NovelToon NovelToon
REINKARNASI DARI MASALALU

REINKARNASI DARI MASALALU

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Reinkarnasi / Kutukan
Popularitas:46
Nilai: 5
Nama Author: Siti Gemini 75

"Saat KKN di desa terpencil, Puri Retno Mutia dan Rendra Adi Wardana diserang kesurupan misterius. Puri merasakan sakit keguguran dan dendam seorang gadis bernama Srikanti yang dulu jatuh cinta dan hamil oleh Abi Manyu, tapi difitnah dan ditinggalkan hingga meninggal. Sementara Rendra merasakan rasa bersalah yang tak terjangkau dari masa lalu. Ternyata, mereka adalah reinkarnasi Srikanti dan Abi Manyu. Akankah sumpah dendam Srikanti terwujud di zaman sekarang? Atau bisakah mereka putus rantai tragedi yang terulang?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti Gemini 75, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bisikan Arwah di Bale Pesanggrahan

Di antara reruntuhan masa lalu, kebenaran tersembunyi menanti untuk diungkapkan, diiringi bisikan arwah yang tak tenang, namun bahaya mengintai di setiap sudut.

Malam itu, di bawah naungan rembulan yang pucat, Ayu, Dina, dan Puri dengan hati-hati mendekati Bale Pesanggrahan. Rendra berjaga di kejauhan, mengawasi keadaan sekitar. Udara terasa dingin dan berat, dipenuhi dengan aura kesedihan dan kemarahan yang mencekam. Mereka tahu ini berbahaya, namun informasi dari Nek Marni membuat mereka bertekad.

Bale Pesanggrahan berdiri kokoh meski diliputi kerusakan dan kesan angker. Dinding-dindingnya yang usang dipenuhi coretan dan lumut, jendela-jendelanya yang kosong menganga seperti mata yang kehilangan cahayanya. Pintu depan yang reyot tergantung miring, seolah-olah siap ambruk kapan saja.

"Tempat ini benar-benar menyeramkan," bisik Dina, merapatkan jaketnya.

"Kita harus berhati-hati," sahut Ayu. "Nek Marni bilang arwah Srikanti ada di sini. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Juga bisa saja orang-orang Pak Kepala Desa berjaga."

Puri, yang tampak lebih tenang dari yang lain, mengangguk. "Kita harus fokus mencari petunjuk. Ingat, kita di sini untuk mengungkap kebenaran, bukan untuk mencari masalah."

Dengan perlahan, mereka melangkah masuk ke dalam Bale Pesanggrahan. Suara derit pintu yang berkarat menggema di seluruh bangunan, membuat bulu kuduk mereka merinding. Mereka hanya membawa lampu minyak kecil, jadi setiap langkah harus diperhitungkan.

Di dalam, suasana terasa semakin mencekam. Debu tebal menutupi setiap permukaan, dan aroma apak menusuk hidung. Cahaya bulan yang masuk melalui celah-celah di atap menciptakan bayangan-bayangan aneh yang menari-nari di dinding, membuat setiap sudut tampak seperti menyembunyikan sesuatu.

Mereka mulai menjelajahi setiap ruangan di Bale Pesanggrahan, mencari petunjuk yang mungkin bisa membantu mereka. Mereka menemukan perabotan-perabotan tua yang berdebu, foto-foto keluarga yang pudar, dan buku-buku kuno yang halamannya rapuh.

Saat mereka sedang mengamati sebuah lukisan potret seorang wanita cantik yang mengenakan kebaya, tiba-tiba mereka mendengar suara bisikan halus di telinga mereka.

"Pergilah... tempat ini terkutuk..."

Ayu dan Dina saling berpegangan erat, ketakutan. Puri mencoba menenangkan mereka, tapi ia sendiri merasa merinding.

"Siapa di sana?" tanya Puri dengan suara bergetar. "Kami tidak ingin mengganggu. Kami hanya ingin mencari kebenaran."

Suara bisikan itu terdengar lagi, kali ini lebih keras dan lebih jelas.

"Kebenaran... hanya akan membawa kalian pada kematian..."

Tiba-tiba, lampu minyak yang mereka bawa

 berkedip-kedip tidak jelas, sebelum akhirnya padam, meninggalkan mereka dalam kegelapan total. Jeritan kecil lolos dari bibir Dina, dan Ayu mencengkeram lengan Puri erat-erat.

"Puri, aku takut," bisik Ayu.

Puri mencoba menenangkan diri dan menyalakan korek api. Dalam cahaya yang remang-remang, mereka bisa melihat bahwa lukisan potret itu tampak berbeda. Wajah wanita di lukisan itu tampak sedih dan marah, seolah-olah ia ingin mengatakan sesuatu.

Tiba-tiba, mereka mendengar suara langkah kaki mendekat dari luar Bale Pesanggrahan. Suara itu terdengar berat dan mengancam.

"Seseorang datang!" bisik Dina panik. "Kita harus bersembunyi!"

Mereka berlari ke sudut ruangan dan bersembunyi di balik sebuah lemari tua yang besar. Dari celah-celah lemari, mereka bisa melihat beberapa orang masuk ke dalam Bale Pesanggrahan. Mereka membawa obor dan tampak sedang mencari sesuatu.

"Cari mereka!" teriak suara seorang pria yang mereka kenal. Itu adalah suara Pak Kepala Desa. "Jangan biarkan mereka lolos!"

Ayu, Dina, dan Puri menahan napas. Mereka tahu mereka dalam bahaya besar. Jika mereka tertangkap, mereka mungkin tidak akan pernah bisa mengungkap kebenaran tentang kutukan Srikanti dan keluarga Handoko.

Mereka harus mencari cara untuk melarikan diri dari Bale Pesanggrahan sebelum Pak Kepala Desa dan orang-orangnya menemukan mereka. Tapi bagaimana caranya? Di dalam kegelapan dan ketakutan, mereka merasa seolah-olah terjebak dalam mimpi buruk yang tidak pernah berakhir.

Di tengah kekacauan, tugas menanti. Akankah mereka mampu menyeimbangkan pengabdian dengan keselamatan diri?"

Setelah berhasil melarikan diri dari Bale Pesanggrahan dengan selamat walaupun dengan susah payah, Ayu, Dina, dan Puri kembali ke tempat persembunyian mereka dengan napas terengah-engah. Rendra menyambut mereka dengan cemas.

"Apa yang terjadi?" tanya Rendra. "Aku mendengar suara ribut-ribut."

"Pak Kepala Desa dan orang-orangnya mengejar kami di Bale Pesanggrahan," jawab Puri dengan nada panik. "Mereka tahu kita sedang mencari sesuatu."

"Kita hampir tertangkap," timpal Ayu dengan suara bergetar. "Tempat itu benar-benar angker. Kami mendengar bisikan-bisikan aneh."

Rendra menghela napas. "Ini semakin berbahaya. Kita harus lebih berhati-hati."

Namun, di tengah ketakutan dan kekacauan, mereka tidak bisa melupakan tujuan awal mereka datang ke desa ini: Kuliah Kerja Nyata (KKN). Mereka seharusnya membantu masyarakat desa, bukan malah terlibat dalam masalah yang mengancam nyawa mereka.

"Bagaimana dengan KKN kita?" tanya Dina dengan nada khawatir. "Kita tidak bisa terus bersembunyi seperti ini. Kita punya tanggung jawab kepada masyarakat desa."

"Aku tahu," sahut Ayu. "Tapi kita juga tidak bisa melanjutkan KKN seolah-olah tidak ada apa-apa. Pak Kepala Desa pasti akan mengawasi kita setiap saat."

Puri berpikir sejenak. "Kita harus mencari cara untuk menyeimbangkan antara KKN dan penyelidikan kita. Kita bisa melanjutkan KKN di siang hari, tapi kita harus lebih berhati-hati dan menghindari Pak Kepala Desa. Di malam hari, kita bisa melanjutkan penyelidikan kita secara diam-diam."

"Tapi itu sangat berisiko," kata Rendra. "Jika kita ketahuan, kita bisa dalam bahaya besar."

"Aku tahu," jawab Puri. "Tapi kita tidak punya pilihan lain. Kita tidak bisa menyerah begitu saja. Kita harus mengungkap kebenaran tentang kutukan Srikanti dan keluarga Handoko, dan kita juga harus memenuhi tanggung jawab kita sebagai mahasiswa KKN."

Mereka akhirnya sepakat untuk melanjutkan KKN dengan hati-hati. Mereka memutuskan untuk fokus pada kegiatan-kegiatan yang tidak terlalu mencolok dan tidak melibatkan banyak interaksi dengan Pak Kepala Desa, seperti mengajar anak-anak di balai desa dan membantu membersihkan lingkungan sekitar.

Namun, di dalam hati mereka, rasa takut dan cemas terus menghantui. Mereka tahu bahwa setiap langkah yang mereka ambil bisa menjadi kesalahan fatal. Mereka juga tahu bahwa Pak Kepala Desa dan orang-orangnya tidak akan pernah menyerah untuk menghentikan mereka.

Di tengah situasi yang semakin rumit dan berbahaya, mereka harus menemukan cara untuk bertahan hidup, mengungkap kebenaran, dan memenuhi tanggung jawab mereka kepada masyarakat desa. Akankah mereka berhasil? Atau akankah mereka menjadi korban dari dendam Srikanti dan kekuasaan keluarga Handoko? Dan bagaimana mereka bisa berinteraksi dengan warga desa lainnya sementara mengetahui ada bahaya yang mengintai? Apa lagi mereka akan terus bersembunyi dan berpura-pura KKN baik-baik saja? Atau mencoba membangun relasi lagi dengan warga?

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!