NovelToon NovelToon
Queenara Sheva

Queenara Sheva

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Idola sekolah
Popularitas:7k
Nilai: 5
Nama Author: Mayra Zahra

Alih-alih menikmati fasilitas orang tuanya Sheeva memilih menepi dan hidup di panti asuhan sejak duduk di bangku kelas 8 menengah atas. Banyak hal membuatnya memutuskan demikian
lantas apa yang mendorong gadis sekecil itu menjauh dari dekapan hangat keluarganya ?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sheeva siuman

Mata lentik Sheeva perlahan terbuka, silau yang pertama ia rasakan saat perlahan lensa matanya terkena cahaya. Begitu perlahan semakin lebar matanya terbuka, justru rasa asing yang hinggap di benaknya.

" Dimana aku ini ?" satu pertanyaan yang hanya sanggup ia ucap di dalam benak.

Kepalanya terasa sakit, bahkan hanya di gerakan sedikit saja rasanya sudah sangat sakit. Tenggorokannya pu terasa sangat kering.

" Ya Allah apa yang terjadi padaku. Kenapa tubuhku terasa sakit semua begini ?' Lagi-lagi semua itu hanya bisa ia ucap dalam hati. Mulutnya seolah sulit untuk berkata.

" Ha-us " Satu kata dengan susah payah berhasil meluncur dari mulutnya.

" Ya Tuhan, nyonya-nyonya " Terdengar seseorang di sampingnya berteriak memanggil seseorang.

" Nyonya, dokter, nyonya muda siuman "

Selang tak lama banyak orang mengerubunginya, namum semua nampak asing baginya.

Tubuhnya lemahnya mendadak bergetar hebat kala seorang dokter mencoba memeriksannya.

" Tenang sayang kamu aman disini, jangan takut dokter hanya memeriksamu " Ucapan wanita itu begitu lembut, namun belum bisa sepenuhnya mengurangi rasa takutnya.

" Jangan di paksa Jun, biar ku Minta kay pulang dan mbak Aya kemari. Siapa tau dia bisa jauh lebih tenang "

" Kak Kay, bunda. Siapa sebenarnya mereka ?" Ucapnya dalam hati.

Sheeva memilih memejamkan kemabli matanya, kepalanya benar-benar sakit.

" Kay, kamu dimana son. Sheevamu sudah bangun sayang. Pulanglah.." Meski tak begitu keras Sheeva masih bisa mendengarnya.

" Apa ini di rumah kak Kay tapi, kenapa aku bisa di sini ?" Timbul beberapa spekulasi dalam benak Sheeva.

" Sabar ya sayang Kay akan segera datang bersama dengan bundamu " Wanita itu dengan lembut mengusap pipi Sheeva, Sheeva menjadi tenang Karenanya.

Benar saja selang tak lam Kay datang. Tanpa aba-aba dia langsung memeluk Sheeva. Sheeva yang memilih memejamkan matanya tentu terkejut.

" Terima kasih kamu sudah kembali Sheev..aku benar-benar takut " Sheeva bisa merasakan air mata Kay membasahi pipinya.

" Gimana om kondisi Sheeva?"

" Om belum periksa Kay, dia ketakukan waktu melihat om mendekat " Kay kembali menatap Sheeva dengan lembut.

" Hay, jangan takut ya. Aku di sini tidak akan ada yang bisa menyakitimu "

" Ha-us kak "

" Om Boleh Sheeva minum dulu ?" Arjuna mengangguk.

" Sus siapkan minum " Baik tuan muda.

" Pakai sendok saja dulu Kay, takut tersedak karena baru siuman "

" Iya om "

Dengan telaten kay membantu Sheeva minum. Usai minum pandangan Sheeva sedikit lebih terang, namum sakit di kepalanya belum juga reda.

" Sa- kit kak " Keluhnya.

" Apanya yang sakit ?'

" Biar di periksa om Juna ya. Tenang ada aku di sini " Kay mengenggam tangan Sheeva yang terbebas dari infus dan satu tangan yang lain mengusap kening Sheeva dengan sayang.

" Sepertinya kepala nyonya muda yang sakit tuan. Beliau dari tadi terus ingin mengapai kepalanya " Ucap perawat yang menjaga Sheeva.

" Tenang tidak akan ada apa-apa " Kay kembali meyakinkan Sheeva dan ajaibnya Sheeva kemali tenang. Matanya hanya fokus menatap kearah Kay sampai tidak menyadari dokter sendang memeriksanya.

" Gimana om ?"

" Tekanan darahnya terlalu rendah Kay, jika memang masih teramat sakit kita bisa melakukan beberapa pemeriksaan lanjutan guna memastikan. Namun sejauh pengamatan om, secara kesuluran dia sudah membaik."

" Lakukan saja yang terbaik om "

" Siap Kay "

" Bun-da " Kay kembali menatap Sheeva.

" Sabar ya sebentar Lagi bunda dan mbak Misya akan sampai di sini " Sheeva hanya berkedip. Karena mau buat mengagguk kepalanya sangat nyut-nyutan.

" A-ku di-ma-na ?" Ucap Sheeva lirih.

" Tenang kamu di rumahku, ini mommyku yang bantuin jaga kamu selama kamu tidur kemaren." Mommy Renita mendekat.

" Hay sayang, mommy senang melihat kamu bangun sayang " Sheeva hanya tersenyum. Ternyata benar dugaannya, dia di rumah Kay.

" Jun sudah boleh makan apa belum ?"

" Nanti akan ada yang mengantar susu penganti makanan mbak, karena sudah berhari-hari tidak sadarkan diri kita harus hati-hati dengan lambungnya mbak "

" Terima kasih banyak ya Jun "

" Sama-sama mbak "

" Kay om ke sebalah dulu ya " Kay mengangguk.

Bersamaan dengan keluarnya dokter Arjuna, datanglah bunda Aya yang masih harus duduk di kursi roda dengan di dorong Andi. Ada Misya dan Tia juga di belakang mereka.

" Masya Allah anak bunda sudah bangun " Bunda Aya di bawa mendekat ke ranjang Sheeva. Kay mengalah memberi ruang untuk bunda Aya.

" Terima kasih sudah kembali sayang, bunda takut sayang "Andi hanya bisa mengusap pungung bunda Aya. Air matanya saja juga sudah banjir.

" Jangan begini lagi ya ?" Sheeva mengedipkan mata. Air matanya juga ikut luruh.

" Hay adik masih, jangan nangis oke " Misya mengusap air mata di pipi Sheeva.

" Terima kasih kamu tidak meninggalkan mbak "

" Ma-af.." Lirih Sheeva.

" Is okay, kamu tidak salah sayang. " Misya mendaratkan satu kecupan di kening adik asuh yang sudah dia anggap adik sendiri. Bahkan perhatiannya kadang seperti perhatian seorang ibu kepada anak pertamanya.

" Welcome Sheev, kami merindukanmu " Giliran Tia mendekat.

Sementara Andi tidak berucap banyak, dia hanya terus mengusap pipi Sheeva dengan lembut. Sepanjang Sheeva koma dia tak pernah berselera makan. Sheeva adalah adik asuh rasa kakak baginya. Dia memang diam, namun hatinya remuk redam.

" Terima kasih nak Kay, sudah mengupayakan dengan segala cara untuk anak bunda " Kay mengenggam tangan bunda Aya.

" Sama-sama bunda "

" Mbak Renita terima kasih banyak. Mbak begitu baik sama putri saya "

" Sama-sama mbak. Jangan merasa sungkan setelah kita akan bersama-sama menjaganya, saya mommynya juga "

Perlahan kesadaran dan kondisi Sheeva semakin membaik. Kini dia bahkan sedang makan dengan pelan bubur sumsum yang baru saja di antar perawat.

"Jangan merasa sungkan sayang " Rupanya mommy Renita menyadari kesungkanan Sheeva saat dengan telaten dia membantu Sheeva makan.

" Maaf membuat tante repot "

" No tante sayang, panggil mommy seperti kak Kay "

" Terima kasih mom's "

" Sama-sama sayang " Ucap mommy Renita sembari menyuapkan buburnya sedikit demi sedikit ke mulut Sheeva.

" Lihatlah bun, masih banyakkan yang tulus menyayangi sheeva kita " Ucap Misya sembari memeluk bunda Aya dari samping.

" Alhamdulillah bunda bisa meninggalkan Sheeva di sini kemaren, karena bunda yakin di sinilah tempat teraman dan ternyaman untuk Sheeva "

" Iya bun, mereka semua begitu baik sama Sheeva kita. Dokter Arjuna ini bukan sembarang dokter bun. Tidak sembarangan orang bisa di periksa oleh beliau. Sheeva kita beruntung bisa di tanggani orang hebat seperti beliau. Kay benar-benar membawa keberuntungan untuk Sheeva kita bun " Ucap Andi.

" Iya nak. Alhamdulillah sekali pokoknya "

Menjelang sore bunda Aya di bawa pindah ke ruang sebelah. Sementara Andi dan Tia harus kembali ke toko. Misya di minta Kay menemani bunda Aya, takutnya beliau butuh sesuatu. Sedang Sheeva akan di jaga sama Kay sembari menunggu Nindy datang.

" Kak .." Suara Sheeva sudah mulai agak jelas.

" Apa ?" Kay mendekat.

" Kenapa bunda harus duduk dikursi roda ?" Sheeva sedari awal melihat bunda Aya masuk sudah penasaran dengan apa yang terjadi pada bundanya yang datang dengan duduk dikursi roda.

" Bunda sempat drop tekanan darahnya kemaren. Ini saja masih rendah banget kata om Juna. Jadi untuk mengantisipasi agar tidak jatuh, om Juna menyarankan agar pakai kursi roda untuk sementara waktu.

" Sudah ya jangan buat mikir aneh-aneh, nanti pusing lagi kepalanya " Kay mengusap lembut kening Sheeva. Meski agak gimana anehnya Sheeva tak bisa menolak perhatian yang di berikan kay, tubuhnya justru terasa nyaman saat Kay melakukan itu.

" Kak Kay "

" Apa lagi hemm ?"

" Kenapa aku di bawa kesini ?"

" Daddy dan mommy yang minta "

" Tapi,..!"

" Sudah tidur biar cepet enak badannya "

" Kak.." Kay menghela nafas.

" Kata bunda, tidak akan baik jika aku bawa kamu kerumah sakit. Kalau ku bawa pulang ke panti atau ruko jelas tidak mungkin. karena tidak ada tenaga medis disana, sementara kamu butuh penangan cepat. Ya sudah aku ikutin usul mommy buat membawa kamu pulang. Lagian cepat atau lambat kamu juga bakalan aku bawa pulang kesini "

" Ha..maksudnya apa kak ?"

" Hahaha.. Jangan di pikir, pusing lagi kamu nanti "

" Sementara kamu di sini dulu ya. Keluargamu masih terus mencarimu. Kecuali kalau memang kamu mau menghadapi mereka sih " Sheeva mengeleng.

1
Lisa
Puji Tuhan Sheeva udh sadar..cpt pulih y Sheeva & beraktivitas kembali juga utk Bunda Aya cpt pulih.
𝐈𝐬𝐭𝐲
bangun sheeva banyak yg menunggu dan menyayangi mu...
Lisa
Cepat sadar y Sheeva..banyak yg masih sayang sama kamu.
Lisa
Moga Sheeva cpt sadar kembali..
𝐈𝐬𝐭𝐲
semoga sheeva lekas bangun dan baik2 saja...
terlalu berat beban hidup sheeva..
Lisa
Bpk macam apa itu..udh Sheeva anggap kmu g punya bpk..semangat y msh byk yg menyayangimu..
Sustika Ekawati
iiisssshhh....bener² ya...bapak g ada akhlak....semangat neng sheva💪💪💪
𝐈𝐬𝐭𝐲
masa² remaja adl masa² paling indah😂
𝐈𝐬𝐭𝐲: iya jadi pingin balik lagi ke jaman muda yg bisanya cuma happy² aja belum mengenal beban hidup😂😂
total 2 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
Pepet terus si sheeva, Kay🤣🤣
𝐈𝐬𝐭𝐲
cieee Kay gak mau kalah dari Yongki😂😂
Lisa
Makin seru aj nih ceritanya 👍👍
Erni Kusumawati
cara berfikir sheeva bagus nih,harus di tiru☺
Lisa
Sukses terus y utk tokonya Sheeva..👍😊
𝐈𝐬𝐭𝐲
aku juga mau kok kalo di traktir 😂😂
𝐈𝐬𝐭𝐲
toko sheeva jadi makin laris manis nih😂😂
Lisa
Sukses y utk toko sembakonya Sheeva
Lisa
Puji Tuhan tokonya Sheeva laris manis👍👍 semangat y Sheeva..
𝐈𝐬𝐭𝐲
up yg banyak thor....
Mayra Zahra: siap kak
total 1 replies
𝐈𝐬𝐭𝐲
ceritanya bagus aku suka😍😍
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut thor ..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!