davindra Shaquille adijaya ,,, adalah seorang anak tunggal dari Narendra adijaya yang terkenal sebagai mafia kejam di seluruh jagat raya dunia hitam,
ia selalu menjadi anak kebanggaan ayah nya ,namun sejak ibu nya meninggal Narendra adijaya menikah lagi dengan seorang perempuan yang sudah memiliki satu anak , Gilbert Robert adalah saudara tirinya ,sejak saat itu kehidupan Davindra mulai berubah , kepercayaan sang ayah yang mulai memudar , kasih sayang sang ayah yang mulai luntur dan terbagi, membuat davindra tumbuh menjadi seorang yang keras kepala dan tidak mau mengalah ,,
di masa remaja nya ia menyukai gadis yang bernama
Aurora zahera ,gadis cantik dan manis yang membuat hari hari nya berwarna ,namun warna itu seketika hilang Ketika Aurora pergi dan pindah ke luar negeri ,,
mungkin kah mereka akan bertemu kembali
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kartini Quen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
dinner with future wife
" sudah bangun ternyata " ucap seseorang
" kamu?"
Davin berjalan mendekati tempat tidur ,dan ia pun duduk di samping Aurora
" bagaimana kabar mu?"
" A ,,,aku baik , maaf aku harus pergi" Aurora hendak beranjak dari tempat tidur, namun Davin menahan tangan nya
" mau kemana kamu,ini udah malam , sebaiknya kamu di sini" ucap Davin
" maaf saya harus nganterin , Astaga di mana map nya " panik Aurora
" kamu cari ini " Davin menunjukkan map cokelat itu
" ah iya ,saya harus ke Alamat,,,,,,,"
" Alamat yang tertera di sini, kamu kira itu rumah ,kamu mau kembali ke hutan itu lagi ?"
" hutan?"
" iya ,hutan ,yang tadi kamu di kejar kejar para preman ,dan akhirnya kamu nabrak mobil saya"
" tapi itu Alamat nya ko"
Davin tersenyum sambil geleng-geleng kepala
" ngapain kamu senyum senyum gitu"
" enggak, siapa yang senyum "
" tadi ,kamu ngetawain saya ya "
" iya " jawab Davin
" ih gak lucu tahu gak" kesal Aurora
" kamu tahu gak tadi tuh tempat apa?"
Aurora menggelengkan kepalanya
" tadi tuh lahan kosong yang akan di jadikan kebun binatang nantinya, ngapain coba kamu ke tempat itu"
" ya,,saya cuma mengikuti arahan sesuai Alamat saja"
" yasudah , sekarang kamu istirahat ,besok pagi saya antar kamu pulang "
" tapi ,,,,,,,"
"oh iya sudah makan?"
Aurora pun menggeleng
" mau makan apa?" ,saya akan suruh Raka untuk antarkan makanan ke sini"
" saya harus pulang"
" besok saya antar kamu pulang"
" saya bisa pulang sendiri sekarang"
" besok saja"
" saya mau nya pulang sekarang "
" ini sudah terlalu malam"
" salah sendiri tadi gak bangunin saya"
" tadi kamu pulas banget pingsan nya"
" permisi saya harus pulang"
Aurora hendak beranjak lagi namun Davin lagi lagi menahan nya
" mau saya temenin tidur ,atau kamu mau tidur sendiri di sini?"
" ih,,,apa sih " kesal Aurora
" yaudah saya tidur di sini sama kamu"
" eh ,,, jangan ,sana ih"
Davin pun tersenyum
" oke ,saya tidur di sofa luar "ucap Davin
Dan tak lama kemudian suara perut Aurora pun bunyi
krek!
Davin pun tersenyum
" sepertinya kamu tidak akan bisa tidur dalam keadaan perut kosong gini , sebentar" dia pun keluar
" Raka tolong kamu belikan kami makanan" ucap nya di telpon
" siap pak ,apa yang harus saya beli?"
" steak saja ,sama minumnya es lemon thea, "
" baik pak ,di tunggu ya "
" terimakasih Raka"
" sama sama pak "
Davin kembali menghampiri Aurora di dalam kamar
" saya sudah pesan makanan , sebentar lagi Raka akan Bawakan ke sini"
Aurora pun mengangguk,dan saat Davin akan kembali ke luar Aurora pun memanggil nya
" Davin tunggu" panggil nya
Davin pun menoleh
" ada apa?"
" hmm,,boleh kita bicara sebentar?"
" ya ,tentu " Davin langsung menghampiri Aurora di tempat tidurnya,ia pun duduk di sebelah Aurora
" ada apa hmm?"
" kamu ,,,tadi ngapain ada di jalan sana?"
" ooh ,,itu lahan saya ,dan rencananya saya akan bikin kebun binatang di sana,tadi saya kebetulan sedang survei lahan,"
Aurora pun mengangguk
" lain kali ,hati hati ya , perhatikan lagi kalau orang kasih Alamat ke kamu"
" terus gimana berkas nya ?"
" orang saya sudah urus semuanya , sepertinya ada kesalahan dalam Alamat nya ,"
" saya jadi gak enak sama dokter Rani"
" hufffhhh!
Davin menarik napas
" tadi Raka sudah berkoordinasi dengan dokter Rani ,dia sudah atur semuanya ,jadi kamu gak usah takut atau gak enak sama dokter Rani"
" makasih ya "
Davin tersenyum ,dan menyodorkan wajah nya pada Aurora
" gak mau kasih saya hadiah nih , karena udah bantuin kamu"
" maksudnya?"
" ya , siapa tahu gitu kamu mau ,,," Davin menatap wajah Aurora cukup dekat , mereka pun saling pandang ,dan perlahan wajah nya semakin mendekat , Aurora memejamkan matanya dan tiba tiba,,,
peletak!
Davin menyentil jidat nya,,
" awww" Aurora pun meringis sambil memegang jidat nya,,
" hayoo ,,mikir apa kamu " goda Davin
" sakit tahu" kesal Aurora
dan tak lama suara ketukan pintu pun terdengar , Davin mengusap kepala Aurora dengan lembut.
" sebentar ya , saya buka pintu dulu"
Aurora pun mengangguk
Davin berjalan keluar meninggalkan Aurora sendiri dan Aurora pun merasa malu dengan tingkah nya tadi,,
" ih ,,,Ara,,kamu mikir apa sih " monolognya sambil menutup wajahnya menggunakan bantal
Davin membuka pintunya dan di sana terlihat Raka sudah berdiri dengan tentengan yang ada di tangan nya
" thanks ya ka"
" santai bos"
Davin hendak menutup pintunya kembali ,namun Raka memanggil nya.
" pak , tunggu "
" ada apa Raka?"
Raka menoleh ke kiri dan ke kanan
" sepertinya tuan Narendra sedang mengawasi anda,tadi saya lihat ada beberapa orang berdiri tak jauh dari kamar anda pak" bisik raka
" apa ,kamu serius?"
" iya pak ,saya serius"
" kamu yakin ,itu orang suruhan papa?"
" saya pernah melihat orang itu ,saat kita ke kantor Adi jaya group kemarin ," bisik nya
" kita harus lebih hati hati lagi pak , untuk melangkah , apalagi saat bertemu dengan tuan zayden,,,"
" kamu benar,lalu bagaimana kondisi kapal kapal kita yang di bawa zayden?"
" Aman pak , mereka sudah mengembalikan ke tempat semula ,"
" oh iya pak , seperti nya Adi jaya group akan melakukan pergerakan ,melalui maritime "
" pantau mereka , besok pagi kita harus temui profesor Lukas ,kita harus segera memulai rencana "
" baik pak , nanti saya akan atur jadwal pertemuan nya "
" bagus , kalau gitu ,kamu istirahat sana "
" bapak perhatian banget pak sama saya "
" jangan ke geer kamu "
" oke pak , kalau gitu saya kembali ke kamar, salam buat mbak dokter Aurora"
" berani kamu " ucap Davin
" nggak pak ,saya cuma bercanda ,vis" ucap Raka sambil membuat angka v
" selamat malam pak , semoga malam ini , adalah malam yang ter indah untuk bapak dan juga mbak dokter Aurora '
" terimakasih"
Raka pun langsung berjalan menuju kamar nya
Davin menutup pintu ,dan ia kaget ketika Aurora sudah duduk di sofa
" loh ,ko kamu ,udah di sini aja"
" saya laper " jujur Aurora
" nih ,kita makan ya ,saya ambil piring dulu" ucap Davin
" biar saya saja "
" emang bisa?"
" ngambil piring doang ,masa gak bisa "
Aurora pun pergi ke dapur untuk mengambil piring dan tak lama ia pun membawa piring .
" wah ,ko kamu tahu tempat nya" ucap Davin
" tahu lah , orang ada namanya semua "
" he,,hee,hee,,iya sengaja saya Nama in biar gak pusing"
" yaudah yuk ,makan "
" sini saya yang siapin "
" makasih ya ,calon istri"
" apa?"
" eh ,, enggak ko ,, makasih cantik"
Aurora pun dengan cekatan menyiapkan semuanya.
" kamu emang udah pantas banget ya ,,,"
" udah pantes jadi apa?"
" jadi istri saya " celetuk Davin
" oh iya Ra ,kamu sama dokter Adam Dekat banget ya?"