NovelToon NovelToon
Sang Legenda: Naga Langit

Sang Legenda: Naga Langit

Status: tamat
Genre:Misteri / Fantasi Timur / Balas Dendam / Kebangkitan pecundang / Kelahiran kembali menjadi kuat / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:8.7M
Nilai: 4.5
Nama Author: Sang_Imajinasi

Xiao Chen selalu dianggap murid terlemah di Klan Xiao.

Tidak punya bakat, selalu gagal dalam ujian, dan menjadi bahan ejekan seluruh murid.
Namun tidak ada yang tahu kebenaran sesungguhnya bahwa tubuhnya menyembunyikan darah naga purba yang tersegel sejak lahir.

Segalanya berubah saat Ritual Penerimaan Roh Penjaga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sang_Imajinasi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 25: Xiao Chen Vs Lie Huo

Kemenangan telak Xiao Chen atas Lie Feng mengirimkan gelombang kejut ke seluruh arena. Tiba-tiba, Klan Xiao yang tadinya dipandang sebelah mata, kini memiliki dua petarung kuat yang tak bisa diremehkan. Suasana di antara penonton bergeser dari cemoohan menjadi antisipasi yang penuh gairah. Mereka sadar bahwa kompetisi tahun ini jauh lebih menarik dari yang diperkirakan.

Selama jeda singkat sebelum babak kedua, suasana di area peristirahatan setiap klan sangat kontras.

Di area Klan Wang, jenius nomor satu mereka, Wang Chen, yang berwajah tenang, sedang menganalisis kekalahan rekan-rekannya dengan suara pelan, menunjukkan kualitas kepemimpinannya. Mereka telah kalah dua kali, tetapi semangat mereka tidak patah.

Di area Klan Lie, suasananya suram dan penuh amarah. Tetua mereka memarahi Lie Feng yang terluka, sementara Lie Huo duduk di sudut, auranya yang berapi-api membuat udara di sekelilingnya bergetar. Matanya tidak pernah lepas dari sosok Xiao Chen di seberang lapangan, niat membunuh di dalamnya begitu pekat hingga hampir bisa terlihat.

Di area Klan Xiao, Tetua Agung mengelus janggutnya dengan senyum puas. Dia memberikan anggukan persetujuan kepada Xiao Long atas kemenangannya yang solid, lalu menatap Xiao Chen dengan tatapan yang lebih dalam. "Kerja bagus. Tapi jangan lengah. Pertarungan sesungguhnya baru saja akan dimulai."

Setelah jeda, wasit kembali naik ke panggung utama, memegang gulungan bambu berisi undian pertandingan babak kedua. Seluruh arena menjadi hening.

"Pertandingan pertama babak kedua... dari Klan Wang, Wang Chen! Melawan... dari Klan Lie, Lie Jue!"

Pertandingan antara dua jenius top dan murid nomor tiga berlangsung sengit, tetapi Wang Chen yang tenang akhirnya keluar sebagai pemenang, mengamankan poin pertama untuk klannya.

Beberapa pertandingan lain berlalu, menampilkan pertarungan antara murid-murid peringkat bawah. Akhirnya, wasit mengambil napas dalam-dalam sebelum mengumumkan pertandingan yang paling ditunggu-tunggu semua orang.

"Pertandingan berikutnya! Dari Klan Lie, Lie Huo! Melawan... dari Klan Xiao, Xiao Chen!"

ROOOAARR!

Arena meledak dalam sorak-sorai yang memekakkan telinga. Inilah yang ingin mereka lihat. Pertarungan antara tiran yang kejam dan sang kuda hitam misterius. Ini adalah final yang terjadi lebih awal!

Lie Huo melompat ke atas panggung, setiap langkahnya seolah membakar tanah. "Tikus selokan, akhirnya kau tidak bisa lari lagi," geramnya, otot-ototnya menonjol. "Aku akan mematahkan setiap tulang di tubuhmu sebagai pelajaran karena telah menyinggung Klan Lie!"

Xiao Chen naik ke panggung dengan langkahnya yang biasa, tenang dan tidak terpengaruh. "Gonggonganmu membosankan. Tunjukkan saja gigitanmu."

"Mulai!"

Begitu aba-aba diberikan, Lie Huo langsung menyerang. Dia tidak menahan diri sedikit pun. Dia melepaskan seluruh kekuatan puncak tingkat kesembilannya, menyelimuti tinjunya dengan Qi api yang ganas.

"Tarian Api Liar!"

Dia menghujani Xiao Chen dengan rentetan pukulan yang cepat dan eksplosif. Setiap pukulan melepaskan gelombang panas yang membuat panggung batu mulai meleleh. Penonton di barisan depan bahkan bisa merasakan panas yang menyengat dari jarak puluhan meter.

Menghadapi serangan dahsyat itu, Xiao Chen tidak bisa lagi hanya menghindar. Kekuatan dan jangkauan serangan Lie Huo jauh melampaui lawan-lawannya sebelumnya. Dia terpaksa mulai menangkis.

Setiap kali telapak tangannya yang dilapisi Qi Kekacaun bertemu dengan tinju api Lie Huo, terdengar suara desisan. Api itu padam, tetapi kekuatan yang brutal masih mendorong Xiao Chen mundur selangkah demi selangkah.

Penonton bisa melihat dengan jelas. Xiao Chen sedang tertekan!

"Lihat! Dia tidak bisa berbuat apa-apa!" teriak seorang pendukung Klan Lie.

"Kekuatan Tuan Muda Lie terlalu kuat! Kemenangan sudah di depan mata!"

Lie Huo menyeringai buas. Dia bisa merasakannya. Dia bisa merasakan lawannya terus mundur, hanya mampu bertahan. "Hanya ini kemampuanmu, tikus?! Mengecewakan!"

Dia meningkatkan serangannya, tinjunya bergerak semakin cepat, semakin panas, semakin kuat. Xiao Chen terus dipaksa mundur hingga punggungnya hampir mencapai tepi panggung.

Melihat lawannya sudah terpojok, Lie Huo memutuskan untuk mengakhirinya. Dia berhenti menyerang dan mengambil napas dalam-dalam, mengumpulkan semua Qi api di tubuhnya ke dalam kedua tangannya. Sebuah bola api yang menyilaukan dan berputar mulai terbentuk, ukurannya terus membesar hingga seukuran batu giling.

"Ini akhirmu!" raungnya. "Matahari Terik Penghancur!"

Bola api raksasa itu melesat ke arah Xiao Chen, meninggalkan jejak hangus di udara, membawa serta kekuatan yang cukup untuk melenyapkan seorang ahli Pembangunan Fondasi tahap awal.

Para tetua Klan Xiao berdiri dari kursi mereka dengan cemas. Serangan ini terlalu kuat!

Namun, di tengah kepanikan itu, Xiao Chen yang selama ini tertekan, justru berhenti mundur. Di matanya yang tenang, sebuah cahaya tajam berkilat. Dia telah menunggu saat ini. Saat di mana lawannya mengerahkan seluruh kekuatannya dalam satu serangan, meninggalkan pertahanannya dalam kondisi paling lemah.

"Sekarang, bocah!" suara Yao Huang bergema di benaknya. "Gunakan kecepatanmu! Tembus apinya dan serang intinya!"

Melakukan hal yang tak terbayangkan oleh siapa pun, Xiao Chen tidak mencoba menghindar atau memblok bola api raksasa itu.

Sebaliknya, dia meraung dan berlari lurus ke arahnya.

Seluruh tubuhnya dilapisi oleh selubung tipis Qi Kekacauan yang padat. Dia tampak seperti meteor kelabu yang menantang matahari.

Penonton menjerit ngeri. Para tetua terbelalak. Itu adalah tindakan bunuh diri!

1
Yanto Ibon
catat nih. .. kultivasi MC sdh di puncaknya.. jangan ngaco lagi thorrrr
Yanto Ibon
aneeeh. . author nih parah
Toto Sucipto
Mudah-mudahan seterusnya di level Alam Pembangunan Pondasi, tidak berubah lagi menjadi lebih rendah atau tinggi. Lanjut, Thor ...
Toto Sucipto
Mantap Chen....sikat semuanya, bantai abis. Thor tahu apa yang diidamkan pembaca, memanjakan penikmat cerita. Keren, Thor...👍👍
Toto Sucipto
Iya....gimana ini Thor ? XC sudah tingkat berapa ?
Toto Sucipto
Banguuuunnnnnn....jangan menyerah Chen. Semangaaatttt....
Toto Sucipto
Kerreeennn.... Bantai abis para penghambat jalan. Maju, Chen...
Toto Sucipto
Diterjemahkan dong tingkatan kultivasinya, Thor... Jadi, nantinya tidak sulit untuk mengikuti alur ceritanya. Lanjuuuttt....
Toto Sucipto
Semangaaaaatttt....alur cerita tampaknya akan menarik. Semogaaa....👍👍👍
Yanto Ibon
selanjutnya ketika dipake bertarung seperti biasa kehabisan Qi. .. hahahaha 🤭
Yanto Ibon
mulai deh. .. kehilangan Qi lagi MC
Yanto Ibon
author ni kacaaauuu
Sefran Yuanda
alur nya mirip banget sama warisan mutiara hitam. part resep nya adalah hasil kerjaan murid yang gagal
Sachroni
Gw kehabisan qi neh jadi Stop dulu bacanya.
Sachroni
Kasihan Su Qingyu 🤣🤣😄
Didik Dhol22
mc lemah dapat kekuatan terus kok masih keroyokan🤭🤭
Didik Dhol22
mc lemah
Sefran Yuanda
lah, bukan nya tunangan nya baik ya. kok jd ngaco cerita nya
Ardi Provision
mc bodoh
Asmar Aco
jurus burit kentut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!