NovelToon NovelToon
Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Aku Harus Mengulang Tiga Tahun Masa SMA

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Slice of Life / Komedi / Time Travel
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: RS Star

Bagi Raka Aditya, menyendiri adalah cara terbaik untuk bertahan hidup dari tekanan dunia yang melelahkan. Ia merasa asing dan tak dimengerti, hingga akhirnya beberapa orang datang menawarkan persahabatan yang tulus. Perlahan, cara pandang Raka mulai berubah. Ia pun belajar bahwa untuk menemukan tempatnya di dunia, ia harus lebih dulu belajar menerima dirinya sendiri dan orang lain apa adanya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RS Star, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 12

Sore menjelang malam, aku bersama Maya bertemu di sebuah kafe keluarga yang cukup cozy. Disana kami mengobrolkan banyak hal dan aku rasa obrolan kami cukup seru juga nyambung, hanya saja di detik – detik terakhir pertemuan kami tiba – tiba Maya mengeluarkan sebuah kalimat yang aku yakin dia sedang ingin menjebakku. Aku sempat terdiam menatap Maya dengan ekspresi wajah kebingungan karena senyum licik Maya itu selalu membuat aku kerepotan, ada juga pemikiran aku tidak ingin terjebak dan akhirnya aku memikirkan kata 'Itu' dengan keras apa yang sebenarnya dia rencanakan.

“Itu? Apa ‘Itu’ yang kamu bicarakan?” tanyaku menekannya, di ruangan dingin ini aku masih saja berkeringat hanya karena melihat senyum licik Maya.

“Kamu benar – benar lupa? Setiap awal semester, dari kelas satu sampai kelas tiga akan melakukan study tour” jawab Maya dengan senyumnya itu, aku pun teringat kenangan yang sedang dikatakan Maya.

Aaah... benar juga, sekolahku memang punya program menyebalkan itu di setiap tahun ajaran baru. Setiap tahunnya, SMA ini akan menentukan lokasi wisata sesuai dengan kesepakatan antar kelas dan kami semua akan menaiki bus. Meskipun kurang ingat detailnya tapi aku yakin aku pernah melewati masa ini sampai tiga kali di kehidupan sebelumnya, dulu aku rasa aku pernah ke gunung, ke pantai dan terakhir kami ke salah satu candi di luar kota.

“Kita bakal dibagi berkelompok. Kalau kamu seperti ini terus, kamu bakal melalui perjalanan dengan canggung dan punya kenangan buruk” celetuk Maya mengejekku, aku kesal kalau mengingat kejadian itu dan sampai saat ini pun aku tidak bisa melupakan pengalaman buruk study tour.

“Ugh!! Iya sih!!” geramku ketika teringat kalau akan diadakan acara study tour dalam beberapa bulan lagi, tepatnya setelah ujian semester satu.

Meski di kelas aku sudah terbiasa diperlakukan layaknya makhluk yang tidak diperlukan bahkan dianggap tidak ada, tapi aku masih belum terbiasa saat ada yang bilang ‘Ada yang masih belum dapat kelompok?’ rasanya itu lebih menyakitkan dibanding aku dikelas sendirian, antara malu karena tidak ada yang menginginkanku dan juga aku tidak ingin berinteraksi dengan mereka semua.

“Lebih baik kamu persiapkan mental mulai sekarang~” Maya terdengar mengejek dan menggodaku dengan kalimat itu, kesal rasanya karena ini satu – satunya event yang membuat aku merasa menyesal menjadi serigala penyendiri.

“Kamu sudah berasumsi kalau aku bakal jadi orang sisa dikelas?!” bentakku, Maya malah tersenyum mengejek sambil menaikkan bahunya.

“Kalau udah jelas gitu, gak ada gunanya juga aku memperhalus bahasaku” Maya mengucapkannya dengan hinaan. Apa yang dikatakan Maya tidak ada yang salah, tapi apa memang sesulit itu memperlakukan aku dengan lebih baik?

Seketika aku teringat hal penting yang perlu aku tanyakan ke Maya... aku sampai lupa menanyakan hal penting ini padahal sudah beberapa kali aku bertemu hanya berdua saja dengannya di kafe ini.

“Hei boleh aku tanya sesuatu?” tanyaku

“Tanya apa?” tanya Maya lalu dia meminum teh di dalam gelas dari sedotan, dia seolah tidak mau peduli apa pun pertanyaanku.

“Kamu punya pacar?” tanyaku lagi dengan nada datar, Maya menyedot minumannya sampai habis dalam satu kali tarikan nafas lalu dia menatapku dengan tajam.

“Apa?” tanyaku heran dengan tingkahnya, perlahan Maya melepaskan sedotan dari bibirnya yang mungil itu.

“Hmp!! Ternyata orang madesu (Masa Depan Suram) kayak kamu penasaran sama hal begitu ya” celetuknya sambil membuang muka menatap kaca jendela, entah apa yang dia tatap.

“Kurasa begitu” jawabku tenang

“Ka... kamu keberatan... kalau aku punya pacar?” tanya Maya dan perlahan dia melirikku dengan mata lentiknya, terlihat rona merah di pipinya.

“Sepertinya iya” jawabku tegas, seketika aku melihat Maya tersentak sampai sempat menatapku sejenak dan dia pun segera membuang muka untuk menatap langit – langit kafe.

“Eeh... gi.. gitu yaa!” timpalnya, aku diam sesaat karena bingung sama gelagat Maya sejak aku menanyakan hal tadi.

Entah kenapa aku merasa Maya sudah salah paham tentang sesuatu, tapi mana mungkin dia salah paham kalau aku merasa cemburu dia punya pacar. Tidak mungkinlah... perlahan dia kembali menatapku dengan rona merah di pipi, kedua tangan dia tempelkan di pipi lalu berkata....

“Aku populer di kalangan anak laki – laki disekolah, kan? Di kehidupan sebelumnya banyak laki – laki yang nembak aku. Jadi, suatu saat nanti bisa jadi kita bisa bersama” jawabnya dengan suara tawa kecil, dan kelihatan sekali kalau dia mendadak menjadi sangat percaya diri tapi yah sudahlah memang orangnya seperti itu.

“Berhenti mengatakan hal semacam itu secara tiba – tiba” timpalku tegas, lalu Maya menghela nafasnya cukup keras.

“Tolong anggap lebih serius jawabanku dong!” keluhnya terdengar kesal dan kembali melipat tangan di atas meja lalu membuang muka.

“Oke, tolong kasih tahu aku kalau suatu saat nanti kamu punya pacar” pintaku

“Mana mungkin aku kasih tahu ka... Eeh? Gimana?” ucapnya heran, dia pun menatapku dengan raut wajah yang kebingungan.

“Kamu... gak keberatan?” tanya Maya lagi karena mungkin aku hanya diam dengan wajah datar menatapnya.

“Gawat jadinya kita bertemu seperti ini secara rutin seandainya kamu punya pacar. Kalau kamu emang udah punya pacar, lebih baik kita hentikan keputusan buat ketemu secara rutin di kafe ini” jelasku, Maya terdiam dan menatapku datar sampai beberapa detik.

“Hah?!!” bentaknya tiba – tiba setelah terdiam beberapa saat, aku sampai kaget dibuatnya.

“Haah~ gak sih, emang sudah aku duga sejak awal... ya, memang sesuai perkiraanku...” agak bergumam Maya mengucapkannya sambil dia bersandar pada kursi.

“Entah apa yang sudah kamu pahami, tapi selama kamu paham ya sudah” timpalku, tiba – tiba Maya berdiri, menggebrak meja lalu menunjukku dengan raut wajah marah namun ada rona merah di pipinya.

“Sejak awal aku gak pernah salah paham ya!! Karena itu aku mengerti semuanya dengan sempurna. Jadi gak perlu ke-GR-an, Raka!” bentaknya terasa mengintimidasi, aku bingung harus mengatakan apa...

“Ooh.. ya.. bagus...” timpalku sedikit terbata

Aku tidak mengerti kenapa Maya tiba – tiba marah seperti itu, seolah dia punya dendam padaku. Tapi Maya bilang aku jangan salah paham, masalahnya aku memang tidak merasa memiliki kesalahpahaman apa pun atas hubungan ini...

“Pokoknya di kehidupan sebelumnya aku gak punya pacar dan di kehidupan ini pun aku gak niat buat cari pacar” celetuknya dan dia kembali duduk sambil memegang gelas minumannya yang sudah kosong tersisa es batu.

“Bukannya kamu populer di sekolah, yakin gak mau punya pacar?” tanyaku, Maya menggelengkan kepala.

“Pacaran di SMA itu cuma buat pusing, terkhusus buat perempuan” jawab Maya dengan tegas

Kalau tidak salah Vanya pernah berkata hal yang mirip sama Maya ketika aku tanya dia punya pacar atau tidak di kehidupan pertamaku, aku rasa memang dunia para gadis itu menyeramkan dan aku semakin yakin untuk tidak terlibat dengan masalah mereka.

“Lagian aku gak ada niat punya pacar sampai Raka punya teman terlebih dahulu~” dengan senyum Maya mengatakannya padaku, dia sedang membebaniku, kan?!!

“Jangan beri tekanan aneh gitu ke aku!!” timpalku dengan bentakan

“Ya makanya cari teman sana~” ucap Maya dan terdengar sekali kalau dia berniat mengerjaiku, aku menghela nafas lalu hendak menghabiskan minumanku.

“Jangan terlalu berharap” tegas aku katakan dan Maya pun tertawa sambil menatap keluar kaca jendela yang semakin gelap karena matahari mulai terbenam, kami pun terdiam kembali...

Setelah percakapan barusan aku pun berpikir untuk sementara aku rasa tidak buruk juga untuk menjaga hubungan ini....

Hari pun mulai gelap, perlahan tapi pasti matahari semakin tenggelam dan ini saatnya aku dan Maya berpisah. Kami pulang ke rumah masing – masing dan aku malah jadi kepikiran tentang acara sekolah yang menyebalkan itu, belum siap mentalku untuk menghadapi semua kecanggungan event itu. Tapi semakin dipikir juga malah membuat aku semakin panik, aku harus segera mengalihkan perhatianku dari hal itu.

Sepanjang minggu aku melalui sekolah dengan tenang hingga tiba akhir pekan, aku sengaja bangun pagi – pagi sekali pada akhir pekan dan melalui perjalanan yang cukup jauh menggunakan MRT (Moda Raya Terpadu) menuju pusat kota. Aku masih saja kepikiran tentang study tour itu sepanjang hari, sampai pada akhirnya aku memutuskan untuk me time supaya aku bisa sedikit lebih tenang

Aku ini tipe serigala penyendiri yang bisa saja menghabiskan seminggu penuh di dalam rumah, tapi aku juga cukup sering keluar hanya untuk memeriksa Manga maupun novel baru yang dijual di toko buku dari waktu ke waktu sampai aku hampir hafal jadwal terbit Manga ataupun novel keluaran terbaru.

Di toko buku yang aku tuju, biasanya aku sudah mengincar jauh – jauh hari sebuah Manga ataupun novel terbitan terbaru. Ditambah ingatanku dari kehidupan sebelumnya, aku tidak akan terjebak lagi untuk membeli Manga atau novel yang ceritanya jelek. Meski begitu, kadang aku merasa seru juga kalau aku menginvestasikan uang yang dulu aku pakai buat buku jelek ke buku yang belum sama sekali aku pernah baca.

Di dalam toko buku itu aku melihat - lihat sambil memilih beberapa buku yang tersusun rapi di dalam rak, aku sering kali tertawa sendiri melihat novel keluaran terbaru yang masih terbungkus rapi namun aku sudah tahu isinya. Sambil memegang buku itu aku berkata dalam hati ‘Oh yang ini sudah pernah aku baca’, ha ha ha... rasanya seru seperti aku memiliki kemampuan khusus untuk membaca isi buku meski buku itu tertutup rapat. Yaah... itu karena di kehidupanku sebelumnya aku sudah pernah membaca buku – buku itu.

Namun ada beberapa Manga ataupun novel yang membuat aku bimbang karena isinya memang sangat bagus, dalam hati aku berperang sendiri sambil berkata ‘Apa aku abaikan saja semua buku yang pernah aku baca dan menginvestasikan ke buku yang belum pernah aku sentuh? Tapi ada beberapa buku bagus terbitan tahun ini yang sangat menarik buat di koleksi dan dibaca ulang’ nasib aku bukan terlahir dari keluarga kaya, aku harus bisa mempergunakan uang dengan bijak dan baik.

Aku sangat suka momen – momen seperti ini, memilih Manga, novel dan mencari tahu sekuel – sekuel dari Manga dan novel yang aku ikuti di toko buku. Rasanya hal – hal seperti ini tidak akan pernah aku dapatkan kalau aku membeli buku secara online, kebahagiaan kadang bisa muncul dari hal sederhana tanpa memikirkan sesuatu yang ribet.

Setelah mencari – cari cukup lama, aku masih belum bisa memutuskan akan membeli apa karena pilihanku terlalu banyak sedangkan uangku tidak cukup banyak. Jadi aku memutuskan untuk kembali berjalan menyisiri rak – rak buku untuk mencari sesuatu yang lebih menarik, tapi di pertengahan jalan aku terhenti karena melihat seorang gadis seusiaku dengan rambut blonde panjang ikal terurai.

Dia mengenakan topi di dalam ruangan, dia juga mengenakan kaus dengan bahu sedikit terbuka dan crop top namun berlengan panjang, dipadukan rok pendek ala girlband Korea dan dia terlihat begitu.... modis, tidak aku sangka di toko buku para wibu ini ada tipe pelanggan yang berpenampilan modis seperti itu.

Kehadirannya tidak biasa, terlebih dia menatap tumpukan Manga di rak buku seperti seorang psikopat. Matanya terlihat menatap tajam deretan buku seolah dia sedang mengincarnya, ‘Ternyata ada tipe wibu yang modis seperti ini ya, tapi kenapa dia menatap buku seperti itu?’ tanyaku dalam hati, saking ngerinya aku sampai merinding.

Di saat aku menatap gadis itu, aku menyadari dia sudah memilih beberapa buku yang dia genggam ditangan kirinya. Dan betapa terkejutnya aku ketika tahu buku yang dia pegang adalah ‘Sekumpulan novel romantis komedi!!! Selera kami sama!!’ seruku dalam hati, apa ini artinya aku telah bertemu dengan seseorang yang bisa aku ajak berkenalan dan mengobrol?

Tapi.... dilihat dari mana pun dia tipe gadis yang ekstrovert, meskipun selera kami sama itu bukan berarti pria madesu ini bisa berkenalan begitu saja dengan gadis yang terlihat begitu cerah bagai matahari. Pada akhirnya aku memutuskan untuk menjabat tangannya dalam imajinasiku lalu pergi menuju area lain untuk meneruskan petualanganku mencari buku baru... menyedihkan...

Baru juga hendak berbalik, gadis itu tiba – tiba saja menoleh dan mata kami sempat bertemu. Aku tidak ingin mencari masalah, jadi aku langsung melangkahkan kaki untuk pergi menjauh namun...

“Sial!” bentak gadis itu dan bentakan itu sampai membuatku membeku di tempat...

Ayolah!!! Bukannya terlalu jahat ya ngatain orang dengan kata ‘Sial’ setelah tidak sengaja saling bertatapan? Aku juga tidak mengganggunya walau harus kuakui sempat memperhatikan apa yang dia lakukan di sana dengan seksama, tapi tetap saja ngatain seperti itu terlalu kasar, kan? Tapi yaah.. aku tidak bisa menyalahkannya, aku pun pasti ketakutan saat ada seorang wibu yang diam menatapku untuk waktu yang cukup lama. Apa lagi dia seorang cewek, aku paham kenapa dia marah.

“Aku bicara padamu!” bentaknya dan entah sejak kapan sekarang dia sudah sangat dekat dengan di belakangku.

“Eeh” terkejut aku sampai hanya itu yang bisa aku ucapkan

Aku pun berbalik perlahan untuk menatap gadis itu, dalam hati aku berkata ‘Apa ini alur pertama sebelum dia akan memerasku?’ tapi betapa terkejutnya aku ketika melihat sosok asli gadis modis di hadapanku ini, dia adalah...

“Hah?! Elma?!!” spontan aku katakan itu, aku tidak sangka orang yang sedang berada di tempat berkumpulnya para wibu ini aku malah bertemu Elma si cewek nakal sekolah!!

1
i'm your
wkwkwk kesian amat
You Know me So well
ya ya ya bangga aja udah gpp 🗿🗿
Silvia: ayo Qt beri tepukan...😄
total 2 replies
SS Star
sari apaan sih, fix kesel banget sama nih orang /Panic//Panic//Panic/ keliatan banget kalah saing sama elma sampai harus playing dirty buat jatuhin dia /Panic//Panic/ tapi jujurly gw penasaran banget sih sama next move yang bakal raka lakuin buat mutar roda kenangan dia, lagian maya udah meremehkan raka banget ya, tapi aku kalau jadi maya sama aja sih responnya /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ which is emang bener sih raka tuh keliatan useless banget dan gak guna sama sekali jadi manusia /Facepalm//Facepalm//Facepalm/
SS Star
udah baca sejauh ini dan gw dapet konklusi: Raka emang takdirnya buat ditampol massal /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Elma, Maya, sekarang Sari, semuanya punya insting yang sama buat ngeplak si raka/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ tapi jujurly alurnya makin seru pas masuk ke misteri hilangnya memory kehidupan pertama dia, fix ini sih topik yang bakal seru banget buat diexplore ke depannya, semngat Thorku /Determined//Determined//Determined/
SS Star
eh ko tumben ch ini agak deep, tapi seru sih jadinya gak bercanda mulu /Facepalm//Facepalm/ agak mempertanyakan kok raka bisa lupa sama Elma padahal teman sekelas, padahal diawal dia kyk dapet flashback sama kehidupan pertamanya gitu kan /Shy//Shy//Shy//Shy/ tapi ttp ya, point minusnya itu elma gak nampol raka ditempat /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ padahal aku menantikan itu loo thor, sepanjang ch ini raka pure bikin emosi jiwa /Facepalm//Facepalm/
pie gemilang
jangan berharap banyak Raka...sepertinya kamu akan mendengar kalimat itu setiap saat!🤣💪
Kerak Telor
🤣🤣🤣terjebak situasi apa lagi Raka ini?😄😄
Cece: kaga ada yg bener cara Raka ketemu cewek 🤣
total 1 replies
Kenzie
elma suka raka?? hmm.. maya terus gimana thor??
4rafah: Maya SMA Elma berantemin aja.🤣🤣🤣
total 2 replies
pie gemilang
go ahead maya🤣🤣🤣💪💪💪...
pie gemilang
🤣🤣 jijik gak tuh?
Chizuru
baper .........🫣🫣🫣... apa2an si Raka iniii
Silvia: sadar gak sih Raka?
total 1 replies
Chizuru
malang sekali si serigala penyendiri ini.... mulai dapat predikat madesu pulaaaa😄
Chizuru
ternyata pria tulen kalau ngomong bisa gemeteran juga🤣
Chizuru
Maya lagi Maya lagi...😄😄 kuat mental ya rakaa.... author sepertinya terlalu senang MC menderita Krn wanita 1 ini
pie gemilang
mulai menikmati perjalanan sang serigala penyendiri......🤣
pie gemilang
ini nih...mencurigakan sekali...jangan jangaaaan.....ini kisah author 🤣🤣...Krn ada novel author yang bersambung😄😄...awas aja Sampek Hiatus...
kiana surya
bab 1 udah dibikin ngakak perkara ta* kucing 🐱🐱🤣🤣...menarik nih pasti ceritanya...semangat author sayaaang
i'm your
udah mulai agak nampak keseriusan nih novel dari segi cerita, menarik
kiana surya
mengganggu syekaliii🤣🤣🤣😄😄😄🤣
SS Star
btw lo udah punya temen belom thor? sini deh, bilang ke gw kalau rambut gw wangi kayak raka ke luna /Facepalm//Facepalm//Facepalm/ si raka beneran apes banget sih, kena tumbal dari stressnya author sampai dibuat menyedihkan parah /Sob//Facepalm/ tapi jujurly konyol abis sih, gw selalu ngakak brutal tiap baca. apalagi pas imagine visual raka tuh literally lo yang baru kelar potong rambut/Tongue//Tongue//Tongue/
You Know me So well: waah lu parah seh, lama-lama authornya bisa kena spill beneran 🗿🗿🗿
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!