NovelToon NovelToon
Kurir Nyawa Jangan Buka Paketnya

Kurir Nyawa Jangan Buka Paketnya

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Horror Thriller-Horror
Popularitas:208
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Ainun

Penasaran dengan ceritanya langsung aja yuk kita baca

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Ainun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: SANG PENJAGA GERBANG

BAB 23: SANG PENJAGA GERBANG

Arga menatap pria muda di bawah lampu jalan itu dengan tatapan ngeri. Pria itu—mungkin usianya baru 19 tahun—tampak gemetar hebat saat melihat telapak tangannya sendiri. Cahaya angka 1 di tangannya masih murni, masih pucat, persis seperti Arga di hari pertama.

"Tidak... jangan lagi," bisik Arga.

Ibunya memegang lengan Arga, menyadari ketegangan anaknya. "Arga, ada apa?"

"Sistemnya tidak mati, Bu. Dia hanya berganti kulit," Arga melepaskan pelukan ibunya dengan lembut. "Aku harus mencegah anak itu sebelum dia melakukan pengantaran pertamanya. Sekali dia mengantar, nyawanya bukan miliknya lagi."

Arga berjalan mendekati pria muda itu. Saat langkah Arga semakin dekat, bekas luka melingkar di tangannya mulai berdenyut panas. Itu bukan lagi tanda budak, melainkan sensor untuk mendeteksi keberadaan energi Gudang.

Pria muda itu mendongak. Wajahnya pucat pasi. "Mas... tolong saya. Tadi ada orang tinggi kasih saya jaket ini, lalu tangan saya... tangan saya jadi begini."

Arga melihat sebuah paket kecil di atas motor pria itu. Paket itu dibungkus kertas cokelat polos, namun di mata Arga yang kini memiliki penglihatan "Penjaga Gerbang", paket itu mengeluarkan asap hitam yang berbau busuk.

"Berikan paket itu padaku," ucap Arga tegas.

"Tapi Mas, orang itu bilang kalau saya tidak mengantarnya dalam satu jam, jantung saya akan berhenti," pemuda itu mulai menangis.

"Dia bohong," Arga memegang pundak pemuda itu. "Jantungmu justru akan berhenti jika kau mengantarnya. Namaku Arga. Aku adalah orang yang menghancurkan kantor pusat mereka tadi malam. Percayalah padaku."

Tiba-tiba, suhu di sekitar mereka anjlok. Lampu jalan mulai berkedip-kedip cepat. Dari balik bayangan pohon, muncul sosok yang sangat familiar bagi Arga: Pengawas Jangkung. Namun kali ini, jumlahnya bukan satu. Ada tiga Pengawas yang berdiri mengelilingi mereka.

"Arga... Sang Penghianat," suara mereka berpadu, terdengar seperti gesekan logam di aspal. "Kau pikir kau bisa menghentikan arus? Nyawa harus tetap mengalir. Jika satu gudang hancur, seribu distributor kecil akan tumbuh."

Salah satu Pengawas mengulurkan tangannya yang panjang ke arah pemuda itu. "Antarkan paketnya, Nomor 1. Atau jadilah isinya."

Arga melangkah maju, menghalangi jangkauan sang Pengawas. Ia mengangkat tangannya yang memiliki bekas luka melingkar. Simbol itu tiba-tiba memancarkan cahaya putih keperakan—warna yang berbeda dari emas atau merah sebelumnya.

"Aku adalah Penjaga Gerbang sekarang," geram Arga. "Dan gerbang ini... TERTUTUP!"

Arga menghantamkan telapak tangannya ke aspal. Sebuah gelombang cahaya putih menyebar, menciptakan lingkaran perlindungan di sekitar dirinya dan pemuda itu. Saat cahaya itu menyentuh para Pengawas, tubuh bayangan mereka mulai terkoyak.

"Buka paketnya!" teriak Arga kepada pemuda itu.

"Hah? Tapi aturannya—"

"Buka! Itu perintah dariku!"

Pemuda itu dengan gemetar merobek kertas cokelat tersebut. Di dalamnya bukan berisi organ tubuh atau kutukan, melainkan sebuah Cermin Kosong.

Begitu cermin itu terbuka, Arga mengarahkannya ke arah para Pengawas. Cahaya putih dari tangannya memantul di cermin, memperkuat energinya hingga menciptakan lubang hitam yang menyedot ketiga Pengawas tersebut masuk ke dalam cermin.

PRANG!

Cermin itu pecah menjadi butiran pasir hitam. Para Pengawas lenyap. Suasana kembali sunyi.

Arga melihat ke tangan pemuda itu. Angka 1 di telapak tangannya perlahan memudar dan menghilang. Pemuda itu terduduk lemas di tanah, bernapas lega.

"Pulanglah. Bakar jaket itu, dan jangan pernah berhenti di pinggir jalan sendirian di tengah malam," pesan Arga.

Setelah pemuda itu pergi, Arga kembali ke rumahnya. Namun, di teras rumah, ia menemukan sebuah kiriman baru. Bukan paket kardus, melainkan sebuah undangan berwarna hitam dengan tulisan emas.

UNDANGAN PERTEMUAN PARA PENJAGA.

Lokasi: Sektor 00 - Ruang Sidang Bawah Tanah.

Agenda: Penentuan Nasib Kurir ke-30 yang Membelot.

Arga menyadari bahwa di atas Gudang Sektor Pusat, masih ada dewan yang lebih tinggi. Dan mereka baru saja memperhatikannya.

Apakah Arga akan mendatangi pertemuan tersebut untuk menantang mereka, ataukah ia akan terus bergerak dalam bayang-bayang untuk menyelamatkan kurir-kurir baru lainnya?

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!