NovelToon NovelToon
THE SILENT SECTOR

THE SILENT SECTOR

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Balas Dendam / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:14k
Nilai: 5
Nama Author: Siti Marina

Mantan agen rahasia dari sektor 7 kini kembali setelah masa tugasnya delapan tahun selesai.... Faas laki-laki pendiam yang selalu di anggap keluarganya adalah aib karena sifat pendiam nya membuat keluarga membuang Faas ke Amerika dengan dalih untuk meneruskan pendidikannya di sana, namun bertahun-tahun lamanya, menurut keluarnya ,Faas tetaplah laki-laki pendiam yang tidak bisa berbuat apa-apa,selain menghabiskan uang keluarganya, padahal di balik pendiam nya Faas , ada rahasia tersembunyi yang tidak ada satu keluarga nya yang tahu .



_
_
_
Bismillahirrahmanirrahim....
Assalamualaikum...
bertemu lagi dengan author yang suka-suka...
yuk ikuti kisahnya ... , ini kelanjutan cerita tentang Faas sebagai rekan sektor 7 shadow Midi.
semoga sukaaaaa
dan selamat membaca.... yang tidak suka tinggal skip, dan untuk yang mau mengikuti cerita ini, mohon dukungannya ya, 🥰🥰🥰🥰 terimakasih 🙏🏻

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Marina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 24

Diam kamu, Jihan! Ini akibatnya karena kamu terlalu memanjakan anakmu!" bentak Husen, menepis tangan Jihan dengan kasar hingga wanita itu terisak di lantai, meruntuhkan seluruh wibawa senat jingganya.

"SUNGGUH MEMALUKAN, MAUDI TARUH DI MANA WAJAH PAPA GAVIN " teriak Husen menggema di ruang tamu.

"Maafkan Gavin pah, Sungguh, Gavin tidak tahu, Gavin khilaf, Saat itu teman-teman Gavin memaksa Gavin untuk ke club" sahut Gavin masih berlutut dengan tubuh bergetar.

Di tengah kekacauan yang memuakkan itu, Faas berdiri diam di dekat pilar ruang tengah. Sesuai karakternya yang dingin dan tenang, ia tidak mengeluarkan sepatah kata pun. Sepasang mata elangnya menatap lurus ke arah ponsel Megan yang tergeletak, lalu beralih pada wajah Gavin. Sebagai mantan agen genius, Faas bisa melihat kepalsuan di balik tangisan Megan, namun ia memilih tetap diam. Ini belum saatnya ia bergerak.

Tak lama kemudian, pintu utama mansion terbuka dengan terburu-buru. Yolanda dan suaminya, Kevin, melangkah masuk dengan napas terengah-engah. Mereka berdua datang secepat kilat setelah menerima telepon darurat yang bernada kemarahan mutlak dari Husen beberapa menit lalu. Yolanda langsung menghampiri kursi roda ibunya, Diana, yang sejak tadi hanya bisa memejamkan mata di sudut ruangan, tidak kuat melihat pertengkaran ini.

"Ada apa ini, Pa? Kenapa rumah ribut sekali?" tanya Yolanda cemas, melirik Gavin yang bersimpuh di lantai.

Husen tidak menjawab Yolanda. Ia menatap Roy dan Keti dengan rahang mengeras, harga dirinya sebagai pemilik Abrari Group dipertaruhkan malam ini. Ia tidak boleh membiarkan nama baik perusahaannya hancur karena skandal asusila di media.

"Panggil Kyai dari lingkungan komplek sekarang juga!" perintah Husen dengan suara baritonnya yang dingin dan mutlak kepada kepala pelayan.

Kepala pelayan langsung berlari keluar untuk menjemput sesepuh di komplek elit tersebut.

Husen lalu menatap Gavin dan Megan bergantian. "Malam ini juga, detik ini juga, kalian berdua saya nikahkan secara siri di rumah ini! Papa tidak mau menanggung aib lebih lama!"

Megan yang mendengar itu sempat melirik ke arah ibunya secara sekilas dengan kilatan mata yang penuh kemenangan tersembunyi, sebelum akhirnya kembali memasang wajah sedih. "Pa... Megan mau pernikahan resmi. Megan mau pesta mewah di hotel bintang lima sebulan lagi. Megan tidak mau perut Megan keburu membesar saat pesta nanti."

"Akan diatur sebulan lagi! Sekarang, lakukan akad siri dulu!" putus Husen tidak ingin dibantah.

Jenita hanya bisa melongo di sudut ruangan, menatap kakak kesayangannya yang malam ini terpaksa melepas masa lajangnya dengan cara yang paling memalukan. Sembari menunggu Kyai datang, ruangan itu kembali dicekam keheningan yang menyesakkan.

Gavin duduk termenung di lantai dengan tangan mengepal, meratapi kebebasannya yang kini terenggut total. Sementara Faas, yang berdiri di kegelapan , perlahan meraba ponsel di sakunya. Ia melirik jam, lalu tersenyum sangat tipis, sebuah senyuman misterius yang sangat dingin.

"Bodoh" gumamnya pelan sambil melirik adiknya yang masih bersimpuh.

"Nikmatilah pernikahan siri mu malam ini, Gavin, ini akibat kebodohan mu sendiri" batin Faas dengan tatapan elang yang mendingin. "Besok aku dan Eliza yang akan melangsungkan pernikahan suci di rumah Daneswara, Dan sebulan lagi... saat kamu mengadakan pesta mewahmu yang dinantikan itu, aku sendiri yang akan memastikan pesta itu berubah menjadi panggung kejatuhanmu yang paling tragis".

____

Malam kian larut di mansion mewah keluarga Abrari ketika kiyai setempat dan beberapa saksi selesai membacakan doa penutup akad siri. Pernikahan dadakan yang penuh ketegangan itu akhirnya sah secara agama. Megan resmi menyandang status sebagai istri siri Gavin dan mulai malam itu, ia berhak melangkahkan kakinya menetap di kamar utama lantai atas kediaman Abrari.

Namun, harapan Megan untuk langsung bermanja-manja dan merayakan kemenangannya hancur seketika. Begitu pintu kamar ditutup rapat, sikap Gavin langsung berubah total seratus delapan puluh derajat. Tidak ada lagi Gavin yang royal, manis, dan penurut seperti biasanya. Pria itu menatap Megan dengan sepasang mata yang memancarkan kedinginan luar biasa dan rasa muak yang teramat dalam.

"Jangan pernah berpikir karena kamu sudah berhasil mengikatku dengan anak itu, kamu bisa mengatur hidupku, Megan," desis Gavin dingin, melemparkan bantal dan selimutnya ke sofa kamar tanpa sudi menyentuh kasur yang sama dengan Megan. "Mulai malam ini, jangan harap kamu bisa menyentuhku."

Megan mengepalkan tangannya rapat-rapat, dadanya naik turun menahan emosi yang tertahan. Kebahagiaannya malam itu mendadak terasa hambar dan dipenuhi badai dingin.

Sementara itu, di bagian lain mansion yang sunyi, Faas sedang melangkah pelan menuju paviliun belakang. Langkah kakinya dipercepat karena sang ibu, Diana, memanggilnya untuk datang lewat pesan singkat yang dikirim oleh Yolanda.

Begitu pintu paviliun terbuka, Faas seketika menghentikan langkahnya. Sepasang mata elangnya terbelalak langka, menatap pemandangan di tengah ruangan. Di atas karpet bulu yang bersih, berjejer rapi belasan kotak seserahan transparan berhias pita satin mewah. Di dalamnya terdapat kain sutra Prancis pilihan, perlengkapan ibadah premium, skincare , sepatu, sandal,tas hingga satu set berlian berkilau yang tampak sangat berkelas...,

"Ibu... Yolanda... apa ini?" tanya Faas, suaranya yang biasanya berat dan datar mendadak tercekat.

Yolanda yang berdiri di samping kursi roda ibunya langsung melangkah maju dan memeluk erat tubuh tegap saudara kembarnya itu. "Ini seserahan untuk calon istrimu, Kak Faas. Ibu yang meminta aku membelinya diam-diam menggunakan tabungan rahasia Ibu. Ibu tidak mau putra sulungnya diremehkan oleh keluarga calon mempelai hanya karena Ayah tidak memberi restu."

Diana mendongak dengan air mata haru yang mengalir di pipinya yang tirus. "Ibu hanya ingin kamu bahagia, Faas. Terimalah ini sebagai bekal dari Ibu untuk menjemput istrimu besok."

Faas perlahan berlutut di hadapan ibunya, menggenggam tangan Diana dengan sangat erat. Dada mantan agen rahasia itu bergemuruh hebat oleh rasa haru yang tak terbendung. Ketulusan ibu dan saudara kembarnya ini adalah harta paling berharga yang ia miliki di dunia ini, jauh melampaui seluruh kekayaan aset Apex Core miliknya.

Di tengah pusaran emosi haru di paviliun, Faas mendadak tersadar akan sesuatu. Ia melirik jam tangannya yang sudah menunjukkan pukul sepuluh malam. Karena terlalu dilema dan larut dalam persiapan serta ketegangan drama keluarga besarnya sejak sore tadi, otak genius Faas melakukan satu kesalahan fatal, ia lupa mengabari Eliza!

Padahal, besok pagi adalah hari sakral akad nikah mereka.

Faas dengan cepat berjalan menjauh dari ibu dan saudaranya,lalu meraba ponselnya dan langsung menghubungi Diki, asisten kepercayaannya di kantor. "Diki, di mana Eliza sekarang? Kenapa dia belum pulang ke rumah Daneswara?"

"Maaf, Tuan Malik. Sekretaris Eliza malam ini bersikeras mengambil lembur," jawab Diki di seberang telepon dengan nada bersalah. "Beliau bilang, dia sudah berjanji pada Tuan Malik untuk menyelesaikan seluruh sinkronisasi jadwal dan berkas kuartal sebelum hari Kamis agar izin cutinya tidak dievaluasi."

Mendengar jawaban Diki, jantung Faas rasanya seperti berhenti berdetak sesaat. Ia teringat perdebatan palsunya di ruang kerja kemarin, di mana ia sengaja bersikap kaku dan menuntut Eliza agar menyelesaikan tugasnya jika ingin izin cutinya disetujui. Siapa sangka, gadis polos itu menganggap ancaman palsunya begitu serius hingga rela menyiksa diri bekerja lembur sampai larut malam di saat besok adalah hari pernikahan mereka.

"Hentikan pekerjaannya sekarang juga dan suruh dia tunggu di lobi! Saya sendiri yang akan menjemputnya!" perintah Faas tegas, langsung mematikan sambungan telepon.

Tanpa membuang waktu, Faas pamit terburu-buru pada Diana dan Yolanda. Ia menyambar kunci mobilnya, membelah jalanan malam Jakarta yang sepi dengan kecepatan tinggi, mengabaikan statusnya sebagai Tuan Malik yang harus menyamar. Malam ini, ia melaju murni sebagai Faas, seorang pria yang hatinya sedang dirundung rasa bersalah dan kekhawatiran mendalam pada calon istrinya yang terlalu berdedikasi. Rasa emosi yang tertahan dan debaran tidak sabar menanti hari esok kian membakar dada Faas di sepanjang sisa malam menuju hari bahagia mereka.

1
suti markonah
lanjut thorr🙏🙏🙏
Sri Supriatin
tks upnya Thor 💪💪💪
Sri Supriatin
semakin seruuuu belum kejutan bos Faas🤭🤭🤭
Susi C
ceritanya saya suka👍👍 semngat terus buat up ya thor💪
Xin
Tidak terbayangkan apa saja yang akan terjadi nantinya, Semngat Eliza💪👍.
Sri Supriatin
Jaa di gantung 🤭 penasaran 😄😄
Sukarti Wijaya
ayyooo semangat eliza...💪💪💪
Sri Supriatin
wah palang.merah, tiwas ikut degdrgan 🤣🤣🤣
suti markonah
sabar faas mlm pertamanya tertunda~nanti ketika sudah prg tamu tinggal gempur siang dan malam🤭🤭jangan lupa nanti ketika sudah di rumah abrari jangan jadi wanita lemah ya~
Yasmin Natasya
lanjut thor,🙏 semangat up💪😍
Sri Supriatin
Selamat menempuh hidup baru, bu Diana taulah isi hati anak laki2 nya💪💪💪kejutan demi kejutan menyusul, gimana sama ibu mertua Thor 🙏🙏🙏🙏
suti markonah
lebih terkejut lagi klo hussen tahu bahwa APEX CORE perusahaan milik faas
suti markonah
selamat faas, eliza semoga samawa
Xin
Alhamdulillah , selamat buat Faaz dan Eliza.
Sukarti Wijaya
alhamdulillah ssahhh...👍
Sri Supriatin
Tks upnya thor, wah sy jadi deg deg an kaya Husein🤭🤭
Xin
Terkejut kan pak Husen?🤭
suti markonah
piye pak hussen?.mati kutu kowe..keluarga daneswara saja nerima faas dengan tangan terbuka dan nerima apa ada nya lha kowe seorang ayah yg tidak tahu menahu anak kandungnya
Sukarti Wijaya
hampir mendekati malah digantung thor🤭😄🤣
Lovita BM
bab itu ditunggu² readers faas 😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!