NovelToon NovelToon
TAK ADA JALAN KEMBALI

TAK ADA JALAN KEMBALI

Status: sedang berlangsung
Genre:Suami Tak Berguna / Masalah Pertumbuhan / Kebangkitan pecundang / Selingkuh / Anak Lelaki/Pria Miskin / Balas Dendam
Popularitas:17.3k
Nilai: 5
Nama Author: Mama Mia

Riko Permana, demi gadis yang dicintainya, rela meninggalkan cita-cita menjadi seorang polisi. Melepas beasiswa yang diberikan negara. Ia mundur, sengaja mengalah. Sengaja membiarkan nilainya menjadi buruk demi memuluskan jalan calon kakak iparnya.

Profesor pembimbing kecewa dan ia merasa bersalah. Hanya satu yg membuat ia bahagia: bisa menikah dengan wanita yang sangat dicintainya.

Akan tetapi, apa yang terjadi kemudian? Dirumah mertua ia diperlakukan layaknya budak, dihina dan dipermalukan. Istri yang dicintai tidak membela malah ikut merendahkan.

Puncaknya adalah ketika ia mengetahui bahwa sang istri berselingkuh secara terang-terangan di hadapannya.

Pria yang menertawakan kebodohannya sendiri. Istri yang selama satu tahun pernikahan tidak mau disentuh, kenapa dia tidak sadar sama sekali?

"Cukup sudah! Seluruh cintaku sudah habis. Aku akan tunjukkan pada semua, aku bukan orang yang bisa mereka hina begitu saja. Mereka yang telah menghinaku, akan bertekuk lutut di hadapanku."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mama Mia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Nilai Sejati Sebuah Hati.

Mentari telah beranjak naik, bahkan hampir berada tepat di atas kepala. Namun, tak mampu menghangatkan hati Laras yang tengah dilanda gundah gulana. Kotak perhiasan di tangannya terasa berat, bukan hanya karena isinya, tapi juga beban harapan yang ia pikul. Ia harus bisa mendapatkan uang yang cukup untuk menghidupi dirinya dan sang ibu, setidaknya untuk beberapa waktu ke depan.

Dengan langkah ragu, Laras memasuki sebuah toko perhiasan mewah di pusat kota. Kilauan emas dan berlian yang terpajang di etalase, seolah mengejek keadaannya yang kini serba kekurangan. Dirinya yang dulu setiap kali datang adalah untuk membeli, kini datang untuk menjual. Ia menarik napas dalam-dalam, mencoba menguatkan diri.

Seorang pelayan toko yang anggun, dengan senyum profesional menghampirinya. "Selamat siang, ada yang bisa saya bantu?"

Laras gugup, "Saya... saya ingin menjual beberapa perhiasan."

Pelayan toko mengangguk dan mempersilakan Laras duduk di sebuah meja kecil yang terletak di sudut ruangan. Laras meletakkan kotak perhiasannya di atas meja dan membukanya dengan hati-hati. Kilauan berlian dan emas memancar keluar, menarik perhatian pelayan toko.

"Ini adalah koleksi perhiasan yang sangat indah," ucap pelayan toko, matanya berbinar. "Apakah Anda ingin menjual semuanya?"

Laras mengangguk. "Ya, saya butuh uang secepatnya."

Pelayan toko mulai memeriksa perhiasan satu per satu dengan kaca pembesar. Ia meneliti setiap detail, memeriksa keaslian berlian dan kadar emasnya. Wajahnya semakin lama semakin serius. Kita akan mencurigai sesuatu hingga harus meneliti berulang kali.

Setelah beberapa saat, pelayan toko mengangkat kepalanya dan menatap Laras dengan tatapan dingin.

"Maaf, Nona," ucap pelayan toko dengan nada datar. "Tapi, saya harus mengatakan yang sejujurnya. Perhiasan-perhiasan ini... semuanya palsu. Anda ingin menipu kami, ya?”

“Apa? Palsu?" Dunia Laras serasa runtuh. Ia terkejut, kepalanya menggeleng berulang kali tak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar. Tubuhnya gemetar, jantungnya berdegup kencang. Kedua matanya pun mulai berkaca-kaca

"Apa... apa maksud Anda?" tanya Laras dengan nada terbata-bata. "Tidak mungkin! Ini adalah perhiasan-perhiasan mahal yang dibelikan oleh kekasih saya! Dia seorang aktor terkenal, dari keluarga terhormat, mana mungkin memberikan hadiah palsu!"

Pelayan toko itu menghela napas pelan, kemudian menatap Laras dari atas hingga bawah dengan tatapan merendahkan. "Nona, saya sudah bertahun-tahun bekerja di toko perhiasan ini. Saya tahu betul mana perhiasan asli dan mana yang palsu. Maaf jika saya harus mengatakan ini, tapi Anda sepertinya telah ditipu oleh kekasih Anda."

"Tidak! Ini tidak mungkin!" Laras menggelengkan kepalanya dengan keras, berusaha menolak kenyataan yang ada di hadapannya. Ia meraba-raba perhiasan di dalam kotak, berharap ada satu saja yang terbukti asli. Namun, hasilnya tetap sama. Semuanya palsu.

"Apa... apa Anda yakin?" tanya Laras, suaranya bergetar. "Mungkin Anda salah lihat..."

Pelayan toko itu tersenyum sinis. "Saya yakin seratus persen, Nona. Perhiasan-perhiasan ini terbuat dari bahan-bahan murahan dan dilapisi dengan emas palsu. Berliannya pun imitasi. Anda bisa memeriksakannya ke toko perhiasan lain jika Anda tidak percaya."

Laras terdiam membisu. Air mata mulai mengalir di pipinya. Ia merasa bodoh, naif, dan sangat dipermalukan. Ternyata selama ini ia telah dibohongi oleh Aldo, pria yang ia cintai dan percayai.

Pelayan toko itu mengamati Laras dari atas hingga bawah dengan tatapan jijik. Sebelum kemudian wanita cantik itu menunjuk ke arah kalung kecil yang melingkar di leher Laras.

"Tapi, tunggu," ucap pelayan toko itu tiba-tiba. "Ada satu perhiasan milik Anda yang asli."

Laras mengangkat kepalanya dan menatap pelayan toko itu dengan bingung. "Apa maksud Anda?"

Pelayan toko itu mendekat dan menyentuh kalung kecil di leher Laras. "Boleh saya lihat kalungnya?"

Laras mengangguk kemudian melepas kalong itu dari lehernya dan menyerahkan kepada pelayan toko.

Pelayan toko tersenyum dengan wajah berbinar. Tanpa memeriksa dengan detail pun dia tahu itu asli. “Kalung ini,” ucapnya. "Kalung ini asli. Dari semua perhiasan yang Anda, ini adalah satu-satunya perhiasan asli!"

Laras terkejut. Ia mengambil kembali kalung kecil itu dari tangan pelayan toko. Meraba halus dengan jari-jarinya. Kalung itu sangat sederhana, berwarna putih dan dihiasi dengan sebuah batu permata kecil yang berwarna biru muda.

"Kalung ini...? Ini satu-satunya yang asli?" tanya Laras lirih.

"Ya, kalung ini terbuat dari perak asli dan batu permata biru ini adalah aquamarine asli," jawab pelayan toko itu. "Meskipun tidak terlalu mahal, tapi kalung ini memiliki nilai sentimental yang tinggi. Jika Anda berniat untuk menjualnya, maka kami bersedia membeli.”

Laras menatap kalung itu dengan pandangan nanar. Kalung sederhana itu… kalung yang selama ini ia abaikan, kalung yang seringkali ia pandang sebelah mata dibandingkan dengan perhiasan-perhiasan mewah yang diberikan Aldo. Kalung itu adalah pemberian Riko saat ulang tahunnya yang ke-22.

Kilasan kenangan masa lalu tiba-tiba menyerbu benaknya. Ia ingat bagaimana ia meremehkan saat menerima kalung itu dari Riko. Pria itu memberikan kalung itu dengan senyum tulus dan tatapan penuh cinta. Namun, ia membalas dengan senyum kepalsuan. Ia lebih tergoda oleh kemewahan dan popularitas yang ditawarkan Aldo. Apapun yang berkaitan dengan Riko ia anggap tak penting.

Dan sekarang, di saat ia kehilangan segalanya, satu-satunya perhiasan asli yang ia miliki adalah kalung pemberian Riko. Kalung yang menjadi simbol cinta tulus yang pernah ia sia-siakan.

Air mata Laras semakin deras mengalir di pipinya. Ia merasa sangat menyesal, malu, dan bersalah. Ia telah membuat keputusan yang salah dalam hidupnya. Ia telah memilih kemewahan palsu daripada cinta sejati.

"Kalung ini..." bisik Laras lirih, suaranya bergetar. "Kalung ini adalah pemberian dari... dari seseorang yang sangat berarti bagi saya."

Pelayan toko itu menatap Laras dengan tatapan iba. Ia mengerti betapa terpukulnya wanita itu.

"Saya mengerti, Nona," ucap pelayan toko itu dengan nada lembut. "Kalung ini memang tidak terlalu mahal, tapi cukup berharga. Jadi, bagaimana? Anda jadi menjualnya?"

Laras menggeleng, memegang kalung itu erat-erat. Kalung itu adalah satu-satunya harta yang berharga yang ia miliki saat ini. Harta yang tidak bisa dinilai dengan uang. Harta yang merupakan simbol cinta sejati.

"Maaf, tidak jadi," ucap Laras kepada pelayan toko itu. "Saya... saya permisi dulu."

Laras kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari toko perhiasan itu. Ia berjalan tanpa arah, membiarkan air matanya terus mengalir di pipinya. Ia merasa hancur, putus asa, dan sangat menyesal.

1
〈⎳ FT. Zira
karena masa jaya nya udah habis dimakan kadal rawa..


rarrrr🤣🤣🤣
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
iyuuhhh, emooh karo anakmu, riko mah masih orisinil, lah si klaras udah .... bang bayik🤭
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
iyuuhhh, metrong amat sih mak
Dew666
👑👑👑👑👑
Ayudya
hadeh si paling nyonya mang Riko mau ma barang seken
Aafry
pengen maki maki rasanya
Aafry: loh🤣🤣
total 3 replies
ora
Haduh ... ampun deh. Hanya karena Riko kaya sekarang...
ora
Orang tua nggak prihatin malah mikirin salon ...
Patrick Khan
apa mw balik sm riko..yg ada di puter balik sm riko🤣🤣🤣
Aidil Kenzie Zie
mampus koe Laras modal ngangkang gratisan upahnya palsu
Patrick Khan
hore palsu smw yg di kasih aldo🤣🤣🤣🤣
ora
Soookorin. Rasakan cinta palsu Aldo yang dulu kau agung-agungkan🤣🤣
〈⎳ FT. Zira
mamam tuh🤣
Yana Phung
ternyata sesuai keinginan pembaca ya,, semuanya palsu
apes bener nasib si laras
mau kasihan tapi salahnya sendiri 😅😅😅
Ayudya
lanjut kak
Patrick Khan
dan perhiasannya palsu🤣🤣🤣🤣
Cindy
lanjut
〈⎳ 𝕄𝕠𝕞𝕤 𝕋ℤ ✍️⃞⃟𝑹𝑨
gak tahunya perhiasannya KW🤭
Aidil Kenzie Zie
Aldo mana Aldo
Yana Phung
sepertinya berlian pemberian aldo juga palsu
aduh.. kalo sampai terjadi apes berkali-kali si laras
ditambah emaknya model itu lagi
mungkin emaknya aja yg dijual 😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!