NovelToon NovelToon
LENTERA SERAPHINE

LENTERA SERAPHINE

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Diam-Diam Cinta / Cinta pada Pandangan Pertama / Percintaan Konglomerat / Anak Genius / Cintapertama
Popularitas:70
Nilai: 5
Nama Author: pupybear

Dunia terlalu kejam untuk dia yang hanya terus menangis.
Bumi ini sangat jahat untuk wanita yang hanya mengandalkan dirinya sendiri, berbekalkan keberanian dan tekad untuk bisa bertahan hidup di tengah tengah gempuran kesulitan.

Haeyla Seraphine layak mendapatkan kemenangan atas hidup nya, cinta dan ketulusan layak untuk dia menangkan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pupybear, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagian 21.

Rumah Cila saat ini.

Hari ini waktunya Cila untuk belajar lebih banyak mengenai bisnis keluarga mereka, mami nya ingin agar Cila bisa segera membangun bisnis nya sendiri di umur nya yang masih terbilang muda ini. Banyak keuntungan yang akan Cila dapat jika dia mahir dalam bidang ini, namun Cila sedikit berbeda, dia tidak terlalu tertarik sebenarnya, tapi karena mami nya dia harus terus berusaha.

" Hari ini akan ada guru les bisnis kamu yang akan datang ke rumah sayang. " ucap mami Cila.

" Loh, pake guru juga mam?." heran Cila.

" Kenapa?, bagus kan?, kamu jadi akan lebih fokus. " Yakinkan mami Cila.

" Gak bisa kalau mami aja yang ngajarin Cila?."

" Mami banyak kerjaan Cila, lagi pula guru kamu ini terkenal baik dan juga jago dalam bidang ini kok, tenang aja. " Mami Cila langsung pergi ke kantor nya meninggalkan Cila di rumah sendiri.

Cafe Fourtune.

" Kenapa Bum?, ketat banget itu muka?." Ardhana mendatangi Bumi yang sedang memandangi ponsel sedari tadi.

" Kemarin Haeyla kenapa sebelum pulang Dhan?." tanya Bumi.

" Gak kenapa kenapa, ya kaya biasa aja."

" Yakin lo?, tapi dia itu beda banget hari ini. "

" Bedanya?. "

" Dia tuh terkesan gak mau ada di dekat gue ataupun ngobrol banyak sama gue."

" Mungkin dia lagi capek aja kali, dia kan banyak kerjaan, jangan terlalu di pikirin."

" Masasih?. "

" Iya, biasalah cewe kalau lagi cape kan suka begitu. " Ardhana meyakinkan Bumi yang sedang bingung.

Bumi tergolong laki laki yang sangat amat peka dengan sekitar dan orang terdekat nya, jadi wajar saja jika dia merasakan ada yang berbeda dengan Haeyla tadi.

Tidak tahu apa penyebab yang membuat Haeyla tampak seperti menjaga jarak dengan Bumi, apa mungkin karena Serin atau karena Haeyla sedang lelah saja untuk berinteraksi.

' Lama banget guru nya dateng ya, ini udah hampir satu jam loh gue nunggu, jadi kering gue lama lama.' gumam Cila.

" Permisi. " Terdengar suara lelaki dari balik pintu rumah Cila.

" Ya yaa, sebentar, akhirnya datang juga." Cila langsung membukakan pintu.

Cila mematung dan terdiam.

" Halo!. " Lelaki itu melambaikan tangan ke wajah Cila yang bengong.

" Halo, Cila kan?. " ucap nya lagi.

" Ee ehh iya, gimana gimana?. " Cila tersadar dari lamunan nya.

" Saya guru privat bisnis kamu. "

" Hahhh!, jadi lo?!!!. " Teriak Cila tanpa sadar.

" Ada yang salah?." ucap nya.

" Yaaa enggak sih, yaudah deh ayo masuk. " Cila sangat terkejut bukan karena tanpa alasan, dia terkejut karena mengetahui bahwa guru yang di maksud mami nya adalah lelaki yang dia pernah temui di toko kue waktu itu. Ya, laki laki tampan yang cool itu.

" Jadi ini rumah kamu?. "

" Iya, hehe. " Cila terlihat sangat sangat gugup.

" Saya Rakha. " memperkenalkan diri.

" Hmmm??, ohh, gue Cila." jawab Cila gugup.

' Owwww, jadi namanya Rakha ya, ganteng sih nama nya sama kaya orang nya. ' Batin Cila.

" Bisa kita mulai Cila. "

" Bbbisa, tapi gini, sebenernya gue tuh gak tertarik sama bisnis serius, jadi gue agak males belajar sih. " Jujur nya.

" Di coba aja dulu, kamu coba baru kamu bisa bilang gimana gimana nya. "

' Emang lo kira apaan di coba coba yaa.' Batin Cila lagi. Entahlah, tapi jujur saja, Cila memang sangat malas untuk belajar soal bisnis, baginya lebih baik berjalan jalan dan berbelanja.

Pukul 15:00 di kediaman Arbian.

Sesuai perjanjian, Haeyla datang bersama Arbian ke rumah.

" Maa, ini Haeyla udah datang. " Teriak Arbian. Tidak lama kemudian mama Arbian muncul dari dapur.

" Aduhh, Haeyla sayang tante, apa kabar cantik?. " Sambil mencium pipi Haeyla.

" Baik tante, tante apa kabar?. " Haeyla tersenyum.

" Baikk, ayo ayo, tante lagi buat cake spesial, ayo kita ke dapur. " Mereka langsung pergi meninggalkan Arbian sendiri.

' Ma ma, tapi yaudahlah, lihat mama sama Haeyla dekat aku juga senang banget. ' Gumam Arbian.

" Coba lihat, tante lagi mau buat peach cake dengan topping full keju. "

" Wah, itu favorit aku banget tante."

" Serius?, ini favorit kamu?. "

" Iya tan, dari kecil aku suka sama peach cake. "

" Ya ampun, kebetulan banget ya, berarti cake ini memang di takdirkan untuk kamu Haeyla. " Mama Arbian sangat ekspresif bersama Haeyla.

Sejak kecil Haeyla memang sangat menyukai peach cake dengan toping keju yang banyak, dulu mama nya selalu membuat cake itu untuk Haeyla.

Setelah hampir 30 menit Haeyla dan mama Arbian berada di dapur, akhirnya mereka selesai.

" Arbian sayang, sini ayoo. " Mama Arbian dan Haeyla duduk di ruang tamu sambil membawa cake yang baru saja mereka buat. Arbian datang dan melihat keduannya sudah duduk di ruang tamu.

" Harum banget nih kayanya. " Puji Arbian.

" Iya dong, ini kamu cobain, peach cake buatan Haeyla, ini Haeyla yang buat, mama bagian lihat lihat doang."

" Bener kamu yang buat La?. "

" Bareng sama mama kamu juga kok Ar." Arbian segera menyantap cake tersebut.

" Its good really, enak banget La. " Puji Arbian setelah memakan peach cake itu.

" Apa mama bilang, Haeyla ternyata jago bikin kue." puji mama Arbian lagi.

" Bener ma, buktinya ini enak banget, kue nya juga lembut banget. " lagi lagi Arbian memuji.

" Thank you tante, Arbian, tapi aku gak sebisa itu, aku juga masih belajar kok. "

Awalnya memang mama Arbian yang ingin membuat peach cake tersebut, namun ketika dia tau kalau Haeyla ternyata bisa membuat nya, dia membiarkan Haeyla mengerjakan nya, dan sengaja agar Arbian mencoba cake buatan Haeyla sendiri.

Telpon Haeyla berdering.

Divo.

" Sebentar ya Ar, tante. " Haeyla pergi untuk mengangkat telpon.

" Ada apa Vo? "

" Lo dimana La, ayolah bicara sama gue sebentar. "

" Maaf ya, aku lagi sama Arbian dan mama nya, jadi aku gak bisa. " Haeyla mematikan telpon.

' Haeyla!, kenapa sih lo sulit banget di ajak bicara, gue cuma pengen lo nemuin mama gue sebentar La, gue gak minta apa apa dari lo!.' Teriak Arbian.

Sementara di rumah Arbian, mereka masih berkumpul di ruang tamu.

" Kamu kerja jam berapa hari ini La?, biar aku anter. " ucap Arbian.

" Sebentar lagi Ar. "

" Yah, sayang banget ya, quality time kita cuma sebentar. " keluh mama Arbian.

" Sory tante, Haeyla janji deh, nanti kalau Haeyla free, Haeyla bakal main kesini lagi. " Ucap Haeyla.

" Bener ya, tante tunggu loh. "

" Iya tante pasti kok. "

" Yaudah ma, aku mau anter Haeyla kerja dulu ya."

" Aku pamit dulu ya tante, makasih buat cake nya. "

" Ini juga buatan kamu Haeyla sayang. " ucap mama Arbian sambil tersenyum.

Arbian dan Haeyla pergi menuju tempat kerja Haeyla, karena hari ini Haeyla harus lembur, karena ada kerjaan yang harus Haeyla selesaikan. Sampai di tempat kerja Haeyla, Bumi melihat Haeyla yang datang bersama dengan Arbian dengan motornya, mata Bumi sangat tegas melihat mereka berdua, mungjin Bumi akan kesal, atau juga sebaliknya.

Bersambung.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!