mira seorang istri dari pandu, mira hanya seorang ibu rumah tangga dulu nya ia bekerja di salah satu perusahaan menjadi staf biasa . tetapi setelah menikah dengan pandu, ia di larang untuk bekerja.
***
pandu dan mira masih tinggal bersama kedua orang tua pandu dan adik nya. ibu nya melarang pandu untuk pergi dari rumah nya, gaji pandu juga kebanyakan ibunya yang ngatur. mira selalu bersabar dengan sikap pandu dan keluarganya. namun saat mira tahu pandu mengkhianatinya dengan tetangga barunya yang berstatus janda. Mira tak lagi memperdulikan pandu, ia juga tidak lagi meminta uang dan mira juga tidak menyelesaikan pekerjaan rumah tangganya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon isy_yuli, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
gerebek
Langkah kaki puluhan warga terdengar berderap , menuju rumah Tari . Di barisan paling depan, Tika berjalan dengan wajah tegang. Tangannya mengepal kuat. Ia akan melepaskan kekesalan dan amarah untuk para pengkhianat yang sudah menyakiti sahabatnya, mira.
Sementara itu, Mira berjalan beberapa langkah di belakang rombongan warga. Berbeda dengan yang lain, wajahnya tampak tenang , tidak ada air mata, tidak ada teriakan dan tidak ada amarah yang meledak-ledak.
Semenjak mengetahui perselingkuhan Pandu dan Tari waktu di warung bakso, Mira justru berubah menjadi sangat cuek. Sikapnya yang biasanya hangat kini berubah tidak peduli
Dan hari ini, Mira memutuskan semuanya harus berakhir malam hari ini.
Tak lama kemudian mereka tiba di depan rumah Tari. Suasana mendadak menjadi hening. Semua orang saling berpandangan.
Lalu dari dalam rumah terdengar suara-suara yang membuat wajah warga berubah merah dan jijik. mereka mendengar suara desahan
"ahhh mas pandu ahhhh" desah tari
"kamu memang pandai ahhh " suara pandu Terdengar
suara desahan tersebut tidak pantas didengar oleh warga kampung.
"Itu suara Pandu!" bisik pak darto.
"Kurang ajar!" geram bu rina
"Sudah punya istri masih main sama janda, menjijikkan!" tukas mbak nindi
Tika tidak mampu lagi menahan emosinya. ia langsung menyuruh warga untuk masuk ke dalam rumah untungnya pintu tari tidak di kunci mungkin mereka lupa untuk mengunci.
"langsung dobrak saja! " celetuk para warga, ia sudah menghidupkan kameranya.
Brak!
Pintu kamar langsung didorong oleh beberapa warga hingga terbuka lebar.
"Astaghfirullah!" seru para warga
"Ya Allah!"
"Benar-benar nggak punya malu!" bentak bu rina
Suara teriakan warga memenuhi rumah itu.
Di kamar, Pandu dan Tari langsung terkejut saat melihat puluhan warga berdiri di depan pintu. apalagi posisi mereka tidak memakai sehelai benang.
Wajah Pandu seketika menjadi pucat sedangkan Tari tampak panik dan gemetar. pandu dan tari langsung mengambil pakaiannya yang berserakan.
"dasar kalian manusia menjijikan"
"heh jalang, buat apa pakai baju.. masih punya rasa malu hah! "
"dasar pelakor".
"manusia manusia tidak tau diri"
"memalukan nama kampung! "
"Perusak rumah tangga orang!"
Teriakan dan hinaan langsung berdatangan dari berbagai arah.
Pandu mencoba membela diri
"Dengar dulu penjelasan saya—" gugup pandu
"Penjelasan apa?" bentak seorang bapak.
"Kalau sudah ketahuan selingkuh masih mau menjelaskan apa?" sinis bu rina
Tari menundukkan kepala. Air matanya mulai jatuh perasaannya menjadi kesal, marah dan malu. Namun tidak ada satu pun warga yang bersimpati.
Tika maju ke depan berhadapan dengan pandu dan tari, tatapannya tajam seperti pisau.
PLAK
"itu buat rasa sakit sahabat gua buat cowok yang gak tau diri, tukang selingkuh. emang gak tau diri lu" ucap tegas tika menampar pandu, sedangkan pandu terdiam ia sangat kaget mendapatkan tamparan dari tika
lalu tika melangkah ke arah tari yang berada di belakang tubuh pandu, tika menyeret tari lalu..
PLAK
"itu buat lu pelakor, wanita jalang sudah tau kalau pandu punya istri masih saja keganjenan. kenapa gatel yaa itunya sampai suami orang di embat juga. sini gua garukin pakek pakai garpu biar gak gatel.. ckck murahan" bentak tika setelah menampar tari.
Tika sangat puasa karena sudah menampar kedua orang tersebut sedangkan para warga tersenyum puas saat tika menampar kedua orang tersebut.
"Kalian itu sama sama menjijikan yang cowok mata keranjang dan si cewek menggratiskan tubuhnya. " maki tika
Tika terus memarahi mereka tanpa henti. Warga yang lain ikut menumpahkan kekesalan.
Suasana di rumah tari semakin ricuh
Di tengah keributan itu, Mira akhirnya masuk ke dalam rumah. Semua mata langsung tertuju padanya.
Pandu menatap istrinya dengan rasa bersalah.
"Mira..." lirih pandu
Namun Mira hanya menatapnya datar, tidak ada kemarahan dan tidak ada tangisan.
"mir, mas bisa jelaskan semuanya" gugup pandu mencoba melangkah mendekat ke arah mira, namun mira langsung mundur satu langkah membuat langkah pandu urung.
"gak usah di perjelas, semuanya sudah basi" ucap mira santai
bersambung...
...****************...
Hay para kawand kawand jangan lupa di like dan komen ya, biar tambah semangat nulis nya. hehehe. terimakasih sudah membaca