Zhen Nuo editor di salah satu platform novel online. Secara tidak sengaja terjebak di dalam dunia novel yang penuh intrik pernikahan. Dengan semua kemampuannya ia berusaha merubah takdirnya sebagai pemeran pendukung. Yang akan terbunuh di bab kedua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sri Wulandari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Aku tidak ingin tidur bersama mu
Kaisar Xiao Chen melirik sekilas kearah jendela yang ada di samping kiri ruangan. Siluet beberapa orang terlihat. Melihat itu dia segera berjalan mendekati wanita yang masih menatap kesal di ranjang.
"Apa yang kau lakukan?" Selir Yu menarik mundur tubuhnya. Hingga ke bagian ujung ranjang. Dia berhenti di saat punggungnya telah mencapai ujung dari ranjang dengan penghalang tembok ruangan kamar.
Pengikat kelambu di tarik dalam satu tarikan. Kelambu jatuh menjuntai menutupi seluruh bagian ranjang.
"Jika malam ini kau tidak ingin terjadi hal lain. Lebih baik ikuti setiap ucapan ku," ujar Kaisar Xiao Chen dengan sangat pelan.
Dengan cepat Selir Yu mengangguk mengerti. Dia langsung membungkam rapat mulutnya.
Kaisar Xiao Chen memberikan isyarat melalui tatapan matanya.
"Paham." Selir Yu membaringkan tubuhnya dan menaikkan selimut menutupi seluruh tubuhnya. Hanya bagian kepala yang ia perlihatkan. Ia pejamkan kedua matanya. Mencoba untuk tidur secepat mungkin. Namun dia masih belum mendapatkan kenyamanan yang ia inginkan. Selir Yu memiringkan tubuhnya. Saat kedua matanya terbuka kembali. Dia diam. Karena Kaisar Xiao Chen sudah hampir tidak berjarak dengan dirinya.
Napasnya tertahan.
"Kau yakin tidak ingin bernapas lagi?" Kata Kaisar Xiao Chen dengan santai.
Napas yang tertahan itu di hembuskan. "Yang Mulia."
"Apa?"
"Aku mendengar kabar yang kurang mengenakkan dari luar istana. Tapi..."
"Katakan."
"Jika aku mengatakannya kau harus berjanji tidak akan membunuh ku."
Kedua alis Kaisar Xiao Chen menyatu. "Em. Aku usahakan."
"Jika begitu aku tidak akan mengatakannya. Akan aku simpan rahasia ini sampai mati," tegas Selir Yu.
"Aku tidak akan mempermasalahkannya. Katakan." Kaisar Xiao Chen sudah terlalu penasaran dengan ucapan wanita di depannya.
Selir Yu lebih mendekatkan wajahnya hingga berjarak kurang dari satu ruas jari. Dengan suara lirih dia berkata. "Kabar yang tersebar menyatakan jika kau tidak bisa melakukan hubungan seksual dengan wanita."
Kaisar Xiao Chen masih mendengarkan. "Lanjutkan."
Selir Yu meneruskan perkataannya. "Mereka juga mengatakan, jika beberapa pelayan istana pernah mendengar desahan dari dalam kamar mu. Di saat kau bersama pengawal Zhu Wan."
"Yu Qianlu."
"Em!"
Panggilan itu membuat Selir Yu melihat kearah suara. Tapi dia langsung mematung. Di saat bibirnya secara tidak sengaja menyentuh bibir lembut dan lembab Kaisar Xiao Chen. "Aku." Dia secepat mungkin menarik bibirnya. Rasa gugupnya membuat dirinya secara sadar mengigit bibir bawahnya. Tidak kencang juga tidak lembut. Ia berusaha membungkam mati suaranya.
Kaisar Xiao Chen menarik pinggang ramping wanita itu. Hingga tubuhnya tidak memiliki ruang untuk kabur. Dia mendekatkan bibirnya kearah telinga Selir Yu. "Kata siapa aku hanya menyukai pria. Aku bisa melakukan hubungan untuk keduanya. Pria atau pun wanita aku menyukainya."
Selir Yu memundurkan wajahnya. Napasnya bahkan di tarik lebih dalam. "Aaa... Biseksual."
"Apa?"
"Ketertarikan emosional, romantis, atau seksual pada lebih dari satu gender. Atau Panseksual tertarik pada semua jenis gender tanpa memandang jenis kelamin biologis atau identitas gender. Entah dia pria atau wanita semua di lahap." Dia mengatakan dengan ritme cepat. Selir Yu mencoba bangkit. Namun tubuhnya di tahan tangan kekar suaminya. "Yang Mulia, sudah berapa banyak pria yang tidur dengan mu? Atau sudah berapa banyak wanita yang tidur dengan mu? Jangan bilang ratusan."
"Meski ada beberapa kata yang tidak aku mengerti dari ucapan mu. Tapi aku bisa pastikan satu hal." Kaisar Xiao Chen menatap pasti kearah Selir Yu.
Wanita itu memperhatikan bibir pria di depannya.
"Sudah puluhan pria dan wanita yang pernah berhubungan dengan ku. Sekarang, apa kau juga menginginkannya?" Ujar Kaisar Xiao Chen.
"Tidak, aku tidak ingin tertular penyakit kelamin." Dengan sekuat tenaga Selir Yu melepaskan tangan suaminya. Setelah benar-benar lepas. Wanita itu bangkit dan melompat turun dari atas ranjang.
Drakkk...
Dia bahkan melupakan rasa sakit di kakinya yang terkilir.
"Aaaaaa... Isssttt..." Mencoba menahan rasa sakit di kakinya. Dengan tertatih Selir Yu berjalan menuju pintu kamar. "Racun sudah tertanam di tubuh ini. Jika di tambah penyakit kelamin. Bukankah akan menjadi perjalanan transmigrasi dalam novel yang kacau." Dia terus bergumam. "Pemeran pembantu di novel terkenal, menderita penyakit kelamin dari suaminya. Dan harus menghadapi racun yang di tanam ayahnya sendiri. Benar-benar alur yang gila. Tidak butuh beberapa hari lagi. Mungkin saja besok pagi wanita ini tidak lagi bisa melihat matahari terbit."
Kaisar Xiao Chen hanya memperhatikan dari atas tempat tidur. "Dia mudah sekali di bodohi." Tertawa puas.
Selir Yu membuka pintu kamar.
"Selir Yu." Kasim kepala Gu memberikan hormat. "Lebih baik anda masuk kembali. Jangan sampai masuk angin."
Wanita itu tersenyum dengan penuh paksaan. Dia menutup kembali pintu kamar. "Benar-benar sial." Pandangan matanya mengarah pada pria yang masih terlihat menunggu dirinya di atas tempat tidur.
Selir Yu melirik ke setiap sudut ruangan kamar. Hingga dia mendapati kursi panjang yang bisa ia gunakan beristirahat malam itu. "Apa boleh buat." Melihat ke arah Kaisar Xiao Chen. "Dari pada harus tidur bersama dengannya." Berjalan menuju ke arah kursi panjang.
"Huh... Lebih baik dari pada mati kedinginan di lantai." Selir Yu membaringkan tubuhnya di atas kursi panjang. Tanpa bantal yang empuk atau pun tanpa selimut yang hangat. Tapi untung saja kursi panjang itu di lapisi dengan alas bulu rubah yang cukup tebal. Bisa membuatnya sedikit lebih hangat juga nyaman. "Aku pasti tidak akan bisa tidur malam ini."
Detik berikutnya, di saat mulutnya baru menutup. Wanita itu tertidur cukup pulas.
Kaisar Xiao Chen bangkit dari ranjangnya. Dia mendekat membawa selimut miliknya yang masih tertata rapi. "Seperti babi kecil. Langsung tidur setelah mendapatkan tempat nyaman." Selimut di tangannya ia gunakan menutupi sebagian tubuh wanita di atas kursi panjang.
Dia menatapnya cukup lama. Senyuman tipis melintas tanpa ia duga.
Wuussshhh...
Api lilin di sisi kanan tertiup lembut.
"Yang Mulia." Pengawal Zhu Wan memberikan hormatnya. Dia masuk melalui jendela.
"Katakan," ujar Kaisar Xiao Chen yang masih menatap Selir Yu.
"Berita yang di perlukan telah saya sebarkan seperti yang anda minta. Hampir semua orang yang ada di istana maupun Ibu Kota. Telah mempercayai jika anda hanya menyukai pria," jelas Pengawal Zhu Wan.
"Kau mengerjakan dengan sangat baik. Bahkan aku sudah mendapatkan berita itu sebelum kau melaporkannya." Kaisar Xiao Chen membenarkan rambut panjang yang telah menutupi sebagian wajah Selir Yu.
Mendengar itu Pengawal Zhu Wan melihat kearah Selir Yu. "Selir Yu, benar-benar telah menjadi wanita berbeda. Dulu setiap ada rumor buruk tentang anda. Selir Yu pasti akan mencoba sekuat tenaga agar rumor segera hilang secepatnya. Tapi sekarang, sepertinya dia telah berubah."
"Justru aku lebih menyukai dia yang sekarang. Tidak menyembunyikan niatnya. Atau mencoba berbagai macam cara untuk menyenangkan ku." Kaisar Xiao Chen duduk di samping istrinya. "Apa kau sudah menemukan siapa pembunuh pelayan Selir Zhang?"
Pengawal Zhu Wan mengangguk. "Ya. Selir Chun pelakunya. Dia berniat mengadu domba Selir Zhang dan Selir Yu. Yang telah berselisih beberapa waktu lalu. Saya juga telah membawanya ke penjara dan mengadilinya." Melihat kearah Kaisar Xiao Chen. "Apa yang Mulia ingin meringankan hukumannya. Bagaimana pun juga dia putri dari Jenderal besar Chun Li."
"Membunuh seseorang yang tidak bersalah. Hanya untuk membuat fitnah kepada orang lain. Dia wanita yang kejam dan berhati dingin. Tidak ada pengampunan untuk itu. Lakukan eksekusi di halaman utama istana luar. Dan kabarkan kepada semua Selir di istana untuk ikut serta dalam pengeksekusian. Dia harus menanggung akibat dari perbuatannya sendiri," tegas Kaisar Xiao Chen.
"Baik."
"Kau menemukannya?" Pria itu melihat kearah Pengawalnya.
Pengawal Zhu Wan mengeluarkan benda yang ia sembunyikan dalam lipatan bajunya. "Yang Mulia." Memberikannya kepada Kaisar Xiao Chen.
Token berbentuk burung merpati di ambil dari tangan Pengawal setianya. Benda itu di dapatkan dari kamar Selir Yu. "Pada akhirnya aku mendapatkannya." Benda itu yang selama ini ia cari. Token militer pasukan Yuling. Pasukan yang dulunya di pimpin Jenderal tertinggi Yu Wang. Yang merupakan kakek dari Selir Yu.
Setelah Jenderal tinggi Yu Wang wafat. Putri tertua dari rumah tangga pertama yaitu cucu kesayangan sang Jenderal. Menjadi satu-satunya keturunan yang secara resmi mendapatkan seluruh hak untuk menggerakkan pasukan Yuling.
Di saat Kaisar Xiao Chen memperhatikan token di tangannya untuk yang kedua kalinya. Dia tersadar akan satu hal fatal. "Token palsu." Token itu hancur dalam genggaman tangannya.
Pengawal Zhu Wan langsung berlutut. "Yang Mulia, maafkan saya yang telah lalai. Saya akan mencarinya lagi."
"Kau bisa bangkit. Bukan kesalahan mu. Tapi..." Melihat kearah Selir Yu. "Lawan kita yang terlalu licik." Menyipitkan kedua matanya. "Tidak perlu mengeledah kamarnya lagi. Hal ini hanya akan membuatnya curiga. Awasi setiap pergerakannya saat di luar istana. Maupun saat dia berada di halaman istana tempat tinggalnya."
"Baik."
"Kau bisa pergi."
"Baik."
Pengawal Zhu Wan segera pergi untuk mengerjakan tugas yang di berikan Kaisar Xiao Chen.
Di saat kamar kembali sunyi. Kaisar Xiao Chen menatap kearah Selir Yu. Tidak ada yang tahu apa yang ada di pikirannya saat itu. Yang pasti hatinya masih memiliki kebencian untuk Selir Yu. Atau justru kehangatan lembut yang mulai menyapu perlahan kebencian itu.
mungkin sebenarnya selir Yu ingin melindungi adiknya makanya dia melarang ayahnya mengirim adiknya ke istana krn selir Yu tahu bagaimana sulit dan bahaya nya tinggal di istana