Adik kandungnya, Chantika tiba-tiba saja berubah sifat. Merebut pria yang dicintainya, memonopoli cinta kedua orang tua mereka, setiap usaha yang dipegang adiknya selalu berhasil.
Hingga, pada suatu saat Chantika entah kenapa berusaha membunuh Violetta.
Dalam kematian yang hampir menjemputnya, banyak tanda tanya dalam diri Violetta.
Bagaimana pun dia berusaha tidak akan dapat menyaingi Chantika? Mengapa kekasihnya lebih mencintai Chantika? Mengapa dunia ini begitu tidak adil?
Namun.
Tiba-tiba saja layar berisikan tulisan terlihat di hadapannya. Dilengkapi seorang pemuda dengan pakaian aneh.
"Protagonis telah ditemukan dalam keadaan hidup, siap melayani."
"Ka...kamu siapa?"
"Mulai hari ini anda adalah host yang saya layani. Saya adalah sistem perbaikan dimensi."
Dunia yang ditempati Violetta adalah dunia novel. Dengan Violetta yang merupakan protagonis. Sedangkan Chantika memasuki dunia novel dan merubah cerita seenaknya.
Pertarungan antara penjelajah dan protagonis dimulai
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon KOHAPU, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keindahan
Mata Violetta menatap aneh pada layar transparan. Poinnya bertambah 28 poin, ditambah dengan bonus poin karena telah menambah rasa suka protagonis pria melewati 25%. Jadi total poinnya saat ini 68 poin. Kenapa bisa? Benar-benar tidak dapat dimengerti olehnya.
Tapi omelan Sebastian kembali terdengar dari seberang sana."Apa kelebihan pria yang hanya dapat bergantung pada wanita?"
"Apa kelebihan cumi-cumi kering yang meniduri Chantika berkali-kali." Violetta memutar bola matanya malas.
"Violetta! Aku berikan kesempatan padamu! Minta maaf sekarang!" Bentak Sebastian.
"Sebastian, aku berikan kesempatan padamu. Menjauhlah dari Cantika atau kamu akan menyesal." Saran penuh nada arogansi dari Violetta. Tapi anehnya poin tidak bertambah sama sekali.
Jadi rasa suka bertambah bukan karena omelan atau kebencian? Lalu karena apa? Tidak mungkin Sebastian cemburu padanya. Pria menyebalkan itu bisa cemburu? Mustahil.
Pada akhirnya suara tawa Sebastian terdengar dari seberang sana."Aku mengerti sekarang. Kamu bermain tarik ulur denganku karena cemburu pada Chantika bukan? Dengar! Aku tidak akan pernah tertipu lagi!"
Kalimat penuh ketegasan dari cumi-cumi kering. Wajah Sebastian sejatinya begitu tampan. Rambut hitam pendek terlihat selalu stylish, kulit putih kontras dengan warna rambut dan bola matanya yang bagaikan langit malam. Bentuk tubuh atletis, benar-benar pemeran utama pria dalam novel. Hingga dapat membuat Violetta jatuh cinta, kemudian memaafkan kesalahan besar yang dilakukan Sebastian dalam cerita aslinya.
Tapi, jika dibandingkan dengan pemuda berambut putih panjang ini, seperti bumi dan langit. Bagaikan ketampanan malaikat berbanding dengan cumi-cumi yang telah membusuk. Benar-benar ketampanan tidak manusiawi. Membuat Violetta mangap-mangap seperti ikan terdampar dalam pangkuan Galan-nya tersayang.
Tapi, sudahlah.
"Cemburu? Untuk apa aku cemburu pada pithecanthropus robustus (manusia kera yang kuat). Cintai ularmu tersayang, dan aku akan menikah dengan pacarku yang gantengnya kelewatan!" Violetta menutup panggilannya sepihak.
Tidak lama kemudian Sebastian mencoba menghubunginya. Tapi segera ditolak olehnya.
"Nona, sebaiknya nona mengangkat panggilan protagonis pria. Karena bersama dengan protagonis pria merupakan salah satu jalan untuk mencapai akhir yang bahagia." Kalimat pelan dari Galan.
Hal yang membuat Violetta mengernyitkan keningnya. Menatap kesal, yang pasti dirinya mendapatkan 68 poin dan itu cukup untuk menekan opsi bantuan sistem.
Tidak mengatakan apapun pada pemuda ini. Dirinya mulai menghubungi bagian depan.
"Ini aku Violetta, majukan jadwal kedatangan influencer dengan jumlah pengikut tertinggi." Ucapnya pada karyawan bagian depan.
"Baik, saya akan mengatur jadwal ulang. Dan menghubungi influencer yang dapat datang." Jawab sang karyawan, bersamaan dengan itu Violetta mematikan panggilannya.
"Ini adalah saat-saat yang paling darurat untuk mempertahankan butik. Karena itu Galan bantu aku ya..." Gumam Violetta menyeringai menekan opsi bantuan sistem menukarkan 50 poin miliknya. Berlaku untuk 2 hari.
Kini pemuda di hadapannya dapat terlihat oleh orang lain. Dapat menyentuh orang lain, benar-benar dapat melindunginya.
"Siap melayani anda nona..." Pemuda yang menunduk memberi hormat."Apa yang dapat saya lakukan?"
Galan benar-benar efisien, langsung bertanya pada intinya. Menghabiskan begitu banyak poin, tapi kehadirannya amat sangat berguna.
"Beberapa influencer mengirim e-mail. Isinya para pengikut akun media sosial mereka penasaran dengan foto model yang berada pada katalog. Serta cover promosi. Ini saatnya untuk menunjukkan daya tarik utama butik ini." Violetta tersenyum menyeringai, tidak apa-apa jika Chantika memiliki sumber dana lebih besar daripada dirinya. Bahkan mungkin akan dapat mengundang stasiun televisi untuk mengadakan promosi.
Tapi akan menjadi acara yang membosankan. Hanya seperti iklan lewat, berbeda hal jika terlihat makhluk rupawan ini. Pemandangan di kamera akan menjadi semakin menyegarkan. Yang mana akan menang, kamera canggih stasiun televisi atau kamera influencer?
***
Mengenakan setelan jas berwarna hitam kontras dengan rambut panjang putihnya, yang kini terikat rapi ke belakang. Menggunakan bros rantai berdesain simpel tapi elegan.
Semua mata terpukau karenanya. Termasuk Sari dan seorang desainer tetap butik ini.
"Aaa...! Ini mahakarya! Bukan hanya pakaiannya tapi orangnya!" Teriak Sari, dengan otak berisikan jutaan inspirasi.
"Kamu mengalihkan duniaku. Pada akhirnya aku mendapatkan model yang sempurna! Kita bisa membuat mode classic bergaya Eropa. Atau mungkin model yang terkesan modern." Marie, sang desainer mengamati setiap detail.
"Bagaimana jika kita membuat kombinasi warna biru dengan bordiran gold. Tapi kombinasi hitam dengan beberapa ornamen putih juga bagus." Sari mengamati.
"Aaaa!"
"Aaaa!"
Teriak kedua orang itu bersamaan. Masih mengamati pemuda yang kini menjadi bahan inspirasi mereka.
"Memang paling tampan..." Gumam Violetta gemas, walaupun sempat menelan ludah berkali-kali. Galan-nya memang cocok memakai pakaian apapun.
"Apa yang dapat saya lakukan untuk untuk nona?" Ucapnya melangkah mengambil tea pot, menuangkan teh untuk Violetta. Setiap waktu adalah hal yang berharga, karena itu harus melayani hostnya dengan baik. Dan seefisien mungkin.
"Jangan tuangkan teh untukku! Kamu adalah tokoh utama penyelamat butik ini." Tegas Violetta memegang jemari tangan sang pemuda. Pria yang hanya diam tidak mengerti.
"Kamu bisa main piano?" Tanya Violetta menelan ludah.
"Tentu...nona..."
***
Seorang influencer menghela napasnya."Hanya mencoba gaun kemudian kembali bukan?"
"Benar!" Pria yang menjadi kameramen membukakan pintu untuknya.
"Kalau tidak sedang viral dan mendapatkan pelayanan sekaligus konten, aku ogah. Tempatnya terpencil..." Gumam Irina (sang influencer) menghela napas.
"Yang terpenting update setiap hari." Kameramen menghela napasnya, mulai menyalakan kamera.
Sementara sang influencer merapikan sedikit penampilannya sendiri.
"Salam basa-basi, guys! Kita akan ke butik Tulip hari ini. Butik yang viral, aku juga mau coba-coba baju pengantin. Siapa tau ketemu calon untuk nikah...stecu (setelan cuek, pura-pura cool)!" Melangkah penuh arogansi menggunakan kipasnya, diikuti oleh kameramen.
Ini hanya untuk keperluan update. Itulah yang ada di otak sang influencer.
Tapi.
Kala dirinya melangkah masuk, suara menyejukkan hati terdengar. Matanya tertuju pada sosok tidak manusiawi yang tengah memainkan pianonya.
Menelan ludah, pada awalnya dirinya menyangka foto pada papan promosi butik hanya editan. Tapi makhluk ini benar-benar nyata.
Siaran langsung, benar-benar live. Ratusan komentar berdatangan pada menit pertama.
'Apa itu manusia? Gila! Yakin ini bukan filter?'
'AI, editan AI sumpah! Tapi live!'
'Hari ini aku akan merobek foto artis idolaku. Kemudian memajang fotonya. Aku cinta kamu! Siapapun namamu!'
Kamera kini tertuju pada pemuda yang tengah memainkan pianonya. Terlihat begitu indah, begitu... keindahan yang tidak dapat dijabarkan sejatinya. Gerakan tangannya bagaikan pianis profesional.
Ditambah dengan permainan biola dari Violetta. Gadis yang tersenyum, sudah pasti video ini akan viral. Tidak mungkin tidak viral, saat itu apa gunanya promosi stasiun televisi.
Mungkin stasiun televisi akan memohon untuk menghadirkan Galan di studionya.
melewati lembah?
atau melewati bukit?
bongkar rahasia kalau sebenarnya Violetta pewaris sah harta itu
biar prana dan Diana jadi gembel juga gpp
ketawa jahat boleh ga sih