NovelToon NovelToon
Encrypted Hearts

Encrypted Hearts

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Trauma masa lalu / CEO / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:4k
Nilai: 5
Nama Author: Ayu Anfi

Sequel Langit Senja Galata

Pernikahan adalah suatu hal sakral untuk menyatukan dua hati dalam satu ikatan janji suci. Lalu bagaimana jika pernikahan tersebut terjadi antara dua orang yang tidak pernah akur satu sama lain? Alvin adalah CEO yang dingin, sedangkan Nana adalah gadis yang terlihat sempurna tapi memiliki gangguan duck syndrome. Baik Alvin maupun Nana memiliki ke hidupan lain di balik layar, tanpa ke duanya tahu bahwa mereka adalah musuh bebuyutan di dunia cyber.

Adik Lunara Ayzel Devran tersebut tanpa pikir panjang menujuk gadis yang sedang duduk di samping sang kakak adalah calon istrinya. Hanya demi menghindari kehidupannya diusik oleh sang kakek yang telah membuat hati sang kakak banyak tersakiti.

“Aku akan menikah dengan Nana,” ucap Alvin.

Nana yang sedang minum terkejut, dia tidak sengaja menyemburkan minumannya.

“Onty jolok! Baju Ezza jadi bacah,”

Apa alasan Nana akhirnya menyetujui permintaan Alvin? Lalu bagaimanakah kehidupan ke duanya setelah menikah?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ayu Anfi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku mau

Nana lari-lari di taman bersama Altezza, bocah tiga tahun tersebut telihat senang saat sang aunty menemaninya bermain dan olah raga. Ayzel bersama dengan putra ke duanya memilih duduk di bangku taman sambil mengamati Nana dan Altezza yang masih asik bermain.

“Ihihihi. Onty jangan cepelti kula-kula,” ucap Altezza yang penuh semangat berlarian ke sana ke mari.

Nana bahkan sudah mulai ngos-ngosan mengejar keponakannya tersebut. “Pelan sedikit, boy. Aunty capek ini,” ucapnya dengan napas ngos-ngosan, Nana menunduk memegangi ke dua lututnya dengan tangan.

Altezza tertawa melihat auntynya. “Onty malas olah laga cih. Jadi na ndak bica kejal Ezza,” ledek Altezza pada sang aunty. “Ayo, onty! Kita lali-lali bial cehat,” Altezza menarik Nana untuk kembali lari-lari.

Tidak jauh dari tempat Nana dan Altezza lari-larian, Haziel duduk di pangkuan sang mama. Bocah satu tahun tersebut terus menatap kearah taman dengan rerumputan hijau.

“Ekheee...ma...ma...ma,” Haziel berlonjak kegirangan di pangkuan sang mama saat melihat abang dan auntynya sedang lari-larian.

“Adek mau ikut abang lari-lari, hmm?” Ayzel meng3cup gemas putra ke duanya tersebut.

“Ekhee...tut ma...tut na,” ocehnya yang ingin ikut sang abang bermain di rerumputan hijau.

“Tunggu papa datang dulu ya, sayang! Kamu kalau merangkak bikin mama jantungan,” putra ke dua Ayzel saat ini memang baru mulai belajar berjalan, di posisi merangkak Haziel selalu membuat Ayzel ketar ketir dengan kecepatan bocah itu. Karena itu dia butuh Alvaro jika harus melepas Haziel bermain di tempat luas dan di luar ruangan.

Haziel mengangguk-angguk, adik Altezza tersebut seolah mengerti ucapan sang mama. Sambil menanti Alvaro dan Alvin selesai lari pagi, Ayzel memberi Haziel ASI yang sudah dia taruh dalam botol dot. Setidaknya putra ke duanya tersebut langsung anteng begitu mendapat sumber nutrisinya.

“Di mana, sayang?”

“Di bangku taman yang kemarin, hubby. Cepat sedikit, Haziel sudah merengek minta turun. Dia mau main di taman seperti Altezza,”

“Oke, sayang. Sebentar lagi sampai,”

Ayzel memutuskan sambungan teleponnya dengan sang suami. “Haziel sabar sebentar ya, nak! Papa sebentar lagi sampai,” ucapnya pada sang putra.

“Pa...pa...pa mpe?”

“Iya, sayang. Sebentar lagi papa sampai,”

Sementara itu di tengah lapangan berumput yang ada di taman itu, Nana kembali ngos-ngosan. Dia bahkan sudah duduk sambil menselonjorkan ke dua kakinya. “Aunty menyerah, boy. Kamu memang hebat,” Nana mengacungkan jempolnya pada Altezza.

“Belalti Ezza boleh dapat ec klim dali onty ini,” senyumnya mengembang saat Nana mengangguk.

“Bo-boleh. Tapi ijin mama dulu,” ucap Nana.

“Ciap onty,” jawab Altezza, bocah itu lantas ikut duduk di rerumputan bersama dengan Nana. Altezza merebahkan tubuhnya terlentang beralaskan rumput. “Begini lebih acik dan cejuk lho, onty. Udala macih cegal, sambil lihat awan-awan diatac cana!” tunjuk Altezza pada langit yang masih belum menampakkan semburat cahaya pagi.

Nana ikut berbaring di rerumputan, dia menjadikan ke dua tangannya bertumpu di belakang kepala. Netranya memandang lepas langit pagi itu, udara memang masih sejuk. Nana merasakan ke damaian saat memandang langit lepas yang masih terlihat sedikit gelap karena masih belum nampak matahari pagi menguasai.

“Aunty boleh bertanya, boy?” Nana menoleh kearah Altezza.

“Jangan cucah-cucah, bial Ezza bica jawab na. Ndak ucah pelu mikil belat,”

Nana terkekeh. “Hiih! Dasar anak Alvaro dan Ayzel,” gemas Nana pada keponakannya tersebut.

Altezza terkikik, dia selalu berhasil membuat Nana kalah. “Onty jadi ndak beltana cama Ezza?” lanjutnya.

“Atezza suka tinggal di sini?” tanya Nana, usia Altezza boleh masih tiga tahun. Tapi jangan salah, isi kepalanya itu seperti anak yang sudah besar. Alvaro dan Ayzel sampai harus melakukan homeschooling karena putranya bosan dengan pelajaran dasar anak TK.

Altezza mengangguk. “Di cini bica main ke lual lumah, ada kakek cama nenek. Ada uncel juga, di cini lame. Ndak cepelti di lumah cana,” jawabnya. “Onty pacti mau kabul dali lumah, mau cembuni di lumah nenek na Ezza kan?” tebak Altezza, Nana terkekeh.

“Asik banget, ngobrolin apa sih?” Alvin tanpa permisi, pria itu sudah berbaring di samping Altezza. Nana sampai terkejut di buatnya.

“”Hantunya datang, boy. Mau pindah tempat, tidak??” celetuk Nana sengaja menyindir Alvin, tapi sebenarnya dia justru ingin menghindar dari pria itu. Munculnya Alvin membuat Nana ingat kalau dia harus memberikan jawaban pada Alvin pagi itu.

“Ciapa?” Altezza menoleh ke kanan, dia mendapati uncle Alvin sudah berbaring di sampingnya. “Uwow! Lupa na ada uncel di cini,” lanjut Altezza.

Alvin memejamkan matanya, dia menarik napas dan menghembuskannya perlahan. Udara di sana memang sejuk saat pagi, terlebih hari itu di taman tidak terlalu banyak orang yang membuat taman jadi lebih tenang.

Nana menoleh ke samping kanan, dia memandangi Alvin yang sedang memejamkan matanya. Isi kepalanya  bersisik sekali, dia sedang di buat resah dan gelisah gara-gara pria bernama Alvin tersebut. Ingin rasanya kabur, tapi rumah keluarga Devran adalah tempat paling aman untuk Nana saat ini.

“Jangan lupa jawabanmu,” ucap Alvin singkat.

“Iya,” lemas Nana menjawabnya.

***

Altezza sudah lebih dulu di bawa pulang papa dan mamanya bersama dengan Haziel. Istri Alvaro cukup peka dengan situasi, dia tahu sang adik ingin bicara berdua dengan Nana. Karena itu dia memberikan waktu untuk Alvin dan Nana bicara, Alvaro hanya mengangguk.

“Onty jangan lupa ec klim puna Ezza,” Altezza mengingatkan sebelum pergi dari sana.

“Siap yang mulia pangeran,” jawab Nana, Alvin menggeleng dengan senyuman tipis melihat tingkah Altezza dan Nana.

Alvin dan Nana lantas berjalan berdampingan, dia memang ingin bicara serius dengan Nana. Alvin mengajak Nana duduk di bangku taman, mereka duduk saling berhadapan.

“Jadi?” tanya Alvin.

“Ck...irit banget sih bicaranya,” balas Nana.

“Aku tahu kamu sedang menghindar dari keluargamu, Na. Terutama ibu dan adik-adik sambungmu, bukan?” Alvin mulai membuka satu persatu kemungkinan yang membuat Nana tidak akan menolak permintaannya.

“Kamu cari tahu tentang aku lagi?” kesal Nana. “Sedikit,” jawab Alvin.

“Datamu aman bersamaku, tenang saja. Tidak perlu se panik itu,” Alvin dengan santainya meminum jus yang tadi dia pesan.

“Harus di jawab sekarang?”

“Tahun depan,” jawab Alvin dingin.

Nana mencebik, seulas senyum tipis terbit dari ke dua sudut bibir Alvin. Nana sangat lucu dan menggemaskan saat dalam mode kesal, gadis itu akan mengoceh tanpa henti.

“Kamu hanya perlu menjawab setuju, semua aku yang akan mengurusnya. Bagaimana Nana Kim?” Alvin mengulang pertanyaannya kembali.

Nana menatap Alvin lekat, ada sesuatu yang ingin Nana katakan. Namun dia juga tidak ingin mengatakannya, Nana tidak tahu apakah keputusannya ini akan membawanya pada hidup baru yang lebih baik, atau justru akan menambah daftar panjang hidupnya yang semakin porak poranda.

Namun jika teringat pesan singkatnya dengan appa Kim, darah Nana seolah mendidih. Pria itu mungkin sudah tidak lagi perduli padanya dan hanya perduli pada kelaurga barunya. Nana terlalu kecewa pada sang papa, Nana tidak mau lagi terjebak dalam pusaran yang berkaitan dengan keluarga baru sang papa.

“Aku mau,” jawab Nana.

“Mau apa?” Alvin menaikan satu alisnya, CEO Jazganara itu mengesalkan sekali bagi Nana. Tapi dia tahu, Alvin mungkin satu-satunya yang bisa membantunya. Dia tidak mungkin terus-terusan minta tolong pada Ayzel maupun Alvaro.

“Mau menikah denganmu. Puas?” Nana berdiri dari bangku tempatnya duduk, dia memutar hingga berdiri di samping Alvin.

Krek

Nana menginjak kaki Alvin, pria itu langsung membelalak. Sementara itu Nana langsung lari dan kabur dari sana.

“Nana! Awas kamu,” teriak Alvin, nana hanya melambaikan tangan tanpa menoleh pada Alvin.

Gadis dua puluh empat tahun tersebut lari pulang ke rumah, dia masuk begitu saja ke dalam rumah. Nana langsung naik ke lantai atas menuju kamarnya, dia bahkan tidak menyapa orang-orang yang ada di sana.

“Nana kenapa, nak?” tanya bunda Anara yang khawatir.

“Nanti Ze cari tahu, bun. Biarkan sejenak dia melampiaskan emosi negatifnya,” ucap Ayzel.

Sementara itu setelah Nana masuk ke dalam kamar, dia langsung menuju kamar mandi dan menguncinya. Nana masuk ke dalam bathup kosong, tiba-tiba saja dia menangis sesegukan. Saat ini dia ada di fase duck syndromnya sedang kambuh, Ayzel di bawah sudah bersiap dengan beberapa kemungkinan. Namun dia tetap memberi ruang untuk Nana bernapas lebih dulu.

 

1
Mar lina
aku mampir, kak
a yulaela_fa(Ayu Anfi): terimaksih kk... smg tdkmengecewkn kk sbg pembaca nvlku🙏🙏💗
total 1 replies
lyla lafiya
👍
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk❤️
total 1 replies
partini
ini nanti yg bucin duluan siapa yah
tapi aku suka gaya Nana sih
partini: dua"nya Thor boleh"
total 2 replies
partini
kakek benci banget sama nana aihhh no good suatu saat pasti bangga punya cucu mantu BADAS
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw blm th dia siapa nana kan ya. tak kenal maka hrs kenalan 🤭
total 1 replies
Ira Indrayani
/Good//Good//Heart//Heart//Heart/
a yulaela_fa(Ayu Anfi): trmksh kk ❤️
total 1 replies
partini
tua Bangkotan emang susah karena udah alot
moga kena stroke 🤣🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): ekwkkw. hrs dibasmi biar g ganggu ya ka🤭
total 1 replies
partini
na tadi kamu jawab aja ,,aku ga bisa
ga bisa nolak 🤣🤣🤣
partini: yah udah expired Thor 🤭
total 2 replies
partini
Alvin keren 👍👍👍 like someone yg selalu selangkah di depan
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkw sat set dia
total 1 replies
partini
so sad bnggt ini jirr mewek akuhhh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): cup kkk jgn nangis... kita temani kawal Nana biar bhgia nnti ❤️❤️
total 1 replies
partini
Alvin selangkah di depan weh
a yulaela_fa(Ayu Anfi): gaspoll dia kk... sblm ke duluan kakeknya🤣
total 1 replies
partini
Alvin kaya kulkas 100 pintu
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwk perlu di lelehin makanya dia kk 🫣🤣
total 1 replies
partini
dapat notif,,tapi mesti baca yg dulu" ini maklum Mak Mak memory cuma 4 GB gampang ful 🤣🤣🤣
a yulaela_fa(Ayu Anfi): wkwkwk...g hrs bc sequel yg lm kk. soalnya g trll ngaruh jg nnti
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!