NovelToon NovelToon
Dreamy Magical

Dreamy Magical

Status: sedang berlangsung
Genre:Akademi Sihir / Persahabatan / Romansa / Fantasi Wanita / Barat
Popularitas:17.2k
Nilai: 5
Nama Author: Herdianti putri

Di balik topeng emasnya, Azuna menyembunyikan luka masa lalu dan kenangan yang terhapus.
Menjadi mentor Kelas Margery seharusnya hal biasa—sampai ia menyadari bahwa keenam muridnya mencerminkan potongan dari dirinya sendiri: kehilangan, amarah, dan keinginan untuk diterima.
Satu demi satu, rahasia mereka terungkap, menyingkap benang merah yang mengikat nasib mereka dengan perang kuno antara cahaya dan kegelapan.
Dalam dunia di mana sihir dapat menyembuhkan atau menghancurkan, bisakah Azuna menuntun mereka menuju cahaya sebelum dirinya tenggelam ke dalam bayangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Herdianti putri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

butterfly from Land of Dry

Hari ini merupakan hari ketiga inter-school sparring. tetapi ada yang sedikit berbeda dari biasanya.

Yup Hari ini Hanada dan Igarashi absen dari acara. Akibat racun yang dia terima dari serangan Terry, Hanada dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan serius. Untuk Igarashi sendiri, dia hanya ingin menemani Hanada selama masa pemulihan.

...****************...

"Baiklah Inter-school sparring hari ketiga akan segera dilaksanakan. Semua harap segera bersiap-siap." Kata Reva memulai acara hari ini.

Lampu sorot kembali menyala dan memilih siapa saja yang akan tampil. Tak lama kemudian, Zakuro, Mimori, dan Mamoru terpilih sebagai perwakilan Kelas Margery dan Milia sebagai perwakilan dari Edelweiss Sanctuary Academy.

"Baiklah. Pertandingan kedua akan melibatkan Zakuro, Mimori, dan Mamoru sebagai perwakilan dari Kelas Margery dan Milia sebagai perwakilan dari Edelweiss Sanctuary Academy." Umum Reva.

Sama seperti hari-hari sebelumnya, Reva memindahkan mereka yang tidak ikut berpartisipasi ke area penonton.

...****************...

Arashi yang tidak melihat Igarashi menoleh kesana kemari mencari anak berambut ungu tersebut.

"Dimana Igarashi?." Tanya Arashi pada Sasuke.

"Dia sejak kemarin tidak ada di asrama. Mungkin ke rumah sakit." Jawab Sasuke singkat sambil melihat pertandingan Zakuro dan yang lainnya.

Arashi tidak menjawab karena dia mulai paham apa yang dimaksud oleh Sasuke. Kemudian Ia melihat kembali ke arena pertandingan.

...****************...

"Baiklah pertarungan dimulai"

Setelah Aba-aba dibunyikan, Milia mengeluarkan Vajra miliknya.

"Aku tidak akan berlama-lama. aku akan membuat kalian kekeringan dengan ini."

Seketika Vajra Milik Milia mengeluarkan Petir dan mengarahkannya pada Zakuro, Mimori, dan Mamoru. tetapi anehnya bekas sambaran petir tersebut mengering.

"Bagaimana?. terkejut?." Ujar Milia sambil memutar Vajra miliknya.

'Wanita ini sungguh berbahaya.' Batin Mimori terus memperhatikan gerak-gerik Milia.

"Hanya serangan seperti itu tidak membuat kami takut."

Mamoru mengeluarkan air melalui Trident miliknya.

"El nograd uae'd." Naga air baru saja dikeluarkan oleh Mamoru kearah Milia.

"errennot ed esserehcés"

Petir-petir milik Milia mampu mengeringkan naga air milik Mamoru.

"Inikah kemampuanmu?.Menyedihkan." Milia mengejek kemampuan Mamoru.

"Bagaimana dengan ini. nonac à nolem".

Zakuro menembakkan melon yang dia gunakan sebagai amunisi untuk melawan Milia. Tetapi mampu di hadapi oleh Milia dengan mudah.

"resaib ed esserehcés"

ciuman jarak jauh milik Milia telah mengubah Melon Zakuro menjadi kering kerontang.

"Kalian sedang bermain-main, ya?." Milia semakin menghina mereka semua.

"Siapa yang kau bilang main-main?." Balas Zakuro tidak terima.

"Kalau begitu lawan aku dengan...."

Mimori menyerang Milia dengan rantainya disaat Milia lengah karena mengurusi omongan Zakuro.

"Kurang ajar." umpat Milia sambil menyentuh pipinya yang terluka oleh Mimori.

"Jangan pernah menurunkan kewaspadaanmu, Nona." Kini Mimori memberikan pelajaran bagi Milia.

"AWAS KAU!!!!!."

"nollipap esserehcés"

Dengan memutarkan vajra miliknya, petir-yang dimiliki Milia berubah menjadi kupu-kupu yang berterbangan kearah Zakuro, Mamoru, dan Mimori.

Ketiga anak tersebut berusaha menghindari kupu-kupu dengan senjata yang mereka miliki. Disaat mereka sedang fokus menyerang kupu-kupu yang ada didepan mereka, mereka bertiga tidak menyadari bahwa ada kupu-kupu lain yang berusaha menempel pada tubuh mereka.

"Zakuro-Chii. Mamoth. Mimo-Nee. di belakang!!!." Teriak Ichika yang membuat ketiga anak tersebut menoleh. Tetapi terlambat, Kupu-kupu tersebut telah menempel dan menyerap cairan tubuh mereka.

"Bagaimana sudah merasa kehausan?." Milia kembali bertanya pada ketiga lawannya.

Namun Zakuro, Mamoru, dan Mimori tidak menjawab. Mereka tetap diam tanpa memperdulikan Milia yang kesal pertanyaannya tidak terjawab.

"Baiklah. Aku akan mengakhiri semua ini."

Belum sempat Milia mengeluarkan sihirnya, Mimori langsung membuat Hutan Kaktus yang memisahkan mereka dengan Milia.

...****************...

"Apa yang kau lakukan, Mimori?." Tanya Mamoru dengan rencana tiba-tiba milik Mimori.

"Dengar. Dia bisa menyerap cairan di tubuh kita dan membuat kita dehidrasi seperti ini. Satu-satunya cara agar kita bisa bertahan adalah dengan cara menyalurkan air dari kaktus ini ke tubuh kita melalui tanah." Terang Mimori pada Zakuro dan Mamoru.

"Mimo-Nee. Apakah hal tersebut bisa dilakukan?." Tanya Zakuro ragu.

"Kau tidak perlu ragu. akan kubuat dia kewalahan dengan rantaiku. sementara kalian serang dengan sihir kalian masing-masing." Balas Mimori bersiap-siap dengan rantainya.

"Baiklah. Ayo Zakuro." Ajak Mamoru pada Zakuro kemudian meninggalkan Mimori sendiri.

Setelah ditinggalkan, Mimori segera berkonsentrasi untuk menyerang Milia.

...****************...

Di tempat lain, Azuna berniat untuk mengunjungi Hanada yang masih dirawat. hingga Ia mendengar suara Igarashi dan Hanada yang sedang berdebat akan sesuatu.

"Tidak bisa. Kau harus beristirahat."

"Tapi aku ingin mendukung mereka, Igarashi-kun."

"Kubilang tidak, ya tidak. Tubuhmu masih lemah kau harus banyak beristirahat."

"Kumohon, Igarashi-kun. biarkan aku melihat mereka."

perdebatan mereka yang akhir membuat Azuna lelah. Ia akhirnya memutuskan untuk membuka pintu kamar inap Hanada.

"Ada apa ini?." Tanyanya pada Igarashi dan Hanada membuat keduanya menoleh ke sumber suara.

"Miss Azuna." Panggil Hanada yang hampir saja terjatuh. tetapi Igarashi dengan sigap membantu Hanada berdiri.

"Miss Azuna. Aku ingin melihat mereka. Kumohon." Mohon Hanada berharap Azuna mau mengabulkannya.

"Miss Azuna aku mohon jangan izinkan Hanada untuk pergi dahulu dia masih sakit." Kata Igarashi masih mencegah Hanada.

Sementara itu Azuna hanya terdiam. kemudian dia membuat sebuah keputusan yang tidak terduga.

...****************...

Kembali pada Pertarungan Zakuro, Mamoru, dan Mimori melawan Milia. Milia masih melenggang santai melewati hutan kaktus milik Mimori.

Dia terus melewati hutan kaktus Mimori sehingga tanpa sadar, sebuah rantai menyerang dirinya.

"Kurang ajar." Umpat Milia menyentuh bahunya.

"Itu kesalahan sendiri. Kau meremehkan kami dan tidak waspada akan serangan kami." Ujar Mimori yang tak nampak oleh Milia.

"Kalian memang lemah, bukan?. kalau tidak kalian seharusnya menyerangku langsung." Balas Milia memancing mereka keluar.

Namun nyatanya, bukan salah satu dari mereka yang keluar tetapi tembakan yang muncul dan mengenai dirinya.

"Kami bukan orang bodoh yang mudah terpancing oleh ucapanmu." Balas Zakuro di suatu tempat.

"Memancing amarah orang juga bukanlah hal yang baik nona." Ujar Mamoru yang memberikan tebasan pada Millia.

"Sudah cukup dengan main sembunyi-sembunyiannya." Ucap Milia dengan emosi membabat habis Kaktus dengan Vajra miliknya.

Tepat dihadapan Mimori, Milia segera melancarkan serangannya. Tapi Mimori dengan sigap mengeluarkan Rantai dari Tanah sehingga mampu menahan Milia.

"Sekarang."

Dengan aba-aba dari Mimori, Mamoru dan Zakuro mulai melakukan kombinasi.

"El nograd uae'd."

"Clob ed nairud."

Serangan naga air milik Mamoru tersebut membuat Milia terlepas dari Rantai Milik Mimori, tetapi penderitaan Milia tidak hanya disitu, serangan durian milik Zakuro memperparah luka yang dimiliki oleh Milia. membuat Milia terkapar tidak berdaya.

Hal ini membuat Zakuro, Mamoru, dan Mimori memenangkan pertandingan.

...****************...

Setelah pertandingan panjang dia, Mamoru, dan Mimori lewati, Zakuro kini telah kembali ke asrama bersama Akiko.

Dia kaget saat mendapati Hanada Memeluk dirinya tepat saat membuka pintu

"ZAKURO-CHAN. SELAMAT YA!!!." Teriak Hanada sambil memeluk Zakuro.

"K-Kata-Chii?." Zakuro masih tidak percaya bahwa sahabatnya kini sudah pulang.

Akiko dan Igarashi Tersenyum melihat Zakuro dan Hanada yang kembali bersama.

"Apakah Hanada memang boleh pulang?." Tanya Akiko pada Igarashi.

Igarashi kemudian menceritakan hal yang terjadi.

...****************...

Flashback

"Hanada." Panggil Miss Azuna pada Hanada. Hanada hanya menoleh sebagai balasan.

"Tubuhmu masih lemah. kau kesini saja masih dipapah oleh Igarashi. ada baiknya kalau kau menunggu hingga dua sampai tiga hari." Jelas Azuna membuat Hanada murung.

"Itu tidak perlu."

sahut seseorang yang ternyata adalah Mizumi, Kepala Rumah Sakit Kota Rella sekaligus Ibu dari Igarashi.

"Ibu jangan main-main." Tegur Igarashi pada Ibunya.

"Ruessiréug cialgla yang kau berikan kemarin berhasil menghambat penyebaran racunya. Ibu hanya menyalurkan Holy Energy milik Ibu untuk menarik racunya keluar dari tubuh secara paksa." Ujar Mizumi memberi tahu apa yang terjadi kemarin.

"Jadi aku boleh pulang, bibi?." Tanya Hanada penuh harap.

"Kau boleh pulang. Tapi jangan terlalu banyak beraktivitas, oke." Jawab Mizumi memberi lampu hijau pada Hanada untuk pulang.

"Terima kasih." Balas Hanada senang karena telah diperbolehkan pulang.

"Aku akan menghubungi Rossa bahwa putrinya sudah baik-baik saja." Ujar Mizumi sambil mengambil ponselnya.

End Flashback

...****************...

Akiko yang mendengar hal tersebut hanya bisa tersenyum.

Igarashi melihat arlojinya sekilas kemudian pergi meninggalkan kamar asrama putri.

sebelum Igarashi meninggalkan ruangan, Igarashi memberikan pesan pada Akiko untuk menjaga Hanada.

"Kuserahkan dia padamu. Jaga Hanada baik-baik." Ucapnya sambil menutup pintu.

'Tentu saja.' Jawab Akiko dalam hati.

Ia kemudian meminta Zakuro untuk mandi dan membiarkan Hanada beristirahat.

...****************...

Dalam perjalanannya ke kamar, Igarashi mencium bau terbakar dari arah kamarnya. Panik terjadi sesuatu, Igarashi kemudian membuka pintu dan mendapati Sasuke dan Sakuraba yang sedang memasak.

"APA-APAAN KALIAN INI????!!!!!." Teriak Igarashi mendapat kedua temannya memporak-porandakan kamar asrama mereka.

"Kami hanya membuat makanan." Ujar Sasuke dan Sakuraba bersamaan.

Igarashi kemudian berjalan kearah mereka. Dan tanpa disengaja....

"Aaaaahhhhh."

Igarashi kaget mengetahui bahwa kakinya baru saja dilewati kecoa yang terbang. dan seketika itu juga, Sasuke menyetrum kecoa tak berdosa itu hingga mati.

"SASUKE. SAKURABA." Panggil Igarashi dengan nada yang berat. Membuat Sasuke dan Sakuraba ketakutan.

"BERESKAN KEKACAUAN INIIIIIII".

"BAIIIKKKK."

Bisa kita ketahui selanjutnya, Sasuke dan Sakuraba berusaha untuk membereskan kekacauan yang mereka perbuat sendiri. Dan Igarashi terus memberikan tatapan membunuhnya kearah mereka berdua agar mereka tidak bisa kabur.

TBC

1
Ayano
Gils... sudah kubilang akan selalu ada plot armor
Ayano
Mau memberikan kesan superior itu
Ayano
Nama Igarashi nya kurang huruf. Boleh diganti kalau senggang ya
Ayano
Berdoa aja ada plot twist yang menolongmu
Ayano
Terbebani sebelum bertarung
Ayano
Keliatan iri hati banget
Ayano: Mesti dikasih paham sekali biar gak ngelunjak dia. Hm😤
total 2 replies
Ayano
Secara elemen tanah sebenernya bisa lebih unggul karena materialnya lebih padat.
Es bisa seimbang kalau jumlahnya banyak dan ketebalannya tinggi
Ayano
Kok agak ngeremehin ya
Herdianti Putri: Ichika sifatnya kayak gitu
total 1 replies
Ayano
Intinya Eve itu cupu sok kerad
Ayano: Waaah... kukira bisa dipanggil singkatan aja 😅
total 2 replies
Ayano
Udah jelas dia karena dia irian
Herdianti Putri: dia pengen ngajar kelompok Alpha.
total 1 replies
Ayano
Mengkonfirmasi maksudnya wak

Ini tipo 😅😅
Herdianti Putri: maaf.
total 1 replies
nowitsrain
Sasuke kok nyasar ke sini hey, dipanggil noh sama Naruto
Herdianti Putri: 🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
Ayano
Hmmm, enak sih bilang suruh Azuna jujur. Masalahnya gak mudah bikin dia yang agak batu untuk jujur
Ayano
Dia cembukor karena kamu lebih dari dia pasti
Apa lagi coba
Herdianti Putri: Azuna perlu banyak bersabar.
total 1 replies
Ayano
Evelyn mau didaftarin santet online gak 😏😏😏
Herdianti Putri: silahkan saja.
total 1 replies
Ayano
I-ga-ra-shiiiiii
Kalo ada di sana aku ambil rotinya lagi aku jejelin ke mulutnya nih
Herdianti Putri: Dia lagi banyak pikiran.
total 1 replies
Ayano
Rahasia ada untuk dibongkar😏
Herdianti Putri: memang begitu. Tapi kasihan juga.
total 1 replies
〈⎳🥑⃟HIATUS
berasa inget film India
〈⎳🥑⃟HIATUS: Wkwkwk lanjutkan Thor!
total 2 replies
anggita
visualisasi tokohnya👌👍
Sri. Rejeki
Aku kasi penyemangat deh biar lebih banyak di up babnya lagi.. 😉
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!