NovelToon NovelToon
Cinta Di Ujung Gitar

Cinta Di Ujung Gitar

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Pernikahan Kilat / Menjadi Pengusaha / CEO / Cintamanis
Popularitas:1.4k
Nilai: 5
Nama Author: Awan Tulis

Dua keluarga dan satu janji masa lalu. Ach. Valen Adiwangsa dan Milana Stefani Hardianto adalah potret anak muda sempurna; mengelola perusahaan, membangun usaha mandiri, sambil berjuang di semester akhir kuliah mereka. Namun, harmoni yang mereka bangun lewat denting unik Gitar Piano terancam pecah saat sebuah perjodohan direncanakan secara sepihak oleh orang tua mereka.

Segalanya menjadi rumit ketika Oma Soimah, pemegang kekuasaan tertinggi keluarga Hardianto, pulang dengan sejuta prinsip dan penolakan. Baginya, cinta tidak bisa didikte oleh janji dua sahabat lama. Di tengah tekanan skripsi dan ambisi keluarga, Valen harus membuktikan bahwa dirinya lebih dari sekadar "pilihan orang tua".

Mampukah nada-nada yang ia petik meluluhkan hati sang Oma yang tak mengenal kata kompromi?
Ataukah perjodohan ini justru menjadi akhir dari melodi yang baru saja dimulai?

Yuk kisah cinta Mila dan Valen🥰❤️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Awan Tulis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 21 - Bantuan Naldy

"Lohh, Oma, Ada apa? Oma sakit" tanya Valen kaget. Ia di sana sedang menemani Tante Lesti yang baru saja selesai cek kandungan bulan ketiga. Lesti yang tampak memegangi perutnya yang mulai membuncit ikut terkejut melihat wajah Robi yang berantakan.

"Mila... Mila pingsan," jawab Oma.

Dunia seolah berhenti berputar bagi Valen. Tanpa pikir panjang, ia meninggalkan Tante Lesti sejenak dan berlari menuju ruang perawatan di mana keluarga Hardianto berkumpul.

Robi menemani Oma dan Tante Lesti menuju ruang perawatan.

"Valen kelihatan khawatir banget, Les," ucap Oma. "Tapi gimana lagi, ini kesalahan orang tua mereka," imbuh Oma merasa kasihan.

"Lo bisa bantu gue, Naldy?" tanya Valen cemas saat Naldy mau masuk ke dalam ruangan.

"Apa, Len?" balas dokter Naldy bertanya.

Ternyata dokter Naldy itu teman baik Valen semasa sekolah. Dan Naldy lah pemilik rumah sakit ini.

"Di dalam ada gadis yang pingsan, tolong cek kondisi dia dulu," pinta Valen khawatir.

"Tapi, gue diminta pegang pasien kecelakaan dulu, Len," balas Naldy yang setelahnya terdiam, dia mengingat Valen yang dulu selalu membantunya.

"Gue bantu periksa gadis itu dulu," ucap Naldy yang langsung mengambil ponselnya menelpon dokter senior untuk menggantikannya memegang pasien yang kecelakaan.

Setelahnya, Naldy langsung masuk dan memeriksa kondisi Mila yang ternyata di dalam ada bunda Selfi. Beberapa menit kemudian Naldy keluar menghampiri Valen dan keluarga Hardianto.

Naldy menghela napas. "Gejala tipes dan kelelahan akut, ditambah stres yang terlalu berat. Dia butuh istirahat total dan... ketenangan pikiran, Len."

Valen terduduk lemas di kursi tunggu. Ia menatap pintu kamar rawat Mila dengan tatapan kosong. Tante Lesti mendekat, mengusap bahu keponakannya itu. "Sabar, Len. Mila kuat kok."

Tak lama, pintu terbuka. Bunda Selfi mengizinkan mereka masuk karena Mila sudah siuman. Valen melangkah paling depan, namun langkahnya tertahan tepat di samping ranjang Mila.

Mila membuka matanya perlahan. Hal pertama yang ia lihat adalah wajah Valen yang penuh kekhawatiran. Bukannya tersenyum atau merasa lega, tatapan Mila justru berubah menjadi datar dan dingin.

"Mila, kamu sudah sadar? Mana yang sakit?" tanya Valen lirih, mencoba meraih tangan Mila.

Mila menarik tangannya dengan lemah, menjauh dari jangkauan Valen. Ia membuang muka ke arah jendela. "Kenapa Kak Valen ada di sini? Aku cuma kecapean. Silakan pulang, Kak, nanti dicari Om Fildan kalau 'tugas' jaganya nggak lapor."

Suasana ruangan mendadak beku. Perkataan Mila yang mengungkit soal "tugas" benar-benar menyayat hati Valen.

"Mil, aku di sini bukan karena siapa-siapa..." Valen mencoba menjelaskan.

"Cukup, Kak," potong Mila tanpa menoleh. "Aku mau istirahat. Tolong semuanya keluar, Mila mau sendiri."

Valen berdiri mematung. Ia menoleh ke arah Oma Soimah yang berdiri di pojok ruangan. Oma hanya diam, memperhatikan cucunya yang keras kepala dan calon menantunya yang hancur. Valen akhirnya memilih untuk keluar dengan bahu yang lunglai, menyadari bahwa satu minggu ke depan—menuju sidang akhir Mila—akan menjadi perjalanan terberat dalam hidupnya.

Setelah Valen melangkah keluar dengan hati yang hancur, suasana di dalam kamar rawat inap itu mendadak sunyi dan menyesakkan. Mila masih membuang muka ke arah jendela, enggan menatap siapa pun. Air mata yang sejak tadi ditahannya akhirnya luruh, membasahi bantal rumah sakit yang dingin.

Bunda Selfi mendekat, duduk di tepi ranjang sambil mengusap lembut kening Mila. "Sayang, jangan begini. Kondisi kamu masih lemah, Nak," ucap Bunda Selfi dengan suara bergetar menahan tangis.

Tante Dewi ikut mendekat dan menggenggam tangan Mila yang terasa sedingin es. "Mila, dengerin Tante. Kita semua khawatir, terutama Valen. Dia tadi lari-larian seperti orang kehilangan arah saat tahu kamu pingsan. Jangan terlalu keras pada hatimu sendiri, Sayang. Bahkan dokter yang memeriksa kamu tadi itu teman baik Valen.

Kalau bukan Valen yang meminta dengan sangat, mungkin kamu baru diperiksa setelah dokter itu menangani pasien kecelakaan."

Mila menggeleng pelan, isakannya semakin terdengar pilu. "Mila cuma kecewa, Tante. Mila merasa dibodohi. Selama ini Mila pikir perhatian Kak Valen itu tulus, ternyata cuma bagian dari rencana Papa Fildan dan Ayah. Mila nggak mau jadi beban atau sekadar 'tugas' buat orang lain."

Bunda Selfi dan Tante Dewi saling pandang. Mereka menyadari betapa dalam luka Mila, karena rasa cintanya pada Valen justru tumbuh subur di saat yang salah—di bawah bayang-bayang sebuah skenario perjodohan.

"Tidur ya, Nak. Istirahat dulu. Jangan pikirkan skripsi atau apa pun sekarang," bisik Bunda Selfi lembut sembari merapikan selimut Mila.

Sementara itu, di luar ruangan, Valen menyandarkan punggungnya ke dinding koridor. Kepalanya tertunduk dalam, mencoba meredam gejolak di dadanya. Dokter Naldy, yang baru saja selesai memberikan instruksi pada perawat, menghampiri sahabatnya itu.

"Dia siapa, Len? Kok lo sampai diusir begitu?" tanya Naldy heran.

_______

Ditunggu part selanjutnya ya Guys

Love you All ❤️

1
Alyarahmat Alya
ditunggu part selanjutnya 🤭😍
Fara Samsung
seperti biasa rajin up ya ka 👍💪
Awan Tulis: halo kak, terima kasih yaa 😍❤️
total 1 replies
Fara Samsung
kapan up kak udah jam 21.00
Awan Tulis: halo kak, sudah up kok kak part 42❤️
total 1 replies
Fara Samsung
pokoknya lanjuttttt 👍
Awan Tulis: halo kak, terimakasih ya😍
total 1 replies
Fara Samsung
lanjuttt kak sukak rajin up ya 👍😍
Fara Samsung
sukakkk bgt rajin rajin up ya kak
Awan Tulis: aaa terima kasih kakk sayang❤️
total 1 replies
Fara Samsung
lanjutt terus kak sampek mila punya anak 🤭🤣
Awan Tulis: hihii siapp
total 1 replies
Fara Samsung
lanjut kak sukakk👍
Fara Samsung
lanjut kak semangat
Awan Tulis: halo terima kasih kak😍 Cinta di Ujung Gitar update setiap hari pukul 13.00 dan pukul 21.00 ya kak, ditunggu yaaa😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!