlihat senang sekali.
Setelah mengajari Zoya menimba air, bu Ripah memperhatikan sebentar dan setelah melihat Zoya sudah bisa menarik tali untuk mengangkat ember ke atas, Bu Ripah meninggalkan Zoya untuk meletakkan perlengkapan masak yang sudah sebagian selesai di cuci.
Sedangkan Zoya setelah selesai mengisi air ke dalam bak sesuai dengan instruksi Bu Ripah, ia berjalan ke arah samping sumur dan mengambil Sabun cuci baju yang ada di situ.
Zoya bergantian melihat ke arah bak yang berisi pakaiannya.
Zoya terus menatap ke arah sabun bubuk yang dipegangnya dan langsung menumpahkan seluruh Sabun bubuk yang hampir satu kilo ke dalam bak cucian baju.
" Yaa Alloh nduk.....Kok di suntek Kabeh ( kok di tuang semuanya ) seru Bu Ripah yang baru kembali setelah meletakkan cuciannya dan kembali untuk mencuci lagi, ia terkejut saat melihat Zoya yang menuangnya semua bubuk sabun ke dalam bak yang hanya berisi empat baju itu,
" Wit...Wiwit !! delok en calon mantumu Iki, umbah umbah klambi papat ae sabune sak kilo di Kabehno Kabeh ( wit lihatlah calon mantumu ini, cuci baju empat biji aja sabunya hampir satu kilo)" seru Bu Ripah.
Semua orang yang ada di sana langsung menoleh ke arah Ripah, semua orang hanya tersenyum tipis, mereka kadang merasa terhibur dengan tungkah polah Zoya, Zoya nampak ketakutan.
Bu Wiwit yang melihat itu langsung berjalan cepat ke arah Zoya.
Melihat Zoya yang terlihat ketakutan, Bu Wiwit hanya tersenyum tipis.
" Maaf, Zoya nggak tahu " kata pelan Zoya.
" Nggak apa-apa, sini ibu ajari, Mak Ripah sana lanjutin kerjaannya " kata Bu Wiwit.
" Eala Wit..Wit awakmu kudu sabar duwe mantu bule ayu, untung ae bocahe kayak e nganut ( oala Wit.. Wit kamu harus sabar punya menantu bule cantik, untung Saja anaknya kayaknya penurut)" kata Bu Ripah dan langsung kembali melakukan pekerjaan nya.
Bu Wiwit mengambil satu bak lagi dan diletakkan di samping baknya Zoya dan kemudian mengambil baju Zoya dan memindahkan bajunya ke bak yang kosong.
" Perhatikan ibu ya, begini cara cuci bajunya"
Zoya mengangguk dan kemudian memperhatikan setiap gerakan Bu Wiwit.
" Coba cuci ini, lakukan yang seperti ibu tadi ya "
Zoya mengangguk dan kemudian ia mencoba mengucek bajunya dengan tangannya walaupun masih kaku.
" like this ibu ( Seperti ini ibu ) ?" kata sambil tersenyum lebar.
" Iya seperti itu, pintar " kata Bu Wiwit sambil mengacungkan jempol ke arah Zoya.
Zoya terlihat bahagia saat melakukan itu.
" Woww...banyak bubble nya, lihatlah ibu " kata Zoya saat tangannya di penuhi gelembung sabun.
Bu Wiwit tersenyum lebar saat melihat mata Zoya yang terlihat bahagia saat bermain gelembung, mata yang kemarin terlihat begitu sedih kini terlihat berbinar seperti mata anak kecil yang berbahagia menemukan mainan baru.
#######
Assalamualaikum readers HAPPY READING salam sehat selalu.
tak apa kak ,, kn masih suasana lebaran JD msh ja ada tamu yg silaturahmi. 🤗
si kemal bukan nya ngelarang si kembar gelut lah Kok mlh nyuruh buat menang 🤣🤣🤦
Bu Wiwit harus mengerti bagaimana orangtua gala kehilangan anaknya dari kecil.
semoga kedua Opanya akan menerima kenyataan seperti Zayn dan tidak akan menimbulkan kemarahan yang secara kedua Opanya Gala yang asli orang2 terpandang dan berpengaruh setelah Dio Fandi Pradipta.. ( ketiga orang yang sangat disegani dalam kalangan manapun )
semoga Gala juga akan menikmati kebersamaan dengan keluarga besarnya.. dan Zoya juga akan berkumpul dengan ayahnya ( pastinya penyelamatan Tuan Dewantara akan semakin mudah dengan adanya dukungan dari kedua belah pihak keluarga yang sangat berpengaruh tertama di Dunia bisnis apalagi kalau di bantu dengan keluarga Dio Pradipta ).
mengenai sinulat bulu yang satunya (.Erna ) biarkan saja menikmati ulahnya sendiri.. 😂😂
Terima kasih sellau up dan ceritanya makin seru dan Keren... 👍🏻👍👍🏻💙💛💙😘😘😘