NovelToon NovelToon
Transmigrasi Alexa

Transmigrasi Alexa

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa Fantasi / CEO / Cinta setelah menikah / Fantasi Wanita / Tamat
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.8
Nama Author: waya520

Alya, wanita karir yang kesepian, mengalami kecelakaan dan meninggal ditempat. Namun, saat membuka mata, dia sangat terkejut karena jiwanya malah masuk ke tubuh seorang wanita asing yang bernama Alexa. kagetnya lagi, dia melihat seorang pria duduk dengan seorang anak digendongannya dan memandangnya dengan tatapan tajam.

"Berhentilah berakting, aku tidak akan pernah tertipu lagi dengan trikmu." ucap Kevin Orlando yang merupakan suami dari Alexa sendiri.

"Ayah apa ibu akan memukulku lagi?" cicit seorang anak laki-laki yang berusia empat tahun, yang berada digendongan Kevin.

Satu yang baru dia ketahui: tubuh baru ini menyimpan banyak dosa.

Apa yang harus Alya lakukan setelah terjebak ditubuh seorang iblis seperti Alexa?.

Memperbaiki hubungan dengan orang-orang yang pernah disakiti Alexa, atau dia kabur dengan tubuh ini.

Jangan lupa like👍 dan vote nya ya teman-teman 🥰🫶, dan beri author bintang untuk karya yang sudah author selesaikan. terimakasih 🙇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waya520, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menyusui Kay

Kalau ditanya, Kay sayang sama ibu atau tidak?, anak itu pasti menjawab 'sayang' tanpa ragu. Diusianya yang baru menginjak empat tahun, setidaknya ada beberapa hal yang dia ketahui tentang ibunya.

Kay memang sering disakiti oleh ibunya, tapi dia tidak akan benci dengan wanita yang sudah melahirkannya itu. Pernah sekali dia tidak sengaja lewat didepan kamar ibunya dan untuk pertama kalinya dia melihat sang ibu menangis tersedu-sedu dengan sebuah buku dipelukan nya.

Dan Kay baru sadar jika itu ulah ayahnya yang tidak pernah memperlakukan ibunya dengan baik. Bahkan saat teman-temannya menghina keluarganya tidak utuh dia hanya bisa diam, karena faktanya memang seperti itu.

Apalagi saat ibunya berteriak didepannya, mengatakan bahwa dirinya adalah pembawa sial dihidup ibunya. Kay tidak menangis, tapi hati kecilnya hancur berkeping-keping. Yang Kay tahu, dialah penyebab hancurnya hidup ibunya.

"Kay makan siang dulu." ujar sus anak itu pada Kay yang sibuk mewarnai buku gambar, anak itu menoleh ke arah wanita itu. "Sus, kapan ayah dan ibu pulang?"

Wanita itu diam dan terpaku, ini pertama kalinya anak itu bertanya kapan ibunya itu pulang. Ada perasaan tidak rela dihatinya.

Babysitter itu hanya bisa tersenyum kemudian duduk disampingnya anak itu sembari mengelus rambutnya. "Tumben Kay bertanya tentang ibu?" tanyanya penasaran.

"Ibu sudah berubah sus, Kay senang sekali saat ibu sudah tidak marah-marah lagi dengan Kay." celoteh anak itu yang membuat wanita itu geram.

Ini tidak bisa dibiarkan, seharusnya Kay membenci Alexa.

....

Jam sudah menunjukkan pukul empat sore, sebenarnya sekarang belum waktunya untuk pulang, tapi Kevin khawatir dengan keadaan Kay, babysitter anak itu tadi menelpon dan mengatakan bahwa Kay demam dan terus memanggil namanya. Jadi dia dengan cepat membangunkan Alexa dan membawa wanita itu pulang.

Alexa duduk dengan posisi rebahan karena dirinya masih mengantuk, tapi melihat rahang Kevin yang mengeras membuatnya tidak berani untuk bertanya alasan kenapa mereka pulang mendadak.

....

Brak...

Pintu bercat putih dengan hiasan kartun itu terbuka lebar. Kevin segera masuk kedalam diikuti oleh Alexa dibelakangnya.

"Kay, sayang, apanya yang sakit?" tanya Kevin dengan raut wajah khawatir, Kay perlahan membuka matanya saat ayahnya mengelus pipinya yang terasa panas.

"Ayah, pusing." rengek anak itu, pandangannya mulai mengabur, tubuhnya semakin panas, padahal dia sudah minum obat.

"Mana yang sakit hm?" Kevin memijat pelipis Kay dengan lembut. Tiba-tiba babysitter Kay datang dan langsung mendekat ke arah Kevin.

"Kay sudah minum obat tuan, izinkan saya untuk mengganti kompresnya." ucap wanita itu yang suaranya sengaja dibuat mendayu. Alexa menghela nafas kesal, ternyata wanita itu menaksir suaminya. Eh suami Alexa maksudnya.

Kevin mengangguk kecil lalu mulai berdiri dan membiarkan babysitter Kay mengurus anaknya. Sejak Kay bayi, wanita itulah yang mengurus anaknya. Berbeda dengan Alexa yang bahkan tidak perduli dengan anaknya sendiri.

"Untuk apa kau disini, sana keluar." usir Kevin pada Alexa yang masih berdiri dibelakangnya, ada atau tidaknya wanita itu tetap tidak bisa membantu apa-apa.

Alexa sempat tersentak kaget mendengar ucapan kasar Kevin. Dia tidak bisa berbuat apa-apa, meskipun berat dia tetap menurut, saat dirinya hampir keluar. Tiba-tiba Kay menangis dengan keras.

"Huaaaaa, ibu, mau ibuuuu." Kevin segera merengkuh tubuh kecil itu dan mencoba menenangkannya. "Sstt diam sayang, sama sus saja ya." tawar Kevin yang ditolak mentah-mentah oleh anaknya.

"Mau ibuuuuu huaaaa." tubuhnya mulai memberontak didalam pelukan ayahnya. Matanya terbuka dan samar-samar dia melihat sosok ibunya yang masih berdiri didepan pintu.

"Ibu, Kay mau sama ibu." tangannya terulur ke arah Alexa, seolah memanggil wanita itu untuk datang dan menggendongnya.

"Kay sama sus ya." babysitter itu dengan lancang duduk disamping Kevin, dan modus sambil memegangi tubuh Kay yang tidak bisa diam dipelukan ayahnya.

Alexa bimbang, haruskah dia mendekati Kay, tapi Kevin tadi mengusirnya.

Tangis anak itu semakin keras, bahkan Kevin sudah sangat kewalahan apalagi babysitter itu yang hanya modus agar bisa berdekatan dengan Kevin.

Tidak ada pilihan lain. Alexa dengan cepat meraih tubuh panas Kay dari pelukan ayahnya dan menggendongnya. Anak itu langsung tenang dan menelusupkan wajahnya didada sang ibu.

"Tenang Kay, ini ibu." bisik Alexa ditelinga anaknya, tangannya mengelus rambut anak itu hingga akhirnya nafas Kay kembali teratur. Sepertinya anak itu kembali tidur.

"Em, aku akan membawanya ke kamar ku." ucap Alexa tanpa perlu menunggu jawaban Kevin, dia langsung bergegas keluar.

Klek...

Dengan cepat dia menutup pintu kamarnya. Dia melepaskan tasnya dan meletakkannya diatas meja. Kemudian membawa tubuh kecil itu dan membaringkannya di ranjang miliknya.

"Engh." lenguh Kay saat pelukan ibunya terlepas.

"Sebentar Kay, ibu mau ganti baju dulu." dengan cepat Alexa melepas semua bajunya dan berganti memakai baju tidur yang cukup pendek. Dia ingin meringankan demam Kay dengan tehnik skin to skin. Itu yang dia pelajari dari ibunya dulu.

Ahh, dia jadi merindukan ibunya.

Dengan cepat dia melepaskan baju anak itu, kemudian dia melepaskan atasannya juga dan merengkuh tubuh panas itu kedalam pelukannya.

Tubuh Kay langsung tenang, matanya terbuka sedikit, "Ibu pusing." rengeknya kesal karena kepalanya terus berdenyut tidak nyaman.

Dengan cepat Alexa memijat kepala anaknya dengan lembut, dia tahu apa yang dirasakan saat demam, setidaknya dia berusaha mengurangi rasa pusing yang dirasakan anak itu.

Kay mengusakkan kepalanya didada ibunya. Dia ingin tidur tapi tidak bisa. "kenapa sayang?" tanya Alexa saat melihat anaknya yang terlihat gelisah.

Mata Kay terbuka. "Ibu mau susu."

Alexa terdiam, dia tidak tahu jika Kay masih menyusu. "Tapi tidak ada airnya Kay." ucapnya sedikit terbata-bata.

"Eng, tapi Kay biasa minum susu sebelum tidur." rengeknya yang kesal karena ibunya tidak tahu apa yang dia inginkan.

Karena takut anak itu tantrum lagi, dengan cepat dia menempatkan putingnya dibibir Kay. Ini pertama kalinya dia menyusui.

Kay yang kebingungan hanya bisa membuka mulutnya, mengikuti nalurinya. Matanya yang bulat mengarah pada wajah Alexa yang tengah menahan rasa geli yang melingkupi dadanya.

"Akh, jangan digigit Kay." tegur Alexa saat anak itu menggigit miliknya tanpa sengaja. Kay mengangguk lalu perlahan menutup matanya sambil menyusu pada ibunya.

Padahal yang dimaksud Kay adalah susu hangat buatan babysitternya setiap dia mau tidur, tapi ibunya salah paham dan malah mengira Kay mau menyusu seperti bayi.

Alexa melirik ke arah anak itu dan Kay sepertinya sudah tertidur tapi mulutnya tetap bergerak menyesap dadanya.

Tanpa dia sadari, matanya ikut terpejam, dan dia menyusul Kay didalam mimpi.

Klek...

Kevin tanpa izin langsung masuk kedalam kamar milik istrinya. Dia menyempatkan diri untuk mandi dulu sebelum menyusul anaknya. Awalnya dia berniat mengambil Kay dari Alexa karena untuk sekarang dia masih belum percaya dengan wanita itu.

Tapi dia terkejut saat mendapati Kay yang sedang menyusu pada ibunya.

Apa-apaan ini. Diakan juga mau. Eh.

1
William Shakespeare
Kelebihan:
1. Pertama-tama, tentu saja yang patut diapresiasi dari cerita ini ialah semangat dan konsistensi penulis dalam mengakhiri ceritanya dengan tuntas dan baik.

2. Bagi pembaca pemula yang masih malas untuk membaca cerita panjang, novel ini merupakan pilihan tepat disebabkan alurnya yang cepat dan jelas. Juga dari sisi konfliknya yang mudah dipahami.

3. Penokohan telah dilakukan dengan baik, sehingga pembaca mampu membedakan dengan jelas tiap-tiap karakternya.

4. Jenis plot pertukaran tubuh yang seperti ini (menurut saya) cukup unik dan berbeda. Jiwa yang tertukar tidak memiliki cerita masing-masing tapi dijadikan satu keluarga besar.
William Shakespeare: Kekurangan:
Oke, kita rileks kan pikiran terlebih dahulu, sebentar... apa tadi ya? oh, benar:
1. Plot ini memang unik, tapi perkembangan ceritamu agak mudah untuk ku tebak. Sejujurnya, ini kekurangan yang wajar, sih. Aku saja sulit untuk membuat inovasi baru. :)

2. Aku terkesan dengan plotwist yang kamu rancang, tapi entah kenapa, rasanya sedikit terlalu di paksakan menurutku. Seperti di bagian masalah Lia atau Bella misalnya.

3. Kemudian, Latar memang hanya pelengkap. Namun, ketika kamu mengabaikannya secara berlebihan, jadi terasa 'kosong' dan sulit dalam membayangkanhya.

4. Ini yang paling penting dan utama dari kritikku, dan aku akan menyampaikannya tanpa basa basi:
Drama dan emosi pada setiap adegan tidak terasa.
Kau hanya memberitahu aku dia marahlah, atau sedihlah, terus yaudah. Perasaanku tenang tenang saja. Kau kurang dalam penggambaran konflik setiap adegan sehingga aku bahkan tidak bisa terserap masuk kedalam setiap rasa takut jiwa alya, trauma jiwa Alexa, kekhawatiran Kevin, Obsesi Jessica dan Lia, serta yang lainnya.

Tolong jangan kau ambil hati. Aku hanya si bodoh yang tidak mengerti cara resensi novel, tapi... inilah yang si bodoh ini rasakan.

Maaf dan terimakasih, Wahai Penulis.💪💪💪😄😄😍😍🙏🙏
total 1 replies
William Shakespeare
/Smile/
Memyr 67
𝖺𝗅𝖾𝗑𝖺 𝖽𝗂 𝗍𝗎𝖻𝗎𝗁 𝖺𝗅𝗒𝖺, 𝗆𝖾𝗆𝖺𝗇𝗀 𝖻𝖾𝗅𝗎𝗆 𝖻𝗂𝗌𝖺 𝗃𝖺𝖽𝗂 𝗂𝖻𝗎. 𝗉𝖾𝗆𝗂𝗄𝗂𝗋𝖺𝗇𝗇𝗒𝖺 𝗆𝖺𝗌𝗂𝗁 𝗌𝖾𝗉𝗎𝗍𝖺𝗋 𝖽𝗂𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗇𝖽𝗂𝗋𝗂. 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝗅𝖺𝗒𝖺𝗄 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖽𝗂𝗋𝗂𝗇𝗒𝖺. 𝗍𝖺𝗉𝗂 𝗍𝗂𝖽𝖺𝗄 𝗆𝖾𝗆𝗂𝗄𝗂𝗋𝗄𝖺𝗇 𝖺𝗉𝖺 𝗒𝗀 𝗅𝖺𝗒𝖺𝗄 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗈𝗋𝖺𝗇𝗀 𝗌𝗋𝗄𝗂𝗍𝖺𝗋𝗇𝗒𝖺, 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗇𝖺𝗄𝗇𝗒𝖺, 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝗌𝗎𝖺𝗆𝗂𝗇𝗒𝖺, 𝖻𝗎𝖺𝗍 𝖺𝗒𝖺𝗁𝗇𝗒𝖺.
Memyr 67
𝗉𝖺𝗋𝖺𝗁 𝗏𝗂𝗋𝖺
William Shakespeare
Apakah kevin dan kay menyayangi raga Alexa atau jiwa Alya?
haunzz
hah?!
haunzz
luar biasa bagus sih😎👍
Diyah Agung
bagus
Nining Chili
👍👍
HelenLife Sihombing
lagian olang na matole otak bapak nya.lalai sama anaknya
ynt_
ada di bab brapa Cindy mati eh di pecat ges😏
Meli Meli ana
balasan bima bikin ngakak🤣
Meli Meli ana
apa bela saudara nya cindy bukan?
Alfia Amira
heh kepin 🤣🤣🤣
Fitri Sosianingsih
cerita bikin greget.. yg baca kebawa arus perasaan dgn pemerannya,, berarti penulis berhasil bikin yg baca emosi... makin sering nulis ya thor biar makin bagus ceritanya
Rusmini Mini
kenapa Kevin lemot yg satset mlh Bimo
Alexa mudah lelah dan sering sakit
lumayan novelnya menghibur thankyou thor /Pray//Pray//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
yg hamil duluan kan Alya kenapa skrg hamilnya sama 8 bln
Rusmini Mini
kok bisa Lia dpt pisau pasti di suruh Authornya...hayo ngaku aja thor
Rusmini Mini
Karina naksir Dimas kakak iparnya
Rusmini Mini
untung obat bius bkn obat perangsang
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!