Di dunia kultivasi, kekuatan adalah segalanya.
Yang lemah diinjak. Yang gagal dibuang.
Ardan memahami itu sejak hari pertama ia terlempar ke dunia asing bersama satu-satunya orang yang selalu berada di sisinya—Revan.
Tidak memiliki bakat langit.
Tidak memiliki garis darah legendaris.
Bahkan tidak memiliki sekte untuk berlindung.
Namun Ardan memiliki sesuatu yang lebih berbahaya.
Cara berpikir seorang pemimpin.
Saat para kultivator mengejar kekuatan pribadi, Ardan mulai membangun sesuatu yang lebih besar—kekuasaan.
Ia mengumpulkan para buangan.
Orang-orang gagal.
Mereka yang dihancurkan dunia kultivasi.
Dan dari tangan orang-orang yang dianggap sampah itulah, sebuah kekuatan perlahan lahir.
Sebuah organisasi yang akan mengguncang sekte, kerajaan, bahkan seluruh dunia kultivasi.
Karena terkadang…
monster paling menakutkan bukanlah petarung terkuat.
Melainkan seseorang yang mampu membuat dunia bergerak sesuai keinginannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CICAK rawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
mengambil kesempatan
naga petir langusng melesat, bertabrakan langsung dengan 2 pedang api.
riak energi menyebar.
semua hal yang tak sengaja terkena riak langsung hancur menjadi debu.
saat, riak menuju ke arah perumahan.
wei lan melambaikan tangannya.
energi tak kasap mata langsung menyebar.
setiap riak yang terkena energi, riak langsung menghilang seketika.
ledakan demi ledakan terjadi di atas langit.
ardan terus menatap, arah ledakan dengan gelisah.
sangat berbeda dengan wei lan yang menatap dengan tenang.
namun, ketenangan ini berubah.
tiba tiba wei lan mengerutkan keningnya sembari menatap ke kegelapan hutan.
"pengganggu" gumamnya.
ardan yang bisa mendengar dengan samar langsung menoleh.
"ada apa jendral lan"
"tidak... hanya ada sampah kecil. kau tunggu di sini dulu, aku akan membersihkan sampah itu."
sebelum ardan bisa menjawab, wei lan sudah menghilang dari tempatnya.
meninggalkan hembusan angin, dan sedikit tanah beterbangan dari tempat ia berpihak.
ardan terdiam, lalu menatap dirinya sendiri.
"apa aku masih selemah ini" batinnya.
di dalam hutan, ada sosok hitam yang terus memperhatikan revan.
"sepertinya kaisar wei lupa, ini bukan wilayahnya"
mendengar ini, sosok hitam itu menoleh.
menatap wei lan.
ini hanya terjadi sebentar, sebelum sosok hitam itu melesat pergi.
bom....
baru bergerak beberapa meter.
sosok itu sudah terpental ke tanah.
menciptakan kawah kecil.
wei lan tersenyum menatap sosok itu.
"cih... hanya iblis kecil ingin bermain di wilayah orang lain."
iblis itu tak menjawab.
dia menatap wei lan dengan penuh kebencian.
"kenapa diam, apa kau tidak punya mulut" ucap wei lan lagi.
iblis itu perlahan berdiri, menatap wri lan yang hanya melayang di udara.
"hanya jendral buangan, lagi pula walaupun kau membunuhku di sini. Kekaisaran wei dan Kekaisaran iblis tak akan pernah membiarkanmu hidup"
mendapati ancaman ini.
wei lan tidak bergetar sama sekali.
ia malah duduk di udara kosong bagaikan ada kursi di sana.
"benarkah begitu? apa Kekaisaran wei dan Kekaisaran iblis begitu perhatian. bahkan mengerahkan pasukan untuk menangkapmu hanya karena iblis tingkat langit awal bintang 2 sepertimu"
iblis itu tak bisa menjawab.
dia juga tau, Kekaisaran tak akan memperdulikan kematiannya.
karena tak bisa menjawab lagi.
iblis itu langsung melesat maju, menyerang wei lan langsung.
wei lan sama sekali tidak bergerak melihat ini.
saat iblis itu benar benar dekat, wei lan hanya mengangkat kedua jarinya.
"sadarkah" ucap wei lan.
setelah ucapan ini.
pandangan iblis langsung buyar, berganti ke posisi awal.
namun kali ini, dia melihat puluhan dirinya sendiri.
dan tak ada wei lan di sana.
"selamat, berbahagia" suara wei lan menggema di telinga, tanpa ada wujudnya.
iblis itu tidak bisa merespon, karena dia sudah di serang terlebih dahulu oleh iblis iblis yang menyerupainya.
wei lan masih menatap iblis itu dari udara.
dia masih duduk di tempat yang sama, bahkan tak bergerak sama sekali.
iblis tadi pun ada di depannya, namun kali ini iblis itu sudah terpejam.
"kau benar benar kejam, padahal dengan kekuatanmu kau bisa dengan mudah membunuh iblis kecil ini dengan mudah" suara misterius yang hanya bisa di dengar wei lan.
"jika langsung mati, itu terlalu mudah untuk kelompok penghianat" ucap wei lan.
sedangkan di langit, pertarungan sengit masih terjadi.
bahkan setelah 1 naga petir.
ada naga petir lain yang muncul.
kondisi revan-pun sudah berlumuran darah.
sedangkan ardan hanya bisa diam menatap dari bawah.
bukan tak ingin membantu.
dia sudah mencoba.
tapi ada penghalang di udara yang tak membiarkannya lewat.
dengan darah menetes, revan masih menatap ke langit.
3 naga petir sekaligus meraung di langit.
"bocah, lebih baik kau serahkan tubuhmu. jika kau memaksa maka kau akan mati sia sia"suara naga yang terkurung di tubuh revan.
revan diam, dia hanya menatap 3 naga petir di langit.
saat naga petir sudah mulai menyerang, baru ia bergerak.
wei lan, menatap ke arah langit.
"sepertinya anak ini tidak biasa, bahkan murka dewa pun berkali kali lebih kuat dari biasanya. para dewa benar benar biadab" gumam wei lan.
"hahaha.... bukankah sudah dari dulu. bahkan raja saja mati atas rancangan mereka" suara misterius.
walau menghadapi 3 naga petir sekaligus.
revan masih tampak unggul.
tebasan demi tebasan berhasil di layangkan.
namun, saat ingin kembali menyerang.
tiba tiba tato aneh mulai menjalar di tubuhnya.
revan membeli di udara.
tubuhnya sama sekali tak dapat ia gerakkan.
"sialan, apa yang kau lakukan"umpat revan.
" bocah, sudah ku bilang serahkan tubuhmu"suara naga yang tersegel.
saat ini, serangan 3 naga petir kembali datang.
revan yang tak dapat bergerak, langsung terkena serangan itu.
ia sampai terpental mundur beberapa meter.
darah benar benar membasahi tubuhnya.
walau begitu, revan tetap menjaga keseimbangannya di udara.
energi langit awal bintang 1 miliknya meletus.
qi mulai tersebar ke seluruh tubuh.
menekan tato aneh di tubuhnya.
tato aneh itu benar benar menyusut.
tapi di sana masih ada 3 naga petir.
mereka kembali menyerang.
kali ini, revan tidak tinggal diam.
dia bergerak, menyerang.
Tapi pergerakannya jauh lebih lambat dari sebelumnya.
jika sebelumnya ia mampu unggul, kali ini dia mulai tertekan.
beberapa serangan mengenai tubuhnya langsung.
ardan yang sedari tadi hanya menonton.
kini tak bisa diam lagi.
dia berusaha menyerang penghalang itu.
tapi hasilnya benar benar tak sesuai harapan.
bahkan, dia beberapa kali terkena serangan baik dari penghalang itu.
"roh bunga, apa kau memiliki jalan" tanya ardan.
"menghilangkan penghalang ya... sebenarnya bisa si, tapi itu membutuhkan waktu dan tenaga. hal seperti itu tidak mungkin gratis kan" ucap roh bunga.
"katakan" ucap ardan.
"tidak sulit, aku akan membantu tapi biarkan aku bisa keluar walau hanya 1 jam per hari"
ardan terdiam, ia mulai menimbang.
sesekali menatap revan yang sedang kesulitan.
"baiklah, tapi hanya 30 menit per hari. dan kau tidak boleh menyerang kami"
"1 jam, jika tidak ya tidak usah"
"baiklah, 1 jam per hari"
suara senyum terdengar di telinga.
ardan hanya berdecak kesal.
setelah senyuman itu, tanah di sekitar ardan tiba tiba di tumbuhi bunga.
bunga tumbuh dengan sangat cepat.
bahkan kecepatannya bisa terlihat oleh mata.
wei lan yang melihat ini, langsung mengerutkan keningnya.
setelah bunga mekar, aroma semerbak langsung tercium.
"sudah, sekarang kamu bisa lewat" ucap roh bunga.
ardan tidak menunggu, dia mengeluarkan pedangnya.
melesat ke langit.
saat dekat, tiba tiba energi kuat meletus.
ardan yang hampir sampai, kini mundur cukup jauh.
setelah mengatur keseimbangan, ardan menatap ke arah revan.
tubuh revan benar benar kini di penuhi oleh tato.
revan, pun melirik ke arah ardan dengan mata yang telah berubah sepenuhnya.
saat menatap ardan, revan langsung tersenyum mengerikan