NovelToon NovelToon
Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Istri Rahasia Seorang Perfeksionis

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.9k
Nilai: 5
Nama Author: Brilliante Brillia

Daniela Arden Atmaja terpaksa masuk ke dunia malam demi bertahan hidup.

Darren Arkhanio Callister adalah pria perfeksionis yang menilai segalanya dari apa yang terlihat. Baginya, Daniela tidak pantas berada dalam hidupnya, apalagi ia sudah memiliki Crissiana, kekasih sempurna.

Namun di ujung napasnya, sang kakek memohon Darren menikahi Daniela, cucu dari almarhum sahabatnya.
Pernikahan pun akhirnya terjadi secara diam-diam. Tanpa cinta. Tanpa pengakuan. Tanpa diketahui siapa pun.

Darren tetap merendahkan Daniela dan tidak pernah ingin mengenalnya. Sementara Daniela memilih cuek dan tak perduli. Mau menikah pun karena permintaan terakhir dari sahabat almarhum kakeknya.

Hingga sebuah insiden terjadi.
Harga diri Daniela direnggut.
Saat Darren akhirnya menyadari bahwa Daniela tidak seperti yang ia kira, semuanya sudah terlambat.

Daniela pergi tanpa penjelasan dan tanpa jejak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Brilliante Brillia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dua Puluh Satu

"Apa kamu hamil, Daniela?"

Mata tua Harsiwi menatap wajah keponakannya, lalu turun ke perutnya, membuat Daniela merasa seperti ditelanjangi.

"A-apa? I-itu tidak mungkin, Mak Tua."

Daniela terlihat sangat ketakutan.

Harsiwi langsung menarik tangan Daniela. Diajaknya gadis itu ke ruang tengah dan mereka pun duduk di atas tikar pandan.

"Jujur sama Mak Tua! Apa kamu benar-benar hamil?" tanyanya penuh selidik dan tanpa basa-basi.

Daniela menggeleng kuat, seolah ingin meyakinkan dirinya sendiri. Tapi ingatannya akan pelecehan yang dilakukan Darren membuat rasa takutnya semakin nyata.

Usianya baru menginjak dua puluh satu tahun. Apa yang akan terjadi jika ia benar-benar hamil? Tanpa disadari, air mata Daniela merembes dari kedua kelopak matanya.

"Oh, Mak Tua tahu sekarang kenapa kamu sampai rela datang ke desa kecil seperti ini. Ternyata hanya untuk menyembunyikan kehamilanmu dari orang-orang di sana, kan?"

Tanya Harsiwi dengan suara tajam dan penuh tuduhan.

"Tidak, Mak Tua, tidak seperti itu! Ceritanya panjang."

"Kalau begitu, ceritakan sekarang!" sentak Harsiwi, mengabaikan tangisan Daniela.

Beberapa saat, wanita paruh baya itu membiarkan keponakannya menumpahkan tangis. Dia tahu ada beban yang sangat berat yang kini tengah membelenggu Daniela.

Perlahan, ia mendekat lalu meraih bahu Daniela dan membawa gadis itu ke dalam pelukannya.

Mendapatkan perlakuan lembut dari Mak Tuanya, tangis Daniela semakin pecah. Semua rasa sakit, amarah, dan frustrasi ia hempaskan bersama tangisnya.

Setelah merasa sedikit tenang, Daniela pun mengangkat wajahnya lalu menghapus sisa air mata yang masih membasahi pipinya. Ia menatap lurus ke arah Mak Tuanya.

"Sebenarnya aku sudah menikah."

Daniela menjeda ucapannya. Ia sengaja menunggu reaksi Harsiwi. Benar saja, tubuh wanita paruh baya itu menegang.

"Kamu menikah tanpa memberitahu Mak Tua?"

"Aku minta maaf karena pernikahan itu hanya sekadar pernikahan wasiat dari Kakek Surya dan kakek suamiku, yaitu Grandpa Jo. Tak ada seorang pun yang tahu akan pernikahan ini."

Akhirnya Daniela pun menceritakan semuanya. Tentang kakeknya dan juga sahabat kakeknya. Tentang pernikahan itu, tentang pekerjaannya di club malam sebagai DJ yang membuat Darren salah paham, hingga terjadinya tragedi itu. Semua ia ceritakan secara mendetail dengan harapan Mak Tuanya bisa memahami apa yang ia katakan.

"Jadi sekarang benih laki-laki itu tumbuh di rahimmu?"

"Aku nggak tahu, Mak Tua, apa aku benar-benar hamil atau memang ada penyakit lain."

"Husss... Jangan bicara sembarangan! Tenanglah, Mak Tua akan mengurusmu sampai kamu lahiran jika kamu benar-benar hamil. Anak ini jelas bapaknya dan terlahir dalam pernikahan. Kita tidak usah takut, apalagi malu. Yang harus kamu perhatikan sekarang adalah kesehatanmu!"

"Lalu bagaimana dengan para tetangga, Mak Tua? Mereka kan taunya aku belum menikah."

Harsiwi terdiam beberapa saat. Seandainya dari awal Daniela jujur, mungkin kejadiannya tidak akan seperti ini. Apalagi di sini masih menjunjung adat istiadat yang sangat kental.

"Jangan pikirkan itu dulu. Biar semua ini urusan Mak Tua. Nanti agak siangan kita periksa ke bidan desa. Sekarang kamu sarapan dulu."

Perintah Harsiwi dan diangguki Daniela. Lalu wanita paruh baya itu masuk ke dalam kamarnya.

***

Sekitar jam sepuluh pagi, Daniela dan Harsiwi mengunjungi bidan desa yang letaknya tak jauh dari rumah mereka. Sesampainya di sana, ada beberapa pasien yang sedang menunggu giliran.

​"Kita duduk di sana, Daniela."

​Tunjuk Harsiwi ke arah pojok ruangan, tempat beberapa kursi masih kosong. Daniela mengangguk lalu mengikuti langkah Mak Tuanya.

​"Mak Tua, gimana kalau ada tetangga yang lihat kita?"

​Bisik Daniela khawatir. Beberapa kali matanya terus melirik ke arah pintu masuk.

​"Tidak usah khawatir, nanti kita cari jalan keluar terbaik,"

​Kata Harsiwi menenangkan. Tapi jauh di lubuk hatinya, ia pun mulai merasa cemas. Tak terasa, satu per satu antrean mulai berkurang hingga akhirnya tiba giliran Daniela.

​"Bu Harsiwi, siapa yang mau diperiksa?"

​Tanya bidan yang usianya kira-kira seusia Harsiwi. Matanya menatap Daniela karena merasa asing.

​"Ini siapa?"

​"Ini Daniela, keponakan saya. Putrinya Hasnita."

​Bidan bernama Ade itu tampak terkejut. Lalu sekilas menatap Harsiwi. Dia tahu betul bagaimana dulu Harsiwi dan Hasnita bertengkar gara-gara lelaki kota itu yang akhirnya memilih Hasnita. Sebenarnya dia juga dulu ikut serta dalam persaingan itu.

​"Oh pantas saya nggak kenal."

​Pandangan Bidan Ade kembali tertuju pada Daniela. Wanita itu memperhatikan wajah pucat gadis muda di hadapannya dengan penuh selidik.

​"Memangnya sakit apa?"

​Tanyanya lagi. Daniela langsung menundukkan kepala. Ia mendadak gugup. Jemarinya saling meremas di atas pangkuan. Harsiwi berdeham pelan sebelum menjawab.

​"Sudah beberapa hari dia mual-mual dan muntah. Saya takut masuk angin atau sakit lambung."

​Bidan Ade mengangguk pelan.

​"Kalau begitu, Daniela ikut saya masuk dulu ya."

​Daniela menelan ludah susah payah lalu berdiri dari duduknya. Langkahnya terasa berat saat mengikuti Bidan Ade masuk ke ruang pemeriksaan kecil yang hanya dipisahkan tirai tipis.

​"Silakan duduk."

​Daniela duduk di tepi ranjang periksa sambil menundukkan kepala. Jantungnya berdegup sangat cepat.

​"Sudah berapa lama mualnya?"

​Tanya Bidan Ade sambil menyiapkan alat tulis.

​"Mungkin... sekitar dua mingguan."

​"Kalau muntah?"

​"Kadang pagi, kadang malam."

​Bidan Ade mengangguk pelan lalu kembali bertanya,

​"Terakhir haid kapan?"

​Pertanyaan itu membuat Daniela langsung terdiam. Wajahnya perlahan memucat.

​"Daniela?"

​"A-aku lupa..."

​Jawabnya gugup. Bidan Ade menatap Daniela beberapa detik. Sebagai seorang bidan, ia tentu tidak bodoh. Apalagi melihat gelagat Daniela yang terlihat sangat tegang sejak tadi.

​"Sudah menikah?"

​Tanyanya lagi secara hati-hati. Daniela langsung mengangkat kepala. Bola matanya terlihat bergetar.

​"S-sudah."

​"Suami kamu mana?"

​Daniela tercekat. Bibirnya terbuka, tapi tak ada suara yang keluar. Di luar ruangan, Harsiwi yang duduk menunggu mulai merasa tidak tenang. Beberapa kali ia melirik ke arah tirai pemeriksaan sambil menggenggam ujung bajunya sendiri.

​Beberapa saat kemudian, Daniela dan Bidan Ade keluar dari ruang pemeriksaan. Bibir Bidan Ade tersenyum lembut. Lalu menyerahkan sebuah testpack. Tadi Daniela memang sudah memeriksa urinnya dengan menggunakan testpack tersebut.

​"Selamat ya Daniela, kamu akan menjadi ibu. Usia kandunganmu sekitar 6 minggu."

​Kata Bidan Ade. Daniela terdiam. Entah ia harus bahagia atau bersedih mendengar kabar ini. Namun Harsiwi segera menyikut pinggangnya. Ia tersenyum pada Bidan Ade.

​"Terima kasih Bu Ade. Kalau begitu kami permisi pulang."

​Lalu keduanya keluar dari ruangan bidan Ade dan bergegas kembali pulang ke rumah.

***

"Darren, Papa dan Mama mau kembali ke Singapura besok di penerbangan pertama. Tapi Papa mau tanya, di mana sekarang gadis itu?"

​Tanya Antonio sambil mengikuti putranya yang sudah bersiap untuk pergi.

​"Untuk apa Papa tanyain dia? Bukankah tempo hari Papa sudah menghina dia? Sekarang mau apa lagi? Kurang puas? Mau memarahi dia langsung?"

​Pertanyaan bernada tuduhan langsung keluar secara beruntun dari mulut Darren.

​"Kenapa bicara seperti itu? Papa dan Mama cuma ingin bertemu sama dia."

​"Ah sudahlah, aku juga tidak tahu dia ada di mana. Sekarang aku mau pergi dulu, ada urusan penting."

​Darren keluar dari pintu utama dan menghampiri mobilnya yang terparkir di depan teras. Lalu menyalakan mesin mobilnya dan langsung melesat pergi.

Mobil Darren melaju dengan kecepatan tinggi. Dia bermaksud mendatangi Neon Beats, untuk mencari tahu keberadaan Daniela.

​Cengkeraman jemari panjang Darren pada kemudi begitu erat hingga buku-buku jarinya memutih. Rasa frustrasi menyergap dada, berbaur menjadi satu dengan penyesalan yang teramat besar. Bayangan wajah Daniela yang memohon, menangis dan meronta, terus berputar di kepalanya seperti kaset rusak.

​"Kamu di mana, Daniela...?" bisiknya lirih,

"Tolong maafkan aku Daniela! Pulanglah, aku merindukanmu!"

Entah sadar atau tidak, kalimat itu meluncur begitu saja.

Sesuatu yang basah keluar dari kelopak matanya. Darren yang dingin, emosional, angkuh dan perfeksionis, ternyata bisa mengeluarkan airmata, hanya karena seorang perempuan yang bahkan selama ini sangat ia rendahkan.

​Darren terus melajukan mobilnya menerobos guyuran hujan. Tujuannya adalah kembali mendatangi Neon Beats. Dia akan memberikan imbalan yang pantas bagi siapapun yang bisa memberitahukan keberadaan istrinya itu.

Namun dii sebuah tikungan tajam yang licin, sebuah truk besar tiba-tiba muncul dari arah berlawanan dengan lampu sorot yang membutakan mata. Darren tersentak kaget. Dalam kondisi panik dan pikiran yang tidak stabil, ia membanting setir terlalu keras ke kanan.

​Ban mobilnya kehilangan traksi di atas aspal yang basah. Mobil sport itu berputar tak terkendali, melintasi pembatas jalan, sebelum akhirnya menghantam pembatas tebing dengan benturan yang sangat keras. Suara dentuman logam yang ringsek seketika memecah kesunyian malam, diikuti oleh kesunyian yang mencekam saat kesadaran Darren perlahan menggelap sepenuhnya.

1
Neng Nosita
giliran Darren yg ngidam😄
Muft Smoker
astagaaaa Darren lupa ingatan ,, jgn sampe si Selina ngaku2 jdi istri ny Darren deeh ,,
kak jgn jahat2 sama Daniela yx kak ,,
lgi hamil looo dy ,,
🤭🤭🤭🤭🤭🤭😁😁😁😁
Nessa
sudah ku dugaa akan ada drama hilang ingatan, it’s okay lah semoga darren dan daniela segera bertemu
Brilliante Brillia
Assalamualaikum
para readers tercinta, jika buku induk ada kesamaan dengan buku lain, mohon jangan nge-judge ini plagiat ya. otor bersumpah demi apapun tak ada plagiat karena sudah merasakan bagaimana rasanya di-plagiat-n. mungkin hanya kesamaan beberapa part aja.
terimakasih 🙏🫶
mimief
jgn kejam kejam lah Thor sama Daniella😔
Brilliante Brillia: tenang aja kk, semua akan indah pd waktunya 😄
total 1 replies
partini
OMG ko bisa sama jalan cerita nya Thor welehhhhh , sama yg lagi kau baca ok lah aku selesai dulu yg itu soalnya Agi seru"nya jadi aku tinggal yg ini
Nessa
waduhhhh darren 🙊🙈🙈🙈
Neng Nosita
plies jangan dibikin amnesia Thor,kasihan nanti daniela😄
mimief
ya...dibikin amnesia ya Thor.trus lupa ntar Ama Daniella
bayinya gimana Thor nasibnya 🫣😭😭
partini
berharap Darren di bikin muntah" lemes sama Debay ternyata kecelakaan wehh,, jangan" sama nih kaya novel yg lagi aku baca kecelakaan terus hilang malah nikah sama ulet bulu 🤦🤦🤦 Ampe bininya lahiran
Ivy
Daniela hamidun wah tocker juga Darren 😂
Muft Smoker
ni Mah Darren versi sachet udh hadiiir ,,
🤭🤭🤭🤭🤭
next kak
mimief
lagi Thor....lanjut
lanjut
partini
Darren Junior ini mah,,si Kunti bogel Selina pintar kamu yah luar biasa emeng si yg namanya ulet bulu di mana" selalu beruntung punya seribu cara bikin huru hara pernovelan
Nessa
daniela hamil ea thor
Neng Nosita
apakah ortu Darren gak tahu tentang wasiat kakeknya Darren?
olyv
lanjut
Nessa
akan syok saat tau wanita yang kalian hina itu istri sah nya darren menatu kalian sendiri wkwkwk…
Muft Smoker
lanjuuuut kak ,,
biar laa Darren pusing keliling keliling nyari Daniela ,,
salah sendiri makin terkam aj anak org ,,
sekarang kalang kabut kan pas istri nu udh kabuur😒😒😒
olyv
lanjut...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!