Haikal Sebastian Keano, tidak menyangka bahwa wanita yang telah melakukan cinta satu malam dengannya adalah calon istri kakaknya, Ghisell Carissa Adelardo. Karena yang mereka lakukan disaat mereka sedang sama-sama mabuk.
Padahal sang kaka, Rafael, begitu sangat mencintai Ghisell, dan Ghisell juga mencintai Rafael, apalagi sebentar lagi mereka akan menikah.
Lalu bagaimana kisah mereka nanti?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DF_14, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dua Puluh Dua
Rafael tercengang mendengarnya, dia membulatkan mata saat mendengar perkataan itu yang membuat hatinya tercabik-cabik, bagai teriris sembilu, begitu pedih. "Ma-maksudnya apa sayang? Kamu...." Rafael tidak sanggup meneruskan perkataannya.
Bagaimana bisa wanita yang dia cintai ternyata telah tidur dengan pria lain, walaupun tanpa kesengajaan tapi tetap sakit membayangkannya.
Ghisell tak bisa berhenti menangis, "Iya, aku bukan wanita baik-baik. Karena itu, lebih baik kakak cari perempuan yang baik. Hari ini aku gak mau merusak kebahagiaan kedua orang tua kita. Biar nanti aku jelaskan sendiri sama mama dan papa kalau kita tidak bisa melanjutkan lagi hubungan kita."
Mata Rafael berkaca-kaca, perasaannya terasa begitu sangat kacau.
"Siapa yang melakukannya? Apa kamu ingat pria itu? Biar kakak hajar pria itu!" Rafael mengatakannya dengan nafas tersenggal-senggal menahan emosi.
"Aku tidak kenal. Sekarang kakak sudah mengetahui semuanya, jadi aku mohon mulai sekarang lupakan tentang kita."
"Nggak!" Rafael menolak permintaan Ghisell, "Kamu pikir kakak mencintaimu hanya karena kamu masih gadis? Bukan! Tapi karena kamu Ghisell, kakak hanya mencintai Ghisell."
"Gak bisa kak, aku gak mau menjalani rumah tangga yang terus dihantui rasa bersalah...."
Rafael memotong pembicaraan Ghisell. "Pernikahan kita tetap akan dilanjutkan." Tanpa terasa air matanya mengalir.
Rafael memegang kedua bahu Ghisell, "Mulai sekarang kita lupakan masa lalu, kakak akan memperbaiki kesalahan kakak dan kamu menghapus semua kenangan buruk tentang malam itu. Mari kita memikirkan tentang masa depan kita. Dua minggu lagi kita akan menikah. Mari kita hidup bersama menjadi sepasang suami istri yang bahagia."
"Gak bisa kak, aku gak sanggup melanjutkannya!"
Rafael memeluknya dengan erat, "Kamu jangan takut, kakak mencintai kamu apa adanya. Maaf, maafkan kakak, gara-gara kakak juga kamu jadi begini."
Ghisell terdiam, dia hanya bisa menangis.
"Sudah, kita lupakan semuanya. Lebih baik kita fokus ke pernikahan kita. Kakak sangat mencintai kamu, Ghisell. Kakak gak sanggup membayangkan bagaimana hidup kakak tanpa kamu."
...****************...
Haikal sengaja menunggu dia area bagian belakang di Festival itu. Bahkan sudah 4 jam dia menunggu kedatangan Ghisell , tapi wanita itu belum datang juga.
Dia sama sekali tidak kecewa pada Ghisell, hanya kecewa pada diri sendiri yang berharap sekali Ghisell akan datang menemuinya. Padahal wanita itu tidak pernah mau membalas pesannnya.
Duarr...
Duarr...
Suara riuh kembang api yang dipesan Haikal kini telah meledak di langit, bahkan percikan kembang api itu telah berbentuk hati begitu terpampang jelas di atas sana, begitu sangat indah.
Haikal memang memesan kepada seseorang disana untuk menyalakannya jam 10 malam, namun sayangnya pemandangan yang aesthetic itu hanya dia yang menyaksikannya sendirian.
Sayangnya keindahan itu hilang dalam sekejap, tiba-tiba turun hujan begitu sangat deras, orang-orang berhamburan mencari tempat untuk berteduh. Namun Haikal memilih tetap berdiri disana merasakan dinginnya air hujan berjatuhan mengenai badannya.
Drrrttt...Drrrttt...
Ponsel Haikal bergetar, dia tersenyum lebar saat ada pesan masuk dari wanita yang dia namai calon istri itu. Dia bisa menebak Ghisell tidak akan datang, tapi dia masih senang karena Ghisell mengirim pesan padanya.
Haikal langsung membaca pesan dari Ghisell.
[Kamu benar awal pertemuan kita sangat tidak wajar, bahkan aku selalu menganggap semua itu mimpi buruk. Karena itu aku ingin bangun dari mimpi burukku, aku ingin melupakan apapun yang terjadi diantara kita. Aku hanya ingin menjalani hidup kembali seperti semula sebelum bertemu dengan kamu. Karena itu aku ingin kita melupakan apapun tentang kita, bahkan jika kita tidak sengaja bertemu, aku ingin kita bersikap seperti orang asing yang tidak saling mengenal. Kamu tidak perlu merasa bersalah padaku, karena kekasihku telah menerima kekuranganku dan kita akan segera menikah. Ini adalah permintaanku. Aku harap kamu mau mengabulkan permintaanku.]
Dada Haikal begitu sangat terasa sesak saat membaca pesan dari Ghisell.
Perih!
Begitu sangat perih dan sakit!
Sampai tak terasa air matanya menetes, padahal dia paling anti dalam hal menangis, tapi pesan dari Ghisell sangat membuatnya sakit. Tapi dia tidak bisa menyalahkan Ghisell, selama ini hanya dia yang berjuang sendirian, Ghisell sama sekali tidak ingin diperjuangkan olehnya.
Bunga yang dia pegang erat kini telah berjatuhan ke tanah, dia mencoba menelpon Ghisell namun rupanya nomornya telah di blokir, ya Ghisell tidak mungkin memilihnya, pria yang baru dikenalinya. Ghisell sepertinya benar-benar tidak ingin lagi berhubungan dengannya lagi. Bahkan itu permintaannya.
Bagaimana bisa melupakannya, wanita itu telah menguasai hati dan pikirannya, bahkan bisa dikatakan dia sangat tergila-gila pada wanita itu. Sangat mencintainya.
Apa aku egois jika aku mengharapkan keajaiban dari Tuhan yang bisa membuat kita bisa bersatu?
...****************...
...Jangan lupa like, komen, vote dan beri hadiah yah kawan 🙏 😁...
...Dan terimakasih banyak buat yang sudah memberi itu semua, semakin membuat saya semangat!...
...Mohon maaf belum bisa balas komen satu persatu, tapi saya selalu baca komen dari kalian....
...Jangan lupa simak terus ke bab-bab berikutnya...