NovelToon NovelToon
Pernikahan Kedua Di Negeri Ginseng

Pernikahan Kedua Di Negeri Ginseng

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Penyesalan Suami
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eka Magisna

Tidak ada yang salah, termasuk bertemu dan menikah dengan pria itu, pria asal Busan-Korea, yang hidupnya terlalu pas-pasan. Pernah mendapatkan cinta yang penuh dari pria itu sebelum akhirnya memudar lalu kandas.
Gagal di pernikahan pertama, Anjani kembali menjalani pernikahan kedua, dengan seorang pengacara kontroversial di negeri yang sama. Bukan hanya harta dan kedudukan tinggi yang menaunginya, Anjani berharap, ada kekuatan cinta menghampar 'tak terbatas untuknya, menggantikan yang lebur di kegagalan lalu, dia tidak ingin kandas kedua kali.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eka Magisna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dia dari Masa yang Telah Lalu

Keluarga Ryu, pagi hari di meja makan.

Ryu In-ho sudah ada di sana, datang lebih awal. Asisten setianya yang berumur hampir paruh abad setia berdiri di belakangnya, siaga kalau-kalau ada yang dibutuhkan sang tuan besar.

Ryu Jeong menyusul dengan tampilan santai, atasan rajut lengan panjang berwarna putih dipadankan celana santai lebar berwarna abu. Rambutnya teracak ke depan, ala tampilan Jeong setiap kali bertemu Anjani.

Jadi ya ..., dari gaya hidup saja, sudah jelas keluarga ini bukan keluarga biasa-biasa.

Iya, memang.

Ryu In-ho adalah penerus generasi ketiga Gregorius Law Firmーfirma hukum yang membesarkan Jeongーcucu pertamanya, sebagai pengacara andalan.

Ke depannya, Jeong sudah dipastikan akan menduduki kursi penerus generasi keempat setelah ibunya tak sanggup mengemban tugas, atau bibinyaーRyu Minjiーibu Chae Ara, memilih membuka perusahaan lain yang tidak berbau hukum, bersama suaminyaーChae Sugi, di Incheon.

Meskipun ada seorang pesaing, keponakan Ryu In-ho dari garis keturunan sebelah, tidak begitu kuat karena kemampuan Jeong sulit tertandingi oleh siapa pun.

"Pagi, Kek," sapa Jeong seraya menarik kursi yang lalu didudukinya, di sebelah sang kakek.

"Hmm." Ryu In-ho membalas singkat, tenang sembari menyesap teh hijau dengan aroma melati buatan pelayan khusus.

Tidak banyak percakapan antara cucu dan kakeknya itu, Jeong mulai fokus dengan sarapan yang berupa sup rumput laut dan tahu rebus.

Baru dua suapan masuk ke mulut Jeong, Chae Araーsi pembuat rusuh kehidupannya, datang dengan wajah dan ekspresi yang selalu samaーsama menyebalkan seperti biasa, bagi Jeong terkhusus.

Sekarang gadis itu menarik kursi untuk diduduki.

"Pagi, semua!" sapa Ara, setengah teriakーkebiasaan buruknya. Hanya dibalas seadanya oleh dua pria di meja makan.

Jeong bahkan tak meliriknya sama sekali.

Namun bukan si menyebalkan Ara yang membuat tatapan Jeong mendadak berubah dingin, melainkan orang yang mengikuti di belakang adik sepupunya ituーLee Sona.

"Selamat pagi, Kakek," sapa Sona lembut, dan ... "Selamat pagi ... Jeong." Nama Jeong ragu diucapkannya.

Kakek Ryu hanya mengangguk tipis dengan senyum tak kalah tipis, sedang Jeong ... tidak menjawab sama sekali.

Chae Ara memeloti kakaknya guna menegur karena sikap yang menjengkelkan. “Oppa!”

Tapi tidak digubris, Jeong meneruskan kegiatannya mengunyah sayuran hijau.

Ara kesal, lalu menoleh Sona dan segera mengganti ekspresi menjadi sangat ceria. "Duduk, Sona." Satu tangannya menepuk kursi kosong di sebelahnya.

Lee Sona, wanita itu nampak canggung, keberadaan Jeong jadi penyebab. "Terima kasih, Ara," ucapnya dengan senyuman kaku, lalu duduk dengan gerakan tak kalah ragu. Matanya melirik Jeong, pria itu masih fokus mengunyah, seolah tidak terusik dengan hadirnya.

Ryu In-ho yang mulai menyantap rebus sayuran, memerhatikan melalui ekor mata, di depannya anak-anak muda yang sedang beradu mental, beliau memilih 'tak mengatakan apa-apa, sudah bukan ranahnya lagi.

Tapi bagi para pelayan, mereka merasakan atmosfer kelam di antara para manusia di meja makan. Hanya saling melirik, berbagi rasa melalui kedipan mata. Sedikit banyak mereka tahu ada apa antara Jeong dan Lee Sona.

"Coba sup rumput laut buatan Bibi Chu ini, Sona, kau pasti rindu rasanya." Ara menuangkan sup itu ke mangkuk kecil, lalu meletakkannya ke hadapan Lee Sona.

"Terima kasih, Ara. Harusnya kau tidak perlu serepot ini. Aku bisa ambil sendiri.”

"Nikmati saja, aku senang melakukannya. Bahkan jika itu setiap hari, jika itu kau, aku tidak akan menggerutu apa pun," ujarnya dengan nada semangat sambil melirik pada Ryu Jeong, untuk tujuan menyindir dan menekankan bahwa Lee Sona seberharga itu.

Saat mata Lee Sona meliriknya, Jeong sedang mengelap bibirnya dengan sehelai tissue.

"Aku sudah selesai." Jeong berdiri. “Aku duluan, Kek."

 Kakek tidak mendebat. Lain dengan dulu yang sudah pasti akan dibentak keras-keras cucunya itu karena pasal ketidaksopanan, sekarang dia hanya menuruti Jeong, karena apa yang menimpa cucunya itu dan Lee Sona beberapa waktu ke belakang, juga bagian dari kesalahannya.

Sona terempas, menatap kepergian Jeong dengan raut menyesal.

Ara sangat paham situasi mereka, segera mengambil peran. "Ayo nikmati makananmu, akan sangat tak enak jika keburu dingin."

Walau tak berminat dengan semua makanan, Sona memaksakan tersenyum saja. “Iya, Ara. Aku akan memakannya.”

“Good. Habiskanlah.”

Arah kosong yang tadi dilewati Jeong kembali ditatap Lee Sona. Dari mata itu, menyimpan banyak penyesalan yang menggayuti.

****

Selepas mandi, Jeong sedang berganti baju sekarang, bersiap akan ke kantor.

Raon sudah di sana, duduk di atas sofa sembari menyiapkan beberapa helai dokumen.

Kamar Jeong sangat luas. Meja kerja, selingkar sofa dan tempat tidur berada dalam satu ruangan yang sama. Keberadaan Raon sama sekali tidak mengganggu.

"Berkas pengurusan pabrik di Gwangju sudah dilimpahkan pada Pengacara Jin, Pengacara Boss hanya perlu menghadiri seminar di fakultas Hukum Hogun. Mereka sangat antusias. Tolong jangan batalkan lagi, jadwal tidak bisa diubah.”

Penjelasan Raon dipahami Jeong tanpa bertanya lagi. "Baiklah. Aku tidak akan mangkir lagi, kau tenang saja. Para mahasiswi itu pasti sudah menyiapkan amunisi untuk bertemu denganku."

Narsisnya keluar lagi, Raon tak akan menimpal kata, meski sedikit sebal, yang dikatakan Jeong adalah kebenaran hakiki yang bukan isapan jari.

Berkas seminar sudah rapi bertumpuk di dalam map, Raon menyesap kopinya dengan elegan. Sementara Jeong sedang memilih dasi dari kotak kaca tempat khususnya.

Saat sama pintu terketuk dari luar. Kedua pria itu saling beradu pandang sesaat.

Raon paham gestur mata dari bosnya. Segera beranjak untuk membuka pintu.

Saat satu dasi sudah dipilih Jeong ....

"Aku permisi keluar dulu, Pengacara Boss.”

Kalimat Raon merebut perhatiannya, tanpa sempat membalas kata, Jeong langsung mengerti tindakan asisten pribadinya itu. Belum mau berkata apa-apa untuk menanggapi kedatangan Lee Sona ke ruangannya, malah tenang menerapkan dasi ke kerah kemeja yang dikenakan.

Setelah rapi, dia berjalan ke arah sofa, memilih satu yang biasa dia duduki, barulah merespon keberadaan wanita yang masih berdiri itu, "Ada yang ingin kau sampaikan?" tanyanya, dengan nada yang sangat lepas, sewarna berbicara dengan bawahan.

Lee Sona menatapnya dengan raut sulit. "Kau akan membiarkanku bicara sambil berdiri?"

"Duduklah," Jeong tak basa-basi, mengarahkan dagunya ke sofa kosong berseberang posisi tersekat meja.

Sona mendesah, sikap Jeong seperti sengaja melukai harga dirinya. Dalam seluruh jiwa dan napas, dia sangat memahami mengapa Jeong masih seperti itu.

"Terima kasih," ucapnya kemudian, lalu menurunkan diri, duduk di sofa.

"Katakan lebih cepat apa yang ingin kau sampaikan. Aku ada pertemuan penting," ujar Jeong seraya melirik tipis jam yang sudah melingkar di pergelangan tangan.

Makna raut Lee Sona bermakna, 'pasti akan tak mudah menghadapi Jeong versi sekarang'.

Setelah menelan kesat ludah ke tenggorokan, tatapannya dia luruskan ke wajah lelaki itu.

"Jeong ... apa kau ... masih begitu membenciku?"

Tatapan Jeong mencuat ke wajah Sona, wajah yang dulu pernah menjadi bagian penting dalam hidupnya. "Jauh-jauh kau datang ke sini dari Ceko, apa hanya untuk menanyakan itu?"

"Jawab saja!"

Baginya lucu, Jeong tersenyumーtapi kecut. Membuang wajah lalu kembali menatap wanita itu. "Baiklah, akan kujawab," katanya, dari bersandar ke punggung sofa, sekarang menegakkan badan. Keseriusan hadir di perangainya.

Wanita itu merasakan jantungnya berdebar sekarang. Mata Jeong seperti belati bening yang meluluhlantakkan seisi jiwa, apalagi setelah untaian kalimat memanjang terucap dari bibir yang pernah mengecupnya itu.

“Lee Sona, memaafkan atau tidak, itu tidaklah penting. Sekarang dan selamanya ... di antara kita, tidak akan pernah berubah dari keadaan yang seperti ini. Kau dan aku ... sampai kapan pun akan terus menjadi orang asing yang tidak ada kaitan. Bahkan masa lalu yang mungkin menurutmu adalah kenangan ... sudah hilang sepenuhnya dari memori dan kepalaku. Dan untukmu ... segeralah lakukan hal yang sama. Jangan bayangi dirimu dengan hal yang sia-sia.”

Jantungnya terasa terpental keras, bukan lagi debaran seperti tadi. Napasnya tercekat di tenggorokan, bening bola mata mulai berkaca -kaca. Dalam sekejap isi kepalanya mendadak kosong, Lee Sona terendap.

"Kembalilah, Lee Sona! Jangan buang waktu berhargamu. Sekarang, aku harus bekerja.”

1
Batsa Pamungkas Surya
woojoon.. kau yg buat luka seolah olah kau yg jadi korban... hadeeech😄
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hadeuh banget emang, Kak
total 1 replies
Batsa Pamungkas Surya
👍 mantap
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan⏩ laah🙏
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Siap, Kak.
makasih masi membaca. Up-nya agak slow. aku sedang menggarap satu buku pria--action--lagi. do'akan lancar ya.
total 1 replies
Machan
kesian amat ya. padahal banyak yg nganggur di pasar
Machan
aku lebih romantis dari mereka lho, nyonya ju. klo mo tau, sini mampir😜
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
sebut saja, Malaikat tanpa saraf 😝
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Sepertinya kenalan lama 🤔
Batsa Pamungkas Surya
jangan tunggu lama lama
Batsa Pamungkas Surya
semngat up nya💪
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Hehe, insyaAllah, Kak.
total 1 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Hmmh... blekok 😌
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Iklannya sekarang makin meresahkan, asal scroll bab berikutnya, pasti disambut dua iklan yang syulit diskip 🥴
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Babu!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Bajjjjjiiiingaaaaaan....!!!
DZIIIING... 🤜🥴💨
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Idungnya pesek gak, Pak? 😁
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Hahaha 🤣🤣🤣🤣
total 2 replies
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐
Tipsnya buat Tuan Berkaki Panjang!
Selamat jingkat buat Author!
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Jingke... jingke...
total 2 replies
Drezzlle
nah gitu pintar dikit 😒
Drezzlle
udah beban masih juga bisa ngasih janji palsu ke wanita lain😒
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Ketidakbergunaan rata2 jarang disadari sama pelakunya🤣
total 1 replies
Drezzlle
dan kau masih percaya mereka akan bercerai. bulol/Curse/
Batsa Pamungkas Surya
lanjutkan lah
≛⃝ᴹᵃᵍⁱˢⁿᵃ❀࿐: Siap.
Btw, terima kasih selalu hadir, Kakak😍
total 1 replies
Drezzlle
trik apa ini? apakah menyembunyikan bangkai lagi/Curse/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!