Di masa depan, ketika perang telah membakar Bumi hingga tak tersisa lagi kehidupan, Rudy adalah seorang jenderal perang, pemegang kendali tertinggi kecerdasan buatan dan armada pemusnah umat manusia. Ia menang dalam perang terakhir, namun kehilangan segalanya.
Sebuah insiden ruang-waktu menyeret Rudy ribuan tahun ke masa lalu, ke era ketika dunia belum mengenal teknologi dan keadilan, ia membawa kekuatan yang cukup untuk menaklukkan segalanya, namun ia memilih jalan lain.
Tanpa merebut tahta, Rudy menantang tirani, melindungi yang lemah, dan membentuk dunia agar tak mengulangi kehancuran yang pernah ia lihat. Di tengah konflik dan kekuasaan, ia menemukan cinta, hidup sebagai manusia, lalu menghilang bersama waktu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Adam Erlangga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 22
Di luar istana, saat para menteri berjalan keluar gerbang, mereka berbisik-bisik.
"Sudah aku katakan, sebaiknya kita tidak menarik petisi itu."
"Seperti kata pepatah, kecantikan membawamu kedalam jurang. Kita sudah di kendalikan dengan wajah Yang Mulia Ratu."
"Ya, memang harus kita akui kalau Yang Mulia sekarang adalah wanita tercantik di dunia. Kita tinggal menunggu nasib saja."
Jhon pun angkat bicara.
"Sepertinya akan ada pembersihan pejabat." kata Jhon serius.
"Apa maksud Anda.?"
"Lihatlah Duke Brian, dia terlihat sangat murung dan marah setelah keluar dari istana. Apa kalian juga tidak merasakannya.? 20 Menteri pernah mengajukan hutan kepada Romana, dan tidak pernah di bayar sampai sekarang. Kau tau, sedikit tidaknya para menteri pasti melakukan korupsi. Ya, kita semua pasti ketahuan. bukan hanya aku, tapi kalian semua." kata Jhon.
"Hmm, Anda benar, padahal kita sudah berusaha untuk menutupi celah ini, kenapa Yang Mulia Ratu bisa tau.? padahal semua dokumen sudah kita amankan."
"Entahlah, apa yang akan terjadi kepada kita besok, sebaiknya kalian mempersiapkan nya." kata Jhon
"Apa Anda akan melaporkannya.? apa kita akan melapor dengan dokumen palsu.?"
"Jaga bicara mu. Saat kau memalsukan laporan, kau akan langsung di hukum mati saat itu juga. Melihat Yang Mulia Ratu sekarang sudah mengetahui hutang dari Kekaisaran Romana, pastinya Yang Mulia akan menghitung jumlah hutangnya, dan jumlah yang sudah kita keluarkan. Apa kau berani memalsukan nya.?"
"Hmm, kita sudah tamat."
"Sepertinya, seseorang juga sudah merencakan pemberontakan dan pembunuhan." kata Jhon.
"Apa yang Anda katakan.?"
"Sudahkah, berhenti munafik di depanku. Kita semua bernasib sama. Tidak perlu berpura-pura menerima hukuman, pasti kalian juga ingin menyelamatkan keluarga kalian kan." kata Jhon
"Anda benar, jadi apa Anda akan bergabung dengan fraksi militer.? seperti Duke Brian dan Marquis sedang merencakan kudeta."
"Itu sudah terlihat jelas. Tapi apa kau sanggup melakukan nya.? Hm, meskipun istana di kuasai oleh seorang Duke, masalah hutang tetap ada."
"Hmm, sudahlah, kita semua sudah tamat."
"Aku juga tidak akan tinggal diam, karena seluruh hartaku juga tidak bisa menutupi dana kementerian yang sudah aku keluarkan. Mungkin akan ada perdebatan dalam masalah ini." Kata Jhon.
"Lalu kita harus bagaimana.? sepertinya para menteri lainnya juga sedang gelisah."
"Ini juga kesalahan kita semua. Sudah sewajarnya kaisar mempertanyakan itu. Sebagai pelayan negara, kita menggunakan kekayaan negara untuk kepentingan rakyat, tapi kita malah mementingkan perut kita sendiri." kata Jhon.
"Apa kita kabur saja dari Andorra.?"
"Hmm, sebelum kau kabur, kau sudah di tangkap duluan."
"Lalu kita harus bagaimana.?"
"Mengikuti arus. Kita juga tidak tau apa alasannya Yang Mulia menanyakan surat hutang."
"Hmm"
.....
Kediaman Keluarga Harrington
"Apa kalian masih belum menemukan identitas laki-laki itu.?"
"Maaf Tuan, kami sudah mencari informasi tentangnya di seluruh informan Kekaisaran, tidak ada identitas tentangnya. Kemungkinan besar, orang itu menggunakan identitas lain saat bertemu Yang Mulia Ratu."
"Hmm" Brian pun menghempaskan nafas
"Tuan, untuk melacak identitas palsu itu sangat sulit, apalagi ciri-ciri nya tidak jelas."
"Sudahlah. Aku tidak punya pilihan lain. Nanti malam, kerahkan kesatria elite Harrington untuk menangkap Yang Mulia Ratu, Lalu bawa ke ruang bawah tanah."
"Tuan, ini sangat beresiko."
"Jangan membantah."
"Ah, Siap Laksanakan."
Ajudan itu pun langsung pergi dari sana. Dan Brian hanya duduk sambil berfikir.
"Tidak ada cara lain selain mengancamnya. Aku hanya perlu menculiknya, lalu menyiksa dan mengancamnya. Perbuatan ku ini, tidak akan di kecam oleh pejabat lainnya, mereka pasti mendukung ku."
Tiba-tiba Wiliam datang.
"Ayah, aku dengar terjadi masalah serius di istana."
"Bukan hanya serius, tapi malapetaka."
"Apa yang terjadi ayah.?"
"20 pejabat di paksa untuk melaporkan hutang kepada Yang Mulia Ratu. Apa kau tau, apa artinya.?"
"Yang Mulia sedang menghitung jumlah hutang."
"Dia sedang mencocokkan hutang dan laporan keuangan. Saat ia menemukan sebuah fakta bahwa 20 pejabat melakukan korupsi besar-besaran, kita semua akan di usir dari Kekaisaran, bahkan merampas semua aset para pejabat."
"Ini masalah yang sangat serius ayah. Bahkan jaminan hutang saja belum tentu bisa membayar bunganya. Dan sekarang masalah korupsi datang lagi."
"Hmm, itu adalah uang yang di gunakan sejak era kaisar James. Kaisar waktu itu menyetujui seluruh proyek semua menteri, tapi masalah keuangan negara tidak mencukupi, jalan satu-satunya hanya lah hutang untuk menutupi biaya proyek. Saat keuangan mulai di cairkan kepada para menteri, kami semua mulai mengerjakan proyek itu. Tapi setelahnya, kaisar James meninggal karena serangan jantung."
"Jadi, apa proyek nya mangkrak.?"
"Benar, para menteri mulai menyembunyikan laporan keuangan, dan menyimpan dokumen proyek mereka masing-masing. Karena pewaris sah hanya tinggal Rachel seorang, mereka menunda jalannya prosesi kenaikan tahta. Tujuannya adalah untuk menyembunyikan dokumen dan membersihkan barang bukti."
"Apa uang proyek di kembalikan ayah.?"
"Kau lugu sekali, karena tidak ada kaisar, proyek itu tidak akan di pertanyakan. Siapa yang akan menghakimi kami.? justru itu di buat kesempatan sebagai kompensasi para menteri dari kaisar terdahulu. Jelas, kami semua memakai dana proyek untuk kepentingan pribadi. Kita semua merasakan tidak bersalah, karena uang itu dianggap hadiah dari sang kaisar."
"Proyek pun mangkrak, uang tidak di kembalikan, dan menunggu selama 1 tahun untuk menghilangkan buktinya. Setelah Rachel naik tahta, proyek yang sebelumnya di setujui oleh Kaisar James di ajukan lagi pada Rachel. Kami semua berharap, agar proyek mangkrak itu bisa di lanjutkan dengan anggaran baru pada masa kaisar Rachel."
"Jadi masalahnya, Rachel menolak proyek itu.?"
"Dia dengan mudahnya menolak semua dokumen nya. Dan sekarang dia memerintahkan untuk memunculkan barang bukti lama yang sudah kami kubur dalam-dalam. Dia sudah gila, benar-benar gila. Dia tidak tau, apa dampaknya."
"Apa semua menteri sedang mendiskusikan untuk melakukan kudeta.? Ayah jangan lakukan itu."
"Untuk mengambil alih tahta Rachel sekarang itu sambat mudah, dia tidak punya kekuatan, hanya segelintir pasukan Kekaisaran yang berjaga di istana. Tapi ketika kekuasaan itu runtuh, siapa yang akan menanggung hutangnya.?"
William langsung terdiam seketika
"Ayahmu ini tidak bodoh, untuk apa berkuasa tapi ujung-ujungnya pasukan Romana datang menagih hutang."
"Lalu, kenapa tidak memberikan jaminan saja. Bukankah masalah akan selesai."
"Ah, kau sangat bodoh. Jumlah hutang yang di terima Andorra tidaklah sedikit. Tentu jaminannya juga tidak main-main."
"Jadi apa jaminannya ayah.?"
"Ada tiga type jaminan, Pertama, seluruh harta keluarga kerajaan, kedua seluruh pasukan militer Andorra, ketiga, 2 kota Andorra. Kekaisaran bisa melepaskan 3 jaminan itu menurut jumlah hutang yang dibayarkan. Kau tau artinya kan, jika Andorra tidak bisa membayarnya, dokumen perintah resmi kemiliteran yang hanya di miliki oleh keluarga Harrington akan di rampas oleh Romana. Lalu, mereka akan menginvasi Andorra dan mengambil alih seluruh wilayahnya."
William sangat terkejut mendengar nya, bahkan ia sampai menelan ludah.
....