Alih-alih menikmati fasilitas orang tuanya Sheeva memilih menepi dan hidup di panti asuhan sejak duduk di bangku kelas 8 menengah atas. Banyak hal membuatnya memutuskan demikian
lantas apa yang mendorong gadis sekecil itu menjauh dari dekapan hangat keluarganya ?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mayra Zahra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sheeva koma ?
Hari ini seharusnya Kay pergi ke markas The king, ada latihan rutin bersama anggotanya. Namum harus iya urungkan karena papanya memintanya mengontrol salah satu usaha Daddynya. Usaha ini bisa di bilang menjadi tonggak awal bedirinya Aditama Group.
Menurut daddynya ada ketimpangan laporan keuangan bulan ini dengan bulan lalu. Padahal gudang melaporkan jika bulan ini penjualan meningkat.
Sudah dua jam penuh kay memeriksa laporan keuangan di kantor pusat perbelanjaan alat elektronik dan alat-alat rumah tangga milik daddynya ini.
Memang tidak banyak sih uang yang di gelapkan. Namun jika di biarkan bukankah lama-lama ini bisa menjadi besar.
Setelah ketemu pelakunya dan sudah di amankan oleh team nya Kay hanya tinggal melakukan rapat internal sebentar dengan orang-orang yang di percaya Daddynya mengurus usaha ini.
Baru saja selesai rapat, ponselnya berdering. Ada nama pengawal yang dia perintah untuk mengawal Sheeva secara diam-diam. Tanpa pikir panjang dia mengangkat panggilan tersebut, karena yakin pasti ada yang tidak beres jika sampai Fabio menelfonnya.
Baru saja terhubung panggilannya...
" Tuan muda, nyonya muda bertemu keluarganya "
" Deg " Seketika perasaan Kay tak enak.
" Dimana ?"
" Di Lobby pusat perbelanjaan milik tuan Edward seperti foto yang saya kirim satu jam yang lalu waktu nyonya muda sampai "
" Foto apa, apa ada yang aku lewatkan ?" Guman Kay dalam hati. Dia segera mematikan sambungan telfonnya dan mengecek pesan masuk yang di kirim Fabio. Benar saja Fabio mengirim foto saat Sheeva masuk bersama ibu pantinya.
Tanpa pikir panjang kay segera berlari menuju lobby. Beberapa pengawal yang mengikutinya bahkan sampai di buat terkejut dan segera berlari menyusulnya.
Kay terbelalak saat tiba di lobby, ada banyak orang berkerumun di sana. Dan lebih terkejut lagi saat melihat tangan seorang wanita paruh baya terayun ke arah Sheeva, dia bergegas mencegahnya. Beruntung dia tak terlambat, tangan wanita paruh baya itu tak sampai menyentuh pipi Sheeva dan kini berada dalam genggamannya.
" Bagaimana Sheevaku tak memilih pergi dari rumah. Keluarganya saja durjana begini. Selama ini hanya mendengar dari orangku saja darahku sudah mendidih, kali ini aku justru menyaksikannya secara langsung. Ya salam, jangankan Sheeva, aku pun akan kabur jika memiliki keluarga modelan begini ?" Ucap Kay dalam hati.
Sepanjang perdebatan Kay terus mengenggam tangan Sheeva dan Sheeva pun tak keberatan dengan itu.
Sesakit itukah kamu sama memanggil dia papa pun sudah sanggat enggan ?" Kay menatap sendu kearah Sheeva yang terus saja memangil papanya dengan sebutan Tuan.
Kay sedikit lengah, hingga Sheeva harus menerima satu tamparan keras dari ayah kandunganya. Tubuh Sheeva bahkan hampir terpelanting kalau dia tidak sigap merengkuh tubuh mungil itu.Andai Sheeva tak mengenggam tangannya entah sudah jadi apa pria tua itu di tangan Kay.
Yang paling membuat kay naik darah adalah ucapan wanita yang bergelar ibu tiri Sheeva. Yang ingin menjodohkan Sheeva demi menjaga kestabilan bisnisnya. Waras kah ibu satu ini, melahirkan tidak, membesarkan juga tidak datang-datang mau memaksa anak orang menikah. Kay benar-benar geram dengan ibu tiri Sheeva itu.
Sheeva melepas genggaman tangan Kay, tidak kasar malah terkesan lembut. Namum belum begitu lama tangan itu lepas, tubuh Sheeva luruh ke lantai, Sheeva jatuh pingsan.
Kay panik di buatnya, tanpa pikir panjang dia bawa tbh Sheeva ke dalam pangkuannya. Berulang kali dia menepuk pipi Sheeva namum Tak membuahkan hasil. Mata Sheeva seolah enggan terbuka.
Kay segera membawa tubuh Sheeva dalam gendongannya dan hendak membawanya ke rumah sakit, namun urung setelah mendengar Sheeva memiliki trauma dengan rumah sakit.
" Mom's tolong kirim om Arjuna ke apartemen ku " Ucap Kay pada mommynya melalui sambungan Telfon setelah berhasil membawa Sheeva masuk ke dalam mobilnya.
" Anggota kamu ada yang luka atau bagaimana ?"
" Tidak mom's, ini ada salah satu temanku pingsan di pusat perbelanjaan kita tapi, dia trauma dengan rumah sakit "
" Ya Allah, perempuan apa laki-laki ?"
" Perempuan mom's "
" Kamu bawa saja ke masion nak. Kebetulan om Juna sedang disini memeriksa anggota papi yang terluka. Tidak baik nak membawa perempuan ke apartemen kamu " Kay menghela nafas, mencoba mepertimbangkan usulan mommynya.
" Ya sudah aku ikut saran mommy saja " Kay mengakhiri panggilan telfonnya.
" Pak ke masion mommy saja "
" Siap tuan muda "
Sampai di Masion Kay langsung membawa Sheeva ke paviliun belakang, tempat dimana Arjuna merawat anggota klan daddynya yang terluka.
Sheeva langsung di periksa oleh Arjuna, sementara bunda Aya di bawa istirahat oleh mommynya Kay.
" Gimana om ?" Kay nampak tidak sabar, dia segera menghampiri Arjuna yang baru selesai memeriksa Sheeva.
" Gimana putri saya dok ?" Bunda Aya ikut mendekat, beliau tidak mau di ajak istirahat dan minta kembali ke tempat Sheeva di periksa.
" Tenang Kay, secara keseluruhan dia baik-baik saja. Cuma semoga perkiraan om ini salah "
" Kenapa om ?" Kay benar-benar takut terjadi hal buruk pada gadis pencuri hatinya itu.
" Semoga om salah kay, entah mengapa om merasa ada sesuatu yang mendorongnya enggan bangun "
" Maksudnya dok ?" Bunda Aya nampak terlihat begitu cemas.
" Mohon maaf ibu, apakah ananda pernah mengalami luka psikis yang begitu masif hingga terpikir untuk mengakhiri hidupnya ?" Semua beralih menatap bunda Aya. Anggukan beliau membuat Kay memejamkan matanya.
" Betul dok, putri saya bahkan harus mejalani terapi dengan psikiater selam 3 tahun lebih. Baru-baru ini dia juga kembali menemui psikiaternya "
" Adabanyak guncangan yang harus dia alami dok. Masih bisa saya tatap dan baik-baik saja hingga sekarang adalah anugrah luar biasa buat saya "
" Jadi benar, kalau begitu siapa psikiater yang menangani ananda selama ini bu ?"
" Dokter Inggrid, beliau membuka praktek di jalan Mutiara. Baru dua minggu lalu kami menemui beliau." Dokter Arjuna tersenyum. Beliau membuka ponselnya lalu menujukan sebuat foto ke arah bunda Aya.
" Apakah ini orangnya bu ?" Bunda aya mengangguk.
" Om mengenalnya ?" Kay memilih bertanya dari pada mati penasaran.
" Dia calon mami barunya Freya Kay "
" Terus gimana ini om ?"
" Kita tunggu saja kapan dia mau bangun Kay. Biarkan dia istrirahat sejenak dari rasa sakit yang selama ini dia pendam. Om akan minta Inggrid datang, semoga dia bisa membatu pasien cepat bangun "
" Artinya dok ?" Bunda Aya meminta kepastian dari dokter Arjuna.
" Maaf saya harus menyampaikan ini ibu. Mungkin butuh waktu untuk ananda kembali sadar. Tapi, ibu tidak perlu khawatir, kondisi seluruh organ ananda baik-baik saja. Dia hanya enggan bangun "
" Dengan kata lain koma Jun ?" Pertanyaan mommy Renita membuat Kay menatap dokter Arjuna lekat-lekat. Jujur dia takut.
" Bisa di bilang begitu mbak "
" Ya Allah " Kay segera menoleh kearah bunda Aya. Hampir saja tubuh perempuan paruh baya itu luruh kelantai. Beruntung Kay sigap kali ini.
" Tenang bu, Sheeva akan baik-baik saja. Bukankah dia gadis yang tangguh ?" Bunda Aya menangis dalam dekapan Kay. Ini adalah pukulan terberat baginya.
" Apa perlu kita bawa ke rumah sakit Jun ?" Mommy Renita terlihat ikut khawatir.
" Tidak perlu mbak, peralatan di sini sudah mumpuni kok. Lagian pasien memiliki trauma dengan rumah sakit bukan ?" Kay mengangguk.
" Lakukan saja yang terbaik om " Arjuna mengangguk.
" Mom's tolong ajak bunda Sheeva istirahat " Pinta kay.
" Mbak tidak perlu khawatir. Semua tenaga medis di sini profesioanl. Mereka akan mengupayakan yang terbaik untuk putrinya mbak. Sekarang mbak ikut saya buat istirahat dulu. Biar dokter yang menjaga putri mbak. Kami janji jika ada perkembangan mbak orang pertama yang kami beri tau " beruntung bunda Aya meurut kali ini.
" Om tinggal ya Kai, akan om siapakan segala alat penunjang untuk menjaga pasien tetap stabil kondisi fisiknya "
" Terima kasih banyak om "
" Yakinlah dia hanya butuh istirahat. Jangan putus harapan dan jangan menunjukan itu di depan dia. Dia memang tidur tapi, alam bawah sadarnya tau apa yang kamu lakukan "
" Iya om terima kasih banyak" Arjuna menepuk pundak Kay. Dia tau gadis di dalam adalah pencuri hati keponakannya ini. karena baru sekali ini dia melihat Kay begitu khawatir sama seseorang yang bukan bagian dari keluarganya.
terlalu berat beban hidup sheeva..