NovelToon NovelToon
Jiwa Yang Kembali (Replay 2004)

Jiwa Yang Kembali (Replay 2004)

Status: sedang berlangsung
Genre:Trauma masa lalu / Persahabatan / Romantis / Time Travel / Mantan / Mengubah Takdir
Popularitas:5k
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Raisa Swandi harus menghadapi kenyataan di gugat cerai suaminya Darma Wibisono, 11 tahun pernikahan mereka sirna begitu saja. Dia harus menerima kenyataan Darma yang dulu sangat mencintainya kini membuangnya seperti sampah. Tragedi bertubi-tubi datang dalam hudupnya belum sembuh Raisa dari trauma KDRT yang dialami dia harus kehilangan anak semata wayangnya Adam yang merupakan penyandang autis, Raisa yang putus asa kemudian mencoba bunuh diri locat dari jembatan. Tubuhnya terjatuh ke dalam sungai tiba-tiba saja fazel-fazel ingatan dari masalalu terlintas. Sampai dia terbangun di kosannya yang dulu dia tempati saat masih Kuliah di Bandung di tahun 2004

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perhatian Yang Menganggu

Beberapa hari kemudian.

Tok...

Tok...

Digta membuka pintu kamarnya. Wajahnya tampak ketus. "Ada apa?"

"Aku bikinin spageti buat kamu," kata Raisa seraya memberikan sebuah kotak makan kepada Digta.

"Iya, terima kasih," kata Digta sambil menerima kotak makan itu, masih memasang wajah yang dingin.

"Dimakan, ya," kata Raisa lagi sambil tersenyum manis.

Digta tak menjawab. Dia hanya meletakkan kotak makan itu di atas meja belajarnya.

Saat itu, kebetulan Wawan melintas melewati mereka.

"Wan, sini!" kata Digta tiba-tiba memanggil Wawan.

Wawan pun menghampiri mereka.

"Eeh, ada Raisa," kata Wawan seraya tersenyum ke arah Raisa. Tak lupa, Raisa pun membalas senyuman Wawan.

"Ada apa, Ta?" tanya Wawan heran.

"Mau spageti nggak?" kata Digta sambil memberikan kotak makan milik Raisa kepada Wawan.

"Eugh..." Wawan seketika menatap Raisa. Dia merasa tak enak.

"Jangan dong. Raisa kan ngasihnya ke elu."

"Nggak apa-apa. Daripada gue buang," sahut Digta dengan nada ketus.

"Jangan dibuang dong! Nggak apa-apa, nih, spagetinya kak Wawan yang makan?" Wawan merasa tak enak berada di situasi itu. Dia coba menghibur Raisa dengan mengambil spageti itu.

Digta menatap Raisa sambil tersenyum sinis.

"Udah dikasih ke gue juga, jadi gue bebas mau kasih ke siapa aja," kata Digta masih menatap Raisa.

"Euh, iya, nggak apa-apa kok," sahut Raisa, tampak tak terganggu dengan hal itu, walau dia sedikit kecewa.

"Waah, terimakasih, ya, Raisa. Sabar, ya. Nggak semua manusia punya empati," kata Wawan menghibur Raisa, agak menyindir Digta.

Tak lama kemudian, Wawan pun berlalu sambil menatap tajam ke arah Digta.

"Aku juga pergi, ya, Digta," kata Raisa, nada suaranya tampak lemah.

"Hmm," Digta hanya menjawab dengan gumaman, tak menghiraukan Raisa.

"Eh, lupa Digta. Nanti jam 4 sampai jam 10 aku nggak ada di kosan," ucap Raisa membuat Digta tercengang.

"Kok ngasih tau gue?" Digta tampak bingung.

"Nggak takut kamu nyariin aku?" ungkap Raisa sambil tersenyum dan berlalu dari hadapan Digta.

"Dasar cewek aneh," ucap Digta pelan sambil menutup pintu kamarnya.

Dan benar saja, tepat jam 3.45, Raisa beranjak untuk pergi bekerja.

Digta melihat Raisa melintas, kemudian Raisa berhenti di depan kamar Digta.

"Digta, aku pergi, ya," ucap Raisa. Digta tak menjawab. Dia hanya memperhatikan Raisa dari dalam kamarnya.

Dan tak lama kemudian, Raisa pun berlalu pergi.

"Kenapa sih nih cewek," gerutu Digta.

Raisa pun pergi untuk waktu yang cukup lama.

Tepat jam 10.15, Raisa tiba di kosan. Sebelum masuk kamarnya, Raisa mampir terlebih dahulu ke kamar Digta.

Tok...

Tok...

Digta sudah menebak siapa yang ada di luar sana.

Digta membuka pintu kamarnya perlahan.

"Belum tidur?" tanya Raisa memberikan senyum terbaiknya.

"Euh, tadi sih udah mau tidur," ucap Digta masih berlagak cuek.

"Aku mau kasih ini buat kamu," seraya memberikan sebungkus capcai seafood kuah kepada Digta.

Tidak bisa dipungkiri, saat itu Digta memang sedang kelaparan.

"Terimakasih," kata Digta seraya menerima makanan itu.

"Dimakan, ya. Aku yakin kamu pasti jarang makan sayur kan," Raisa berlagak si paling perhatian.

Namun, Digta tampak tak menanggapinya.

"Euh, aku balik ke kamar ku, ya. Selamat malam, Digta," sambung Raisa. Digta hanya tersenyum tipis kemudian menutup pintu kamarnya.

Raisa pun berlalu dari hadapan Digta.

"Mau ditolak, tapi lapar. Ini makanan pasti aman kan? Nggak ada peletnya," Digta mulai overthinking.

Karena kelaparan, Digta menyantap capcai itu dengan lahap.

"Walau dia menyebalkan, emm dia perhatian juga," kata Digta sambil mesem-mesem membayangkan wajah Raisa.

"Waah, gawat! Gue yakin gue di pelet," celetuk Digta.

1
kalea rizuky
sama sama balik ternyata
kalea rizuky
jd inget cerita sebelah yg persis ini abis cerai trs balik ke masa lalu ngejar cinta pertama ny.. judulnya aku ingin. jodohku cinta pertama ku.. mantan suami nya kaku cuek gt lah makanya cerai
lin sya
pemeran utama nya bodoh, lemah gmpng ditindas kyk sidarma cowok satu satunya didunia pdhl GK hrs kyk gtu ngadepin suami kejam yg gk tau trimakasih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!