ig: @namemonarch
Di sebuah multiverse di mana para penguasa mengandalkan insting dan amarah, Ye Chen mendominasi dengan kalkulasi dingin. Ia adalah sosok yang memanipulasi keadaan dari balik layar, memandang konflik dunia layaknya bidak catur di papan raksasa.
"Kultivasi hanyalah proses penyempurnaan sirkulasi energi. Dan takdir? Itu hanyalah sekumpulan data yang belum dikendalikan oleh tangan yang tepat."
Inilah awal dari perjalanan lintas jagat raya. Sebuah jalan di mana hukum langit akan tunduk di bawah kendali seorang analis sistem yang memulai langkahnya dari titik terendah untuk mencapai puncak tertinggi multiverse.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nameless Monarch, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 5 - Evolusi Fisik
Hampir satu bulan penuh telah berlalu sejak Ye Chen pertama kali menginjakkan kakinya di Desa Kayu Hitam. Udara musim gugur mulai terasa semakin menggigit, membawa angin dingin yang menyapu dedaunan kering dari Hutan Kabut Purba.
Selama hari-hari awal di desa, Ye Chen tidak hanya bekerja. Ia memanfaatkan fitur Sistem untuk memetakan struktur sosial. Dari obrolan Paman Zhao tentang masa lalunya sebagai mandor di Tambang Lin, Ye Chen mencatat potensi akses ke sana. Paman Zhao pun sempat menyebutkan bahwa 'orang-orang kuat yang tidak punya tuan' biasanya berkumpul di bawah bendera Serikat Gagak Hitam jika ingin mencari nama di Kota Daun Gugur.
Rutinitas Ye Chen berjalan dengan sangat presisi, layaknya sebuah barisan kode program yang dieksekusi tanpa cacat. Penduduk desa kini tidak lagi menganggapnya sebagai orang asing, melainkan sebagai bagian tak terpisahkan dari komunitas kecil mereka.
Pagi itu, Ye Chen berdiri di dekat gerbang utama desa bersama Kepala Desa Tua dan Paman Zhao. Mereka bertiga sedang menatap deretan pagar kayu tebal yang berfungsi sebagai benteng pertahanan utama pemukiman tersebut.
Bagian bawah dari gelondongan kayu itu mulai membusuk akibat kelembapan tanah dan curah hujan yang tinggi. Kepala Desa menghela napas panjang, wajahnya dipenuhi garis-garis kecemasan yang sangat jelas.
"Musim dingin akan segera tiba, dan binatang buas kelaparan biasanya akan mulai merambah ke pinggiran desa," gumam Kepala Desa dengan suara serak.
"Jika pagar ini rubuh ditabrak babi hutan raksasa, kita tidak akan punya cukup waktu dan tenaga untuk menebang pohon baru."
Paman Zhao mengangguk setuju, raut wajahnya sama muramnya. "Kita butuh setidaknya dua puluh pria dewasa untuk membongkar dan mengganti fondasi kayu ini dalam waktu singkat. Sesuatu yang mustahil kita miliki sekarang."
Mendengar percakapan itu, otak analitis Ye Chen langsung bekerja memproses data struktural di depannya. Matanya memindai susunan pagar, menghitung distribusi beban, dan mengevaluasi titik-titik kelemahan fisik dari kayu yang membusuk.
"Sistem, aktifkan Modul Optimalisasi Jalur. Pindai integritas struktural pagar ini dan cari solusi penguatan tanpa harus membongkar fondasi utama," perintah Ye Chen di dalam kepalanya.
[Memindai struktur objek... Integritas di angka 45%.]
[Solusi optimal: Gunakan metode penyangga menyilang dengan sudut 45 derajat di setiap tiga tiang.]
[Kebutuhan material berkurang hingga 70%. Peningkatan daya tahan terhadap benturan frontal naik sebesar 300%.]
Garis-garis biru holografik muncul di pandangan Ye Chen, memproyeksikan kerangka arsitektur yang sangat presisi. Ia kemudian menoleh ke arah Kepala Desa dan Paman Zhao dengan raut wajah yang sangat tenang.
"Kita tidak perlu membongkar atau mengganti fondasi utamanya, Kepala Desa," ucap Ye Chen memecah keheningan. "Kita hanya perlu menambahkan balok penyangga yang dipasang menyilang di setiap tiga tiang utama."
Kepala Desa mengerutkan keningnya, sedikit bingung. "Menyilang? Tapi Nak Chen, bukankah menancapkan kayu lurus ke dalam tanah jauh lebih kuat untuk menahan dorongan?"
"Secara teori fana mungkin terlihat begitu, tapi dorongan lurus akan mematahkan kayu yang membusuk di titik tengahnya," jelas Ye Chen logis.
"Dengan penyangga menyilang, beban benturan akan didistribusikan secara merata ke tanah dan tiang lainnya."
Ye Chen tidak membuang waktu untuk berdebat lebih panjang. Ia mengambil sebuah balok kayu sisa berukuran sedang dan memosisikannya miring pada sudut presisi 45 derajat menopang pagar yang lemah.
"Paman Zhao, tolong ambilkan palu godam. Biar aku yang memaku dan memasang pasaknya," pinta Ye Chen. Dalam waktu kurang dari dua jam, Ye Chen berhasil memasang sistem penyangga menyilang di sepanjang gerbang utama sendirian.
Kepala Desa mencoba mendorong pagar yang baru saja diperkuat itu dengan seluruh tenaganya. Pagar itu sama sekali tidak bergeming, bahkan terasa sekeras dinding batu utuh tanpa ada decitan kayu sedikit pun.
"Luar biasa... Ini benar-benar keajaiban! Pengetahuanmu tidak kalah dari seorang ahli bangunan dari ibukota, Nak Chen," puji Kepala Desa dengan mata berbinar kagum.
"Sebagai rasa terima kasih, terimalah sekantong beras merah dan beberapa ramuan herbal kering ini," lanjut Kepala Desa sambil menyodorkan sebuah bungkusan yang cukup berat. "Ini sangat baik untuk menghangatkan tubuhmu di malam hari."
"Terima kasih banyak, Kepala Desa. Pengetahuan logis memang diciptakan untuk mempermudah pekerjaan," jawab Ye Chen menerima bungkusan itu dengan anggukan hormat. Ia lalu menyimpannya diam-diam ke Ruang Penyimpanan Sistemnya.
Sore harinya, setelah rutinitas sosialnya selesai, Ye Chen kembali memulai fase perburuannya. Selama hampir sebulan ini, saldo Poin Kenaikan miliknya telah merangkak naik menyentuh angka 120 Poin hasil dari berburu binatang kecil.
Namun hari ini, insting analisnya merasa ia butuh tekanan yang sedikit lebih besar untuk menguji batas akhir tubuh fisiknya. Ia melangkah lebih dalam ke Hutan Kabut Purba, sekitar lima ratus meter dari batas aman yang biasa ia lewati.
Udara di area ini terasa lebih pekat, dan keheningannya terasa sangat tidak wajar. "Sistem, perluas jangkauan pemindaian radar hingga batas maksimal. Prioritaskan target berkelompok," perintah Ye Chen waspada.
[Memperluas jangkauan pemindaian... Radius 150 meter.]
[Peringatan: Tiga tanda kehidupan agresif terdeteksi di arah jam dua.]
[Objek: Serigala Cakar Besi (Binatang Buas Tingkat 1 Tahap Menengah).]
Langkah Ye Chen seketika terhenti. Matanya menyipit saat menatap tiga ekor serigala berbulu abu-abu gelap yang sedang mengendus tanah di kejauhan.
Cakar mereka tampak berkilau tajam seperti mata pisau logam yang mematikan.
Satu ekor Serigala Cakar Besi memiliki kekuatan sekitar 1.500 jin. Bertarung langsung secara terbuka melawan tiga ekor sekaligus dengan kekuatannya yang hanya 1.000 jin adalah murni sebuah tindakan bunuh diri.
Namun, variabel lingkungan di sekitarnya adalah senjata utama bagi seorang analis. "Sistem, kalkulasi rute pemisahan target menggunakan pepohonan rimbun ini. Aku butuh pertarungan satu lawan satu."
[Mengkalkulasi variabel lingkungan dan kecepatan target...]
[Rute optimal taktis ditemukan. Lempar batu ke arah timur untuk memecah formasi mereka.]
[Persentase keberhasilan memisahkan target: 87%.]
Tanpa ragu, Ye Chen memungut sebuah batu seukuran kepalan tangan dan melemparkannya jauh ke arah semak-semak di sebelah kanan.
*Kresek!*
Suara itu langsung menarik perhatian ketiga predator tersebut.
Sesuai dengan probabilitas sistem, serigala yang berada paling kanan langsung melesat maju untuk memeriksa sumber suara. Dua serigala lainnya tetap diam di tempat, mengawasi area sekitar dengan postur waspada.
Begitu serigala pertama itu terpisah dari kawanannya dan melewati pohon tempat Ye Chen bersembunyi, eksekusi pun dimulai. Ye Chen menjatuhkan dirinya dari atas dahan layaknya bayangan pencabut nyawa tanpa suara.
Belati Malam Tanpa Suara di genggamannya berayun dengan sudut presisi absolut, mengiris tenggorokan serigala itu dalam satu tarikan mulus. Serigala itu mati seketika, darahnya tumpah ke tanah tanpa sempat melolong meminta bantuan kawanannya.
Bau darah segar yang menguar dengan cepat membuat dua serigala lainnya tersadar akan adanya bahaya. Mereka menoleh dan langsung menggeram ganas, melesat ke arah Ye Chen dengan cakar logam yang siap mengoyak.
Ye Chen tidak panik. Ia menggunakan sisa gelondongan kayu tumbang di depannya sebagai barikade sementara. Serigala pertama melompat melewati kayu itu, membuka titik buta di area perutnya yang tidak terlindungi.
Ye Chen menunduk dengan kecepatan tinggi, menyelinap ke bawah lompatan serigala tersebut, dan menusukkan belatinya langsung ke jantung target. Serigala kedua itu ambruk menghantam tanah dengan suara yang keras.
Serigala ketiga yang melihat kawanannya mati kini menyerang secara membabi buta dan penuh amarah. Kehilangan formasi rasional membuat gerakannya jauh lebih mudah dibaca oleh modul komputasi milik Ye Chen.
Ye Chen hanya bergeser setengah langkah ke kiri, menghindari gigitan mematikan yang berjarak hanya satu inci dari lengannya. Ia lalu memutar tubuhnya dan memberikan tendangan berkekuatan 1.000 jin tepat ke tulang rusuk serigala terakhir itu.
*Krak!*
Suara tulang iga yang hancur terdengar mengerikan. Serigala itu terpental menabrak pohon keras dan mati dengan organ dalam yang hancur lebur akibat benturan kinetik yang sangat efisien.
Pertarungan melawan tiga ekor binatang Tahap Menengah itu selesai dalam waktu kurang dari dua menit. Napas Ye Chen sedikit memburu, dan peluh dingin menetes dari dahinya, namun ia sama sekali tidak terluka.
"Sistem, konversikan ketiga bangkai Serigala Cakar Besi beserta inti energinya menjadi Poin Kenaikan," perintah Ye Chen sambil mengatur napas.
[Memproses konversi sumber daya material...]
[Tiga bangkai Serigala Cakar Besi diterima. Memperoleh 45 Poin Kenaikan.]
[Saldo saat ini: 165 Poin Kenaikan.]
Ye Chen tersenyum tipis, merasa sangat puas dengan hasil panen hari ini. Ia membersihkan belatinya dan segera kembali ke Desa Kayu Hitam sebelum malam benar-benar menyelimuti hutan yang berbahaya itu.
Sesampainya di gudang kayu, Ye Chen langsung bersila dan menutup matanya. Ia merasakan kelelahan ekstrem pada otot-ototnya, yang justru menjadi pemicu sempurna bagi Seni Pernapasan Bintang Hampa.
Energi murni dari sisa-sisa pil dan kultivasinya selama sebulan terakhir berkumpul membentuk pusaran kecil di dalam tubuh fananya. Ototnya menegang, dan tulang-tulangnya kembali mengeluarkan suara gemeretak nyaring layaknya baja yang sedang ditempa.
[Pemberitahuan Sistem: Batas akumulasi seluler fana telah tercapai.]
[Selamat! Tuan Rumah berhasil menerobos ke Alam Penempaan Tubuh (Tahap Menengah).]
Ye Chen membuka matanya yang kini memancarkan kilau tajam bak sebilah pedang yang baru saja diasah. Tubuhnya terasa jauh lebih padat, lebih ringan, dan dipenuhi oleh daya ledak yang mengerikan.
[Memperbarui Status Pribadi...]
[Kekuatan fisik saat ini: Setara dengan 2.500 jin.]
Ye Chen mengepalkan tangannya perlahan, mendengarkan udara yang seolah merintih tertekan oleh cengkeramannya. Eksperimen dan dedikasinya di desa ini membuahkan hasil mutlak; ia kini memiliki fondasi yang cukup solid untuk bertahan hidup.
ada usul tidak jelas