NovelToon NovelToon
Lelaki Yang Terbuang

Lelaki Yang Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikahmuda
Popularitas:254
Nilai: 5
Nama Author: Mbak Cun

namanya Mahesa Kalandra, seorang duda yang bangkrut hingga istrinya membuangnya dengar seorang anak gadis yang masih berumur lima tahun, istrinya lari dengan boss nya dan lebih nelangsanya lagi ketika orang tuanya menfitnah dengan meminjam uang di suatu pinjaman online dengan mengatas namakan identitasnya, kini dia lari di kejar rentenir hingga hidupnya nyaris berakhir, mampukah dia bangun dari keterpurukan ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mbak Cun, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

si Anton borokokok

"idihhh, dia yang selingkuh dia pula yang playing victim, dasar buaya". Gumam Karina dengan murka.

"Checil, sini sayang sama Tante Karin, jangan takut tadi itu ada orang gila lagi ngamuk, sini Tante peluk". Karin tersenyum dan membuka tangannya lebar lebar, dan si bocil pun akhirnya memeluk Karin dengan erat seakan minta perlindungan dari wanita ayu tersebut, Mahendra tahu pasti sudah tentu Putri nya itu merindukan kehangatan seorang ibu yang sejak kecil tak pernah di dapatkannya.

" Maafkan kekacauan ini mas, datang datang di suguhi drama yang tak mengenakkan". Karin lalu mempersilahkan Mahendra duduk di sofa sebelah meja kerja nya dan Kia telah minta tolong pada seorang OB agar membawakan minum buat mereka berempat, tak lupa si OB juga membersihkan tempat keributan tersebut.

"Keliatannya ada perlu penting mbak, mas Devan datang ke ruangan Mba Karin, tak biasanya". Tanya Kia sambil makan burgernya yang tadi belum sempat di makan, memotong nya jadi dua dan memberikan separonya buat si Checil.

"Dia minta tanda tangan ,dikira aku nggak tahu apa itu tanda tangan pengalihan aset, licik sekali dia dengan tak mencantumkan keterangan dengan jelas, hanya ada tanda tangan notaris entah notaris mana yang dia suap". Cerita Karin, lalu melanjutkan menjawab pertanyaan Kia.

" Ya enggaklah gila, untung kalian datang sebagai penyelamat karena ulah kalian dokumen itu rusak tentu saja tak bisa di gunakan dan jika harus cari lagi pastinya harus keluar uang banyak untuk minta tanda tangan notaris yang sama gilanya itu". Ucap Karina lagi.

"Yee ternyata ada gunanya juga kita bergurau tadi, checill minta hadiah tuh sama Tante Kirana, hmm apa ya ?" Kiara berfikir dengan otak lemotnya itu sambil jarinya memegang janggut.

"ahhha ,bagaimana kalau kita berenang belanja dan malamnya kita makan malam bersama di restoran mahal, gimana chil?" tanya Kia antusias ,sementara yang di tanya memandang ayahnya dan ayahnya menggeleng itu berarti tidak dapat izin.

"Nggak ah kak, Checil besuk sekolah, ini kan tadi kak Kia ngajak ayah dan Checil ke tempat Tante Karin buat beli donat yang istimewa ". Jawab Checilia.

"Iya mbak Karin, tadi si Kia memaksaku dan Checil ketempat Mbak katanya ngajak keluar siang ini padahal aku masih ada klien, dan malah membuat keributan disini, maafkan saya mbak Karin". Ucap Mahendra.

"Mas Hendra, kali ini kamu bintangnya, kamu hero nya tanpa kamu tak tahu lagi si garangan itu akan berbuat apa". Ucap kia antusias.

"Iya mas, seharusnya aku yang berterimakasih atas kedatangan kalian, jika tidak, tak tahu lagi aku apa yang akan dilakukan si Devan padaku, pasti aku akan di hajarnya jika tak mau menandatangani dokumen itu dan mengikuti apa kemauannya". Karin memberi penjelasan.

"Baiklah Checil ,kalau begitu kita keluar sekarang ya, beli donat yang enak dan makan siang bersama, gimana?" Karin berucap sambil membawa Checil dalam pangkuannya.

Sekali lagi Checil memandang ayahnya dan kali ini ayahnya mengangguk kemudian Checil memandang Karin sambil mengangguk dan tersenyum ceria.

"kita beli mainan juga, rumah Barbie atau apa?" tanya Karina.

"Aku mau beli buku aja sambil beli alat untuk melukis". Cecilia sungguh girang diajak jalan jalan, akhirnya mereka berempat pun keluar dari kantor Karina, pergi untuk memenuhi janji nya membelikan donat yang istimewa buat si imut Checil karena kemarin dapat kiriman donat yang tak layak dimakan.

"Mas Hendra saja yang nyetir, masa perempuan menyopiri laki-laki". Ucap Karin sambil menyerahkan kontak mobilnya.

Mahendra tersenyum, Karin duduk di depan dan Kiara di belakang dengan Checil tetapi tetap saja mereka gaduh saling gelitik saling cubit , si Kia bahagia banget bisa dekat dengan Checil, Kiara tak punya teman dekat dulu pernah punya teman tapi lama lama dia merasa hanya di manfaatkan karena otak lemotnya yang mudah di bodohi, jika di beri hadiah dan di belanjakan mereka akan baik tetapi jika Kiara telat memberi mereka akan menghina dan ngomong di belakang, Kiara jengah lebih baik tak punya sahabat daripada hanya dimanfaatin.

Keempatnya berjalan beriringan dengan memasuki mall terbesar di kota itu, dua wanita dewasa menggandeng tangan bocil kiri dan kanan, dengan Mahendra yang mengikuti ketiganya dari belakang.

Tiba tiba mata elang Mahendra menangkap seorang lelaki yang bergandengan tangan dengan wanita, lelaki itu jelas dikenali Mahendra meskipun dari belakang dan setelah lelaki itu menoleh benar saja, Anton Nugroho?

Terus siapa lagi wanita dewasa setengah tua berambut pirang dan ber body gemoy itu, dandanannya seperti wanita .. Ah sudahlah.

Lalu bagaimana dengan nasib mantan istrinya? Apakah mungkin sudah di tinggal, dan bagaimana nasibnya secara setelah perceraian mereka fihak keluarga Maya sudah tak mau tahu lagi dengan urutan Maya karena bapak ibunya sungguh sangat malu mempunyai putri yang bisa di untung, tak tau terimakasih, sungguh mantan mertua Mahendra itu sangat malu.

"Ah, ngapain juga aku mikir dia". Gumam Mahendra celingukan sambil mencari ketiga perempuan yang hilang dari pandangan matanya.

Dia melihat ada bakery ternama Dunkin donuts, dia kemudian masuk berfikir pasti ketiganya berada di situ, dan benar saja ketiganya lagi memilih milih apa yang mereka suka.

"Banyak amat belinya, siapa yang ngabisin nanti?" tanya Hendra dengan heran karena melihat kotak yang menggunung didepannya.

"Checil mau bawa ke sekolahannya katanya untuk Bu guru dan teman temannya, karena tiap hari selalu di kasih kue ulang tahun sama temannya sementara ulang tahun dia katanya dia tak kasih apapun". jawab Karin sambil menumpuk makanan di depannya, rencananya besuk minta fihak kurir langsung mengirim ke sekolah an Checil.

Sementara Mahendra dan Karina lagi ngobrol di kejauhan tampak ada keributan, dan Karina melihat dengan jelas Kiara lagi ribut dengan seseorang.

"Ada apalagi si Kia, sungguh si biang kerok". Ucap Karina sambil ambil nafas dalam-dalam.

Mahendra segera mendekat di lihatnya sepasang pria wanita sedang menyeret baju dan menunjuk nunjuk putrinya .

"Dasar gembel, kamu yang telah mengambil dompet ku, perlu ku panggil sekuriti ya". Teriak si wanita tengah baya bermake-up menor itu.

Ketika si lelaki pasangannya ingin memukul Kiara karena kalah adu mulut dengannya, Mahendra menahan tangan lelaki itu dan dia adalah Anton.

Anton yang melihat kehadiran Mahendra di tengah mereka baru teringat bahwa bocil itu adalah anaknya Mahendra yang tentu saja juga putri dari entah itu istri pacar atau apapun hubungan antara Maya dan Anton, Mahendra sungguh tak perduli.

"Oh jadi ini anak kamu, dan gadis cerewet itu ku pastikan dia adalah pasanganmu, hei Hendra si miskin! Apa kabarmu? kukira kamu sudah mati mengenaskan karena tak tahan menderita ,hidup terbuang jadi suami terbuang ha ha ha, kasihan kasihan!" ejek Anton, dia ingat sekali terakhir ketemu mantan partner kerjanya ini ketika mengantar si Maya minta tanda tangan surat cerai dan di hadiahi bogem mentah yang membuat kepalanya kliyengan sampai berhari-hari.

"Sekali lagi kamu fitnah anakku dan ganggu kami ku patahkan tangan dan kakimu ku sumpal mulut busuk mu itu dengan kain pel". Hendra sungguh murka ketika anaknya di tuduh mengambil dompet si pasangan baru Anton.

" Apa yang terjadi sebenarnya Kiara?" tanya Mahendra.

"Itu mas, tadi waktu aku dan Checil ke toilet menemukan dompet itu tertinggal di sink ,lalu kami bermaksud mengembalikan ke fihak keamanan dan keburu ketahuan nenek ini, kebetulan yang megang dompetnya Checil". Jelas Kiara, dan kini Mahendra jadi tahu duduk masalahnya.😡😡😡

1
Kristiana Subekti
ayo Karina,,,, selidiki tuh si Ririn sm suami mu sewa detektif sekalian 😁
Mbak Cun: tunggu aja kejutan selanjutnya BESTie, terimakasih telah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!