NovelToon NovelToon
Seatap Dengan Mantan

Seatap Dengan Mantan

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Idola sekolah
Popularitas:19.9k
Nilai: 5
Nama Author: Riria Raffasya Alfharizqi

Pada masa putih abu-abu. Jeviza menjalin cinta dengan Keandra, tetapi baru 1 tahun pacaran, hubungan keduanya harus berakhir karena sebuah kesalah pahaman. Lalu keduanya dipertemukan lagi setelah 2 tahun berpisah, lebih gilanya, Jevi dan Kean berada di satu rumah. Seatap dengan mantan itu lah yang terjadi setelah perpisahan.



Mantan tapi masih cemburu, cinta tapi gengsi menjadi bumbu kehidupan keduanya setelah berada di satu rumah yang sama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Riria Raffasya Alfharizqi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi Malam-Malam

Menjelaskan pada Kean tentang perginya 2 tahun lalu sama saja dengan membuka luka lama bagi Jeviza. Selama ini Jevi sudah coba kubur dalam rasa marah dan kecewa itu, ia tidak ingin mengingat kejadian 2 tahun lalu. Dimana dia dengan sengaja menghilang dari radar Kean karena suatu kesalah pahaman.

Sampai sekarang, Jevi masih mengira jika Kean mengkhianatinya, apa yang Jevi lihat 2 tahun lalu sudah sangat jelas untuk disebut sebagai pengkhianatan dalam suatu hubungan.

Terdengar helaan napas sangat dalam dari gadis itu. Ia mengambil guling di sebelahnya, lalu memeluk dengan perasaan campur aduk.

Tadi setelah Kean sempat berhasil menghentikan langkahnya, Jeviza tidak menjawab, ia pergi begitu saja seperti pengecut yang menghindar dari suatu masalah yang belum selesai.

"Nggak bisa kalau kaya gini, gue harus segera pergi dari sini."

Wajah Jeviza tampak sangat frustasi, dipertemukan dengan Kean saja sudah kembali membuatnya frustasi, apa lagi Kean sudah mulai menyinggung tentang 2 tahun lalu. Rasanya Jevi ingin tenggelam saja dari muka bumi ini dari pada mengulik luka yang sudah berhasil ia sembuhkan.

Sementara di sebrang kamar Jeviza. Kean diam dengan laptop menyala di depannya, kaca mata anti radiasi membingkai wajah tampannya, jika sedang dalam mode serius seperti sekarang, Kean terlihat semakin dewasa dan berwibawa. Tidak seperti mahasiswa pada umumnya.

Aura bos muda memang sudah menguar dari dalam dirinya, sekali pun untuk dikatakan bos masih belum cocok rasanya. Pasalnya Kean memang sering menolak ajakan papanya untuk pergi ke perusahaan. Ia mengiyakan ikut rapat, tetapi tubuhnya tidak hadir di ruangan yang membuat semua orang tampak fokus dan serius. Kean selalu ikut via zoom.

Tetapi untuk sekarang ini. Wajah serius dan wibawa itu hanya dilihat dari luarnya saja. Kenyataannya, pikiran Kean penuh akan kepergian Jeviza tadi, tanpa menjawab, apa lagi alasan.

"Ck," decaknya membenarkan letak kaca mata bening itu.

Sudut bibirnya tertarik ke atas, Jevi tidak melakukan apa-apa selain mengabaikannya, tetapi itu sudah sangat mengganggu pikiran Kean, terbukti dari tidak fokusnya Kean sedari tadi.

Tidak lama, sebuah notif pesan singkat muncul di layar ponselnya. Kean melirik ponsel miliknya yang menampilkan nama Bian pada layarnya.

Setelah membuka pesan itu. Kean langsung menyambar jaket miliknya, lalu keluar dari kamarnya. Langkahnya sempat terhenti beberapa saat ketika berada di depan pintu kamarnya. Sorot matanya penuh akan pintu kamar di depannya. Kamar yang kini ditempati oleh Jeviza, jarak keduanya cukup dekat, tetapi ada batas yang seakan mengingat untuk tidak dilanggar.

"Mau kemana? Ke?" Arlo yang baru saja mematikan televisi menoleh pada Kean.

Kean terlihat buru-buru ketika turun tangga tadi, kaca mata bening miliknya yang biasanya hanya dikenakan ketika sedang membaca atau di depan layar laptop juga masih membingkai wajahnya. "Ke bengkel, mas."

Arlo mengangguk dengan mata masih mengamati pergerakan Kean. "Bawa kunci rumah kan?"

"Iya, duluan mas."

Setelah itu Kean keluar melalui pintu samping rumah. Suara motor besar miliknya mulai terdengar sampai ke kamar Jeviza di atas yang belum juga menutup jendela.

Jevi langsung bangkit dari ranjangnya. Ia menuju ke jendela dan melihat Kean yang sedang menutup gerbang depan, sebelum akhirnya melajukan motornya dan pergi jauh di kegelapan malam.

Jeviza memegang adanya, ia tidak bisa tidur karena terus memikirkan kata-kata Kean tadi. Jevi sedang berpikir bagaimana jika dirinya kembali bertemu dengan Kean dan hanya berdua saja. Jevi sangat yakin, Kean akan kembali membahas itu dan menagih jawaban darinya.

Dadanya tersentil merasakan rasa sakit yang sama seperti 2 tahun lalu. Tetapi ada perasaan tidak enak yang melingkupinya. Jevi pikir, Kean pergi malam-malam seperti sekarang ini karena dirinya. Menggantungkan begitu saja pertanyaan Keandra.

Kepala Jevi menggeleng ribut, tidak mungkin hanya karena dirinya Kean bertindak seperti itu, keduanya kini sudah semakin dewasa, rasanya terlalu berlebihan pikiran Jevi tentang Kean sekarang.

Jeviza lalu melirik jam yang sudah menunjukan pukul 10 malam. Lalu tanpa sadar menggigit bibir bawah bagian dalam. Kebiasaan jika ia sedang cemas atau khawatir. "Udah malam banget."

Motor sport milik Kean berhenti di depan bengkel yang sudah tertutup. Pintu kecil yang terbuka langsung dimasukinya. Di dalam sana, di ruangan yang tidak gelap, tidak juga terang, seseorang terduduk dengan wajah babak belur. Di depannya ada Bian dan beberapa anak bengkel yang bekerja padanya.

"Bangsat, lo mikir nggak sih? Lo uda diambil Kean dari jalanan, dan lo berani nusuk dia di belakang." Kaki Bian kembali menendang perut cowok yang tampak merintih menahan sakit. Tetapi tidak adak balasan kecuali suara bergetarnya yang memohon ampun.

"Ampun mas, gua khilaf mas."

"Khilaf-khilaf, anjing lo! Kalau nggak ketahuan apa lagi yang mau lo jual bangsat?" Kaki Bian kembali melayang, bersiap untuk memberi injakan pada perut cowok di bawahnya itu, tetapi suara Kean berhasil menghentikannya.

"Cukup, Bi."

Kean berjalan tenang ke arah mereka, lalu berdiri di depan cowok yang kini berusaha membuka matanya untuk melihat padanya. Ujung mata cowok itu sudah mengeluarkan darah, pipi kanan kirinya sudah lebam dan bagian ujung bibir juga tidak luput dari sasaran Bian tadi.

Amarah bian meledak saat mengetahui jika salah satu bawahan mereka bertindak yang merugikan usaha Keandra. Bengkel yang Kean dirikan setahun lalu ini bisa dikatakan Kean serahkan pada Bian untuk mengurusnya, Bian anak teknik, dan itu bidangnya. Kean tidak bisa mengurusnya sendiri mengingat tuntutan papanya yang selalu meminta Kean untuk ikut andil dalam rapat dadakan.

Sejujurnya Kean muak, tetapi ia tidak bisa membantah setiap kali mas Arlo atau pun keluarganya mengingatkan, jika Kean satu-satunya pewaris papanya. Mau tidak mau, suka tidak suka, Kean memang harus menjalaninya.

"Berapa?"

Pertanyaan Kean menggantung begitu saja. Karyawan bengkelnya yang berada di sana saling menatap satu sama lain. Mereka pikir maksud pertanyaan Kean itu ialah mesin-mesin yang sudah dijual diam-diam oleh teman pengkhianat itu. Tetapi pertanyaan Kean jelas bukan itu. Ada makna lain dari pertanyaan Kean yang langsung bisa dimengerti oleh cowok yang kini terduduk dengan kepala menunduk ke bawah.

"Jawab, goblok!"

Emosi Bian kembali memuncak. Cowok dengan perawakan tinggi dan tubuh hampir sama seperti Kean itu mengusap wajahnya frustasi. Lalu menatap beberapa bawahannya sebagi peringat, jika ada yang berani seperti itu lagi. Maka nasib mereka pun akan sama.

"Lo nggak mau kasih tahu, Dim?"

Dimas, pelaku yang kini tertangkap basah itu berusaha membuka mulutnya yang terasa kebas dan berat. Ngilu setiap kali ia menggerakan mulutnya. Pukulan Bian tadi tidak main-main.

"50 juta mas Kean."

Kean terkekeh sinis, menatap Dimas dengan sorot mata yang jelas menyiratkan akan kekecewaan.

"Pertemanan kita, lo hargai 50 juta, Dim?"

"Maaf, mas, gua lagi butuh duit."

"Kenapa nggak bilang?" Suara Kean meninggi.

"Lo biasanya minjem duit juga gue kasih, nggak pernah kan lo balikin lagi? Gue nagih Dim?"

Dimas memejamkan matanya, perasaan bersalah melingkupi dirinya, rasa sesal karena mengecewakan orang yang sudah membantunya hidup. Dulu, Dimas hanya orang jalanan yang berusaha mencari rejeki, lalu ia ditawari pekerjaan oleh Keandra, beberapa orang Kean yang bekerja di bengkelnya memang kebanyakan dari kalangan menengah ke bawah, ada yang tidak bisa meneruskan kuliah setelah lulus SMA, lalu Kean mengulurkan tangannya untuk membantu.

"Gue masih bisa maklumi kalau, lo cuma jual mesin dan alat-alat bengkel, tapi lo khianati gue, Dim."

Para pegawai bengkel saling melirik tidak mengerti. Ternyata Kean dan Bian marah bukan karena Dimas menjual alat dan mesin di bengkel, tetapi ada hal lain yang tidak mereka mengerti.

"Obati muka, lo. Setelah itu kita bicara." Kean masuk ke dalam ruangannya di sana, diikuti Bian di belakang.

1
Mei TResna Rahmatika
jeje buruu keandra nya di gaet 🤣
deeRa
Duhh, Ken fist nights nanti gimana ya Ama si jepii 😆
deeRa: 🤭🤭😄😆🤣
total 3 replies
It's me💓💓
k riria kpn romantis" sannya lma bgt dh
Riria Raffasya Alfharizqi: ya gimana ya kak, ini kan permantanan bukan percintaan hihi.. sabarrr duluu
total 1 replies
deeRa
Kapus, kita nyeblak yukk.. /Grin/
Riria Raffasya Alfharizqi: sambil ngegosip ye?
total 1 replies
Dian Rahmawati
masih saling cinta
Riria Raffasya Alfharizqi: keknya iya deh ka
total 1 replies
deeRa
Akun ku baru bisa dibuka lg🤭
bomloppp deh😍
Nikita
🧡
uwong
kalo menurutku,fotonya yang ada tulisan seatap dengan mantan itu bagus yang kemarin itu deh kalo yang sekarang itu kek norak gitu maap ya tapi ini cuma menurutku aja thor🙏
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
takut sma si zemi,, takut pria brkacamata kek di film" yg apasih namanya.. obses , dia kek pngen apa" yg dimiliki kean
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  : iyaa kaann😫
total 2 replies
Nikita
bang ke ayo tembak jepizza dong
Riria Raffasya Alfharizqi: tembak kamu aja, mau ngga?
total 1 replies
Mei TResna Rahmatika
udah bab 35 mereka masih diem" bae pdhl masih cinta,gue jorogin lama" berdua biar pada ngaku🤣
It's me💓💓: udh sebulan lbih diem diem nya😂😂
total 2 replies
dwi alfiah
ayo dong balikan
dwi alfiah: gemes aja kak ri
total 2 replies
Nikita
😘
Riria Raffasya Alfharizqi: hehehe
total 1 replies
Dian Rahmawati
wah Kean pengen cium jeviza
Riria Raffasya Alfharizqi: masa si ka? hee
total 1 replies
Siti Nur Rohmah
nafsu...nafsu...
tahan ke,,, tahan!!!
Riria Raffasya Alfharizqi: bilangin tu ka ke keandrul
total 1 replies
Dian Rahmawati
wah Kean pergi lagi nih
Lestary Tri
kak riri aku tampung dulu ya . tak baca nek nanti udah bnyak bab . .pasti slalu wow ceritanya . love u kak .
Nikita
eits tunggu🎶 tunggu🎶 tunggu🎶 Daleman ? 🤭
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
𝓖𝓲𝓽𝓪 𝓹𝓮𝓫𝓻𝓲𝓪𝓷𝓲◗  
hehh🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
Nita Nita
😄😄😄🤣🤣🤣🤣
Riria Raffasya Alfharizqi: hahahaha
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!