NovelToon NovelToon
Perjuangan Suamiku:Istriku Surgaku

Perjuangan Suamiku:Istriku Surgaku

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO
Popularitas:9.2k
Nilai: 5
Nama Author: waseng

"Dulu aku berjanji di depan Tuhan untuk menjaganya, namun dunia seolah memaksaku untuk ingkar."
Tian hanyalah seorang pria sederhana yang dianggap 'tidak berguna' oleh keluarga besar istrinya, Mega. Pernikahan mereka yang didasari cinta suci harus berhadapan dengan tembok tinggi bernama kemiskinan dan penghinaan. Saat Mega divonis mengidap penyakit langka yang membutuhkan biaya miliaran, Tian tidak menyerah.
Ia menjadi kuli di siang hari, petarung jalanan di malam hari, hingga terseret ke dalam pusaran dunia gelap demi satu tujuan: Melihat Mega tersenyum kembali. Namun, saat harta mulai tergenggam, ujian sesungguhnya datang. Apakah kesetiaan Tian akan tetap utuh saat godaan wanita lain dan rahasia masa lalu Mega mulai terkuak?
Ini bukan sekadar cerita tentang cinta, tapi tentang pembuktian bahwa bagi seorang suami, istri adalah surga yang layak diperjuangkan meski harus melewati neraka dunia.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon waseng, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 6: Menukar Jiwa dengan Kesempatan

Langit di atas dermaga berwarna abu-abu pekat, seolah ikut berduka atas hancurnya nurani yang tersisa di dada Tian. Ia berdiri di tepi dek kayu yang rapuh, menatap pantulan dirinya di air laut yang kotor. Wajahnya penuh lebam, matanya cekung, dan ada guratan dingin yang menggantikan kelembutan yang dulu selalu ia berikan pada Mega.

"Kau sudah mengirim pesan itu," suara Paman Hasan berat, berdiri di belakangnya sambil mengasah sebilah pisau komando. "Sekarang tidak ada jalan kembali. Adrian akan mengerahkan seluruh kekuasaannya untuk melenyapkanmu."

Tian mengepalkan tangan hingga buku jarinya memutih. "Biarkan dia mencoba. Dia punya uang, tapi aku punya kebenaran yang bisa membakar seluruh kerajaannya."

Namun, keberanian Tian kembali diuji saat ponselnya bergetar. Sebuah video masuk. Kali ini bukan dari Adrian, melainkan dari nomor ibunya di desa. Di video itu, ibunya sedang duduk di kursi bambu, tampak sesak napas dan terbatuk darah, sementara seorang pria tak dikenal berdiri di latar belakang sambil memegang map tagihan rumah sakit yang menunggak.

"Tian... jangan pikirkan Ibu... jaga Mega baik-baik..." suara ibunya terputus oleh batuk yang menyakitkan.

Tian merasa dunianya seolah meledak. Adrian tidak hanya menyerang istrinya, tapi juga mengincar satu-satunya orang tua yang ia miliki. Pria itu tahu persis di mana titik lemah Tian.

"Bajingan!" raung Tian, membanting ponselnya ke papan kayu. "Dia sengaja menahan pengobatan ibuku di desa agar aku menyerah!"

Di tengah badai emosi itu, Paman Hasan memegang bahu Tian dengan kencang. "Pilih satu, Tian. Istrimu yang sedang disandera di kota ini, atau ibumu yang sekarat di desa? Kau tidak punya cukup uang untuk keduanya. Kau bahkan tidak punya cukup waktu."

Pertanyaan itu seperti pedang yang membelah jantung Tian. Dilema yang mustahil bagi seorang manusia. Jika ia pergi ke desa, Adrian akan membawa Mega pergi jauh dan mungkin melenyapkan bukti medis itu. Jika ia tetap di sini, ibunya akan mati dalam kesendirian dan penderitaan.

Tian jatuh berlutut. Air mata yang sejak tadi ia tahan akhirnya tumpah, namun bukan air mata kesedihan,

melainkan air mata darah dari seorang pria yang dipaksa menjadi iblis oleh keadaan.

"Tuhan... kenapa kau memberiku cinta jika hanya untuk kau hancurkan seperti ini?" bisiknya parau.

Tiba-tiba, sebuah mobil hitam mewah berhenti di ujung dermaga. Pintunya terbuka, dan Adrian keluar dengan payung yang dipegangi pengawalnya, tetap rapi dan wangi di tengah aroma amis laut.

"Pilihan yang sulit, bukan?" Adrian berjalan mendekat dengan senyum kemenangan. "Aku bisa melunasi semua utang ibumu, mengirimnya ke dokter terbaik di Jakarta, dan memberikan Mega operasi ginjal besok pagi. Semuanya bisa selesai dalam satu jentikan jari."

Tian bangkit, matanya menatap Adrian dengan kebencian yang murni. "Apa maumu?"

"Sederhana," Adrian mengeluarkan sebuah surat pernyataan di atas kertas bermaterai. "Tandatangani surat cerai ini. Akui bahwa kau berselingkuh dan mencuri uang keluarga Mega. Pergilah dari hidupnya selamanya. Aku akan menjadi pahlawan bagi mereka, dan kau... kau akan menghilang sebagai sampah."

Tian menatap kertas itu, lalu menatap map bukti kejahatan Adrian yang ia sembunyikan di balik jaketnya. Ia punya bukti untuk menghancurkan Adrian, tapi bukti itu butuh waktu untuk diproses hukum, sedangkan nyawa ibu dan istrinya tidak punya waktu sedetik pun.

Inilah puncak penghinaan. Ia harus memberikan istrinya surganya kepada sang iblis demi menyelamatkan nyawa mereka berdua.

Tian mengambil pulpen dari tangan Adrian. Tangannya gemetar hebat. Ia menoleh ke arah Paman Hasan yang hanya bisa menunduk tak berdaya.

Saat ujung pulpen itu menyentuh kertas, terdengar suara tembakan dari arah gubuk Hasan. Seorang pria berseragam polisi muncul dari balik bayangan. "Tian, kau ditangkap atas tuduhan terorisme dan percobaan pembunuhan terhadap Tuan Adrian!" Adrian tersenyum licik,

membisikkan sesuatu di telinga Tian: "Kau pikir aku akan membiarkanmu hidup setelah kau mengancamku? Selamat membusuk di penjara, dan saksikan dari balik jeruji saat aku menikahi Mega."

Suara tembakan itu masih berdenging di telinga Tian, menyisakan kekosongan yang menyesakkan.

Polisi-polisi itu menerjangnya, menekan wajahnya ke papan dermaga yang kasar dan berbau busuk. Tian tidak melawan. Tenaganya seolah menguap saat ia melihat Adrian dengan santai melipat kembali surat cerai yang belum sempat ia tandatangani.

"Kau terlalu lambat, Tian," ucap Adrian sambil merapikan jasnya. "Sekarang, aku tidak butuh tanda tanganmu. Dengan statusmu sebagai teroris dan buronan, pengadilan akan dengan mudah membatalkan pernikahanmu. Kau akan dihapus dari sejarah hidup Mega seolah kau tidak pernah ada."

Tian merasakan dinginnya borgol mengunci pergelangan tangannya. Di saat yang sama, ia melihat Paman Hasan tergeletak tak berdaya di depan gubuknya, dituduh melindungi seorang kriminal.

Segala rencana, segala bukti yang ia kumpulkan, kini terasa sia-sia. Dunianya benar-benar runtuh.

Saat ia diseret menuju mobil polisi, Tian melihat sekilas ke arah layar ponsel polisi yang sedang menyala. Ada berita kilat di media sosial lokal:

"Seorang wanita muda, pasien di paviliun VIP RS Harapan, dikabarkan mengalami koma setelah menolak pengobatan."

Itu Mega. Istrinya sedang melakukan protes terakhir dengan nyawanya sendiri. Mega tahu sesuatu yang salah sedang terjadi. Dia menolak hidup jika itu berarti harus bersama Adrian.

"Mega... jangan..." rintih Tian.

Di dalam mobil tahanan yang gelap, Tian duduk bersandar pada dinding besi yang dingin. Di sampingnya, seorang petugas polisi muda menatapnya dengan tatapan yang berbeda bukan kebencian, melainkan empati yang tersembunyi.

Petugas itu menyelipkan sebuah benda kecil ke tangan Tian saat mereka melewati tikungan tajam.

"Gunakan ini di saat yang tepat," bisik petugas itu sangat lirih.

Itu adalah sebuah kunci borgol dan sebuah kartu memori kecil. Ternyata, tidak semua orang di kota ini bisa dibeli oleh uang Adrian. Paman Hasan telah menyiapkan 'rencana cadangan' melalui koneksi lamanya di kepolisian.

Harapan yang tadinya padam kini memercik kembali menjadi api kecil yang membara. Tian tahu, ia tidak akan pernah sampai ke kantor polisi. Jika ia masuk ke sana, Adrian akan memastikannya mati "bunuh diri" di dalam sel. Ia harus melakukan sesuatu yang gila.

Sesuatu yang akan membuat namanya dikenang sebagai suami paling nekad di negeri ini.

"Maafkan aku, Pak," ucap Tian pada petugas muda itu.

Dengan gerakan kilat yang ia pelajari dari tahun-tahun bertarung di jalanan, Tian membuka borgolnya dalam hitungan detik. Saat mobil tahanan melambat di perlintasan kereta api, Tian menendang pintu belakang hingga terbuka dan melompat keluar tepat sebelum kereta barang melintas, memisahkan dirinya dari kejaran polisi.

Ia berguling di atas kerikil tajam, rasa perih menjalar di sekujur tubuhnya, namun ia bangkit dengan seringai harimau. Ia tidak akan pergi ke desa. Ia tidak akan lari.

Malam ini, ia akan menyusup kembali ke rumah sakit.

Bukan sebagai suami yang memohon, tapi sebagai malaikat maut yang akan mengambil kembali miliknya. Jika Adrian ingin bermain kotor, maka Tian akan menunjukkan padanya bahwa seorang pria yang tidak lagi memiliki apa pun untuk dipertaruhkan adalah musuh yang paling berbahaya.

Tian berdiri di puncak gedung seberang rumah sakit, menatap jendela paviliun VIP tempat Mega dirawat.

Ia melihat pengawal pribadi Adrian berjaga ketat di setiap sudut. Di tangannya, ia memegang kartu memori yang berisi rekaman suara Adrian saat memerintahkan peracunan Mega. "Tunggu aku, Mega.

Sebelum fajar menyingsing, dunia akan tahu siapa iblis yang sebenarnya, atau kita akan bertemu di surga bersama-sama." Di bawah, sirene polisi mulai mengepung gedung tersebut. Tian tidak punya jalan keluar selain maju ke depan.

1
grandi
pasti ada harapan
grandi
Tian selalu kuat ya💪
grandi
sesaknya minta ampun dah/Sob/
Panda%Sya(🐼)
Di novel 2027 udah dateng ya thor🤣 Happy new year Thor/Facepalm/
christian Defit Karamoy: sebenarnya tahunnya emang saya buat begitu agar lebih menyenangkan 😄
trimakasih selalu suport ya 🙏
total 1 replies
Panda%Sya(🐼)
Biar makin semangatt ni Aku bagi /Rose/
christian Defit Karamoy: trimakasih kakakku🙏😍
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
semoga tian ga kenapa-napa
christian Defit Karamoy: ikuti terus ya qila🙏
total 1 replies
Panda%Sya(🐼)
Banyak banget rintangan nya Tian, semoga tetap kuat ya💪
christian Defit Karamoy: iya kak😭
total 1 replies
studibivalvia
penulisan rapi jadi enak banget bacanya 😎 yuk terus lanjutkan kak semangat
christian Defit Karamoy: siap kak trimakasih🙏
total 1 replies
Arceusssxara
💪
christian Defit Karamoy: siap kak🙏
total 1 replies
Panda%Sya(🐼)
Gas terus thor. Sampai tujuan
christian Defit Karamoy: siap trimakasih kak🙏
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
ceritanya bagus, semangat terus up nya thor
christian Defit Karamoy
iya bang/Sob/
Panda%Sya(🐼)
Si manusia satu itu, sangat kejam sekali huh😤
Kenjiro Dominic
span thor
christian Defit Karamoy: siap😄
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
ibumu bohong mega jangan dipercai, kesel banget aku sama nenek tua ini rasanya pengen ku pukul pakai kayu mulutnya 1000×
christian Defit Karamoy: /Sob//Sob//Sob/
total 1 replies
christian Defit Karamoy
amin🙏
Kasychan`●⑅⃝😽
lanjut thor
christian Defit Karamoy: siyap😄
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
yang sabar ya Tian ini ujian
christian Defit Karamoy: /Sob/
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
semangat terus Tian, ayo jangan nyerah dulu💪☺
christian Defit Karamoy: siap qila🙏
total 1 replies
Kasychan`●⑅⃝😽
beginilah orang klau sudah cinta dengan seseorang, ia akan melakukan apapun bahkan nyawapun dia pertaruhkan demi orang yang dia cintai, beruntung banget ya mega, btw semangat terus thor up nya, semoga karyanya bisa ramai ya☺
christian Defit Karamoy: amin amin qila🙏
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!