NovelToon NovelToon
CEO Vs DUKUN

CEO Vs DUKUN

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO / Romansa
Popularitas:30k
Nilai: 5
Nama Author: Nana 17 Oktober

“Nek,” protes Ryuhan. “Aku ini CEO muda. Masa harus nikah sama seorang dukun?”

Seroja adalah gadis muda yang berprofesi sebagai dukun beranak dan terapis saraf. Hidupnya berubah saat suami dari masa kecilnya, Ryuhan Kai Zander, CEO muda dari keluarga konglomerat datang menjemput.

Seroja harus menerima kenyataan, bahwa Ryu sudah memiliki pujaan hati. Clara.

Sebuah kecelakaan membuat Ryu lumpuh dan impoten. Kenyataan itu menghancurkan harga diri Ryu. Apalagi saat Clara memutus hubungan setelah kecelakaan itu.

Saat Ryu mulai menerima Seroja, muncul seorang pria yang diam-diam menyukai dan menghargai Seroja.

Akankah Seroja tetap bertahan di sisi suaminya… atau memilih pergi bersama pria yang benar-benar menginginkannya?

Dan apakah Ryu akan melepaskannya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana 17 Oktober, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

3. Amanah Terakhir

Ryu masih menatap rumah yang kental dengan nuansa adat Jawa itu. Ia menghembuskan napas panjang, lalu berkata,

"Bawa mobil kita masuk ke pekarangan rumah itu."

Tanpa menunggu jawaban dari Jordi, Ryu pergi lebih dulu menuju rumah itu. Langkahnya terlihat mantap. Tapi hatinya? Jangan tanya.

"Eh, Bos..." Jordi terdiam sejenak. "Ya sudahlah," katanya, lalu masuk ke dalam mobil menyalakan mesin, melaksanakan perintah atasannya.

"Sebenarnya apa sih misi bos nyari perempuan di desa pedalaman kayak gini?" gumam Jordi sambil menginjak pedal gas perlahan. "Profesinya aja...ah sudahlah."

Otaknya dipenuhi rasa penasaran dan pertanyaan yang belum kunjung terjawab.

 

Ryu terus melangkah. Dan di teras sana, orang-orang memerhatikannya dan mulai berbisik-bisik.

"Eh, pemuda ganteng itu ke sini."

"Dari mobil dan penampilannya jelas orang kota. Ngapain ya jauh-jauh ke sini?"

Ryu baru menginjak lantai semen teras rumah joglo itu ketika seorang ibu-ibu yang sedang memangku bayi bertanya,

"Nak, ke sini mau ngapain?" Ia memerhatikan Ryu dari atas hingga bawah. "Kayaknya sehat-sehat saja."

"Saya ke sini mencari Seroja," jawab Ryu sopan. "Apa benar' ini rumahnya?"

Seorang bapak-bapak menyahut. "Kalau Seroja dukun ya di sini. Tapi Seroja sedang membantu menantu Bu Rumi yang mau melahirkan."

"Mau berobat apa, Nak?" tanya ibu-ibu yang lain.

"Saya ke sini bukan untuk berobat," sahut Ryu datar. "Apa neneknya Seroja ada?"

Ibu-ibu yang memangku bayi tadi menjawab. "Ada di dalam. Tapi sudah lama sakit karena sudah tua."

"Di dalam ada yang nemenin, kok. Masuk aja," sahut yang lain.

"Terima kasih," ucap Ryu, lalu melangkah menuju pintu.

"Bos, tunggu!" seru Jordi sambil berlari kecil.

Namun Ryu tidak menoleh apalagi menjawab. Ia terus berjalan, meski entah kenapa semakin dekat dengan pintu yang terbuka itu jantungnya mulai berdegup lebih cepat.

"Main tinggal aja," gerutu Jordi yang sudah tak jauh dari Ryu. "Aku 'kan penasaran, bos mau ngapain."

Ryu berhenti di ambang pintu. Ia mengangkat tangannya mengetuk daun pintu kayu jati yang berukir motif sulur itu.

Tok! Tok!

"Permisi," ucap Ryu.

Matanya menyapu ruangan luas di dalam rumah yang terasa sunyi. Semua perabot terbuat dari kayu penuh ukiran, namun masih mengilap samar karena sering dipakai. Jelas perabotan tua dengan kayu berkualitas.

Sebuah lampu gantung klasik tergantung di langit-langit kayu rumah itu. Rangkanya dari kuningan yang mulai kusam dimakan usia. Sementara kap kaca bermotif bunga memantulkan cahaya kekuningan yang hangat.

"Ini benar-benar masih asli rumah joglo," gumam Jordi yang sudah berada di samping Ryu. Ia ikut mengintip ke dalam rumah dengan rasa penasaran. "Ini pasti udah masuk barang antik ya, Bos?" tanyanya penuh kekaguman.

"Sebentar."

Suara seorang wanita terdengar dari dalam. Tak lama seorang perempuan memakai kebaya sederhana yang dipadu dengan jarik batik muncul. Rambutnya disanggul sederhana, tapi rapi.

"Ada perlu apa ya, Nak?" tanyanya ramah.

Logat Jawanya kental, sama seperti orang-orang di desa itu. Termasuk pria paruh baya yang menunjukkan jalan pada mereka tadi.

"Saya ke sini mau bertemu Seroja dan neneknya, Bu," jelas Ryu. "Saya cucunya nenek Hanifah."

Bibir wanita paruh baya itu seketika melengkung. Matanya berbinar, tak lepas memandang Ryu. "Kamu Ryu?"

Ryu sedikit terkejut karena wanita itu menebak dengan benar.

"Iya. Saya Ryuhan."

Wanita itu mendekat. "Masyaalloh. Tambah ganteng," ucapnya seraya menepuk pelan lengan Ryu. Senyumnya makin lebar.

"Bos," panggil Jordi pelan. "Dia kenal sama, Bos."

Sebelum Ryu sempat membuka mulut, tangannya sudah ditarik wanita berkebaya itu.

"Ayo masuk. Nenek Winarsih pasti senang."

Ryu masih bingung, tapi tetap mengikuti langkah wanita yang masih menggenggam tangannya itu.

Jordi yang masih diliputi rasa penasaran mengekor di belakangnya.

"Nggak nyangka, Bu Dhe masih bisa ketemu kamu lagi," ujar wanita itu. Suara ringan seperti langkahnya.

Jordi mengamati wanita yang berbalut pakaian tradisional itu.

"Sudah berumur, tapi badannya masih langsing, singset. Orang tradisional memang beda," gumamnya tanpa sadar.

Wanita yang dipanggil Bu Dhe itu membawa Ryu masuk ke sebuah kamar.

Seorang wanita dengan rambut yang sepenuhnya putih terbaring di atas dipan klasik yang tampak tua, tetapi kokoh. Kelambu putih itu terbuka, diikat di kedua sisi ranjang.

Samar, Ryu mencium aroma khas kayu jati dari permukaan dipan yang mulai kusam dimakan waktu.

"Bu," panggil Bu Dhe pada wanita tua itu. "Lihat siapa yang datang. Ini satu-satunya cucu Bu Hanifah. Ryuhan."

Perlahan Winarsih membuka matanya. Ia memandang Ryu dengan sorot mata redup. Lalu bibir keriput itu menyunggingkan senyum samar.

"Ryuhan," gumamnya lirih, nyaris tak terdengar. "Akhirnya kamu datang." Ia melambaikan tangannya dengan gerakan lemah, memberi isyarat agar Ryuhan mendekat.

Jordi melihat semuanya dalam diam.

Ryu akhirnya duduk di tepi dipan yang dialasi kasur kapuk, dan dibalut dengan sprei batik itu.

"Saya datang ke sini..." Ryu nampak ragu.

"Nenek tahu," kata Winarsih dengan suaranya makin lirih.

Tangannya terangkat lambat menggapai jemari Ryu. Pemuda itu refleks menyambut tangan keriput itu, lalu menggenggamnya.

"Sesuai janji keluarga kita..." lanjut Winarsih. "Seroja adalah istrimu... yang sudah dijodohkan sejak kecil."

Dengan sisa tenaganya, jemari ringkih itu berusaha menggenggam tangan Ryu lebih kuat.

"Nenek titipkan... Seroja padamu..." Napasnya berubah pendek-pendek, bibirnya bergerak tak stabil saat mengucap, "Allahu.. akbar..."

Winarsih menghembuskan napas halus, lalu perlahan matanya tertutup.Tangan yang menggenggam Ryu kini lunglai.

"B-Bu..." panggil Bu Dhe. Suaranya nyaris tersangkut di tenggorokan.

Dengan jari trenor wanita paruh baya itu mendekatkan telunjuknya ke hidung Winarsih.

"Inalillahi... wa innailaihi raji'un," ucap Bu Dhe dengan suara goyah.

Tak ada isakkan yang terdengar, tapi bulir demi bulir air bening itu berjatuhan dari pelupuk matanya.

"Bos," panggil Jordi dengan suara pelan. "...nenek itu meninggal."

Ryu membeku. Bukan karena kematian wanita tua itu… melainkan karena amanah terakhir yang baru saja dibebankan padanya.

Dan entah kenapa...ada sesuatu yang membuat dadanya terasa tidak nyaman.

Seolah Nenek Winarsih masih bertahan hidup hanya untuk menunggunya datang… lalu menyerahkan Seroja sebelum pergi untuk selamanya.

 

...🔸🔸🔸...

..."Kadang, takdir tidak memberi kesempatan untuk menolak. Ia datang bersama pesan terakhir dan sepasang mata yang perlahan tertutup untuk selamanya."...

..."Nana 17 Oktober"...

...🌸❤️🌸...

.

To be continued

1
Fadillah Ahmad
Masih! Aku masih di sini! 😁😁😁
Sugiharti Rusli
wah akhirnya nama Toni kesebut sama Seroja, siapa yah dia itu sebenarnya yang sudah membuat Ryu curiga dan cemburu pada Seroja,,,
Sugiharti Rusli
wah ternyata Seroja bisa mengendarai motor sport juga dia, karena lebih nyaman kalo saat macet daripada pakai mobil,,,
Sugiharti Rusli
yah begitu deh pada akhirnya si Ryu harus menenangkan aset masa depannya setelah bersentuhan secara ga sadar dari Seroja yah🤭🤭🤭
Sugiharti Rusli
meski Seroja bilang ga masalah, tapi pada akhirnya dia malah menyentuh tubuh si Ryu yang bertelanjang dada karena ga sadar😁
Sugiharti Rusli
wah akhirnya mereka tidur dalam ranjang yang sama yah, meski ada kecanggungan sih karena Ryu terbiasa ga pakai baju saat tidur
Fadillah Ahmad
Makanya, cari dong ke jelasannya Ryu! 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Aku juga nggk tau Ryu! mending, kamu menyuruh orang deh, untuk menyelidiki latar belakang istrimu itu! termasul siapa saja Pria yang menyukai istrimu itu! 😁😁😁

Perasaan, Cuma Rayyan Nugroho saja deh yang punya inisiatif menyuruh Anak buahnya untuk menyelidiki Seseorang! Kamu kenspa nggk punya insuatif itu Ryu? Kenspa? 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Dia juga termasuk saingan kamu juga tuh Ryu! hati-hati loh! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Potong saja Gajinya Ryu! potong saja gajinya 50% biar kapok dia! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Wah... Nggk bisa di biarkan ini! Si Evan itu. harus cepat di singkirkan! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Jawab saja lah Jordi! jangan sampsi kamu di hukum lembur loh, kayak Rayyan menghukum Andi, karena Ke ceplosan mulu! 😁😁😁
Fadillah Ahmad
Wah-wah... Sudah mulai Cemburu nih, bau-baunya? 😁😁😁🙏 hati-hati loh Ryu! enrar jadi bucin akut loh! 😂😂😂
Fadillah Ahmad
Sepertinya, Kak Nana Sengaja nih ya? bikin pembaca kesal? Kok kakak gitu sih? Kakak twga sama kami, para Pembaca? 😭😭😭
Fadillah Ahmad
Kau itu menggangu saja sih, Tony! apa sih maumu 🤬🤬🤬
Fadillah Ahmad
Ah! kamu sij! kelamaan! 🤬🤬🤬 banyak kali pertimbangannya sih! 🤬🤬🤬 Kan. jadi mati tu telepon kan! dan Seroja sudah keluar dari Kamar mandi tuh! 🤬🤬🤬 kelamaab sih! 🤬🤬🤬
abimasta
waahh keren Seroja,makin cinta dah si ryu
Fadillah Ahmad
Ryu bimbang, ingin menjawabnya atsu tidsk! 😁😁😁 Dan dia sedang berperang dalam pikirannya sendiri! apakah dia akan mengikuti kata Setan di kepalanya? atau, mengikuti kata malaikat di kepalanya? 🤔🤔🤔 mari kita lihat apa yang akan terjadi setelah ini? apakah Setan yang akan menang? arau ksh malaikat yamg akan menamg? 🤔🤔🤔 entahlah! 😁😁😁🙏
Fadillah Ahmad
Yaaa Wajarpah! wajar sekali! justru aneh, kalau kamu nggk cemburu melihat ada seorang pria yang menghubungi istrimu, sangat aneh aku melihatbya Ryu! masa Suaminya sendiri nggk ada rasa cemburu sama sekali sih sama istrinya sendiri! 😁😁😁
Anitha Ramto
wow kereeen Seroja selain pinter dalam ilmu kedokteran dan Dukun Beranank ia juga jago naik Motor Sport,dan yang paling mengejutkan saat Ryuh bertanya siapa yang ngakarin kamu naik motor Sport?
Tony!...
langsung mandidih tuh Ryuh denger nama Tony, wkwkwkwk kamu cemburu Ryuh...
jangan salah paham dulu ya Ryuh,nanti denger penjelasan dulu dari Istrimu😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!