NovelToon NovelToon
Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Obsesi
Popularitas:5.3k
Nilai: 5
Nama Author: Elara Tulus

Selamat datang kembali, Pembaca Setia!

Terima kasih karena telah melangkah sejauh ini bersama Aulia. Jika kamu ada di sini, artinya kamu telah menjadi saksi bisu betapa perihnya luka yang ia simpan selama lima tahun, dan betapa kuatnya ia saat mencoba berdiri di atas kakinya sendiri di buku pertama.

Di "Bintang Jatuh Dan Sepotong Hati 2", perjalanan ini akan menjadi lebih menantang. Kita akan menyaksikan bagaimana Aulia mengubah rasa sakitnya menjadi kekuatan, bagaimana rahasia kelam masa lalu mulai terkuak satu per satu, dan ke mana arah hatinya akan berlabuh.

Terima kasih telah setia menanti dan mendukung karya ini. Mari kita lanjutkan perjuangan Aulia sampai akhir!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elara Tulus, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

PENGKHIANATAN DI BALIK LIFT

"Baik, kalau begitu aku akan menanyakannya langsung pada Pak Henry sekarang."

Scarlett berdiri dengan gerakan yang tenang namun sangat mengintimidasi, seolah-olah ia siap membongkar kebohongan Jane dalam satu kedipan mata. Tekanan di ruangan itu mendadak menjadi sangat berat, seakan oksigen tersedot keluar. Jane, yang sadar kebohongannya akan meledak jika Henry dikonfrontasi, seketika diserang panik. Wajahnya yang tadi angkuh berubah pucat pasi dalam hitungan detik.

"Aku bisa antarkan!" Jane menyambar map itu dari tangan Scarlett dengan kasar, napasnya memburu karena cemas yang memuncak. "Tapi aku tidak ikut dalam proyek ini. Kalau divisi promosi bertanya hal yang tidak-tidak, jangan salahkan aku jika aku tidak bisa menjawab!"

Scarlett menatap Jane dengan tatapan datar, tak bergeming sedikit pun. "Isi berkasnya sudah sangat rinci. Kalau mereka tidak paham, suruh mereka langsung menghadapku. Sekarang, pergi."

Jane mengentakkan kaki dan keluar dari ruangan dengan amarah yang mendidih. Di matanya, tugas ini adalah penghinaan total. Namun, saat ia berdiri di depan lift yang dingin, sebuah pikiran gelap melintas di benaknya: Bagaimana jika dokumen ini menghilang? Bagaimana jika ia merusak isinya? Scarlett pasti akan hancur.

Tetapi sedetik kemudian, ia tersadar. Tidak. Scarlett memberikan ini langsung padaku. Jika ada yang salah, akulah yang akan digantung lebih dulu.

"Sialan! Dia benar-benar licik!" desis Jane sambil menggertakkan gigi. Scarlett sudah memagari dokumen itu dengan tanggung jawab pribadi Jane. Ia terpaksa patuh jika tidak ingin kariernya mati sebelum berkembang.

Jebakan di Dalam Lift

Pintu lift berdenting terbuka. Jane melangkah masuk dengan perasaan kacau, namun sebelum pintu tertutup sepenuhnya, sebuah teriakan melengking menghentikannya.

"Jane! Tunggu!"

Melati berlari kecil masuk ke dalam lift dengan napas tersenggal. Jane, yang merasa memiliki sekutu dalam membenci Scarlett, menyambutnya dengan ramah. "Terima kasih, Jane," ucap Melati sambil menyeka keringat di pelipisnya.

Mata Melati yang tajam dan penuh perhitungan langsung tertuju pada map biru di pelukan Jane. "Apa itu? Tugas dari Scarlett lagi?"

Jane mendengus sinis. "Iya. Dia menyuruhku mengantar dokumen proyek baru ke divisi promosi. Dia pikir aku ini pesuruhnya apa?"

Melati mengerutkan kening, memasang wajah prihatin yang sangat meyakinkan. "Scarlett benar-benar keterlaluan. Kamu punya bakat besar, Jane. Lulusan universitas ternama, masa hanya dijadikan pengantar kertas? Ini benar-benar penghinaan bagi orang sepertimu."

Kata-kata itu seperti bensin yang menyiram api di hati Jane. Di saat Jane hendak meluapkan kekesalannya, tiba-tiba Melati mengerang pelan. Wajahnya berubah pucat, ia memegangi kepalanya dan perlahan ambruk, berjongkok di sudut lift yang sempit.

"Aduh... kepalaku..." rintih Melati.

Jane tersentak panik. "Melati! Kamu kenapa?"

"Sepertinya gula darahku turun drastis... penglihatanku gelap sekali..." suara Melati terdengar sangat lemah, nyaris seperti bisikan kematian.

"Lalu aku harus bagaimana? Kita panggil dokter?" Jane bingung bukan main.

"Di laci mejaku... ada permen cokelat," Melati menunjuk ke arah koridor kantor yang baru saja mereka tinggalkan. "Tolong ambilkan satu saja, Jane... sebelum aku pingsan di sini..."

Detik-Detik Pencurian Data

Tanpa berpikir panjang, Jane langsung menekan tombol buka dan berlari keluar lift secepat kilat. Ia tidak menyadari bahwa di balik punggungnya, Melati perlahan menegakkan tubuh dengan senyum yang mengerikan.

"Biar aku pegang dulu dokumennya, takut tercecer saat kamu lari!" seru Melati dengan nada lemah yang dibuat-buat. Jane hanya melambaikan tangan tanpa menoleh, membiarkan dokumen rahasia itu tetap di dalam lift bersama Melati.

Begitu sosok Jane menghilang di tikungan koridor, drama Melati berakhir seketika. Wajahnya yang tadi tampak sakit berganti menjadi wajah predator yang haus mangsa. Dengan tangan gemetar karena adrenalin dan ketakutan, ia membuka map biru itu.

Ia mengeluarkan ponsel, menyalakan kamera, dan mulai memotret satu per satu lembar algoritma teknis yang menjadi jantung dari proyek Scarlett. Detak jantungnya bergemuruh di telinganya sendiri, menyatu dengan suara mesin lift yang berdesing. Keringat dingin mengucur di dahinya.

Ia tahu, ini adalah pencurian data terbesar. Ini adalah pengkhianatan yang tak termaafkan. Namun, bayangan tentang tumpukan uang dari Vivian (Meli) dan posisi mewah di Keluarga Laksmana telah mematikan nuraninya. Satu per satu, rahasia teknologi UME berpindah ke dalam ponselnya.

Satu foto terakhir pada lembar kesimpulan, dan karier Scarlett akan berakhir di tangan seorang pencuri.

Pintu lift hampir tertutup kembali saat Jane berlari kembali membawa permen. Melati dengan cepat menutup map itu dan kembali ke posisi berjongkoknya. Akankah Scarlett menyadari bahwa dokumen yang sampai ke divisi promosi adalah dokumen yang "sidik jari digitalnya" telah dicuri?

1
Sweet Girl
Klo kalian saling mendukung, Khan keren ya...
Sweet Girl
Telat...
Sweet Girl
Menyayat hati.
Sweet Girl
Hhaaaa Gantle kali kau Mavin...👍
Sweet Girl
Sak bahagiane persepsi mu terhadap Aulia, Van...
Sweet Girl
Semoga kamu bisa menyelesaikan semua proyek mu dan bisa operasi, Aulia.
Sweet Girl
Bwahahaha kapok Lu.... ngerasa Ndak kamu...
Sweet Girl
Mantap...👍
Sweet Girl
Sengkuni mulai beraksi.
Sweet Girl
Harus menyadari lho Tor...
Sweet Girl
Enak aja Hak Melati di klaim Aulia.
emang apa prestasinya Melati, Ken...
Sweet Girl
Bwahahaha tau Ndak pintunya... klo Ndak tau tak anter... tak gandeng sampai pintu.
Sweet Girl
Tor... bikin mereka yg akan menghancurkan Aulia, gagal semua ya...
kasihan tau Aulia... udah capek capek mikir, mau di sabotase.
Sweet Girl
Jangan percaya sama mereka Aulia, kamu harus tetep pantau tuuu pergerakan Jin iprit sama Henry.
Sweet Girl
Oooaaalah baru mudeng ini si Jin iprit Khan adik tiri nya Aulia ya...
weeeesss angel... angel...
Sweet Girl
Semoga kopinya ada Sianidanya🤣
Sweet Girl
Yo mbok wes toh Tor... penderitaannya Aulia...
Sampek kurang turu lhooo sangking mau menunjukkan keberhasilan dr tantangan Henry.
Sweet Girl
semangat aja dalam memperbaiki SDM, Aulia.
Ndak usah mikirin hal hal yg bikin kita jatuh.
Sweet Girl
Buruk Hatinya.
Sweet Girl
Bagaimana ceritanya Tor... kok Violetta sampai Ndak tau klo Pamela habis minum obat perangsang.
padahal tadi yang jemput Pamela di rumah Rizki Khan Violetta.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!