NovelToon NovelToon
Cahaya Cinta

Cahaya Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Diam-Diam Cinta / Dikelilingi wanita cantik
Popularitas:2.2k
Nilai: 5
Nama Author: Saidah_noor

Dihari ulang tahun pernikahannya yang ke 3 tahun, Cahaya harus terkejut melihat perselingkuhan Fery dengan wanita lain yang masih satu rekan kerja dengan suaminya.
Karena patah hatinya ia mengajak sahabatnya untuk minum dan menginap dihotel, namun sahabatnya tak bisa menemaninya karena adiknya tak ada yang menemani dirumah.
Kejadian tak terduga dihotel ia tak sengaja bertemu pria asing yang dalam keadaan sakit, karena berpikir itu adalah suaminya yang mengejarnya akhirnya ia mengajaknya bermalam dalam keadaan mabuk.
Namun saat pagi menjelang, Cahaya baru sadar bahwa yang tidur bersamanya itu bukanlah suaminya tapi pria yang terkenal berkuasa dan galak dikantornya.
apa yang harus cahaya lakukan?
kabur kah?? atau ...???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saidah_noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kedatangan ibu mertua.

Cahaya menatap ponsel itu dengan penuh keterkejutan, tangannya gemetar namun tak ada air mata yang jatuh. Bukan tak tahu, hanya saja tak menyangka. Katanya, tak ingin berpisah. Katanya, ia sudah putus hubungan. Lalu berita viral ini apa?

Pria itu tak bisa ia pegang janji mulutnya, bukti dari tindakannya saja tak seperti seorang pria yang menghargai pasangannya.

Cahaya memberikan ponsel itu pada pemiliknya, ia berusaha tersenyum pada rekan-rekan yang masih menatap pada nya.

"Tenang saja, aku baik-baik saja," ujar Cahaya.

"Syukurlah, Yaya. Ku dengar kalian sedang dalam proses cerai, pria seperti dia tak pantas untuk kamu. Pasti akan ada pengganti yang lebih baik, seperti pria yang mengirimimu makan siang, bunga dan camilan siang itu," ucap seorang rekan wanita memberinya semangat hidup.

"Benar, setidaknya kau tetap beruntung. Pucuk dicinta pangeran pun tiba," timpal rekan wanita lainnya.

"Wah, aku penasaran. Siapa pangeran berkuda putihmu itu? Baru kenalan sudah tahu apa yang kau suka," ujar lainnya bergender pria.

"Pastinya lebih tampan dan kaya dari pada bapak dokter itu," jawab lainnya yang mulai ikutan bergosip tentangnya.

Cahaya melirik Yumi dengan tajam, seakan meminta penjelasan tentang apa yang mereka bicarakan. Hanya Yumi yang tahu masalah rumah tangganya dan hanya dia yang tahu soal pria itu. Mulutnya yang ember tak bisa menjaga rahasianya sampai kapanpun. Itulah ada alasan kenapa ia tak ingin bercerita banyak.

Paham tatapan temannya, Yumi segera mengacungkan dua jari telunjuk dan tengahnya. Kepalanya bergerak seakan menjelaskan bukan dia.

"Aku tak cerita apapun, sueerrr!" ujar Yumi meyakinkannya.

Cahaya mendekati mejanya dan langsung duduk saja, ia mengabaikan temannya yang entah perkataannya bisa dipercaya atau tidak.

Ting

Pesan dari Rayyan mengusiknya. Ia enggan menanggapinya, tapi pesan itu terus masuk dan membuatnya kepikiran.

"Apa ia mencemaskan aku? Ini pertama kalinya ia nge-chat," gumam Cahaya dalam hati, ia pun membuka chat dari aplikasi hijau dan membacanya.

"Apa kau baik-baik saja?"

"Apa kau baik-baik saja?"

"Apa kau baik-baik saja?"

Tiga pesan dengan kalimat tanya yang sama, alis Cahaya bertaut. Pria satu ini seolah tak punya kalimat lain untuk bertanya, ia pun mengetik sesuatu untuk membalasnya. Tak banyak hanya kata ya saja.

Ia pun menaruh ponselnya kembali dan mulai fokus pada pekerjaan.

Disisi lain, tepatnya dilantai paling atas gedung itu. Rayyan membuka ponselnya sejak tadi, tak ada balasan ia berdecak tapi terus menunggunya. Ia tengah mendengarkan jadwal hari ini, tapi mata dan pikirannya terus tertuju pada sebuah benda pipih yang ada disamping tangannya.

Saat benda itu akhirnya berbunyi tanda ada notif, secepatnya ia ambil dan membuka pesannya. Tak peduli seberapa banyak asistennya berbicara menjelaskan jadwalnya, baginya itu membosankan sekarang.

Pesan dari Cahaya itu lebih penting dari pada apapun.

Bibirnya tersenyum melihat balasan dari wanita itu, bahkan ia terus menatapnya seolah dunia hanya pengusik ketenangannya.

"Pak Rayyan, apa anda mendengarku?" tanya Chandra, merasa diabaikan.

"Iya, tentu saja." Rayyan tersenyum menatap asistennya sejenak lalu kembali menatap ponselnya.

Katanya iya, tapi sikapnya seolah tak mendengarkan apapun. Chandra bukan asisten bodoh, ia sudah bekerja dengan Rayyan selama beberapa tahun lamanya. Tapi karena cinta laki-laki dingin dan kejam pun bisa menjadi budak cinta bagi pawang lembutnya.

"Tuan, anda mengirim pesan tiga kali dia membalasnya satu kali. Tapi senangnya seperti dapat proyek mahal. Tuan, fokuslah dulu!" kesal Chandra.

"Baiklah, aku tahu kau ingin pekerjaanmu cepat selesai," ujar Rayyan, tapi ia masih mengetik sesuatu dan menunggu pesannya terkirim.

"Anda tahu, kemarin istriku mual muntah lagi," ungkap Chandra dengan wajah pilu.

"Oh, dia hamil lagi. Perasaan baru bulan kemarin melahirkan anak laki-laki," sahut Rayyan tanpa menoleh.

"Bukan karena hamil, ia sedang sakit. ia sekarang dirawat dirumah sakit, ia sendirian. Jadi aku berharap anda bisa fokus dan mengerjakan pekerjaan secepatnya," ujar Chandra rasanya ingin menangis.

"Oh begitu." Rayyan menaruh ponselnya, lalu memikirkan sesuatu agar mulut asistennya itu tak banyak mengomel lagi.

"Kau ingin cuti?" tanya Rayyan.

"Anda akan memberiku cuti," tebak Chandra berubah menjadi senang.

"Tentu saja, tapi kau harus menyuruh Cahaya menggantikan posisimu sementara. Pekerjaanmu suruh Lisa yang melakukannya, bagaimana?" ujar Rayyan memberikan tawaran.

"Itu tak masuk akal, dia bekerja dibagian desain produk. Jika mendadak disuruh menggantikan posisiku sementara, itu akan terjadi gosip diantara para pekerja. Tuan, apakah ada cara yang lain?" kata Asisten chandra makin pusing.

"Cara lainnya kau dipecat, mau?" ungkap Rayyan terdengar seperti ancaman.

"Kau cari cara lah," ujar Rayyan tak mau tahu.

Chandra memikirkan sesuatu, cara ini cara itu semuanya buntu dan tak masuk akal. Alasan ini alasan itu harus masuk akal. Namun demi bisa cuti ia harus mengorbankan satu hal, tak apa jika harus berbohong.

"Tuan, aku akan lakukan!" ucap Chandra yang langsung pergi setelah memikirkannya dengan matang.

Rayyan hanya tersenyum sambil membayangkan bagaimana kesehariannya dengan asisten barunya, walau sementara. Seenggaknya mereka akan semakin dekat, tak hanya dirumah saja tapi juga ditempat kerja.

Satu hal lagi yang tak perlu ia pikirkan adalah cara berpikir para pekerjanya, entah itu gosip atau alasan mereka berangkat dan pulang bersama. Hanya dia yang harus berada disamping wanita itu, seperti dulu.

*

Cahaya yang tengah sibuk bekerja, mulai diganggu dengan bunyi telepon. Ia mengambil ponselnya dan melihat siapa yang menghubunginya ditengah pekerjaan. Tapi nama itu adalah ibu mertuanya, ia pun menolak panggilan itu.

Akan tetapi sepertinya ibunya Fery itu tak mau berhenti, jadi ia kembali menghubunginya. Cahaya meraih ponselnya lagi, ia beranjak dari tempatnya dan pergi ke tempat sepi tapi tak jauh dari departemen desain.

"Ada apa, tante?" tanyanya tanpa basa-basi.

"Nak, kita bertemu ya? Ada sesuatu yang ingin ibu bicarakan, ini penting sekali," suara ibu mertuanya disebrang sana.

"Apa tante butuh uang? Berapa?" tanya Cahaya yang sudah hapal maksud dari mertuanya.

"15 juta. Ibu butuh banget, nak." jawab Fatia dengan cepat.

Cahaya tersenyum miris, sudah berapa banyak uang yang ia berikan pada keluarga suaminya dulu. Kenapa ia tak pernah menghitungnya?

Mungkin semua uang itu sudah jadi sebuah rumah besar, namun ia tahu ibu mertuanya matre yang suka menghamburkan uang.

"Maaf, tante. Aku sibuk! Soal uang tante minta saja pada selingkuhan Fery," ujar Cahaya lalu memutuskan sambungan teleponnya dan juga memblokir no dan menghapusnya.

"Aku tak akan menjadi bodoh lagi," ucapnya dalam hati, berjanji pada diri sendiri.

Ia pun kembali ketempat kerjanya dan melanjutkan pekerjaannya.

Baru beberapa menit ia duduk, seseorang menghubunginya lewat telepon kantor. Ia mendapatkan kabar bahwa ibu mertuanya datang ke tempat kerjanya, sekarang menunggunya dibawah.

"Apa?!" pekik Cahaya tak menyangka ibu mertuanya itu akan pantang menyerah.

Ia memijat pelipisnya, pusing dengan keluarga suaminya yang hobinya minta uang.

"Yaya, kamu gak apa-apa?" tanya Yumi yang melihat temannya aneh.

"Tak apa-apa," jawab Cahaya pelan dan kembali beranjak dari tempat duduknya.

Sedangkan Yumi hanya menatapnya dengan muka bingung, sikap Cahaya tak seperti biasanya. Ia merasa temannya sedang didera masalah, namun enggan mengatakannnya.

^

Plak

Baru saja ia sampai dilobi, Cahaya sudah disambut dengan tamparan ibu mertuanya. Cahaya menyentuh pipinya yang terasa panas bahkan mungkin membekas. Untuk pertama kalinya ia diperlakukan kasar oleh wanita tua yang pernah ia anggap keluarga, layaknya seperti ibu kandung.

Namun Fakta selalu benar, tak ada ibu mertua yang seperti ibu kandung. Kecuali, jika wanita tua itu tahu adab.

"Dasar menantu durhaka! Wajar jika anakku selingkuh," ujar bu Fatia bernada tinggi.

1
falea sezi
🤣🤣 mertua toxic
🌀 SãñõõR 💞
yap ntar ceritanya jadi membingungkan.
partini
saling terhubung suami selingkuh dengan wanita yg pernah di sukai lelaki yg tidur dengan cahaya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!