NovelToon NovelToon
The Phoenix Empress: Dendam Membara Di Singgasana Emas

The Phoenix Empress: Dendam Membara Di Singgasana Emas

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi Wanita
Popularitas:291
Nilai: 5
Nama Author: Mieayam(⁠•⁠‿⁠•⁠)

SINOPSIS


Feng Ruxue adalah Permaisuri dari Kekaisaran Phoenix yang dikhianati oleh suaminya sendiri, sang Kaisar, dan adik perempuannya yang licik. Mereka menjebak Ruxue, mencabut tulang sumsum phoenix-nya (sumber kekuatannya), dan membakarnya hidup-hidup di Menara Terlarang.
​Namun, alih-alih mati, jiwa Ruxue justru bangkit kembali ke tubuh seorang gadis lemah berwajah buruk rupa yang sering ditindas di desa terpencil. Dengan ingatan masa lalunya sebagai kultivator tingkat tinggi, ia mulai berlatih kembali, menyembuhkan wajahnya, dan membangun pasukan rahasia. Ia kembali ke ibu kota bukan untuk meminta maaf, tapi untuk mengambil kembali mahkotanya dan membakar setiap orang yang pernah mengkhianatinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mieayam(⁠•⁠‿⁠•⁠), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 26: Runtuhnya Dinasti Naga

​Langit di atas Ibu Kota Phoenix tidak lagi berwarna biru, melainkan berubah menjadi kanvas ungu gelap yang robek oleh kilatan petir berwarna merah darah. Udara terasa begitu berat hingga para prajurit yang masih hidup di alun-alun mulai sesak napas, paru-paru mereka terasa terbakar oleh tekanan aura yang meluap dari tubuh Lin Xiao. Setelah menyerap esensi murni dari Jantung Phoenix, tubuh Lin Xiao tidak lagi memancarkan cahaya manusia; ia adalah pusat dari badai kosmik yang siap menelan seluruh peradaban.

​Rambut putih peraknya kini melayang-layang di udara seolah-olah memiliki nyawa sendiri, dan tato mawar hitam di pipinya menjalar hingga ke leher, berdenyut dengan energi merah yang panas. Matanya bukan lagi ungu biasa, melainkan lubang hitam yang memancarkan kebencian murni dari ribuan tahun pengkhianatan.

​"Kau... kau mencuri warisan leluhurku!" Kaisar Long meraung, suaranya yang tadinya berwibawa kini dipenuhi dengan ketakutan yang tersamar oleh kemarahan. Ia mengangkat tangannya, dan sebuah naga cahaya emas berukuran raksasa muncul dari balik awan, mengaum dengan suara yang memecahkan kaca-kaca jendela di seluruh kota.

​"Warisanmu?" Lin Xiao mengangkat kepalanya perlahan. Suaranya bukan lagi suara seorang gadis, melainkan gema yang berasal dari dimensi lain. "Warisanmu dibangun di atas tulang-tulang klan Mawar Hitam. Hari ini, aku hanya mengambil kembali apa yang seharusnya menjadi milik kami, beserta dengan bunganya."

​Long Tian, yang merangkak bangun dari reruntuhan patung, menatap Lin Xiao dengan rasa tidak percaya. Ia melihat wanita yang pernah ia khianati kini berdiri di tingkat kekuatan yang bahkan ayahnya, sang Kaisar, tidak bisa capai dalam ratusan tahun meditasi. "Ayah! Bunuh dia sekarang! Jangan biarkan dia menyatukan energi itu!"

​Kaisar Long menyerang. Naga emas raksasa itu menukik turun dari langit dengan taring cahaya yang siap mencabik jiwa. Di saat yang sama, sang Kaisar mengeluarkan pedang suci Phoenix Sun, melepaskan tebasan api yang mampu menguapkan lautan.

​Lin Xiao tidak bergeming. Ia hanya mengangkat tangan kirinya yang kini dibungkus oleh uap hitam yang membekukan.

​'Nirwana Terlarang: Kehampaan Abadi!'

​Seketika, sebuah kubah kegelapan meluas dari tubuh Lin Xiao dengan kecepatan yang tak masuk akal. Naga emas itu, saat menyentuh kubah tersebut, tidak meledak—ia justru perlahan-lahan kehilangan cahayanya, berubah menjadi abu hitam yang terbang terbawa angin. Tebasan api Kaisar pun padam seketika, seolah-olah api tersebut telah lupa bagaimana cara untuk membakar.

​"Bagaimana mungkin?!" Kaisar Long terbelalak.

"Teknik apa ini?!"

​"Ini adalah akhir dari logikamu, Kaisar," ucap Lin Xiao dingin.

​Ia melesat maju. Gerakannya bukan lagi lari atau terbang, melainkan teleportasi melalui bayangan. Dalam satu kedipan mata, ia sudah berada di depan Kaisar Long. Pedang Nightshade miliknya kini tidak lagi berbentuk pedang biasa; bilahnya terbuat dari api ungu yang memanjang hingga dua meter.

​SLASH!

​Lin Xiao menebas bahu sang Kaisar. Zirah naga emas yang diklaim tak tertembus itu terbelah seperti kertas basah. Kaisar Long berteriak kesakitan saat energi hitam mulai menggerogoti lukanya, mencegah regenerasi apa pun.

​"Ayah!" Long Tian melompat masuk ke medan tempur, mencoba menebas punggung Lin Xiao.

​Lin Xiao bahkan tidak menoleh. Duri-duri hitam tumbuh dari bayangannya sendiri, menusuk kaki dan tangan Long Tian, memaku Sang Putra Mahkota ke tanah marmer alun-alun.

​"Jangan terburu-buru, Long Tian," bisik Lin Xiao tanpa emosi. "Aku ingin kau melihat bagaimana kekaisaran yang kau cintai ini runtuh sebelum aku mengambil nyawamu."

​Lin Xiao kembali fokus pada Kaisar Long. Sang Kaisar mencoba melepaskan ledakan Inti Jiwanya—sebuah tindakan bunuh diri untuk membawa musuhnya mati bersama. Namun, Lin Xiao mencengkeram wajah Kaisar dengan tangan kanannya.

​"Kau tidak punya hak untuk mati dengan cara yang kau pilih," ucap Lin Xiao. Ia mulai menghisap seluruh kultivasi Kaisar Long secara paksa. Penonton bisa merasakan penderitaan sang Kaisar saat energi emasnya ditarik keluar melalui pori-pori kulitnya, diubah menjadi energi hitam di dalam tubuh Lin Xiao.

​Dalam hitungan menit, sang Kaisar yang perkasa menyusut menjadi sosok pria tua renta yang keriput dan tak berdaya. Lin Xiao melepaskan cengkeramannya, membiarkan Kaisar Long jatuh tersungkur di depan putranya sendiri.

​"Sekarang... giliranmu, Long Tian," Lin Xiao berjalan mendekati Long Tian yang masih terpaku di tanah.

​Di saat itulah, Feng Meili muncul dari balik puing-puing. Ia memegang sebuah belati kecil yang gemetar di tangannya. "Lepaskan dia! Kau monster! Kau menghancurkan segalanya!"

​Lin Xiao melirik Meili sebentar. "Meili, kau bahkan tidak layak untuk kuakhiri secara langsung. Kau mencintai takhta ini, bukan? Maka lihatlah bagaimana takhtamu menjadi abu."

​Lin Xiao menjentikkan jarinya. Seketika, Istana Phoenix yang megah di belakang mereka mulai runtuh. Bukan karena ledakan, tapi karena tanah di bawahnya amblas ditelan kegelapan.

Menara-menara emas yang menjadi kebanggaan dinasti Long runtuh satu per satu, menciptakan awan debu yang menyelimuti seluruh Ibu Kota.

​Meili jatuh terduduk, menangis histeris melihat dunianya hancur.

​Lin Xiao kemudian menginjak dada Long Tian, menekan jantung pria itu dengan ujung pedangnya. "Ingat hari itu di tebing, Long Tian? Kau bertanya padaku apakah aku membencimu. Saat itu aku tidak bisa menjawab karena jantungku terlalu sakit. Tapi sekarang, aku bisa memberitahumu satu hal..."

​Lin Xiao membungkuk, membisikkan kata-kata terakhir di telinga Long Tian. "Kebencianku padamu adalah satu-satunya hal yang membawaku kembali dari neraka. Dan sekarang, aku akan mengembalikanmu ke sana."

​JLEB!

​Lin Xiao menusukkan Nightshade tepat ke jantung Long Tian. Ia tidak melakukannya dengan cepat. Ia membiarkan energi hitamnya perlahan-lahan menghancurkan setiap saraf di tubuh Long Tian, memastikan pria itu merasakan setiap detik penderitaan yang pernah dialami Lin Xiao.

​Mata Long Tian akhirnya kehilangan cahayanya. Sang Putra Mahkota, sang pengkhianat, telah tewas di bawah kaki wanita yang ia remehkan.

​Lin Xiao berdiri di tengah alun-alun yang kini sunyi, dikelilingi oleh reruntuhan istana dan jasad musuh-musuhnya. Pasukan Garda Phoenix yang masih hidup menjatuhkan senjata mereka, bersujud dalam ketakutan yang mutlak. Mereka tidak lagi melihat seorang gadis; mereka melihat Dewa baru yang lahir dari kehancuran.

​Kepala Paviliun Gu dan Yun'er muncul dari kejauhan, menatap pemandangan itu dengan perasaan campur aduk. Lin Xiao menoleh ke arah mereka. Rambut peraknya perlahan kembali menjadi hitam, dan aura pembunuhnya mereda, namun tatapan matanya tetap setajam pedang.

​"Nona... ini sudah berakhir?" tanya Gu dengan suara gemetar.

​Lin Xiao menatap ke arah matahari yang mulai terbit di balik debu kehancuran. Cahayanya yang kemerahan menyinari wajahnya yang kini tampak tenang untuk pertama kalinya.

​"Ini bukan akhir, Gu," jawab Lin Xiao sambil menyarungkan pedangnya. "Ini adalah fajar pertama bagi Kekaisaran Mawar Hitam. Bersihkan sisa-sisa sampah ini. Kita punya dunia baru yang harus dibangun."

​Lin Xiao berjalan menjauh dari reruntuhan, tidak pernah menoleh ke belakang lagi. Dinasti Naga telah runtuh, dan di atas abunya, mawar hitam telah mekar dengan sempurna, siap untuk memerintah dengan keadilan yang ditempa dari api dendam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!